Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Saturday, August 29, 2026

3 (Tiga) Rukun Syukur

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa syukur dibangun di atas tiga rukun: mengakui nikmat dalam hati, menyebutkannya secara lahir, dan menggunakannya untuk sesuatu yang diridhai oleh Pemberi nikmat.

3 rukun syukur

Dari sini kita belajar bahwa syukur bukan sekadar ucapan
alhamdulillah. Syukur adalah kesadaran yang hidup dalam hati, pengakuan yang keluar melalui lisan, dan kebaikan yang tampak dalam perbuatan.

Tiga Rukun Syukur

Ibnu Qayyim berkata tentang syukur:

الشكر مبني على ثلاثة أركان: الاعتراف بها باطناً، والتحدث بها ظاهراً، وتصريفها في مرضاة وليها ومسديها ومعطيها

“Syukur dibangun di atas tiga rukun: mengakui nikmat itu dalam hati, menyebutkannya secara lahir, dan menggunakannya untuk sesuatu yang diridhai oleh Pemilik, Pemberi, dan Penganugerah nikmat tersebut.”

Pertama, الاعتراف بها باطناً — mengakui nikmat dalam hati.

Syukur bermula dari cara kita memandang kehidupan. Kita menyadari bahwa apa yang kita miliki bukan semata-mata hasil usaha kita. Di balik ikhtiar ada pertolongan Allah; di balik kemampuan ada karunia-Nya; dan di balik setiap pencapaian ada begitu banyak nikmat yang sering tidak kita sadari.

Karena itu, orang yang bersyukur tidak hanya menghitung apa yang hilang, tetapi juga menyadari apa yang telah diberikan.

Kedua, التحدث بها ظاهراً — membicarakan dan mengungkapkan nikmat itu.

Nikmat yang disadari hati kemudian diakui oleh lisan. Alhamdulillah bukan sekadar kalimat yang diucapkan ketika memperoleh sesuatu yang menyenangkan. Ia adalah pengakuan bahwa segala kebaikan pada akhirnya berasal dari Allah.

Menceritakan nikmat bukan untuk membanggakan diri, tetapi untuk menghadirkan kesadaran bahwa kita hidup di antara begitu banyak pemberian-Nya.

Ketiga, تصريفها في مرضاة وليها ومسديها ومعطيها — menggunakan nikmat sesuai dengan keridaan Pemberinya.

Inilah bukti syukur yang paling nyata.

Jika Allah memberi ilmu, maka syukurnya adalah mengajarkannya.
Jika memberi harta, maka syukurnya adalah berbagi.
Jika memberi jabatan, maka syukurnya adalah berlaku adil dan melayani.
Jika memberi kekuatan, maka syukurnya adalah menolong.
Jika memberi waktu, maka syukurnya adalah mengisinya dengan kebaikan.

Sebab, nikmat yang tidak digunakan untuk kebaikan pada akhirnya hanya menjadi sesuatu yang kita miliki, bukan sesuatu yang kita syukuri.

Maka, syukur memiliki tiga bahasa: hati yang mengakui, lisan yang memuji, dan perbuatan yang membuktikan.

Jangan hanya bertanya, “Apa yang telah Allah berikan kepadaku?”
Tetapi tanyakan pula, “Untuk apa Allah memberikan semua ini kepadaku?”

Barangkali di situlah makna syukur yang lebih dalam: bukan sekadar menikmati karunia Allah, tetapi menjadikan setiap karunia sebagai jalan untuk mendekat kepada-Nya.

loading...

Friday, August 28, 2026

Hidup dengan Totalitas

 Ada manusia yang menjalani hidup sekadar untuk hidup.

Bangun, bekerja, mengejar kebutuhan, memenuhi kewajiban, lalu tidur. Hari berganti hari, tahun berganti tahun. Ia hadir secara fisik, tetapi belum tentu hadir dengan sepenuh hati.

Padahal, Islam mengajarkan kita untuk menjalani kehidupan dengan totalitas.

Allah berfirman:

“Katakanlah: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.”
(QS. Al-An'am: 162)

Ayat ini bukan hanya berbicara tentang ibadah dalam pengertian yang sempit. Ia berbicara tentang arah seluruh kehidupan.


Salat kita untuk Allah.
Ibadah kita untuk Allah.
Pekerjaan kita semestinya bernilai di hadapan Allah.
Ilmu yang kita pelajari semestinya menjadi jalan mendekat kepada Allah.
Keluarga yang kita bangun semestinya menjadi tempat menumbuhkan kebaikan.
Bahkan perjuangan, kesabaran, air mata, dan pengorbanan kita pun tidak sia-sia ketika semuanya diarahkan kepada-Nya.

Totalitas bukan berarti melakukan semuanya

Totalitas dalam Islam bukan berarti kita harus menjadi manusia yang sempurna dalam segala hal.

Totalitas berarti memberikan yang terbaik dari apa yang Allah titipkan kepada kita.

Jika kita menjadi seorang ayah, jadilah ayah dengan sepenuh hati.
Jika menjadi ibu, jadilah ibu dengan sepenuh jiwa.
Jika menjadi guru, ajarlah dengan ketulusan.
Jika menjadi pemimpin, pimpinlah dengan amanah.
Jika menjadi pelajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh.
Jika menjadi pekerja, bekerjalah dengan jujur.

Sebab yang dinilai Allah bukan semata-mata sebesar apa posisi kita, tetapi seberapa sungguh-sungguh kita menjalankan amanah yang diberikan kepada kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia menyempurnakannya.”

Karena itu, jangan meremehkan peran yang sedang kita jalani.

Boleh jadi pekerjaan kita sederhana, tetapi keikhlasan kita menjadikannya mulia.
Boleh jadi jabatan kita kecil, tetapi amanah kita besar.
Boleh jadi kehidupan kita tidak terlihat istimewa di mata manusia, tetapi sangat bernilai di hadapan Allah.

Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani dengan setengah hati

Ada orang yang baru menyadari nilai waktu ketika waktunya hampir habis.

Baru menyadari pentingnya keluarga ketika anak-anak telah dewasa.
Baru menyadari pentingnya kesehatan ketika tubuh mulai melemah.
Baru menyadari pentingnya berbuat baik ketika kesempatan telah pergi.
Baru ingin mendekat kepada Allah ketika usia telah sampai di penghujung.

Padahal kita tidak pernah tahu berapa panjang sisa perjalanan kita.

Karena itu, jangan menunggu sempurna untuk mulai bersungguh-sungguh.

Mulailah dari hari ini.

Jika bekerja, bekerjalah dengan baik.
Jika belajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh.
Jika beribadah, hadirkan hati.
Jika mencintai, cintailah dengan tanggung jawab.
Jika meminta maaf, lakukan dengan ketulusan.
Jika berbuat baik, jangan menunggu dipuji.

Sebab hidup bukan tentang berapa lama kita berada di dunia, tetapi apa yang kita tinggalkan setelah kita tiada.

Totalitas membutuhkan hati yang lurus

Namun ada satu hal yang lebih penting daripada kesungguhan: niat.

Seseorang dapat bekerja keras tetapi kehilangan arah.
Dapat berjuang tetapi hanya mengejar pujian.
Dapat berprestasi tetapi lupa kepada siapa semua itu berasal.

Islam mengajarkan bahwa amal bukan hanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi juga untuk siapa kita melakukannya.

Maka sebelum bertanya:

"Seberapa besar yang sudah aku lakukan?"

Tanyakan terlebih dahulu:

"Untuk siapa aku melakukan semua ini?"

Karena amal yang besar di mata manusia belum tentu besar di sisi Allah.

Sebaliknya, sesuatu yang kecil di mata manusia bisa menjadi sangat besar ketika dilakukan dengan ikhlas.

Totalitas adalah mempersembahkan hidup kepada Allah

Pada akhirnya, totalitas bukan tentang bekerja tanpa henti.
Bukan pula tentang mengejar dunia sampai lupa akhirat.

Totalitas adalah menempatkan seluruh hidup pada jalan yang benar.

Kita bekerja, tetapi tidak diperbudak pekerjaan.
Kita mencari harta, tetapi tidak diperbudak harta.
Kita mengejar prestasi, tetapi tidak kehilangan kerendahan hati.
Kita mencintai manusia, tetapi tidak melupakan Allah.
Kita menikmati dunia, tetapi tidak lupa bahwa kita akan kembali kepada-Nya.

Kita hidup di dunia dengan sepenuh tenaga,
tetapi hati tetap tertambat kepada akhirat.

Karena sesungguhnya kita bukan pemilik kehidupan ini.

Kita hanya penjaga amanah.

Allah memberi kita waktu.
Allah memberi kita kesehatan.
Allah memberi kita keluarga.
Allah memberi kita ilmu, kesempatan, kemampuan, bahkan setiap tarikan napas.

Dan suatu hari nanti, semua itu akan ditanyakan:

Untuk apa engkau gunakan?

Maka janganlah hidup sekadar hidup.

Hiduplah dengan kesadaran.
Berjuanglah dengan kesungguhan.
Berbuatlah dengan keikhlasan.
Dan persembahkanlah seluruh hidup kepada Allah.

Sebab ketika hidup telah diarahkan kepada-Nya,
tidak ada pekerjaan yang benar-benar sia-sia,
tidak ada perjuangan yang benar-benar hilang,
dan tidak ada air mata yang benar-benar percuma.

Totalitas dalam kehidupan bukan berarti memberikan seluruh hidup kepada dunia.
Totalitas berarti memberikan seluruh hidup kepada Allah, lalu menjalankan setiap peran di dunia dengan sebaik-baiknya.

Dan ketika suatu hari kita dipanggil pulang, semoga kita dapat kembali kepada-Nya dengan hati yang tenang:

“Ya Allah, aku telah berusaha. Tidak sempurna, tetapi aku telah memberikan yang terbaik dari apa yang Engkau titipkan kepadaku.”

loading...

Thursday, November 25, 2021

[Kisah Hikmah]: Membeli Keringat Guru


Bersempena Hari Guru Nasional tahun 2021 ini, admin ingin share sebuah kisah penuh hikmah tentang arti penting kedudukan seorang guru. Semoga bisa menjadi ibrah bagi pembaca semua. 

Alkisah, dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya:

Murid : "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?

Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.

Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan  berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".

"Berapa harga emas seberat itu? "

Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,

"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,"

Guru : "Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?"

Murid berkata : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?"

Guru menjawab : "Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. "

Guru berkata lagi, "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"

"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "

"Tentu tidak." Ujar murid.

"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya."

Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : 

"Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu..."

Guru berkata : "Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini."

***

Untuk semua guru, Terima kasih atas segenap perjuanganmu semoga Allah Subhanahu wata'ala melindungmu dan melimpahkan karunia-Nya kepadamu sepanjang hayat. 🙏🙏🙏

loading...

Thursday, January 9, 2020

Penting Diketahui: 29 Aturan Sosial Tak Tertulis Dalam Pergaulan Internasional

1. Jangan menelepon seseorang lebih dari dua kali secara terus menerus. Jika mereka tidak mengangkat telepon Anda, itu berarti mereka memiliki sesuatu yang lebih penting untuk diperhatikan.

2. Ketika seseorang menjatuhkan sesuatu di lantai secara tidak sengaja atau menjatuhkan makanan dari piring atau tidak tahu bagaimana menggunakan pisau / garpu jangan menatap mereka. Hal yang sama berlaku untuk orang yang bersin, batuk, atau bahkan kentut yang tidak terkendali. Ini adalah reaksi yang tidak disengaja.

3. Selalu lewati menggunakan wastafel yang sedang digunakan dan jangan berdiri di sampingnya. Itu membuat gelisah bagi orang yg ada di situ.

4. Kembalikan uang yang telah Anda pinjam bahkan sebelum orang lain ingat meminjamkannya kepada Anda. Baik itu 1 rupiah atau 100,000 Rupiah. Ini menunjukkan integritas dan karakter Anda. Sama halnya dengan payung, pena, dan kotak makan siang.

5. Jangan pernah memesan hidangan mahal di menu ketika seseorang mentraktir Anda untuk makan siang / makan malam. Jika mungkin minta mereka untuk memesan makanan pilihan mereka untuk Anda.

6. Jangan mengajukan pertanyaan canggung seperti 'Oh jadi kamu belum menikah?' Atau 'Apakah kamu tidak punya anak' atau 'Mengapa kamu tidak membeli rumah?'. Demi Tuhan, itu bukan masalahmu .

7. Selalu buka pintu untuk orang yang datang di belakang Anda. Tidak masalah apakah itu laki-laki atau perempuan. Anda tidak menjadi kecil dengan memperlakukan seseorang dengan baik di depan umum.

8. Jika Anda naik taksi dengan seorang teman, dan ia membayar sekarang, Anda membayar lain kali.

9. Hormati pendapat politik yang berbeda.

10. Jangan pernah menyela pembicaraan orang.

11. Jika Anda menggoda seseorang, dan mereka sepertinya tidak menikmatinya, hentikan dan jangan pernah melakukannya lagi.

12. Ucapkan "terima kasih" ketika seseorang membantu Anda.

13. Puji di depan umum. Mengkritik secara pribadi.

14. Jangan pernah komentari berat badan orang lain. Hampir tidak pernah ada alasan untuk mengomentari berat badan seseorang. Katakan saja, "Kamu terlihat luar biasa." Jika mereka ingin berbicara tentang menurunkan berat badan, mereka akan melakukannya.

15. Jika Anda mendapatkan penerbangan panjang atau naik kereta api, mandilah sebelumnya. Orang di sebelah Anda akan menghargainya.

16. Ketika seseorang menunjukkan foto pada ponsel Anda, jangan geser ke kiri atau kanan untuk melihat foto yang lain. Anda tidak pernah tahu apa selanjutnya.

17. Jika seorang kolega memberi tahu Anda bahwa mereka memiliki janji temu dokter, jangan tanya untuk apa, katakan saja harap Anda baik-baik saja. Jika mereka ingin membicarakannya, mereka akan melakukannya dan Anda tidak menempatkan mereka pada posisi yang tidak nyaman karena harus memberi tahu Anda tentang penyakit mereka.

18. Perlakukan pembersih/OB dengan rasa hormat yang sama seperti CEO. Tidak ada yang terkesan betapa kasarnya Anda memperlakukan seseorang di bawah Anda, tetapi orang-orang akan memperhatikan jika Anda memperlakukan mereka dengan hormat.

19. Jika seseorang berbicara langsung kepada Anda dan anda menatap HP maka Anda tidak sopan.

20. Jangan pernah memberi saran sampai Anda diminta.

21. Jangan membuat rencana di depan mereka yang tidak Anda libatkan.

22. Jangan berbicara dengan seseorang jika mereka sedang menggunakan headphone.

23. Ketika bertemu seseorang setelah waktu yang lama, kecuali mereka ingin membicarakannya, jangan tanya umur dan gajinya.

24. Ketika seorang teman / kolega menawarkan Anda makanan, Anda bisa dengan sopan mengatakan TIDAK. Tapi, jangan lakukan ini setelah mencicipi atau menciumnya. Ini merupakan penghinaan bagi orang yang telah menawarkannya kepada Anda.

25. Ketika seseorang mulai berbicara tentang penyakitnya, jangan mulai membicarakan penyakit Anda.

26. Saat seseorang yang Anda kenal memiliki perubahan penampilan yang jelas, misalnya: Kenaikan / penurunan berat badan, titik botak, jerawat. jangan pernah mengomentarinya sampai mereka membicarakannya dengan Anda, mereka sudah tahu apa yang terjadi pada mereka.

27. Jangan pernah mencium bayi yang bukan milikmu.

28. Pikirkan urusan Anda sendiri kecuali jika ada sesuatu yang melibatkan Anda secara langsung - jangan ikut campur.

29. Jangan melihat setiap posting di Facebook sebagai peluang untuk berdebat / berdebat, bahkan jika tidak sesuai dengan pandangan atau keyakinan Anda.
loading...

Friday, January 3, 2020

Jebakan-Jebakan Jahiliyah Yang Diingatkan Dalam Al-Quran

Dalam al-Qur'an, Allah Swy menyebutkan kata jahiliyah sebanyak 4 kali. Macam-macam ragamnya tetapi semuanya harus kita hindari.

Pertama, Ada jahiliyah dalam hukum (hukm al-jahiliyyah). Yaitu penerapan hukum-hukum jahiliyah dalam kehidupan sehari-hari. Allah Swt. telah mengingatkan:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/?s=jahiliyahأَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/?s=jahiliyah
 أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya:
"Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?". (QS. al-Ma'idah: 50)

Kedua, jahiliyah dalam gaya hidup (tabarruj al-jahiliyyah). Seperti dalam hal berpakaian, mode dan lain sebagainya. Allah Swt. berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

Artinya:
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu". (QS. al-Ahzab: 33)

Ketiga, jahiliyah pemikiran/persangkaan (zhann al-jahiliyyah). Allah Swt. mengingatkan:

وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ

Artinya:
“Sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?.” Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” (QS. Ali Imran: 154)


Keempat, jahiliyyah perilaku (hamiyyah al-jahiliyyah), seperti bersikap ashabiyyah, pergaulan bebas dll. Allah Swt memfirmankan:

إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Artinya:
“Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya.” (QS. al-Fath: 26)

Penting diwaspadai, sebab jebakan-jebakan jahiliyah ini tak hanya menimpa orang-orang awam, tapi kadang bahkan menghinggapi mereka yang mengklaim dirinya ulama, intelektual, cendekiawan Muslim.

Sehingga, Buya Hamka membagi ulama menjadi 4 macam:

1. Ulama yang Meninggal
Para ulama yang telah meninggal, dari mereka kita dapat mengambil banyak pelajaran, plus minusnya.

2. Ulama yang Meninggalkan dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Inilah jelas ulama buruk yang kita hindari, dunia memalingkannya dari dakwah kepada Allah.

3. Ulama yang Ditinggalkan, justru karena berpegang teguh pada prinsip dan dakwah Islam. Berbagai cacian dan ujian menimpa mereka. Dituduh ini itu. Inilah sosok ulama yang keteladanannya bermanfaat bagi umat. Kita justru harus mengikuti ulama baik semacam ini.

4. Ulama yang Ketinggalan. Ini ragam ulama yang ketinggalan kemajuan hanya karena selalu mengekor nenek moyang. "Dulu moyang kami begini, maka kami begini..." Mereka tidak menimbang baik-baik berbagai tinjauan pemikiran dan pendapat karena hanya terpaku ajaran moyangnya, dalam arti negatif.

Mari kita renungkan bersam.
loading...

Saturday, December 28, 2019

[Kisah Hikmah] Pisang Satu Kilo!

Alkisah, ada seorang pria masuk ke toko buah. Ia hendak mencari buah kesukaannya. Matanya kemudian tertuju pada pisang yang ranum.

"Berapa harga pisang ini?". tanyanya.

"Pisang  ini harganya 12.000 rupiah... Kalau apel cuma 15.000". jawab si penjual buah.


Tak berpikir lama, ia pun segera membeli pisang tersebut sebanyak satu kilogram

Ketika hendak bergegas meninggalkan toko, ada seorang wanita masuk ke toko tersebut.

"Berapa harga satu kilo pisang ini?". Tanya wanita tersebut seraya menunjuk pisang yang sama.

"Oh, kalau pisang ini harganya 5.000 rupiah, kalau apelnya 8.000 rupiah". Jawab si penjual pisang.

"Alhamdulillah...". Gumam wanita tersebut. kemudian ia mengeluarkan uangnya seraya memberi sekil pisang.

Pria tadi terperangah melihat wanita tersebut dan juga pemiliki toko buah itu. Merasa di curangi, ia pun mendekati penjual dengan sdikit emosi.

Tetapi, sebelum pria itu bertanya, si pemilik toko segera memberi isyarat mata dan berkata padanya: "Tunggu saya sebentar"

Kemudian si penjual memberikan kepada si wanita 1 kg pisang dan 1 kilogram apel dengan harga 13.000.

Wanita itu pergi dengan gembira dan berkata :

"Alhamdulillah terimakasih Ya Allah anak-anakku akan makan buah...".

Setelah wanita tersebut pergi, si penjual meminta maaf pada pembeli lelaki dan berkata:

"Demi Allah aku tidak mencurangimu, tetapi wanita itu mempunyai empat anak yatim dan selalu menolak bantuan apapun dari orang lain, setiapkali aku ingin membantu pasti dia menolak.
Saya berfikir keras bagaimana caranya bisa menolong tanpa membuat dia malu, dan aku tidak menemukan cara selain ini, yaitu dengan mengurangi harga untuknya.
Aku ingin dia tetap merasa tidak membutuhkan bantuan siapapun dan aku juga ingin berdagang dengan Allah dan menyenangkan hati mereka.
Wanita ini datang kemari seminggu sekali. Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya setiap wanita itu membeli buah dariku, hari itu aku selalu mendapatkan untung berlipat-lipat dan mendapatkan Rizqi dari jalan yang tak kusangka!"

Saat itulah si lelaki pembeli meneteskan air matanya dan segera mencium kepala si penjual
***







Saudaraku...

Seorang ulama pernah berkata:
 
إن في قضاء حوائج الناس لذة لا يعرفها إلا من جربها
((اسْتَنْزِلُوا الرِّزْقَ بالصدقه))


"Sesungguhnya dalam menolong kebutuhan manusia ada nikmat kelezatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah melakukanya".

Pancinglah turunnya Rizqi dengan cara bersedekah!
loading...

Thursday, October 17, 2019

Adab Media Sosial: Jangan Tergesa-Gesa Menyebar Berita

Zaman sekarang ini, arus informasi demikian mudahnya kita dapat. Namun hal ini kerap membuat orang lalai, seringkali tanpa berfikir panjang kita langsung menyebarkan (men-share) semua berita dan informasi yang kita terima, tanpa terlebih dahulu meneliti kebenarannya.

Kita dengan sangat mudah men-share berita, entah dengan menggunakan media sosial semacam facebook, atau aplikasi whatsapp, atau media yang lainnya. Akibatnya, muncullah berbagai macam kerusakan, seperti kekacauan, provokasi, ketakutan, atau kebingungan di tengah-tengah masyarakat akibat penyebaran berita semacam ini.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas mengatakan:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Artinya:
“Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta apabila dia mengatakan semua yang didengar.” (HR. Muslim no.7)

Janganlah kita tergesa-gesa menyebarkan berita tersebut, karena sikap seperti ini hanyalah berasal dari setan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


التَّأَنِّي مِنَ اللهِ , وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Artinya:
“Ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.” (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 10/104 dan Abu Ya’la dalam Musnad-nya 3/1054)

Periksalah Kebenaran sebuah Berita dengan Cermat

Allah Ta’ala pun memerintahkan kepada kita untuk memeriksa suatu berita terlebih dahulu karena belum tentu semua berita itu benar dan valid. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujuraat [49]: 6)

Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk memeriksa suatu berita dengan teliti, yaitu mencari bukti-bukti kebenaran berita tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan menelusuri sumber berita, atau bertanya kepada orang yang lebih mengetahui hal itu.

Oleh karena itu, sungguh saat ini kita sangat perlu memperhatikan ayat ini. Suatu zaman di mana kita mudah untuk men-share suatu link berita, entah berita dari status facebook teman, entah berita online, dan sejenisnya, lebih-lebih jika berita tersebut berkaitan dengan kehormatan saudara muslim atau berita yang menyangkut kepentingan masyarakat secara luas. Betapa sering kita jumpai, suatu berita yang dengan cepat menjadi viral di media sosial, di-share oleh ribuan netizen, namun belakangan diketahui bahwa berita tersebut tidak benar. Sayangnya, klarifikasi atas berita yang salah tersebut justru sepi dari pemberitaan.

Peringatan bagi yang Sembarangan Menyebar Berita

Bagi kita yang suka asal dan tergesa-gesa dalam menyebarkan berita, maka hukuman di akhirat kelak telah menanti kita. Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau:

رأيت الليلة رجلين أتياني، فأخذا بيدي، فأخرجاني إلى أرض فضاء، أو أرض مستوية، فمرا بي على رجل، ورجل قائم على رأسه بيده كلوب من حديد، فيدخله في شدقه، فيشقه، حتى يبلغ قفاه، ثم يخرجه فيدخله في شدقه الآخر، ويلتئم هذا الشدق، فهو يفعل ذلك به

Artinya:
“Tadi malam aku bermimpi melihat ada dua orang yang mendatangiku, lalu mereka memegang tanganku, kemudian mengajakku keluar ke tanah lapang. Kemudian kami melewati dua orang, yang satu berdiri di dekat kepala temannya dengan membawa gancu dari besi. Gancu itu dimasukkan ke dalam mulutnya, kemudian ditarik hingga robek pipinya sampai ke tengkuk. Dia tarik kembali, lalu dia masukkan lagi ke dalam mulut dan dia tarik hingga robek pipi sisi satunya. Kemudian bekas pipi robek tadi kembali pulih dan dirobek lagi, dan begitu seterusnya.”

Di akhir hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat penjelasan dari malaikat, apa maksud kejadian yang beliau lihat:

أما الرجل الأول الذي رأيت فإنه رجل كذاب، يكذب الكذبة فتحمل عنه في الآفاق، فهو يصنع به ما رأيت إلى يوم القيامة، ثم يصنع الله به ما شاء

Artinya:
“Orang pertama yang kamu lihat, dia adalah seorang pendusta. Dia membuat kedustaan dan dia sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Dia dihukum seperti itu sampai hari kiamat, kemudian Allah memperlakukan orang tersebut sesuai yang Dia kehendaki.” (HR. Ahmad no. 20165) [2]

Apabila kita sudah berusaha meneliti, namun kita belum bisa memastikan kebenarannya, maka diam tentu lebih selamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَمَتَ نَجَا

Artinya:
“Barangsiapa yang diam, dia selamat.” (HR. Tirmidzi no. 2501) [3]

Bertanyalah, Adakah Manfaat Menyebarkan suatu Berita Tertentu?

Lalu, apabila kita sudah memastikan keberannya, apakah berita tersebut akan kita sebarkan begitu saja? Jawabannya tentu saja tidak. Akan tetapi, kita lihat terlebih dahulu apakah ada manfaat dari menyebarkan berita (yang terbukti benar) tersebut? Jika tidak ada manfaatnya atau bahkan justru berpotensi menimbulkan salah paham, keresahan atau kekacauan di tengah-tengah masyarakat dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya, maka hendaknya tidak langsung disebarkan (diam) atau minimal menunggu waktu dan kondisi dan tepat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ


Artinya:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 74)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melarang Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu untuk menyebarkan ilmu yang dia peroleh karena khawatir akan menimbulkan salah paham di tengah-tengah kaum muslimin. Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu:

فَقَالَ: «يَا مُعَاذُ، تَدْرِي مَا حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ؟ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ؟» قَالَ: قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «فَإِنَّ حَقَّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللهَ، وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا» ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا أُبَشِّرُ النَّاسَ، قَالَ: «لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا»

Artinya:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Wahai Mu’adz, apakah kamu tahu apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba dan apa hak hamba yang wajib dipenuhi oleh Allah?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-nya yang lebih mengetahui.’ Beliau pun bersabda, ‘Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya ialah supaya mereka beribadah kepada-Nya saja dan tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Nya. Adapun hak hamba yang wajib dipenuhi oleh Allah adalah Allah tidak akan mengazab mereka yang tidak berbuat syirik kepada-Nya.’ Lalu aku berkata, ’Wahai Rasulullah, bagaimana kalau aku mengabarkan berita gembira ini kepada banyak orang?’ Rasulullah menjawab, ’Jangan, nanti mereka bisa bersandar.’”(HR. Bukhari no. 2856 dan Muslim no. 154)

Mari kita perhatikan baik-baik hadits ini. Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan suatu berita (ilmu) kepada Mu’adz bin Jabal, namun beliau melarang Mu’adz bin Jabal untuk menyampaikannya kepada sahabat lain, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam khawatir kalau mereka salah paham terhadap kandungan hadits ini. Artinya, ada suatu kondisi sehingga kita hanya menyampaikan suatu berita kepada orang tertentu saja. Dengan kata lain, terkadang ada suatu maslahat (kebaikan) ketika menyembunyikan atau tidak menyampaikan suatu ilmu pada waktu dan kondisi tertentu, atau tidak menyampaikan suatu ilmu kepada orang tertentu. [4]

Mu’adz bin Jabal akhirnya menyampaikan hadits ini ketika beliau hendak wafat karena beliau khawatir ketika beliau wafat, namun masih ada hadits yang belum beliau sampaikan kepada manusia. Mu’adz bin Jabal juga menyampaikan kekhawatiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu, agar manusia tidak salah paham dengan hadits tersebut. [5]

Semoga tulisan singkat ini menjadi panduan kita di zaman penuh fitnah dan kerusakan seperti sekarang ini, yang salah satunya disebabkan oleh penyebaran berita yang tidak jelas asal-usul dan kebenarannya. [6]
(MS Hakim)

Catatan kaki:

[1]     Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-shahihah no. 1795.
[2]     Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.
[3]     Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.
[4]     Al-Qaulul Mufiid ‘ala Kitaabit Tauhiid, 1/55.
[5]     I’anatul Mustafiid, 1/50.
[6]    Dikutip dari buku penulis, “Islam, Sains dan Kesehatan”, hal. 49-54 dengan beberapa penambahan yang dianggap penting. Penerbit Pustaka Muslim, Yogyakarta tahun 2016.

loading...

Tuesday, September 10, 2019

Mengapa Ketika Sholat, Pikiran Melayang Kemana-mana?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz pernah ditanya:

⚪Ketika saya hendak shalat, saya sedang kacau pikiran dan banyak yang dipikirkan, dan rasanya saya tidak begitu sadar terhadap diri saya sendiri kecuali setelah salam, lalu saya mengulangi lagi, namun saya rasakan seperti semula, sampai-sampai saya lupa tasyahud awal dan tidak tahu lagi berapa rakaat yang telah saya kerjakan. Hal ini semakin menambah kekhawatiran dan rasa takut saya kepada murka Allah, kemudian saya sujud sahwi. Saya mohon bimbingannya, dan saya haturkan terima kasih.

⚪Beliau menjawab:

Bisikan itu berasal dari syetan, yang wajib bagi anda adalah memelihara shalat, konsentrasi dan thuma’ninah dalam melaksanakannya sehingga anda dapat melaksanakannya dengan penuh kesadaran. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya”. [Al-Mukminun/23 : 1-2]

Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat orang yang tidak sempurna shalatnya dan tidak thuma’ninah dalam melaksanakannya, beliau menyuruhnya untuk mengulangi shalatnya, beliaupun bersabda.

إِذَ قُمْتَ إِلَى الَّصَّلاَةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوْءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَاْ مَاتَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَع حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاَتِكَ كُلِّهَا

“Artinya : Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah (takbiratul ihram), lalu bacalah ayat-ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian ruku’lah sampai engkau tenang dalam posisi ruku, lalu bangkitlah (berdiri dari ruku’) sampai engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi sujud, lalu bangkitlah (dari sujud) sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, lakukan itu semua dalam semua shalatmu”. [1]

Jika anda sadar bahwa anda sedang shalat di hadapan Allah dan bemunajat kepadaNya, maka hal itu akan mendorong anda untuk khusyu’ dan konsentrasi ketika shalat, syetan pun akan menjauh dari anda sehingga selamatlah anda dari bisikkannya. Jika dalam shalat anda terasa banyak godaan, meniuplah tiga kali ke samping kiri dan memohonlah perlindungan Allah tiga kali dari godaan syetan yang terkutuk, insya Allah hal ini akan membebaskan anda.

❤️Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh salah seorang sahabatnya melakukan itu, ketika orang tersebut berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah menyelinap diantara diriku dan shalatku serta bacaanku, ia mengacaukan shalatku”. [2]

Jadi, anda tidak perlu mengulangi shalat karena godaan, akan tetapi hendaknya anda sujud sahwi jika anda telah melakukan apa yang diwajibkan itu. Misalnya, anda tidak melakukan tasyahud awal karena lupa, atau tidak membaca tasbih ketika ruku’ atau sujud karena lupa, atau anda ragu apakah tiga raka’at atau empat raka’at ketika shalat Zhuhur umpamanya, maka anggaplah itu tiga raka’at, lalu sempurnakanlah shalat, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika dalam shalat Maghrib anda ragu apakah baru dua raka’at atau sudah tiga raka’at, maka anggaplah itu baru dua raka’at lalu sempurnakan, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam, karena demikianlah yang diperintahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga Allah melindungi anda dari godaan setan dan menunjuki anda kepada yang diridahiNya.

[Kitab Ad-Da’wah, hal 76, Syaikh Ibnu Baz]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisu, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]
_______
Footnote
[1]. Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 757, Muslim kitab Ash-Shalah 397
loading...

Friday, August 9, 2019

Mengenang Kembali Beberapa Petuah / Dawuh KH. Maimoen Zubair Rahmatullahi 'Alaihi.

Berikut adalah sebagian dawuh Mbah Maimoen Zubair yang selayaknya menjadi pedoman kita -khususnya kaum santri- dalam kehidupan sehari-hari.

1. "Sampeyan sekolah model apapun, seng penting ojo ninggalno ngaji." (Anda sekolah yang bagaimanapun, terpenting jangan tinggalkan ngaji).

2. "Dzurriyatur Rasul kebanyakan tak terlihat, maka jangan menjelek-jelekkan orang Islam."

3. "Kulo gadah (punya) guru namine (namanya) KH. Abdullah bin Nuh. Beliau kalau mau mengajar harus muthalaah dahulu, padahal beliau sangat alim."

4. "Wong koq neng omah terus kaprahe ora sehat, mulane sekali-kali refreshing." (Umumnya orang yang kebanyakan di rumah itu tidak sehat, maka sesekali perlu refreshing).

5. "Kelompok yang menguasai dataran tinggi Golan maka akan menguasai dunia. Seperti yang terjadi saat ini, Yahudi sekarang yang menguasai dataran itu."

6. "Wong iku kudu duwe jiwa Nasionalis." (Orang itu harus punya jiwa Nasionalis).

7. "Jangan mengatakan negara Uni Soviet itu komunis. Pemerintahannya saja yang komunis. Karena dulu Uni Soviet itu terdiri dari banyak daerah seperti Uzbekistan, Turkmenistan, dll. yang mayoritas Muslim. Dan banyak ulama besar lahir di sana seperti Imam Bukhari, Imam Samarkandi, dll. Cuma Rusia yang non-Muslim."

8. "Setelah shalat Shubuh jangan tidur lagi, karena bisa menyebabkan faqir."

9. "Kalau kamu ditanya alamat oleh seseorang jawablah dengan alamat desamu, jangan kotamu dulu. Karena ulama-ulama itu bangga dengan desanya."

10. "Kiai iku kudu iso moco kitab kosongan." (Kiai itu harus bisa membaca kitab kuning gundul).

11. "Ora kudu pinter bercakap-cakap bahasa Arab. Seng kudu iku biso moco tulisan Arab lan paham." (Tidak harus pandai bercakap bahasa Arab. Yang harus adalah bisa membaca tulisan Arab dan paham).

12. "Syaikh Ihsan Jampes iku ngalim, iso ngarang kitab Sirajut Thalibin. Ngalime koyo ngono tapi ngomong-ngomong Arab gak patek lancar." (Syaikh Ihsan Dahlan Jampes Kediri itu alim, mampu mengarang kitab Siraj ath-Thalibin. Beliau yang begitu alimnya saja dalam percakapan bahasa Arab kurang begitu lancar).

13. "Wong wareg iku angel ngalime." (Orang yang kenyang itu sulit menjadi alim).

14. "Gusti Allah ojo mbok tuntun." (Allah Swt. jangan didikte).

15. "Wong seng apik iku wong seng ora berubah waktu seneng utowo susah." (Orang yang baik itu orang yang tidak berubah sewaktu suka ataupun susah).

16. "Al-Quran keterangane kadang dibolan-baleni. Mulane wong koq bosen karo al-Quran berarti lemah imane." (Al-Quran keterangannya terkadang diulang-ulang. Maka, jika ada orang yang bosan terhadap al-Quran pertanda lemah imannya).

17. خير الامور وسط # حب التناهي غلط . "Yang terbaik dalam segala sesuatu adalah yang moderat (pertengahan) # Sedangkan suka pada penghinaan adalah suatu kesalahan."

18. "Nek arep ngomong ojo waktu jengkel." (Kalau mau berbicara jangan di saat marah).

19. "Orang yang kamu ikuti itu kudu seng pinter agomo (harus yang pandai agama/seorang ulama).

20. "Kanjeng Nabi walaupun sebagian paman-pamane kafir lan mungsuhi (memusuhi), tetapi Beliau (Saw.) tetap bersilaturahim pada mereka."

21. "Kudu biso moco (harus bisa baca kitab) Fathul Mu'in lan Fathul Qarib."

22. "Biso parek karo Allah iku dengan bil ilmi wattaqwa." (Bisa dekat dengan Allah itu dengan ilmu dan ketakwaan).

23. "Ora do iso moco kitab koq arep gawe Khilafah." (Tidak bisa baca kitab kuning koq mau membuat/mendirikan Khilafah!).

24. "Ora usah sombong, seng kurikulum ben kurikulum, pancen wes wayahe. Seng penting Sampeyan ngaji." (Tidak usah sombong, yang memakai sistem kurikulum biarkan saja dipakai, memang sudah waktunya. Yang penting Anda ngaji).

25. "Wong-wong sholeh walaupun faqir mereka tetep nyaman seperti Syaikh Abil Hasan asy-Syadzili."

26. "Apik-apike ke-futuh iku melek dalu karo moco kitab kerono Allah Ta'ala." (Terbukanya hati (futuh) itu paling baiknya terjaga di malam hari sambil baca kitab dengan ikhlas).

27. "Omah nek dinggoni sholat sunnah jembar rizqine." (Rumah jika dipakai untuk shalat sunnah maka rizkinya luas).

28. "Duwe anak iku apike jumlahe sedengan, yo ora akeh yo ora sitik. Mergo Kanjeng Nabi pernah ditakoi sahabat tentang urip susah. Nabi jawabe: كثرت العيال وقلة المال. (Punya anak sebaiknya berjumlah yang cukup/sedang, tidak banyak juga tidak sedikit. Karena Nabi pernah ditanya oleh sahabat tentang hidup susah, maka jawab Nabi Saw.: "Banyak anak sedikit rizki/harta.").

Sumber: https://www.facebook.com/ammu.masri/posts/10205902188988326
loading...

Tuesday, July 23, 2019

Waspada: 12 Penyakit Dalam Berumah Tangga

1.KUTILAN:
KURANG TAHU ILMU PERNIKAHAN.

Rumah tangga akan sukses jika dipandu dengan ilmu agama. Ilmu agama suami istri yang mumpuni akan diberi kebaikan dalam rumah tangganya. Rasul bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين

Artinya: “Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam ilmu agama.”(HR. Bukhari)

2.KUTUAN:
KURANG TAHU ARAH DAN TUJUAN PERNIKAHAN.

Tujuan pernikahan Seperti dalam Surah Rum ayat 21,  adalah supaya kita bisa hidup damai penuh ketenangan, saling jaga, saling melengkapi saling membahagiakan.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu tenteram..(Ar-rum: 21)

3.KUSTA :
KURANG SABAR MERAIH CITA.

Naik tangga mesti dari tangga pertama dulu! Kebanyakan kita ingin langsung ingin langsung sampai ditangga puncak.

Tentu tidak mungkin! Maka sabarlah berproses dalam berumah tangga in syaa allah akan sampai pula ketangga puncak akhirnya. Allah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan: 200)

4.KUDIS:
KURANG URUS DUIT SELALU HABIS.

Manajamen keuangan yang tidak cakap, tidak bisa menentukan skala prioritas, tidak bisa menahan diri untuk belanja yang tidak penting dan mengabaikan kebutuhan yang pokok dan jangka panjang, biasanya karena sipat boros maka rumah tangga akhirnya akan oleng.

Maka cakap lah dalam mengelola uang,dan  tidak boros. In syaa allah kelarga akan damai dan mapan. Allah swt berfirman:

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

5. KANGKER:
KANTONG KERING

Karena boros, karena malas, karena tidak mau belajar untuk cerdas akhirnya kita miskin. Maka keadaan miskin akan banyak bisikan setan, banyak percekcokan, sering terjadi pertikaian dan lain sebagainya.

Maka banyaklah belajar, jangan boros dan  bekerja keraslah in syaa allah kita akan terbebas dari kemiskinan yang sangat menyesakan:
Rasulullah saw  bersabda:

 كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran”
( Imam al-Baihaqi dalam kitab “Syu’abul Iman” (no. 6612)

6. SEMBELIT:
SEDEKAH DAN MEMBERI SANGAT SULIT.

Jika seluruh anggota keluarga pelit maka rizki akan sulit.

Jikapun ada keluarga yang pelit tapi rizki terus melangit pasti itu istidraj. Pelit membuat semua urusan rumah tangga akan rumit.

Tapi jika dermawan semua urusan rumah tangga akan penuh kebaikan dankeberkahan.
Rosululloh  bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِاَ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيْلَهُ، حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil usaha yang baik -dan Alloh tidak akan menerima kecuali yang baik- maka Alloh akan menerima dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkan untuk pemiliknya (yang berinfak) sebagaimana salah seorang kalian mengembang biakkan anak kuda atau anak untanya, sampai harta itu menjadi sepenuh bukit”. (HR. Bukhori)

7. MERIANG:
“MENENGOK” ISTRI ATAU SUAMI JARANG

Salahsatu hak pasangan yang jadi kewajiban bagi pasangan lainnya yang mesti ditunai oleh masing-masing pasangan adalah kebutuhan badaniyah.
Maka jika hal ini diabaikan akan menjadi celah keretakan. Makanya Allah memerintahkan dalam Al-Qur’an:

فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُۚ

“..Apabila mereka (istri) telah bersuci (mandi besar) maka “datangilah” mereka itu (istri) di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu..” (QS Al-Baqarah: 222)

8.TIPES:
TIDAK PEDULI PERASAAN.

Tidak  saling pengertian dan tidak peduli perasan masing-masing  pasangan akan membuat pasangan saling menyakiti dan tersakiti.
Rasulullah Saw bersabda:

 خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي

“Orang terbaik diantara kamu adalah yang terbaik dalam hal memperlakukan keluarganya, dan aku adalah yang terbaik  dalam memperlakukan  keluarga.” (HR Ibnu Majah)

9.MALARIA:
MENCARI LAIN PRIA/MENCARI LAIN WANITA.

Penyakit berumah tangga lainnya adalah sifat bosan kepada pasangan. Baik bosan kepada fisiknya, sikapnya dan kebersamaannya.  Maka jika tidak bisa menundukan rasa bosan itu.

Akhirnya ada yg sampai berbuat selingkuh dg mencerai atau menggugat cerai. Yang sedang berfikir untuk cerai Takutlah sabda nabi saw:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاقًا فِيغَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة

“Siapa saja wanita yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka diharamkan bau surga atas wanita tersebut.” (HR. Abu Dawud)

10. KURAP:
KURANG RAPIH.

Banyak istri dan suami tergoda kepada selain pasangannya gara-gara suami dan istri dirumah tidak memperhatikan kerapihan, kebersihan, kepantasan dan keindahan.

Maka perbaikilah penampilan kita dengan tampil didepan pasangan kita dg tampilan terbaik. Rosul bersabda:

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. Thabrani)

11. MUAL:
MENGABAIKAN URUSAN HALAL.

Jika suami/ istri sudah ngaji, sudah umrah, sudah haji dsb tapi masih tetap bermasalah dirumah tangganya.

Maka periksalah kehalalan rizki keluarganya, karena rizki haram pembawaannya panas. Rasul bersabda:

َ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحتٍ إلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَولَى بِهِ

"Tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram kecuali neraka lebih utama atasnya. [HR. Tirmidzi]

12. JERAWAT:
JARANG BERDOA LEWAT SHALAT.

 Jangan sepelekan doa supaya kebaikan berumah tangga. Karena doa adalah energi yg menghidupkan keluarga, doa adalah benteng yg melindungi keluarga, doa adalah embun yang akan menyejukan keluarga. Amalkanlah doa ma'tsur dari al-qur'an untuk kebaikan rumah tangga dibawah ini:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).

SEMOGA KITA DIJAUHKAN DARI 12 PENYAKIT RUMAH TANGGA DIATAS. DAN  SEMOGA ALLAH SWT ANUGERAHI KITA DENGAN KELUARGA SAKINAH.
 AAMIIN..
loading...

Wednesday, July 17, 2019

[Kisah Hikmah]: Ketika Jalaludin Rumi Ketahuan Membeli Arak

Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang gurunya, Syamsuddin Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syams pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Maulana Rumi.

Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi;

“Apakah kau bisa menyediakan arak untukku..?”

Rumi kaget mendengarnya, “Memangnya anda juga minum..?’

“Iya..”, jawab Syams.

Rumi masih terkejut, ”Maaf, saya tidak mengetahui hal ini.”

“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah.”

“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak..?”

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya.”

“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang.”

“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman.”

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli arak..?”

“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan.

Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur.”

Karena kecintaan pada Syams, akhirnya Rumi memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman dimana terdapat penjual arak.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya,

Namun begitu ia masuk ke pemukiman dimana terdapat penjual arak, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.

Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak.

Hingga sampailah Rumi di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak;

“Ya ayyuhan naas..

Maulana Jalaluddin Rumi yang setiap hari jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke kedai penjual arak dan membeli arak..!!!”

Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Rumi. Khalayak melihat botol yang dipegang Rumi.

“Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang..!!!”, orang itu menambahi siarannya.

Orang-orang pun marah dan bergantian meludahi muka Rumi dan memukulinya hingga surban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya.

Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi, hingga ada juga yang berniat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi;

“Wahai orang-orang tak tahu malu…

Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum arak, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan.

Seseorang dari mereka masih mengelak; “Ini bukan cuka, ini arak..”

Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya.

Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka.

Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Rumi.

Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Rumi hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini..?”

“Agar kau mengerti bahwa kehormatan yang kau banggakan ini hanya khayalan semata.

Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi..?

Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu.

Inilah kehormatan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat.

Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.”

🍀🌸🍀🌸

Dunia membuat kita lupa bahwa penghormatan itu sesungguhnya semu dan sangat rawan. Betapa banyak kita mengejar gelar, pangkat, posisi, kedudukan demi mendapat penghormatan. Betapa takut kita kehilangan sesuatu yang semu, dan lupa bahwa ada satu yang kekal dan menjadi tujuan.

Bahkan sering orang mengorbankan yang kekal untuk mendapatkan yang sementara.

Ajarlah anak-anak kita membangun akhlak, mengejar amal sholeh dan iman untuk tahu tujuan sesungguhnya hidup di dunia. “Kejarlah akhirat dan jangan lupakan dunia.” Bukan “kejarlah dunia dan jangan lupakan akhirat.” Ingatlah hal ini seumur hidup agar kita tak rugi di ujung.

semoga kita bisa mengambil hikmahnya
loading...

Thursday, June 20, 2019

10 Doa Sederhana Dari Orangtua Untuk Anaknya

1. Doa Nabi Zakaria

رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

(Robbiy habliy mil ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’a’)

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa" (Qs.al-Furqon : 38)

2. Doa Nabi Ibrahim

رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

(Robbij’alniy muqimash sholati wa min dzurriyyati robbana wa taqobbal du’a’)

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku" (Qs.Ibrahim : 40)

3. Doa Agar Anak Beriman Dan Bertakwa

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Robbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun waj ‘alna lil muttaqiina imama)

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa" (Qs.al-Furqon : 74)

4. Doa Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

(Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah)

“Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat”

5. Doa Agar Anak Berbakti Kepada Orang Tua

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

(Allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho’atik, war zuqniy birrohum)

“Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka”.

6. Doa Agar Anak Menjadi Pintar

اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

(Allaahummam-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hik-matan wa ahlihim liqobuuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah)

“Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”

7. Doa Agar Anak Memiliki Pemahaman Agama Yang Benar

اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ

(Allahumma faqqih hu fid diini wa ‘allimhut ta’wiila)

“Ya Allah, berikanlah kefahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia ta’wil (tafsir ayat-ayat al-Qur’an)" (HR.Bukhari)

8. Doa Agar Anak Sehat, Cerdas Dan Bermanfaat Ilmunya

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا

(Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan)

“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal"

9. Doa Agar Anak Diberikan Perlindungan Oleh Allah Swt

أُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

(U’iidzu hu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithoniw wahaammatiw wamin kulli ‘ainil laammah)

“Aku memohon perlindungan baginya (sebut nama anak) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk". (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani, diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Tirmidzi)
*Doa ini adalah doa yang pernah Rosulullah gunakan untuk mendoakan cucuknya Hasan dan Husein

10. Doa Agar Anak Mendapat Keberkahan

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا فِي أَئِمَّتِنَا وَجَمَاعَتِنَا وَأَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَفِيمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

(Allahumma ashlih lana fi aimmatina wa jamaa’atina wa ahlina wadzurriyyatina wa amwaalina wafiimaa razaqtana wa baariklana fiihim fid dunya wal aakhiroh)

“Ya Alloh perbaikilah untuk kami di dalam imam-imam kami, jama’ah kami, keluarga kami, istri-istri kami, anak-anak turun kami, harta-harta kami dan di dalam apa-apa (rizqi) yang engkau berikan kepada kami dan berilah kami kebarokahan dalam urusan mereka di dunia dan akhirat.

Semoga kita semua dikaruniakan ALLAH-SWT keturunan-keturunan yang soleh dan solehah yang membahagiakan kedua orang tua baik di saat hidup maupun sesudah wafat nya...

aamiin yaa robbal alamiin...

🤲🏻
loading...

Monday, June 10, 2019

[Renungan Iman] 7 Kenyataan Setelah Ramadhan

● Kenyataan pertama:
Malas mengerjakan shalat lima waktu, lebih-lebih lagi untuk shalat Shubuh karena ba’da Ramadhan tidak lagi punya kebiasaan makan sahur.
ㅤ
● Kenyataan kedua:
Masjid mulai sepi bahkan tidak sedikit yang tidak ada kumandang azan. Parahnya lagi setelah Ramadhan, ada masjid yang hanya menjadi sarang kotoran hewan (cicak, dll)
ㅤ
● Kenyataan ketiga:
Shalat malam sudah enggan, padahal di bulan Ramadhan kita menjadi orang yang gemar shalat tarawih.
ㅤ
● Kenyataan keempat:
Puasa sunnah sudah tidak mau dikerjakan karena merasa cukup dengan puasa wajib di bulan Ramadhan.
ㅤ
● Kenyataan kelima:
Al-Qur’an ditinggalkan, dengan tidak dibaca, tidak dihafalkan atau tidak direnungkan dan digali maknanya.
ㅤ
● Kenyatan keenam:
Lisan, mata, dan pendengaran sulit lagi dijaga.
ㅤ
● Kenyataan ketujuh:
Maksiat kembali berulang selepas Ramadhan.
ㅤ
ㅤ
Moga 7 kenyataan yang disebutkan tersebut dapat kita hindari. Jangan sampai amlan baik Ramadhan, malah diikuti dengan maksiat setelah itu. Harusnya setiap amal baik diikuti dengan amal baik setelah itu.
 ㅤ
Akhirnya kami memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa memberikan kita petunjuk dan taufik untuk tetap beramal shalih selepas Ramadhan ini. Moga kita terhindar dari kenyataan jelek sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas.
 ㅤ
Moga amalan kita di bulan Ramadhan yaitu amalan shalat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah dan lainnya diterima oleh Allah. Moga kita diberi keistiqamahan serta diberi keistimewaan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya.
ㅤ
Semoga manfaat.
loading...

Friday, May 31, 2019

[Kisah Hikmah] Mencari 1 Yang Hilang, Lupa Dengan 99 Yang Ada

🤴🏽 Alkisah ada seorang Raja yang sedang termenung melihat taman didepan istananya.

Ia gelisah karena tak pernah merasakan ketenangan dan sulit sekali menemukan kebahagiaan.

Kesehatannya mulai menurun karena ia mulai susah tidur karena banyaknya pikiran yang mengganggu.

Padahal selama ini ia tidur didalam kamar yang mewah dan menggunakan kasur yang empuk.

Ditengah lamunannya, sang Raja melihat seorang tukang kebun yang sedang bekerja sambil tertawa.

Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan. Padahal gajinya sangat pas-pasan dan rumahnya begitu sederhana.

Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya.

Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makanan seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia.

Raja pun heran melihat orang ini.

Ia memanggil penasihatnya yang bijak dan bertanya:
“Hai penasihatku, telah lama aku hidup ditengah kegelisahan, padahal aku memiliki segalanya.Tapi ..., aku sungguh heran melihat tukang kebun itu.  Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya.
Kadang-kadang ia tertidur di bawah rindangnya pohon, seperti tak ada beban dalam hidupnya;  padahal ia tidak memiliki apa-apa !”

Si penasihat yg bijak tersenyum dan berkata,

“Semuanya ditentukan dengan resep 99".

"Bila tukang kebun itu terkena resep ini, maka hidupnya akan gelisah dan ia tidak akan bisa tidur.”

“Apa yang kau maksud dengan resep 99 ?”
tanya Raja.

“Besok malam perintahkan prajurit untuk mengantarkan hadiah kepadanya. Sediakan satu kotak uang dan tulislah 100 dinar. Namun isi lah kotak itu dengan 99 dinar saja.”

Raja pun menuruti saran dari penasihatnya.

Ketika hari mulai gelap, prajurit mengetuk pintu rumah tukang kebun ini dengan membawa hadiah.

Si tukang kebun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat prajurit membawa kotak hadiah.

“Ini hadiah dari raja untukmu.” kata si prajurit.

“Ya, sampaikan terima kasihku kepada raja.” jawab tukang kebun sambil kegirangan melihat kotak dengan tulisan 100 dinar. Belum pernah ia memiliki uang sebanyak itu.

Ia segera membawa masuk kotak itu dan menghitungnya bersama keluarga.

... Namun ...
anehnya, jumlah uang didalam kotak itu hanya 99 dinar.

Dia pun menghitung ulang lagi, ulang lagi.., tapi tetap jumlahnya 99.

Dia yakin, pasti ada 1 uang yang jatuh. Dia pun mulai mencari-cari di sekitar pintu, tapi tak menemukan apa-apa. Akhirnya dia mencoba untuk menelusuri sepanjang jalan menuju istana. Semalaman ia mencari tapi tetap tidak menemukan apa-apa.

Matahari mulai terbit, Raja beserta penasihatnya menanti tukang kebun ini.
Tak berapa lama dia datang dengan wajah yang masam dan merengut.

Raja pun kaget dan bertanya pada penasihatnya, “Apa yang terjadi? Tak biasanya ia datang dengan wajah seperti ini !”

Penasihat raja menjawab,
“Duhai Raja, begitulah kehidupan. Kita memiliki banyak hal namun kita mencari yang tidak kita miliki.

Orang ini mendapatkan 99 dinar secara cuma-cuma namun ia sibuk mencari 1 dinar yang hilang.”
Jadi....,
Munculnya kegelisahan hati karena .....
kita sibuk mencari sesuatu yang tidak kita miliki,
... sementara ....
kita tidak pernah mensyukuri 99 anugerah yang kita miliki.

Dan sang Raja pun
terhenyak dan sadar akan kesalahan nya.

Ya....benar.
Inilah jawaban atas kegelisahan ku selama ini... kata Raja
"AKU KURANG MENSYUKURI... SEGALA ANUGERAH YANG SUDAH KU TERIMA SAMPAI SAAT INI !"

Raja pun gembira dan menjadi bahagia
karena sudah menerima jawaban atas kegelisahan nya selama ini.


Kisah ini memberi pelajaran yang sangat berharga
bahwa .....
nikmat ... kebaikan Allah telah dicurahkan begitu banyak kepada kita,
...... namun ....
seringkali banyak diantara kita masih saja sibuk mencari...mencari...dan...mencari... menanti ....menanti..dan... menanti....sesuatu yang belum tentu ada

......sehingga....

kita lupa MENSYUKURI dengan apa yang sudah kita terima dan kita miliki


Hargai apa yang kita Miliki SAAT INI.
KEBAHAGIAAN tidak akan pernah datang kepada mereka yang tidak pernah BERSYUKUR
loading...

Wednesday, May 15, 2019

35 Kata Mutiara Nasehat Dari Syaikh 'Aidh Al-Qarni, Nasehat Yang Lebih Manis Daripada Madu

💙1. Mulailah harimu dengan sholat fajr dan doa-doa dipagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan.

💙2. Lanjutkan dengan istighfar agar syetan menghindar darimu.

💙3. Jangan putus berdoa, karena sesungguhnya doa merupakan tali kesuksesan.

💙4. Ingatlah bahwa apapun yang engkau katakan akan dicatat oleh malaikat.

💙5. Senantiasalah optimis meskipun engkau dalam puncak kesusahan.
💙6. Jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah "laa ilaaha illallahu".

💙7. Belilah dengan uang dirhammu (berinfaklah) untuk mendapatkan doa orang fakir dan kecintaan orang miskin.

💙8. Sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana yang megah.
                  
💙9. Berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang).

💙10. Berhati-hatilah terhadap doa orang yang di dzalimi dan air mata orang yang terampas haknya.

 💙11. Sebelum engkau membaca buku, koran dan majalah, bacalah terlebih dahulu Al Qur'an.

💙12. Jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu.

 💙13. Bersungguh-sungguhlah jiwamu melaksanakan ketaatan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan.

💙14. Ciumlah telapak tangan kedua orangtuamu, kau pasti mendapatkan keridhoan.

💙15. Baju-baju lamamu merupakan baju-baju baru menurut orang-orang fakir.

💙16. janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan.

💙17. Engkau senantiasa bersama dzat yang maha kuat maha kaya, dialah Allah 'azza wa jalla.

💙18. Jangan kau tutup pintu terkabulnya doa dengan melakukan maksiat.

💙19. Sholat adalah sebaik baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan.

💙20. Hindari berburuk sangka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan.

💙21. Penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari ALLAH, maka segeralah menuju kepada Nya.

💙22. Sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu dikubur.

💙23. Jika kau mendengar orang yang menggunjing (ghibah) maka katakanlah padanya:
Bertaqwalah kau kepada ALLAH.

💙24. Dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat Tabarak (sural Al Mulk) karena ia adalah penyelamat.

💙 25. Orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah) adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dengan khusyuk dan mengalirkan air mata.

💙26. Jangan kau hina orang mukmin yang sedang lalai.

💙27. Jadikanlah semua rasa cinta itu karena ALLAH dan Rasul-Nya.

💙28. Maafkanlah orang yang menggunjingmu, karena dia telah menghadiahkan kebaikannya untukmu.

💙29. Sholat, tilawah, dzikir, merupakan hiasan dadamu.

💙30. Barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat.

💙31. Selama qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit akan hilang, krisis akan berlalu, dan kesusahan akan lenyap.

💙32. Jauhilah "katanya dan katanya" karena kau masih punya pekerjaan bak gunung.

💙33. Kerjakanlah sholat dengan khusyuk, karena  segala hal yang menantimu selain sholat itu lebih rendah urusannya daripada sholat.

💙34. Jadikanlah mushaf senantiasa disisimu, karena membaca satu ayat Al-Quran itu lebih baik daripada dunia dan isinya.

💙35. Kehidupan itu indah, dan lebih indah lagi jika kau sertai iman.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد...

والله اعلم ب الصواب

semoga bermanfaat...

loading...

[Kisah] Imam Ahmad Bin Hanbal Dengan Seorang Wanita Miskin

Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikunjungi seorang wanita yang ingin bertanya.

“lmam, saya adalah seorang perempuan yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk membesarkan anak-anak, saya memintal benang di malam hari, sementara siangnya saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan bekerja sebagai sebagai buruh kasar.” Ujar wanita terssebut.


Sejurus kemudian, ia terdiam, lalu melanjutkan kata-katanya.

“Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan memintal benang itu saya lakukan apabila  bulan terang.”

Imam Ahmad rahimahullah mendengar dengan serius percakapan perempuan tadi. Perasaannya tersentuh mendengar ceritanya yang menyayat hati.

Beliau yang memiliki kekayaan lagi dermawan sebenarnya telah tergerak hati untuk memberi bantuan sedekah kepada wanita itu, namun ia tangguhkan dahulu hasratnya karena ingin mendengar semua ucapan si ibu tadi. Si ibu pun meneruskan ceritanya.

“Pada suatu hari, ada satu rombongan  kerajaan telah berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu dalam jumlah yang amat banyak sehingga sinarnya terang benderang. Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera memintal benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu. Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual? Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu? Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu itu adalah uang rakyat.”

Imam Ahmad rahimahullah terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang rusak akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi. Padahal jelas, wanita ini begitu miskin lagi fakir.

Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad rahimahullah bertanya, “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”

Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.”

Imam Ahmad rahimahullah makin terkejut.  Basyar Al-Hafi ra adalah Gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya.  Rupanya, jabatannya yang tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya. Sehingga adik kandungnya sendiri pun hidup dalam keadaan miskin.

Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad rahimahullah berkata,

“Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk mengumpul kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menyalahgunakan uang negara serta menyusahkan rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau.  lbu, sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari celahan jilbabmu jauh lebih mulia jika dibanding dengan berlapis-lapis serban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama.”

Imam Ahmad melanjutkan, “Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil sulaman itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara…”

Imam Ahmad rahimahullah begitu terharu mengucapkan kalimatnya,

“Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silakan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau…”


Saudaraku..

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ

“Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.” (Shahih Lighairihi, HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam Kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730).
loading...

Saturday, April 27, 2019

[Kisah Hikmah] Abu Dujanah dan Pohon Kurma Milik Tetangganya

Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ada seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai.

Ada satu kesempatan, Rasulullah mencoba meminta klarifikasi pada pria tersebut.

“Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?” tanya Nabi.

Abu Dujanah menjawab, “Wahai Rasulullah, kami punya satu alasan.”

“Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!” perintah Baginda Nabi.

“Begini,” kata Abu Dujanah memulai menguraikan jawabannya. “Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan, mendarat di rumah kami.”

“Ya Rasul, kami keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu, setelah selesai shalat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami tersebut terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya.

Satu saat, kami agak terlambat pulang. Ada anakku yang sudah terlanjur makan kurma hasil temuan. Mata kepala saya sendiri menyaksikan, tampak ia sedang mengunyah kurma basah di dalam mulutnya. Ia habis memungut kurma yang telah jatuh di rumah kami semalam.”

Mengetahui itu, lalu jari-jari tangan kami masukkan ke mulut anakku itu. Kami keluarkan apa pun yang ada di sana. Kami katakan, ‘Nak, janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan.

Wahai Baginda Nabi, kami katakan kembali kepada anakku itu, ‘Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak’.”

Pandangan mata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sontak berkaca-kaca, lalu butiran air mata mulianya berderai begitu deras.

Baginda Rasulullah Muhammad shallahu alaihi wa sallam mencoba mencari tahu siapa sebenarnya pemilik pohon kurma yang dimaksud Abu Dujanah dalam kisah yang ia sampaikan di atas. Abu Dujanah pun kemudian menjelaskan, pohon kurma tersebut adalah milik seorang laki-laki munafik.

Tanpa basa-basi, Baginda Nabi mengundang pemilik pohon kurma. Rasul lalu mengatakan, “Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah, tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada.” Begitu tawar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Pria yang dikenal sebagai orang munafik ini lantas menjawab dengan tegas, “Saya tak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji kapan-kapan.”

Tiba-tiba Abu Bakar as-Shiddiq radliyallahu 'anhdatang. Lantas berkata,

“Ya sudah, aku beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (lebih bagus jenisnya).”

Si munafik berkata kegirangan, “Oke, ya sudah, aku jual.”

Abu Bakar menyahut, “Bagus, aku beli.” Setelah sepakat, Abu Bakar menyerahkan pohon kurma kepada Abu Dujanah seketika.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamkemudian bersabda, “Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.”

Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah. Sedangkan si munafik berlalu. Ia berjalan mendatangi istrinya. Lalu mengisahkan kisah yang baru saja terjadi.

“Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.”

Malamnya, saat si munafik tidur, dan bangun di pagi harinya, tiba-tiba pohon kurma yang ia miliki berpindah posisi, menjadi berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Dan seolah-olah tak pernah sekalipun tampak pohon tersebut tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Ia keheranan tiada tara.

Dalam kisah ini, dapat kita ambil pelajaran, betapa hati-hatinya sahabat Rasulullah tersebut dalam menjaga diri dan keuarganya dari makanan harta haram. Sesulit apa pun hidup, seberat apa pun hidup, seseorang tidak boleh memberikan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya dari barang haram.

Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhânahu wa ta’âlasepuluh kali lipat sebagaimana janji Baginda Nabi Muhammad. Adapun panen dari pada janji itu bukankan kontan sekarang, namun di akhirat kelak. Karena dunia ini adalah dâruz zar‘i (tempat bercocok tanam), bukan dârul hashâd (tempat memanen).

Kisah di atas disarikan dari kitab I’anatuth Thâlibîn (Beirut, Lebanon, cet I, 1997, juz 3, halaman 293) karya Abu Bakar bin Muhammad Syathâ ad Dimyatîy (w. 1302 H).

Dicopas dari FB
loading...

Thursday, April 18, 2019

Hati-hati, Beberapa Makanan Yang Tidak Boleh [Tidak Dianjurkan] Dimakan Bersama Durian

Siapa tak kenal dengan Durian, rajanya buah-buahan. Disamping rasanya yang amat lezat, durian juga mengandun banyak manfaat. Beberapa waktu lalu, kita pernah bagikan tulisan tentang manfaat buah durian yang luar biasa untuk kesehatan manusia.


Buah dengan duri di bagian luar namun lunak daging buahnya, ini sangat disukai orang, meski juga sebagian orang membencinya karena baunya yang menyengat.

Namun, jangan karena harganya sedang murah, lantas Anda bisa sembarangan memakan durian. Nah, bagi Anda pecinta durian, sebelum menikmati sepotong buah surgawi ini, luangkan waktu untuk membaca ini.

Ada enam jenis makanan yang sebaiknya tidak dimakan berbarengan dengan durian, seperti dilansir dari goodyfeed:

1. Alkohol
Ada orang yang mengatakan kalau makan durian dan minum alkohol pada saat yang bersamaan akan membunuh Anda.

Meskipun tidak dapat dipastikan bahwa kematian akan terjadi, tetapi kandungan sulftur yang tinggi pada durian menghambat enzim yang membantu memecah alkohol dalam tubuh hingga 70 persen.

Kalau Anda tidak ingin hidup Anda sia-sia, ya sebaiknya jangan makan durian berbarengan dengan alkohol.


Ada orang yang mengatakan kalau makan durian dan minum alkohol pada saat yang bersamaan dapat mengancam nyawa Anda.

Meskipun tidak dapat dipastikan bahwa kematian akan terjadi, tetapi kandungan sulftur yang tinggi pada durian menghambat enzim yang membantu memecah alkohol dalam tubuh hingga 70 persen.

Kalau Anda tidak ingin hidup Anda sia-sia, ya sebaiknya jangan makan durian berbarengan dengan alkohol.

2. Minuman berkafein
Kalau Anda mengantuk, lah kok malah makan durian. Tetapi yang jelas minuman apa pun yang mengandung kafein dikatakan dapat menyebabkan gagal jantung ketika dikonsumsi berbarengan dengan durian.

Ya kalau mau makan raja buah ini setelah bangun tidur saja.

3. Susu
Heran juga, kok ada orang yang mau minum susu dengan durian, karena durian itu sudah cukup banyak dan manis.

Namun, dikatakan bahwa minum susu dengan durian dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan dalam kasus yang jarang terjadi, konsekuensi yang fatal.

4. Terong
Kita sering kali disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran, tetapi tidak semua buah dan sayuran bisa dimakan bersamaan.

Durian dan terong dianggap sebagai makanan ‘panas’. Lalu, jika disatukan, maka keduanya akan menyebabkan tubuh kita memanas dan membuat kita jatuh sakit.

5. Kepiting
Kepiting dikatakan sangat ‘dingin’, sementara durian termasuk dalam kategori buah ‘panas’. Mengonsumsi keduanya secara bersamaan akan menyebabkan sistem pencernaan bingung dan akhirnya menyebabkan ketidaknyamanan di perut.

Mengapa tidak mengonsumsinya saja pada hari yang berbeda, apalagi kedua makanan itu dikenal harganya sangat mahal.

6. Daging sapi dan daging kambing
Daging-daging ini termasuk dalam kategori makanan ‘panas’, dan ketika dikonsumsi berbarengan dengan durian, maka mungkin akan menambah panas tubuh dan menyebabkan kita jatuh sakit.

Meskipun durian sedang murah, meski tergolong buah mahal, kita tetap harus mengontrol diri saat mengonsumsinya. (*)
loading...