Monday, October 6, 2014

Kontroversi Sejarah: Divisi Hanzar, Tentara Muslim Dalam Angkatan Bersenjata NAZI.

loading...
Sebuah artikel di surat kabar Utusan terbitan Malaysia tanggal 19 Mei 2006 menjadi topik yang sangat menarik untuk dicermati. Tulisan itu berjudul "Adolf Hitler tubuhkan divisyen tentera Islam" yang mengulas tentang eksistensi tentara beragama Islam dalam angkatan perang Nazi.

Tulisan tersebut diawali dengan temuan kajian Institut Kajian Aero dan Angkasa Malaysia (IKAM) yang menemukan fakta-fakta menarik di balik kajian IKAM terhadap data sejarah Operasi Divisi Hanzar.

Temuan kajian itu berusaha mempertanyakan kembali siapakah sebenarnya Adolf Hitler? Dalam banyak catatan sejarah, jarang ditemukan ulasan positif untuk menggambarkan pemimpin Jerman semasa Perang Dunia Kedua ini. Bukan saja gambaran negatif, malah namanya masih dicaci sehingga hari ini karena tragedi holocaust. Jutaan orang Yahudi dipercayai mati mengenaskan konon disebabkan angkara perintah Hitler.

Namun asumsi tersebut dinilai patut dipertakanyakan, sebab di sisi lain ditemukan bahwa Hitler masih mempunyai nilai toleransi yang tinggi terhadap kelompok-kelompok yang berseberangan dengannya. Hal ini misalnya ditandai dengan izin yang diberikan Hitler untuk mendirikan beberapa divisi tentara beragama Islam di dalam kamp, atau bahkan menjadi sebahagian daripada bala tentera nazi Jerman.

Menurut Jeneral Leon Degrelle, seorang komandan divisi Waften SS (tentara rakyat) Jerman, ada tiga divisi Waffen SS yang 90 persen anggotanya beragama Islam. Jumlah anggota dalam ketiga-tiga divisi ini berjumlah sekitar 60,000 orang.

Di antara tiga divisyen tentara beragama Islam Waffen SS ini, divisi militer yang paling terkenal adalah Divisyen ke-13 yang bernama Waffen SS Hanzar. Divisyen ini beroperasi di Balkan dengan 90 persen anggotanya berbangsa Albania, Bosnia dan Kroasia, kebanyakan anggota divisi ini beragama Islam., dan selebihnya merupakan orang Kroasia yang beragama Katolik yang berjumlah sekitar 21,000 orang.

Operasi Divisi Hanzar mendapat perhatian IKAM karena hal ini merupakan sesuatu yang sangat unik dan mengundang tanda tanya. Operasi militer udara sukarela Kroasia berhasil menembak jatuh hampir 300 kapal terbang angkatan udara Rusia (komunis), sedangkan kapal terbang mereka yang dimusnahkan militer udara Rusia kurang daripada 10 pesawat ketika Perang Dunia Kedua berkecamuk di Balkan.

Kata Hanzar sendiri diambil dari bahasa Bosnia dan Kroasia yang berarti perang. Parang Hanzar ini dipilih sebagai nama resmi dan juga simbol bagi Divisi ke-13 Waffen SS.

Pakaian resmi uniform Divisyen Hanzar pun dibuat sama seperti pakaian resmi Waffen SS yang lain. Hanya saja ada sedikir perbedaan, yang mana anggota tentara Divisi Hanzar memakai Tarbus, yaitu penutup kepala mirip Turki. Dari segi persenjataan, anggota pasukan ini juga dilengkapi dengan senjata seperti anggota Waffen SS lain.

Hal menarik lainnya adalah ditemukannya sejarah yang menunjukkan bahwa terdapat seorang tokoh Islam yang mampu menjalin hubungan baik dengan Hitler. Dan konon, tokoh ini pun turut berperanan dalam Divisi Hanzar.

Beliau ialah Mufti Besar Baitulmaqdis, Haji Amin Al Husseini. Beliau ialah pemimpin yang berpengaruh di Wilayah Arab terutama di kalangan pemimpin Arab Palestina.

Sepanjang Perang Dunia Kedua itu, Amin Al Husseini menetap di Jerman guna menentukan pembentukan koordinasi antara faham Nazi dan kebijaksanaan politis Arab sehingga berujung pada pembentukan Divisi Hanzar pada bulan Februari 1943.

Divisyen Hanzar langsung dikirim untuk mengikuti latihan militer di Perancis beberapa saat setelah dibentuk. Kemudian divisi ini  mulai beroperasi pertama kali di Balkan pada Februari 1944. Divisyen ini sukses dalam operasinya dan berhasil mamatahkan gerilya komunis partisan pimpinan Josep Broz Tito dan juga tentara Rusia.

Yang menarik, Syaikh Amin Al-Husaini dilantik sebagai Muftinya oleh pemerihtahan Inggris yang saat itu menjajah Palestina. Amin Al Husseini merupakan seorang yang sangat membela Islam menentang kebijakan Inggris yang melakukan migrasi besar-besaran kaum Yahudi ke Palestina pada waktu itu.  Balah merupakan tokoh yang banyak berjasa menggerakkan kebangkitan orang Islam pasca kekalahan kerajaan Utsmaniah (Ottoman) di Palestina, Mesir dan Iraq.

Selain itu, Syaikh Amin Al-Husaini merupakan mentor perjuangan bagi Yasser Arafat, pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan beberapa pemimpin Palestina lainnya.

Apa yang dapat disimpulkan dari penelitian di atas menujukkan bahwa Hitler merupakan sosok yang toleran terhadap kelompok yang  berbeda keyakinan dengannya. “Sebelumnya, begitu banyak fakta menjelaskan bahawa Hitler adalah seorang diktator yang kejam dan tidak bertoleransi terhadap keagamaan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa setiap batalion atau resimen dalam Divisi Hanzar akan dilengkapi seorang imam dan seorang guru agama yang bertugas untuk memastikan setiap anggota divisi ini terus mengekalkan cara hidup sebagai muslim.

“Di samping itu, divisi ini kerap menerima kunjungan Mufti Baitulmaqdis Imam Amin Al-Husseini guna memberikan pencerahan rohani anggota divisi ini.

Begitu tentara Nazi mengalami kekalahan dalam Perang Dunia Kedua, Divisyen Hanzar pun turut menyerah pada bulan Mei 1945 sewaktu pasukan tentara Jerman mundur dari Balkan. Nahasnya, keseluruhan tentara tersebut kemudian dibunuh oleh Broz Tito yang didukung Inggris dan Rusia.

Kenyataan sejarah ini memunculkan suatu tanda tanya besar tentang sosok Hitler yang kontroversial. Adakah sejarah yang disembunyikan dari pengetahuan umum di balik Hitler yang sering dikaitkan dengan peristiwa holocaust itu? Benarkah Hitler adalah sosok yang kejam seperti yang digambarkan selama ini ?

Pertanyaan semacam ini misalnya pernah dilontarkan oleh Pesiden Iran, Ahmadinejad baru-baru ini yang mengkritisi mengenai sejauh mana kebenaran holocaust.

Yang pasti, sejarah telah berlalu. Yang kita harapkan sekarang adalah terhapusnya luka-luka lama akibat pertentangan kepentingan dan politik yang menimbulkan kecamuk perang, dan memastikan agar kengerian serupa tak terulang di masa mendatang.

Biarlah semua menjadi sejarah yang akan tetap kontroversial. Kita merindukan suatu tatanan dunia baru yang harmonis, damai dan berkeadilan.
loading...

1 comment:

  1. ternyata di waffen ss ada tentara muslim hebat!

    ReplyDelete

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih