Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Friday, August 28, 2026

Hidup dengan Totalitas

 Ada manusia yang menjalani hidup sekadar untuk hidup.

Bangun, bekerja, mengejar kebutuhan, memenuhi kewajiban, lalu tidur. Hari berganti hari, tahun berganti tahun. Ia hadir secara fisik, tetapi belum tentu hadir dengan sepenuh hati.

Padahal, Islam mengajarkan kita untuk menjalani kehidupan dengan totalitas.

Allah berfirman:

“Katakanlah: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.”
(QS. Al-An'am: 162)

Ayat ini bukan hanya berbicara tentang ibadah dalam pengertian yang sempit. Ia berbicara tentang arah seluruh kehidupan.


Salat kita untuk Allah.
Ibadah kita untuk Allah.
Pekerjaan kita semestinya bernilai di hadapan Allah.
Ilmu yang kita pelajari semestinya menjadi jalan mendekat kepada Allah.
Keluarga yang kita bangun semestinya menjadi tempat menumbuhkan kebaikan.
Bahkan perjuangan, kesabaran, air mata, dan pengorbanan kita pun tidak sia-sia ketika semuanya diarahkan kepada-Nya.

Totalitas bukan berarti melakukan semuanya

Totalitas dalam Islam bukan berarti kita harus menjadi manusia yang sempurna dalam segala hal.

Totalitas berarti memberikan yang terbaik dari apa yang Allah titipkan kepada kita.

Jika kita menjadi seorang ayah, jadilah ayah dengan sepenuh hati.
Jika menjadi ibu, jadilah ibu dengan sepenuh jiwa.
Jika menjadi guru, ajarlah dengan ketulusan.
Jika menjadi pemimpin, pimpinlah dengan amanah.
Jika menjadi pelajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh.
Jika menjadi pekerja, bekerjalah dengan jujur.

Sebab yang dinilai Allah bukan semata-mata sebesar apa posisi kita, tetapi seberapa sungguh-sungguh kita menjalankan amanah yang diberikan kepada kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia menyempurnakannya.”

Karena itu, jangan meremehkan peran yang sedang kita jalani.

Boleh jadi pekerjaan kita sederhana, tetapi keikhlasan kita menjadikannya mulia.
Boleh jadi jabatan kita kecil, tetapi amanah kita besar.
Boleh jadi kehidupan kita tidak terlihat istimewa di mata manusia, tetapi sangat bernilai di hadapan Allah.

Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani dengan setengah hati

Ada orang yang baru menyadari nilai waktu ketika waktunya hampir habis.

Baru menyadari pentingnya keluarga ketika anak-anak telah dewasa.
Baru menyadari pentingnya kesehatan ketika tubuh mulai melemah.
Baru menyadari pentingnya berbuat baik ketika kesempatan telah pergi.
Baru ingin mendekat kepada Allah ketika usia telah sampai di penghujung.

Padahal kita tidak pernah tahu berapa panjang sisa perjalanan kita.

Karena itu, jangan menunggu sempurna untuk mulai bersungguh-sungguh.

Mulailah dari hari ini.

Jika bekerja, bekerjalah dengan baik.
Jika belajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh.
Jika beribadah, hadirkan hati.
Jika mencintai, cintailah dengan tanggung jawab.
Jika meminta maaf, lakukan dengan ketulusan.
Jika berbuat baik, jangan menunggu dipuji.

Sebab hidup bukan tentang berapa lama kita berada di dunia, tetapi apa yang kita tinggalkan setelah kita tiada.

Totalitas membutuhkan hati yang lurus

Namun ada satu hal yang lebih penting daripada kesungguhan: niat.

Seseorang dapat bekerja keras tetapi kehilangan arah.
Dapat berjuang tetapi hanya mengejar pujian.
Dapat berprestasi tetapi lupa kepada siapa semua itu berasal.

Islam mengajarkan bahwa amal bukan hanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi juga untuk siapa kita melakukannya.

Maka sebelum bertanya:

"Seberapa besar yang sudah aku lakukan?"

Tanyakan terlebih dahulu:

"Untuk siapa aku melakukan semua ini?"

Karena amal yang besar di mata manusia belum tentu besar di sisi Allah.

Sebaliknya, sesuatu yang kecil di mata manusia bisa menjadi sangat besar ketika dilakukan dengan ikhlas.

Totalitas adalah mempersembahkan hidup kepada Allah

Pada akhirnya, totalitas bukan tentang bekerja tanpa henti.
Bukan pula tentang mengejar dunia sampai lupa akhirat.

Totalitas adalah menempatkan seluruh hidup pada jalan yang benar.

Kita bekerja, tetapi tidak diperbudak pekerjaan.
Kita mencari harta, tetapi tidak diperbudak harta.
Kita mengejar prestasi, tetapi tidak kehilangan kerendahan hati.
Kita mencintai manusia, tetapi tidak melupakan Allah.
Kita menikmati dunia, tetapi tidak lupa bahwa kita akan kembali kepada-Nya.

Kita hidup di dunia dengan sepenuh tenaga,
tetapi hati tetap tertambat kepada akhirat.

Karena sesungguhnya kita bukan pemilik kehidupan ini.

Kita hanya penjaga amanah.

Allah memberi kita waktu.
Allah memberi kita kesehatan.
Allah memberi kita keluarga.
Allah memberi kita ilmu, kesempatan, kemampuan, bahkan setiap tarikan napas.

Dan suatu hari nanti, semua itu akan ditanyakan:

Untuk apa engkau gunakan?

Maka janganlah hidup sekadar hidup.

Hiduplah dengan kesadaran.
Berjuanglah dengan kesungguhan.
Berbuatlah dengan keikhlasan.
Dan persembahkanlah seluruh hidup kepada Allah.

Sebab ketika hidup telah diarahkan kepada-Nya,
tidak ada pekerjaan yang benar-benar sia-sia,
tidak ada perjuangan yang benar-benar hilang,
dan tidak ada air mata yang benar-benar percuma.

Totalitas dalam kehidupan bukan berarti memberikan seluruh hidup kepada dunia.
Totalitas berarti memberikan seluruh hidup kepada Allah, lalu menjalankan setiap peran di dunia dengan sebaik-baiknya.

Dan ketika suatu hari kita dipanggil pulang, semoga kita dapat kembali kepada-Nya dengan hati yang tenang:

“Ya Allah, aku telah berusaha. Tidak sempurna, tetapi aku telah memberikan yang terbaik dari apa yang Engkau titipkan kepadaku.”

loading...

Thursday, November 25, 2021

[Kisah Hikmah]: Membeli Keringat Guru


Bersempena Hari Guru Nasional tahun 2021 ini, admin ingin share sebuah kisah penuh hikmah tentang arti penting kedudukan seorang guru. Semoga bisa menjadi ibrah bagi pembaca semua. 

Alkisah, dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya:

Murid : "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?

Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.

Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan  berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".

"Berapa harga emas seberat itu? "

Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,

"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,"

Guru : "Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?"

Murid berkata : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?"

Guru menjawab : "Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. "

Guru berkata lagi, "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"

"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "

"Tentu tidak." Ujar murid.

"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya."

Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : 

"Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu..."

Guru berkata : "Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini."

***

Untuk semua guru, Terima kasih atas segenap perjuanganmu semoga Allah Subhanahu wata'ala melindungmu dan melimpahkan karunia-Nya kepadamu sepanjang hayat. 🙏🙏🙏

loading...

Thursday, January 9, 2020

Penting Diketahui: 29 Aturan Sosial Tak Tertulis Dalam Pergaulan Internasional

1. Jangan menelepon seseorang lebih dari dua kali secara terus menerus. Jika mereka tidak mengangkat telepon Anda, itu berarti mereka memiliki sesuatu yang lebih penting untuk diperhatikan.

2. Ketika seseorang menjatuhkan sesuatu di lantai secara tidak sengaja atau menjatuhkan makanan dari piring atau tidak tahu bagaimana menggunakan pisau / garpu jangan menatap mereka. Hal yang sama berlaku untuk orang yang bersin, batuk, atau bahkan kentut yang tidak terkendali. Ini adalah reaksi yang tidak disengaja.

3. Selalu lewati menggunakan wastafel yang sedang digunakan dan jangan berdiri di sampingnya. Itu membuat gelisah bagi orang yg ada di situ.

4. Kembalikan uang yang telah Anda pinjam bahkan sebelum orang lain ingat meminjamkannya kepada Anda. Baik itu 1 rupiah atau 100,000 Rupiah. Ini menunjukkan integritas dan karakter Anda. Sama halnya dengan payung, pena, dan kotak makan siang.

5. Jangan pernah memesan hidangan mahal di menu ketika seseorang mentraktir Anda untuk makan siang / makan malam. Jika mungkin minta mereka untuk memesan makanan pilihan mereka untuk Anda.

6. Jangan mengajukan pertanyaan canggung seperti 'Oh jadi kamu belum menikah?' Atau 'Apakah kamu tidak punya anak' atau 'Mengapa kamu tidak membeli rumah?'. Demi Tuhan, itu bukan masalahmu .

7. Selalu buka pintu untuk orang yang datang di belakang Anda. Tidak masalah apakah itu laki-laki atau perempuan. Anda tidak menjadi kecil dengan memperlakukan seseorang dengan baik di depan umum.

8. Jika Anda naik taksi dengan seorang teman, dan ia membayar sekarang, Anda membayar lain kali.

9. Hormati pendapat politik yang berbeda.

10. Jangan pernah menyela pembicaraan orang.

11. Jika Anda menggoda seseorang, dan mereka sepertinya tidak menikmatinya, hentikan dan jangan pernah melakukannya lagi.

12. Ucapkan "terima kasih" ketika seseorang membantu Anda.

13. Puji di depan umum. Mengkritik secara pribadi.

14. Jangan pernah komentari berat badan orang lain. Hampir tidak pernah ada alasan untuk mengomentari berat badan seseorang. Katakan saja, "Kamu terlihat luar biasa." Jika mereka ingin berbicara tentang menurunkan berat badan, mereka akan melakukannya.

15. Jika Anda mendapatkan penerbangan panjang atau naik kereta api, mandilah sebelumnya. Orang di sebelah Anda akan menghargainya.

16. Ketika seseorang menunjukkan foto pada ponsel Anda, jangan geser ke kiri atau kanan untuk melihat foto yang lain. Anda tidak pernah tahu apa selanjutnya.

17. Jika seorang kolega memberi tahu Anda bahwa mereka memiliki janji temu dokter, jangan tanya untuk apa, katakan saja harap Anda baik-baik saja. Jika mereka ingin membicarakannya, mereka akan melakukannya dan Anda tidak menempatkan mereka pada posisi yang tidak nyaman karena harus memberi tahu Anda tentang penyakit mereka.

18. Perlakukan pembersih/OB dengan rasa hormat yang sama seperti CEO. Tidak ada yang terkesan betapa kasarnya Anda memperlakukan seseorang di bawah Anda, tetapi orang-orang akan memperhatikan jika Anda memperlakukan mereka dengan hormat.

19. Jika seseorang berbicara langsung kepada Anda dan anda menatap HP maka Anda tidak sopan.

20. Jangan pernah memberi saran sampai Anda diminta.

21. Jangan membuat rencana di depan mereka yang tidak Anda libatkan.

22. Jangan berbicara dengan seseorang jika mereka sedang menggunakan headphone.

23. Ketika bertemu seseorang setelah waktu yang lama, kecuali mereka ingin membicarakannya, jangan tanya umur dan gajinya.

24. Ketika seorang teman / kolega menawarkan Anda makanan, Anda bisa dengan sopan mengatakan TIDAK. Tapi, jangan lakukan ini setelah mencicipi atau menciumnya. Ini merupakan penghinaan bagi orang yang telah menawarkannya kepada Anda.

25. Ketika seseorang mulai berbicara tentang penyakitnya, jangan mulai membicarakan penyakit Anda.

26. Saat seseorang yang Anda kenal memiliki perubahan penampilan yang jelas, misalnya: Kenaikan / penurunan berat badan, titik botak, jerawat. jangan pernah mengomentarinya sampai mereka membicarakannya dengan Anda, mereka sudah tahu apa yang terjadi pada mereka.

27. Jangan pernah mencium bayi yang bukan milikmu.

28. Pikirkan urusan Anda sendiri kecuali jika ada sesuatu yang melibatkan Anda secara langsung - jangan ikut campur.

29. Jangan melihat setiap posting di Facebook sebagai peluang untuk berdebat / berdebat, bahkan jika tidak sesuai dengan pandangan atau keyakinan Anda.
loading...

Saturday, December 28, 2019

[Kisah Hikmah] Pisang Satu Kilo!

Alkisah, ada seorang pria masuk ke toko buah. Ia hendak mencari buah kesukaannya. Matanya kemudian tertuju pada pisang yang ranum.

"Berapa harga pisang ini?". tanyanya.

"Pisang  ini harganya 12.000 rupiah... Kalau apel cuma 15.000". jawab si penjual buah.


Tak berpikir lama, ia pun segera membeli pisang tersebut sebanyak satu kilogram

Ketika hendak bergegas meninggalkan toko, ada seorang wanita masuk ke toko tersebut.

"Berapa harga satu kilo pisang ini?". Tanya wanita tersebut seraya menunjuk pisang yang sama.

"Oh, kalau pisang ini harganya 5.000 rupiah, kalau apelnya 8.000 rupiah". Jawab si penjual pisang.

"Alhamdulillah...". Gumam wanita tersebut. kemudian ia mengeluarkan uangnya seraya memberi sekil pisang.

Pria tadi terperangah melihat wanita tersebut dan juga pemiliki toko buah itu. Merasa di curangi, ia pun mendekati penjual dengan sdikit emosi.

Tetapi, sebelum pria itu bertanya, si pemilik toko segera memberi isyarat mata dan berkata padanya: "Tunggu saya sebentar"

Kemudian si penjual memberikan kepada si wanita 1 kg pisang dan 1 kilogram apel dengan harga 13.000.

Wanita itu pergi dengan gembira dan berkata :

"Alhamdulillah terimakasih Ya Allah anak-anakku akan makan buah...".

Setelah wanita tersebut pergi, si penjual meminta maaf pada pembeli lelaki dan berkata:

"Demi Allah aku tidak mencurangimu, tetapi wanita itu mempunyai empat anak yatim dan selalu menolak bantuan apapun dari orang lain, setiapkali aku ingin membantu pasti dia menolak.
Saya berfikir keras bagaimana caranya bisa menolong tanpa membuat dia malu, dan aku tidak menemukan cara selain ini, yaitu dengan mengurangi harga untuknya.
Aku ingin dia tetap merasa tidak membutuhkan bantuan siapapun dan aku juga ingin berdagang dengan Allah dan menyenangkan hati mereka.
Wanita ini datang kemari seminggu sekali. Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya setiap wanita itu membeli buah dariku, hari itu aku selalu mendapatkan untung berlipat-lipat dan mendapatkan Rizqi dari jalan yang tak kusangka!"

Saat itulah si lelaki pembeli meneteskan air matanya dan segera mencium kepala si penjual
***







Saudaraku...

Seorang ulama pernah berkata:
 
إن في قضاء حوائج الناس لذة لا يعرفها إلا من جربها
((اسْتَنْزِلُوا الرِّزْقَ بالصدقه))


"Sesungguhnya dalam menolong kebutuhan manusia ada nikmat kelezatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah melakukanya".

Pancinglah turunnya Rizqi dengan cara bersedekah!
loading...

Monday, June 10, 2019

[Renungan Iman] 7 Kenyataan Setelah Ramadhan

● Kenyataan pertama:
Malas mengerjakan shalat lima waktu, lebih-lebih lagi untuk shalat Shubuh karena ba’da Ramadhan tidak lagi punya kebiasaan makan sahur.

● Kenyataan kedua:
Masjid mulai sepi bahkan tidak sedikit yang tidak ada kumandang azan. Parahnya lagi setelah Ramadhan, ada masjid yang hanya menjadi sarang kotoran hewan (cicak, dll)

● Kenyataan ketiga:
Shalat malam sudah enggan, padahal di bulan Ramadhan kita menjadi orang yang gemar shalat tarawih.

● Kenyataan keempat:
Puasa sunnah sudah tidak mau dikerjakan karena merasa cukup dengan puasa wajib di bulan Ramadhan.

● Kenyataan kelima:
Al-Qur’an ditinggalkan, dengan tidak dibaca, tidak dihafalkan atau tidak direnungkan dan digali maknanya.

● Kenyatan keenam:
Lisan, mata, dan pendengaran sulit lagi dijaga.

● Kenyataan ketujuh:
Maksiat kembali berulang selepas Ramadhan.


Moga 7 kenyataan yang disebutkan tersebut dapat kita hindari. Jangan sampai amlan baik Ramadhan, malah diikuti dengan maksiat setelah itu. Harusnya setiap amal baik diikuti dengan amal baik setelah itu.
 ㅤ
Akhirnya kami memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa memberikan kita petunjuk dan taufik untuk tetap beramal shalih selepas Ramadhan ini. Moga kita terhindar dari kenyataan jelek sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas.
 ㅤ
Moga amalan kita di bulan Ramadhan yaitu amalan shalat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah dan lainnya diterima oleh Allah. Moga kita diberi keistiqamahan serta diberi keistimewaan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya.

Semoga manfaat.
loading...

Wednesday, May 15, 2019

35 Kata Mutiara Nasehat Dari Syaikh 'Aidh Al-Qarni, Nasehat Yang Lebih Manis Daripada Madu

💙1. Mulailah harimu dengan sholat fajr dan doa-doa dipagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan.

💙2. Lanjutkan dengan istighfar agar syetan menghindar darimu.

💙3. Jangan putus berdoa, karena sesungguhnya doa merupakan tali kesuksesan.

💙4. Ingatlah bahwa apapun yang engkau katakan akan dicatat oleh malaikat.

💙5. Senantiasalah optimis meskipun engkau dalam puncak kesusahan.
💙6. Jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah "laa ilaaha illallahu".

💙7. Belilah dengan uang dirhammu (berinfaklah) untuk mendapatkan doa orang fakir dan kecintaan orang miskin.

💙8. Sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana yang megah.
                  
💙9. Berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang).

💙10. Berhati-hatilah terhadap doa orang yang di dzalimi dan air mata orang yang terampas haknya.

 💙11. Sebelum engkau membaca buku, koran dan majalah, bacalah terlebih dahulu Al Qur'an.

💙12. Jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu.

 💙13. Bersungguh-sungguhlah jiwamu melaksanakan ketaatan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan.

💙14. Ciumlah telapak tangan kedua orangtuamu, kau pasti mendapatkan keridhoan.

💙15. Baju-baju lamamu merupakan baju-baju baru menurut orang-orang fakir.

💙16. janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan.

💙17. Engkau senantiasa bersama dzat yang maha kuat maha kaya, dialah Allah 'azza wa jalla.

💙18. Jangan kau tutup pintu terkabulnya doa dengan melakukan maksiat.

💙19. Sholat adalah sebaik baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan.

💙20. Hindari berburuk sangka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan.

💙21. Penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari ALLAH, maka segeralah menuju kepada Nya.

💙22. Sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu dikubur.

💙23. Jika kau mendengar orang yang menggunjing (ghibah) maka katakanlah padanya:
Bertaqwalah kau kepada ALLAH.

💙24. Dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat Tabarak (sural Al Mulk) karena ia adalah penyelamat.

💙 25. Orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah) adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dengan khusyuk dan mengalirkan air mata.

💙26. Jangan kau hina orang mukmin yang sedang lalai.

💙27. Jadikanlah semua rasa cinta itu karena ALLAH dan Rasul-Nya.

💙28. Maafkanlah orang yang menggunjingmu, karena dia telah menghadiahkan kebaikannya untukmu.

💙29. Sholat, tilawah, dzikir, merupakan hiasan dadamu.

💙30. Barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat.

💙31. Selama qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit akan hilang, krisis akan berlalu, dan kesusahan akan lenyap.

💙32. Jauhilah "katanya dan katanya" karena kau masih punya pekerjaan bak gunung.

💙33. Kerjakanlah sholat dengan khusyuk, karena  segala hal yang menantimu selain sholat itu lebih rendah urusannya daripada sholat.

💙34. Jadikanlah mushaf senantiasa disisimu, karena membaca satu ayat Al-Quran itu lebih baik daripada dunia dan isinya.

💙35. Kehidupan itu indah, dan lebih indah lagi jika kau sertai iman.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد...

والله اعلم ب الصواب

semoga bermanfaat...

loading...

Tuesday, February 26, 2019

Renungan Buat Para Suami: Istrimu Bahagia, Tidak?

Kali ini, kita akan berbagi kisah hikmah yang diceritakan oleh seorang ustadz motivator, semoga bermanfaat bagi kita semua.

***
Seorang suami (sebut saja namanya Budi) bertanya ke saya,

“Pak Ustadz, kenapa ya hutang saya ga lunas lunas?”

Menghadapi pertanyaan seperti ini, biasanya saya jawab dengan mengajaknya menggunakan ilmu “law of projection”, “disiplin kata” atau “garpu tala”. Tapi kali ini saya ingin gunakan jurus berbeda.

Saya tanya balik ke dia “Istri ente bahagia ga sama ente?”

Ditanya pertanyaan berbeda, dia merespon dengan membenarkan pertanyaannya.

“Gini pak Ustadz, ana tanya tentang hutang. Kenapa ya hutang ana ga lunas lunas?”

Sekali lagi saya tanya balik ke dia

“Iya... ana tanya ente dulu... istri ente bahagia ga sama ente?”

Lama dia terdiam. Lalu dia jawab:

“Kayaknya ga pak Ustadz”

Lalu saya bilang:

“Ya sudah... itu jawabannya... ente ga bakal bisa melunasi “hutang” ente kalau istri ente ga bahagia”

“Lho emang ada hubungannya pak Nas?” tanya dia.

“Ya pasti” jawab saya. Lalu saya jelaskan ilmu terumbu karang.

***

“Di mana Allah titip rezeki untuk manusia?” Ini adalah pertanyaan sederhana, namun banyak manusia tidak tahu jawabannya.

Sementara semua hewan tahu di mana letak rezekinya. Jerapah jika ditanya pasti menjawab di pucuk pohon. Monyet akan menjawab di pohon pisang. Ikan akan menjawab, rezekinya dititip di terumbu karang.

Uniknya, jawaban manusia berbeda-beda. Tidak seragam seperti jawaban hewan. Ada yang menjawab di kantor, di proyek, di bendahara, di mana-mana dan jawaban lain yang menunjukkan sebenarnya kita tidak tahu di mana letak rezeki kita.

Dengan kajian panjang, saya menyimpulkan bahwa rezeki Allah dititip di “Kemuliaan dan Kebahagiaan Orang Lain”.

Rezeki yang kita dapatkan sebenarnya bukan karena keahlian kita, bukan juga karena jam kerja yang kita curahkan. Tapi lebih karena kita pernah memuliakan dan membahagiakan orang lain. Lalu Allah berikan reward berupa rezeki yang tercurah akibat proses itu.

Jika jerapah menjaga pucuk pohonnya, monyet menjaga pohon pisangnya, maka ikan pun menjaga terumbu karangnya agar dapatkan rezeki.

Uniknya, manusia dengan mudah menyakiti perasaan manusia lain. Kenapa? Karena tidak tahu konsep “menjaga terumbu karang” ini. Begitulah yang terjadi pada Pak Budi. Dia fokus mencari nafkah di tempat kerja, tapi istri sendiri tidak dia bahagiakan.

***

Pak Budi menghela nafas. “Terus, apa yang harus saya lakukan pak Ustadz?”

“Ya sederhana sebenarnya, buat saja istri mulia dan bahagia, karena di sana letak rezeki bapak” jawab saya.

“Kita terlalu sibuk bekerja dan menjadi robot, lalu menganggap dengan aktivitas kita itulah kita mendapatkan rezeki dan mampu membayar hutang-hutang kita. Padahal kita sebenarnya juga bahagiakan orang-orang yang menjadi sebab rezeki kita.

Pimpinan, anak buah, klien, konsumen, kita jagaaaaaaaaa benar hatinya agar tidak tersinggung. Kenapa? Karena kalau tersinggung sedikit saja, mereka akan menghukum kita dengan berkurangnya bagian rezeki kita.

Pimpinan mungkin akan memecat kita, anak buah tidak akan semangat bekerja, klien dan konsumen akan lari, jika kita buat tersinggung.

Saat tiba di rumah... dengan mudahnya kita menyakiti hati istri kita. Kadang sebagai suami, kita menganggap istri harus membuat suami bahagia. Kita-lah raja dalam rumah tangga dan dengan semena-mena kita menuntut banyak hal pada istri kita. Kita pakai dalil-dalil agama untuk mengeksploitasi istri kita. Semuanya tentang kita dan ego kita sebagai suami.

Ujung dari itu semua, istri tidak bahagia. Seperti ikan, saat terumbu karangnya sudah musnah, manalah mungkin dia bisa dapatkan makanan. Saat istri -sebagai orang paling dekat dengan kita- tidak bahagia, manalah mungkin kita akan dapatkan rezeki”

Pak Budi menunduk lalu menatap saya dalam-dalam...

“Sebenarnya... ini adalah kontemplasi saya juga pak...” ujar saya.

“Oh, pak Ustadz pernah mengalami?” Tanya pak Budi.

“Ya... begitulah... dulu saya juga orang yang tidak peduli dengan kebahagiaan istri. Terlalu banyak aib jika saya ceritakan... Tapi, sejak saya dapatkan kesimpulan “menjaga terumbu karang” ini, saya balik semua logika saya dalam mencari rezeki.

Saya sudah tidak peduli lagi dengan usaha saya. Saya tidak peduli dengan seberapa banyak nafkah yang saya bisa berikan untuk istri saya. Karena sebenarnya itu hanya dampak dari sikap saya terhadap orang-orang yang paling berharga dalam kehidupan saya. Salah satunya, istri kita.

***

Suatu saat, ada seorang motivator bisnis dari Amerika. Sesi yang paling saya tunggu adalah pertanyaan tentang rahasia sukses. “Apa rahasia sukses bapak?” Tanya seorang penanya.

Saya sudah menunggu dan menduga jawabannya adalah tentang poin-poin manajemen, leadership, kedisipilan atau kerjasama tim.

Jawabannya sungguh tak terduga. Sambil memegang mesra tangan istrinya, sang motivator menjawab “Happy Wife, Happy Life

Sungguh bukan ini rahasia yang saya nantikan. Tapi dengan fasih, motivator itu menjawab dengan susunan logika yang menggugah perasaan saya, bahwa Kebahagiaan Istri lah yang akan membuat hidup seorang suami bahagia.

Ah... malu saya dengan diri saya sendiri. Banyak orang memanggil saya ustadz, tapi kenapa nilai-nilai ini malah dijiwai oleh motivator bisnis dari negara yang dalam citra saya sudah tidak lagi mensakralkan nilai keluarga.

Setelah itu, berhari-hari saya termenung, kalimat “happy wife, happy life” terngiang-ngiang dalam fikiran dan jiwa saya. Akhirnya dengan mantap, saya membuka hati, mau belajar dan menerapkan semboyan sang motivator untuk meniti kesuksesan saya.

***

Pak Budi masih di depan saya. Masih mencoba mencerna kalimat-kalimat yang keluar dari lisan saya. Pak Budi memang sedang konsultasi, tapi hakikatnya ini adalah pembicaraan dua lelaki yang saling berkaca.

Memang tidak mudah menurunkan ego kami sebagai suami. Tapi jika itu yang harus dibayar untuk kesuksesan, kenapa tidak? Sudah terlalu jauh kami berjalan memuaskan ego kami sendiri, dan akibatnya kami tak lagi menemukan bahagia.

***

“Tapi istri saya keras pak Ustadz, kadang marah-marah ga jelas, apa yang saya lakukan seperti ga bener semua di mata dia. Kalau sudah begitu, saya ya... kebawa marah” ujar pak Budi

“Ya biar saja lah Pak, kadang istri kita memang mesti melampiaskan amarahnya. Satu hal yang akhirnya saya fahami... sejak kita menikahi istri kita, dia punya quota marah yang ga habis-habis... kita harus siap memiliki hati yang luas menghadapinya.

Untuk hal ini, saya terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad Saw.

Suatu saat, Nabi Saw sedang menerima tamu. Sejurus kemudian, ada ketukan pintu dan memberikan semangkuk sup. “Dari mana sup ini?” tanya Nabi yang dijawab dari istri yang lainnya.

Jawaban itu didengar oleh Aisyah ra di dapur yang juga sedang menyiapkan makanan untuk Nabi yang mulia. Tak diduga, Aisyah keluar dan menghalau mangkuk sup itu dan terjatuh mengenai Nabi saw dan tamunya.

Jika kita menjadi Nabi saw, mungkin penyikapan kita akan marah, atau minimal memberikan pengertian kepada Aisyah ra tentang kesalahan perbuatannya.

Tapi, Dialah Nabi saw yang mulia. Dia hanya mengambil kain membasuh sup yang tumpah di baju beliau dan tamunya dan hanya mengatakan kepada tamunya “maafkan ibumu (ummul mu’minin)... dia sedang cemburu”

Penyikapan yang tepat yang lahir dari keinginan menjaga kebahagiaan istri. Ah... semoga kami mampu mencontoh Nabi kami yang mulia.

**

Kehidupan suami istri laksana lautan dalam yang tak pernah habis digali. Satu hal yang pasti, kita harus pertanggung jawabkan ijab-qobul yang sudah terlanjur terucap dan disaksikan oleh Allah.

Lalu kita terikat amat kuat dengan hukum Allah. “Itsnaani yu’ajjiluhumullahu fid dunya, al-baghyu wa huquuqul waalidayn” ada dua dosa yang dipercepat siksanya oleh Allah di dunia : berbuat sewenang-wenang (Al-baghyu) dan durhaka kepada kedua org tua.

Al-baghyu yang paling besar adalah kepada istri sendiri. Allah mensejajarkan, menyakiti istri sama dengan durhaka kepada orangtua.

Kami berdua menghela nafas... tidak mudah memang menjadi suami, dan kami harus terus belajar. Semoga dengan slogan baru : “Happy Wife, Happy Life”, kami bisa dapatkan kebahagiaan dan kesuksesan kami kembali.

Warning : “Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh suami dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa-paksa sama istri untuk membaca dan melakukannya ☺.



--
Sumber: Grup FB Ust. Nasrullah
loading...

Wednesday, January 16, 2019

[Inspirasi] Buat Kamu Yang Suka Pinjam Uang Sama Teman Atau Saudara... Renungkan Ini Baik-baik..

Li Ka Shing, seorang Miliarder Hongkong, pernah berwejangan:

"Hal Apa yang Tersulit? Pinjam Uang!".

Kalau ada orang Ingin meminjam uang padamu, Jawablah seperti Ini…!

Orang yang mau meminjamimu uang, adalah pahlawanmu.

Apabila orang tersebut memberimu pinjaman tanpa syarat, maka ia adalah pahlawan tertinggi di antara pahlawan- pahlawanmu yang lain.

Sampai saat ini, pahlawan seperti ini tidak banyak.
Jika kamu sampai menemukan mereka, hargailah seumur hidupmu!

Orang yang bisa bersedia meminjamkan uang ketika kamu kesulitan, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia ingin menarikmu saat jatuh.

Yang dipinjamkannya kepadamu juga bukanlah uang, melainkan ketulusan, kepercayaan, dukungan dan kesempatan untuk kamu berinvestasi di masa depan.

Saya sangat berharap sobat- sobat sekalian jangan sekali- kali menginjak "kepercayaan", sekali orang lain kehilangan kepercayaan padamu, maka hidupmu pasti hancur!
Ingat, kepercayaan orang lain adalah harta seumur hidup!

Selain itu, tolong kamu catat perkataan di bawah ini:

1. Orang yang suka inisiatif mentraktir, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia memandang "pertemanan lebih penting" dari pada hartanya.

2. Orang yang suka mengalah saat bekerja sama, bukanlah karena ia takut, melainkan tahu apa artinya "berbagi".

3. Orang yang bersedia bekerja lebih keras dari orang lain, bukanlah karena ia bodoh, tapi karena mengerti apa artinya "bertanggung jawab".

4. Orang yang terlebih dulu minta maaf saat berdebat, bukanlah karena mengaku salah, melainkan tahu artinya "menghargai".

5. Orang bersedia membantumu, bukan karena berhutang, tapi karena menganggapmu sebagai "teman".

Sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan logika ini? Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah "hal yang semestinya"?

Bila orang tulus berjalan, ia akan jalan sampai ke dalam hati.
Bila orang munafik berjalan, cepat atau lambat ia akan ditendang sampai keluar dari pandangan orang lain!

Bila pertemuan di antara manusia adalah jodoh, maka hal yang diandalkan hanyalah ketulusan dan kepercayaan!

Kamu mau menjadi orang seperti apa, semuanya adalah pilihanmu.

Percayalah, hubungan antar manusia harus mengandalkan kepercayaan!
Terserah kamu mau pinjam uang atau tidak, yang terpenting kamu harus memberikan kepercayaan..

Salam Sukses Hebat Luar biasa..
loading...

Tuesday, December 18, 2018

[Kisah Hikmah] Pemenang Hidup Yang Sejati

Alkisah, pada suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah.

Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu.

Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.

Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Sahabatnya menjawab,

“Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak ? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel...

“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita.... Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita..... Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.”

Sahabat,

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita.....
Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi....
Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi....
Kalau orang lain pelit terhadap kita....
kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu....
Org lain belum menyapa kita tdk mau menyapa...
Tunggu orang baik baru kita baik.....

Coba renungkan.
Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain ?
Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu ??
Jaga suasana hati....
Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak....
Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.
Rendahkanlah hati kita...

“Pemenang kehidupan”

adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas.. yang tetap manis di tempat yang sangat pahit....
yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar......
serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat....

INILAH PEMENANG HIDUP YANG SEJATI NAN HAKIKI

Bahagiakan hatimu Dan biarkan seluruh dunia turut merasakan pancaran aura bahagiamu....
Menurut Prof Stephen Covey, tindakan di atas disebut dengan proaktif sementara masyarakat atau kita memaknai proaktif sebagai tindakan super aktif.

Semoga bermanfaat..

loading...

Wednesday, November 14, 2018

8 Ucapan Ajaib Untuk Membentuk Karakter Anak

Berikut ini 8 ucapan atau kata-kata ajaib yang penting diajarkan kepada anak-anak sejak kecil. Ucapan ini akan membentuk karakter positif anak.

1. Salam
Ajarkan dan biasakan ucapan "Assalamu 'alaikum" kepada anak agar terbiasa dengan salam yang Islami. Tiap masuk rumah atau masuk kamar orangtua atau ketemu orang lain, ucapannya selalu salam. Ucapan ini membentuk jiwa penuh kedamaian pada diri anak.

2. Dzikir
Biasakan ucapan yang mengandung muatan dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu. Misalnya astaghfirullah, subhanallah, alhamdulillah, masyaallah, insyaallah, barakallah, dan lain sebagainya. Bukan ucapan: Astaga! Gila! Bego! Dzikir menciptakan karakter taqwa pada diri anak.

3. Tolong
Biasakan anak untuk mengucapkan kata ‘tolong’ setiap ia meminta bantuan kepada orang lain. Jika terbiasa dengan kata ini, akan tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong.

4. Terimakasih
Biasakan mengucapkan kata terimakasih untuk berbagai hal yang positif, sebagai apresiasi kepada orang lain yang telah memberikan pertolongan bagi dirinya. Anak yang tumbuh dengan menghargai orang lain akan menumbuhkan kebesaran jiwa.

5. Maaf
Ajarkan anak untuk mudah meminta maaf walaupun ia tidak melakukan kesalahan. Apalagi jika ia memang melakukan kesalahan. Anak yang terbiasa meminta maaf akan tumbuh sikap empati dan kasih sayang.

6. Iya / Siap / Baik
Ajarkan anak untuk mengucapkan kata "iya" atau "siap" sebagai respon dari nasihat atau perintah dari orangtua. Kadang saat ibu atau ayah meminta anak untuk melakukan sesuatu, ia hanya mengangguk atau bahkan diam saja. Ungkapan ini membentuk karakter peduli dan menghargai.

7. Izin/Permisi
Biasakan anak untuk meminta izin dalam berbagai kondisi. Misalnya minta izin untuk menggunakan benda yang bukan miliknya.
Hal ini membentuk karakter tertib.

8. Bisa
Ajarkan anak berpikir dan bersikap optimistik. "Aku bisa" adalah ungkapan optimistik.
Membuat anak tumbuh dengan percaya diri

loading...

Wednesday, October 10, 2018

Apapun Profesi Kita, Dakwah Itu Wajib !

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda:

عن أبى رافع قال , قال النبى صلى الله عليه وسلم لَأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ على يَدَيْكَ رَجُلاً خَيرٌ لَكَ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيهِ الشَّمْسُ وَغَرَبَتْ 

Dari Abi Rafi dia berkata bahwa Nabi SAW telah bersabda: Jika ditunjukkan seorang manusia mengikuti jalan Allah melalui daya usahamu, ia adalah lebih baik daripada bersedekah dengan semua harta benda dari naiknya matahari hingga terbenamnya matahari.

 (HR At-Tabroni No: 18250)

Hadits di atas mengetengahkan beberapa makna yang dapat difahami, di antanya bahwa tugas setiap Muslim adalah meneladani Rasulullah SAW untuk menyampaikan dakwah kepada orang lain. Jadilah suporter kebaikan,  jangan justeru sebaliknya menjadi penghalang dan penghambat dakwah. Bentuk dakwah dalam Islam merangkul bukan memukul, menyambut bulan menyambit, menggembirakan bukan menyengsarakan, mempermudah bukan mempersulit, menyatukan bukan membubarkan, mempererat ikatan persaudaraan bukan memecah dan memutuskan persaudaraan, dsb.

Selain itu, hadits tersebut juga mengandung makna bahwa tanggungjawab berdakwah, mengajak orang lain kepada jalan Allah dan menjauhi kemungkaran adalah tugas yang mulia yang ganjarannya lebih baik daripada dia bersedekah semua harta yang ia punyai dari matahari naik hingga terbenam.

Oleh karena itu teladan pedagang Gujarat menjadi Ibrah untuk kita, betapa semangat dalam berdakwah hingga sampai di Nusantara dan kita mendapatkan nikmat Islam melalui perantaraan mereka. Saudagar itu profesi mereka, tetapi dakwah menjadi tanggung jawabnya. Alhamdulillah Nusantara menjadi muslim terbesar di dunia karena peran mereka. Sungguh pahala jariyah yang tak terhingga.

Dalam hadis yang lain, dari Sahal bin Sa'ad RA, Rasulullah SAW bersabda:

فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِىَ اللَّهَ بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Artinya:
Demi Allah, bila ada satu orang saja yang mendapat petunjuk melalui dirimu maka itu lebih baik bagimu daripada memiliki unta-unta merah (semulia-mulia harta orang Arab) ". (HR Bukhari No: 2724)

Menjadikan orang mengenal dan memeluk Islam sungguh kebaikan yang utama, daripada sekedar memperoleh pundi-pundi keduniaan yang bila meninggal belum tentu menjadi penolong kita di akhirat.

Tugas berdakwah ini tidak hanya kepada orang tertentu saja, tetapi ia menjadi tanggungjawab bersama setiap orang yang merasa memiliki Islam, tanpa dibatasi profesi, gelar, jabatan, status, dan atribut orang tersebut.  Untuk dakwah adalah kewajiban kita semua nya, bukan tugas Kyai, Tuan Guru, Buya, Ustadz, Mubaligh Da'i, dsb.

Yang termasuk berdakwah di jalan Allah adalah menjelaskan eksistensi Allah pada hamba-Nya dengan menyebut berbagai nikmat-Nya, luasnya karunia dan kesempurnaan rahmat-Nya, juga menjelaskan kesempurnaan sifat Allah dan kemuliaan-Nya, menjelaskan cara mendekat kepadaNya dalam bentuk ibadah, dan menjelaskan bagaimana hidup menebar kedamaian dan kebermanfaatan kepada alam sekitarnya, terlebih lagi kepada sesama manusia.

Yang termasuk berdakwah di jalan Allah adalah menyemangati umat dengan membawakan berbagai kutipan ilmu dan petunjuk dari Al Qur’an dan hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wa salam, hal ini dengan menempuh berbagai cara yang mengantarkan padanya. Termasuk dalam hal ini adalah menjelaskan akhlak yang mulia, berbuat ihsan kepada seluruh makhluk, membalas setiap kejelekan dengan kebaikan, memerintahkan untuk menyambung hubungan dengan kerabat dan berbakti pada orang tua.

Firman Allah Subhanahu wata'ala yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Yang Memiliki Perkataan Terbaik, Siapa Mereka?

Ibnu Katsir berkata, “Orang yang paling baik perkataannya adalah yang mengajak hamba Allah ke jalan-Nya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 12: 240)

Yang dimaksud “مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ”, da’i di jalan Allah adalah da’i yang memberi pengajaran pada orang-orang, memberi peringatan pada orang yang lalai,  mendorong untuk beribadah kepada Allah dalam segala macam bentuk peribadahan, serta menyeru untuk memperbagus ibadah sesuai kemampuan. Da’i tersebut juga memperingatkan dengan keras larangan-larangan Allah, menjelaskan jeleknya larangan tersebut dan wajib untuk menjauhinya. Materi dakwah yang utama adalah memperbaiki ushulud diin (aqidah), menyanggah hal-hal yang bertentangan dengan ushulud diin tersebut dengan cara yang baik, melarang dari kekufuran dan kesyirikan.
loading...

Monday, October 8, 2018

5 Kiat Untuk Keluar Dari Masalah

Dalam hidup ini, kita sering dihadapkan dengan berbagai persoalan. Sampai suatu ketika, kita merasa seperti terjebak dalam gua. Dalam gua itu merasa gelap, kita butuh secercah cahaya. Namun sayang, pintu gua itu tertutup batu. Untuk menggeser batu itu, tidak mungkin, karena sangat berat.

Begitu juga dalam hidup kita, terkadang kita dihadapkan pada masalah besar. Masalah tersebut lebih besar dari kemampuan kita. Kita coba mencari solusi, namun tak satupun dapat menyelesaikannya. Kita merasa buntu. Merasa, tak ada jalan keluar.

Betulkah tidak ada solusi?

Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, alangkah baik kita merenungi hadis Nabi yang tercantum dalam kitab Riyadush Shalihin Bab Ikhlas karya Imam Nawawi.

Dari Abu Abdurrahman ‘Abdullah bin Umar bin Khattab r.a., ia menuturkan: Aku mendengar Rasulullah SAW bercerita:

Pada masa sebelum kalian, ada tiga orang yang berjalan-jalan sampai malam dan mereka bermalam di dalam gua. Tiba-tiba, setelah mereka masuk dalam gua itu, ada batu besar dari bukit runtuh dan menutupi pintu gua sehingga mereka tidak bisa keluar.

Salah satu dari ketiganya berkata, ”Kita tidak akan mampu keluar dari gua ini, kecuali kita berdo’a kepada Allah dengan menyebutkan amal-amal terbaik kita. Mudah-mudahan dengan itu, Allah mengeluarkan kita dari gua ini.”

Dan mereka pun akhirnya berdoa.

Orang pertama bermunajat, ”Ya Allah, dulu saya memiliki orang tua yang sudah tua renta. Setiap hari setelah bekerja di kebun, saya selalu menyuapi mereka untuk minum susu. Tapi suatu hari, karena kejauhan mencari kayu bakar, saya terlambat untuk pulang ke rumah. Saya dapati kedua orang tua saya ternyata sudah tertidur. Saya tidak berani membangunkannya untuk minum susu sedang wadah susu sudah berada di tangan saya. Pada waktu itu, anak dan istri saya meminta susu, yang biasanya tersisa setelah orang tua saya minum. Tetapi saya menolaknya. Saya tunggui orang tua saya sampai mereka bangun waktu fajar datang. Akhirnya saya meminumkan susu untuk mereka. Ya Allah, sekiranya apa yang saya lakukan itu ikhlas karena mengharap ridho-Mu, maka bukakanlah pintu gua ini”. Dan batu yang menutupi gua itu, bergeser sedikit.

Orang kedua melanjutkan berdoa, ”Ya Allah, dulu saya memiliki sepupu yang sangat cantik, yang aku cintai. Pada suatu ketika tiba masa paceklik dan dia datang kepadaku untuk meminjam uang 120 dinar. Saya berkata padanya, ’Saya akan meminjamkan uang kepadamu, asal kau mau tidur denganku.’ Awalnya dia menolak. Tapi lama kelamaan dia terpaksa menerima karena dia sangat butuh uang itu. Akhirnya saya pun, sudah akan berzina dengannya. Tapi sebelum saya berzina dengannya, dia berkata, ’Bertakwalah kamu kepada Allah!’ Tiba-tiba saya mengalami ketakutan yang luar biasa. Saya memberikan uang itu kepadanya dan setelah itu saya berlari keluar sekencang-kencangnya. Ya Allah sekiranya yang saya lakukan itu ikhlas karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah pintu gua ini.” Dan batu yang menutupi gua itu, bergeser lebih lebar.

Orang ketiga melanjutkan berdoa, ”Ya Allah, dulu saya memiliki seorang pegawai yang ingin saya berikan gajinya. Tapi tiba-tiba dia pergi entah kemana. Uang gaji itu kemudian saya belikan domba. Domba itu beranak pinak. Kemudian saya belikan unta. Dan unta pun juga beranak pinak menjadi banyak. Jumlah mereka hampir mencapai satu padang gembalaan. Setelah sekian tahun lama dia pergi, tiba-tiba pegawai saya itu datang. Dia berkata, ’Ya Tuan, saya kesini bermaksud meminta gaji saya dulu, yang belum sempat saya ambil karena suatu hal.’ Saya menjawab, ’Engkau lihat padang gembalaan yang penuh dengan kambing dan unta itu?’. Dia berkata, ’Ya, saya melihatnya.’  Kemudian saya melanjutkan, ’Itu semua adalah milikmu, gajimu sudah saya belikan kambing, unta dan beranak pinak. Maka ambillah!’ Dia pun mengambil semuanya tanpa bersisa. Ya Allah, sekiranya apa yang saya lakukan itu ikhlas karenaMu, maka bukakanlah pintu gua ini.” Dan batu gua itu bergesar lebih lebar lagi. Mereka bertiga pun akhirnya bisa keluar dari gua itu.

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim tersebut, ada banyak pelajaran yang dapat kita petik. Cerita dalam hadis ini, mengajarkan kepada kita cara atau kiat keluar dari masalah besar yang sedang kita hadapi, sebagai jawaban dari pertanyaan di awal. Setidaknya ada 5 kiat agar kita keluar dari masalah:

Kiat #1: Berdo’a kepada Allah SWT.

Do’a adalah senjata orang beriman. Do’a adalah inti dari ibadah. Ketika kita dihadapkan dengan masalah, berarti itu tanda Allah menginginkan kita dekat dengan kepada-Nya. Dia ingin kita beribadah kepada-Nya sungguh-sungguh. Dengan ibadah dan do’a ini, kita akan mengagungkan Allah SWT. Sehingga kita bisa berkata dengan diri sendiri, “Wahai diri, jangan katakan aku memiliki masalah besar, melainkan katakan aku memiliki Allah Yang Maha Besar!”

Dalam berdo’a ini kita harus memperhatikan adab-adab berdo’a sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Terutama kita harus menjaga makanan, minuman, serta pakaian dari hal-hal yang haram dan syubhat. Berdo’a dengan khusyu. Dan yakin Allah pasti mengambulkan do’a. Sebab, semua do’a kita ijabah oleh Allah, hanya saja ada yang segera, ada yang ditunda dan ada yang diganti dengan hal yang lebih baik.

Kiat #2: Bertawasul dengan hal disyari’atkan Allah dan rasul-Nya.

Tawassul adalah mengambil sarana/wasilah agar do’a atau ibadah kita dapat lebih diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam Islam ada 6 bentuk tawashul yang dibolehkan, yaitu: 1). Bertawassul dengan menyebut asmaa-ul husna (nama-nama Allah) yang sesuai dengan hajatnya ketika berdo’a (QS. Al-A’raf [7]:180); 2). Bertawassul dengan sifat-sifat Allah Ta’ala; 3). Bertawassul dengan keimanan kepada Allah Ta’ala (Qs.Ali-Imran[3]:193); 4). Bertawassul dengan ketauhidan kepada Allah. (QS.Al-Anbiya[21]:87-88); 5). Bertawassul dengan amal shalih; dan 6). Bertawassul dengan meminta doanya orang shalih yang “masih hidup”.

Dalam hadis di atas, merupakan contoh tawasul melalui amal sholeh. Orang pertama bertawasul dengan amal sholeh berbuat baik kepada kedua orang tua; orang kedua bertawasul dengan amal sholeh meninggalkan zina karena takut kepada Allah; dan orang ketiga bertawasul dengan amal sholeh menepati janji, menjaga amanah, dan memberikan haknya secara tulus kepada orang lain.

Kiat #3: Berbakti dan meminta do’a-restu kepada kedua orang tua.

Adakalanya masalah besar yang dialami seseorang, karena hubungannya dengan kedua orangtuanya tidak harmonis. Misalnya, ada seorang perempuan sangat ingin menikah, sebab umurnya sudah hampir baya. Setiap kali dia ingin menikah, selalu saja kandas, bahkan batal ketika dia dan calon suaminya menyepakati hari pernikahan. Kegagalan demi kegagalan selalu dia alami.

Suatu ketika dia curhat dengan seniornya. Seniornya yang telah menikah itu, bertanya, “Bagaimana hubunganmu dengan ibumu?” Perempuan itu tidak menjawab. Dia menangis. Selama ini memang dia telah melupakan ibunya, padahal ibunya masih hidup. Waktu itu pula dia menelpon ibunya minta maaf atas kealfaannya selama ini. Tak berapa lama, di hari itu juga, tiba-tiba ada teman lamanya menghubunginya, dan mengajaknya menikah. Mereka pun menikah dan dikarunia anak.

Mungkin, masalah besar yang kita hadapi, ada hubungannya dengan masalah kita dengan kedua orang tua. Bisa jadi, kita menyadari telah mengecewakan, menyakiti dan membuat ortu kita tersinggung, terutama kepada ibu. Oleh sebab itu, agar kita keluar dari masalah, hendaknya minta maaf kepada ortu dan minta do’a mereka. Sebab do’a ibu-bapak terhadap anaknya akan diijabah oleh Allah SWT. Bahkan terkadang, banyak orang salah alamat mencari sosok “keramat” dengan mengunjungi kuburan, padahal di rumah ada sosok “keramat” (mulia) yaitu ortu, terutama ibu. Bukankah surga itu berada di bawah telapak kaki ibu?

Kiat #4: Menjaga diri dari perbuatan maksiat dan berdosa.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah telah meneliti akibat kemaksiatan, menurutnya ada 22 akibat maksiat, diantaranya –yang berhubungan dengan pembahasan kita– : terhalangnya mendapatkan ilmu; terhalangnya mendapat rezeki halal; semakin jauh kepada Allah; semakin jauh dari orang sholeh dan membuat semua urusannya sulit atau bermasalah.

Tidak sedikit, orang yang melakukan maksiat dan perbuatan dosa ketika dihadapi masalah. Misalnya, ada yang bermasalah secara finansial atau keuangan, menyelesaikannya dengan cara korupsi, mencuri, menipu dan sejenisnya. Dia sangka itu akan menyelesaikan masalah, padahal sebaliknya menambah masalah. Ketika kita bermasalah, malah pilih solusi yang tanpa masalah.

Dengan kata lain, ketika kita memiliki masalah, berarti ada kemaksiatan atau perbuatan dosa yang telah kita lakukan mungkin itu tanpa kita sadari. Oleh sebab itu, ketika kita dihadapkan dengan masalah, cepat-cepatlah beristighfar dan bertaubat. Kita pergunakan waktu malam hari memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT.

Kiat #5: Menepati janji, menjalankan amanah dan bersikap dermawan.

Selain telah kita bahas di atas, ada juga masalah itu muncul karena kita tidak menepati janji, tidak amanah dan tidak mau berbagi kepada orang lain. Bisa jadi, janji itu bukan kepada orang lain, melainkan kepada diri kita sendiri, misalnya kita berjanji melakukan sesuatu ketika kita meraih sesuatu, ini kita kenal dengan nazar. Atau amanah yang Allah berikan kepada kita, namun kita sia-siakan, misalnya Allah mengamanahkan kepada kedua orang tua untuk menjaga anak-anaknya, namun tidak diajaga secara baik. Begitu juga akar masalah itu bisa dari sifat pelit kita kepada orang lain, sehingga Allah berlepas tangan untuk membantu kita sebab Allah akan membantu seorang hamba selama hamba itu membantu orang lain.

Ada banyak ayat, hadis dan kisah tentang shadaqah yang membawa berkah, sehingga masalah seseorang teratasi. Ada yang sembuh dari penyakit kronis, karena rajin shadaqah. Ada yang terlepas dari lilitan utang, karena rajin shadaqah. Ada rizkinya bertambah, karena gemar shadaqah. Ada hubungan menjadi harmonis, karena shadaqah.

Semoga kita dapat mengamalkan 5 kiat tersebut dalam kehidupan kita, agar kita keluar dari masalah yang kita hadapi. Wallahu a’lam bish shawab.

***
Sumber: Dikutip dari: Tulisan Udo YM di laman :  https://www.wasathiyyah.com/kajian/kehidupan/08/10/2018/5-kiat-keluar-dari-masalah/
loading...

Biasakan Anak Ke Masjid... Dan Ketahui Hak-hak Anak Terkait Masjid

Tulisan kali ini mengajak kita semua untuk berbagi pengalaman , agar anak-anak punya hak untuk berada di dalam Masjid

Sudah bukan menjadi rahasia lagi, banyak orangtua yang beranggapan kalau anak-anak kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam masjid

Bahkan, anak-anak dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. bahkan ada masjid yang terang-terangan menulis larangan anak masuk masjid

Bahkan ada orang dewasa yang tak segan-segan menghardik atau mengancam mereka jika bermain dan bercanda. Akhirnya Masjid pun menjadi tempat menyeramkan dalam pandangan anak-anak.

Akibatnya, anak-anak pun mencari tempat alternatif hiburan. Mereka pun memilihi warung-warung playstation atau game online sebagai pelampiasan. Permainan menyenangkan. Penjaganya pun menyambut ramah.

Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yang menolak, sebab waktu kecil selalu 'dimusuhi' saat di masjid

Padahal, Sifat Allah yang Maha Rahman tak muncul dlm perilaku sebagian pengurus masjid yang galak dan suka bentak anak di masjid

Akhirnya anak-anak lebih mengenal Allah yang Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sbb mereka banyak dihukum dan  dimarahi jika bermain-main di masjid

Pun jika ada anak yang sungguh-sungguh ibadah. Ternyata banyak mereka yang tak layak ada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal ke. masjid

Padahal hak ada di shaff depan adalah yang datang duluan, bukan berdasarkan usia masjid

Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak-anak. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. anak-anak dianggap warga kelas dua di masjid

Masjid sebagai pusat display agama, seharusnya menjadi tmpt untuk mengajarkan hakikat islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan di masjid

Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar karena trauma di masa kecil akan tampilan islam khususnya di masjid

Masjid kalah bersaing dgn mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum dibanding di masjid

Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Lupa akan sunah yang lain yang diajarkan rasul : memuliakan anak-anak di masjid

Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dgn digendong seraya bermain di masjid

Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya di masjid

Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak-anak puas bermain di masjid

Kisah-kisah Rasul yang memuliakan anak di masjid mngkn jarang trdengar/sengaja dilupakan sbagian orang. Pdhl mrk mngaku pncinta rasul.

Alhamdulillah sebagian pengurus masjid yang melarang anak-anak, akhirnya ada juga yang tercerahkan meski awalnya marah-marah di masjid

Bahkan ada yang berinisiatif membuat ruang bermain bg anak-anak serta menyediakan pampers bagi anak-anak masjid

Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yang menjauhkan mereka dr agama. dan masjid

Jika  sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kapan harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima di masjid

Indahnya Jika  anak-anak saat waktu luang, izin ke ortunya untuk pergi ke mesjid. Berlama-lama di sana. Masjid pun ramai. Oleh kegiatan di masjid

Orang dewasa lain yang malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yang ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan  masjid

Jika  masjid ramai, maka tak ada lagi yang ribut dgn perang2 kelompok, begal dan kenakalan-kenakalan lain. Sebab mrk semua hatinya terpaut ke masjid

Jadi dari skarenag, mari buat masjid  sebagai tempat yang nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak-anak. Kelak mereka yang akan memakmurkan masjid

Mulailah sekarenag bikin iklan ke warnet-warnet dan game online, bahwa masjid skarenag punya tempat bermain. Niscaya warnet sepi dan semua ke masjid

Mudah-mudahan ada pengurus masjid  yang membaca tulisan ini dan memulai gerakan ajak anak ke masjid semoga terwujud

Sumber: WA
loading...

Monday, October 1, 2018

Hidup Adalah Perjalanan Panjang

Kutuliskan postingan ini, untukmu saudaraku.... yang sedang lelah dan barangkali kehilangan arah...

Saudaraku...

Sadarilah, bahwa hidup ini adalah PERJALANAN PANJANG, dan perjalanan itu penuh dengan ujian dan cobaan.

Rasulullah shallallohu alaihi wasallam- pernah bersabda:

Perjalanan panjang adalah potongan dari azab". [HR. Bukhori dan Muslim]

Sehingga, wajar bila di tengah perjalanan itu akan banyak cobaan, musibah, rintangan, hilang arah, lelah, bingung, dan seterusnya.

Oleh karenanya, bila Anda merasa bingung, lelah, tidak punya arah... maka berhentilah sejenak, istirahatkan diri, dan fokuslah untuk menguatkan diri dahulu, agar Anda menjadi kuat kembali, dan bisa meneruskan kembali sisa perjalanan Anda...

Fokuslah ketika itu untuk mendekatkan diri kepada Allah, niscaya Allah akan menguatkan jiwa dan raga Anda... Perbanyak dzikir, sholat, berdoa, membaca Al Qur'an, dan ketaatan lainnya...

Atau bila masih bingung, fokuskan diri Anda untuk membasahi lidah Anda dengan DZIKIR, yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, sampai Anda kuat kembali.

Dan acuhkan untuk sementara urusan dengan manusia, kecuali yang darurat saja... Karena saat Anda lelah atau lemah, Anda harus meringankan dan menurunkan beban di pundak Anda untuk sementara waktu, hingga Anda kuat kembali mengangkatnya dan berjalan lagi.

Ingatkan diri, bahwa kita hidup di dunia bukan di surga, maka jangan harap ada kebahagiaan murni dan abadi... Sebaliknya dunia ini juga bukan neraka, maka tidak mungkin ada kesedihan dan kesengsaraan yang murni dan abadi.

Kebahagiaan dan kesedihan akan datang silih berganti, maka jangan sampai goyah dalam langkah perjalanan panjang Anda menuju surga.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, Aamiin.
loading...

Monday, September 10, 2018

[Download] Al-Asma ul-Husna الاسماء الحسنى [99 [Nama-Nama Allah], Artinya dan Keutamaannya

Asmaul Husna الأسماء الحسنى merupakan kata dalam basaha Arab yang berarti nama-nama Allah yang maha indah atau baik.  Asmaul husna (الأسماء الحسنى) terdiri dari dua kalimat (kata) yakni al asma (الأسماء) dan al husna (الحسنى). Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan, al asma merupakan bentuk jamak dari ism (اسم), yaitu sesuatu yang menunjukkan pada sebuah Dzat. Atau setiap lafal yang dibentuk untuk menunjukkan sebuah makna jika ia tidak bersifat musytaq (pecahan dari kalimat lain). Kalau bersifat musytaq, ia adalah sifat.

Al husna merupakan bentuk muannats dari al ahsan (الأحسن). Artinya, yang terbaik. Dengan demikian, asmaul husna adalah nama-nama Allah yang baik.


Dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menjelaskan, “Nama adalah perkataan yang menunjukkan sesuatu Dzat atau menunjukkan Dzat dan sifat. Allah mempunyai nama-nama dan semua nama itu adalah nama yang baik. Serulah Dia dengan nama-namaNya yang semuanya baik itu.”

Ibnu Katsir menjelaskan, asmaul husna tidak hanya terbatas sampai bilangan sembilan puluh sembilan. Hal itu berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya.

“Tidak sekali-kali seseorang tertimpa kesusahan, tidak pula kesedihan, lalu ia mengucapkan doa berikut (yang artinya): ‘Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak dari hambaMu, anak dari hamba perempuanMu, ubun-ubun (roh)-ku berada dalam genggaman kekuasaanMu, aku berada di dalam keputusanMu, keadilan belakalah yang Engkau tetapkan atas diriku. Aku memohon kepada Engkau dengan menyebut semua nama yang menjadi milikMu, yang Engkau namakan dengannya diriMu, atau yang Kau turunkan di dalam kitab Mu atau yang engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau Kau menyimpannya di dalam ilmu gaib di sisiMu, jadikanlah alquran yang agung sebagai penghibur kalbuku, cahaya dadaku, pelenyap dukaku dan penghapus kesusahanku’ melainkan allah menghapus darinya kesedihan dan kesusahan serta menggantinya dengan kegembiraan. (HR. Ahmad)

Dalil Asma'il Husna
Dalam Al Qur’an, istilah Asmaul husna disebut empat kali yakni dalam Surat Al A’raf ayat 180, Al Isra’ ayat 110, Thaha ayat 8 dan Al Hasyr ayat 24.

Allah Swt berfirman:
 وَلِلَّهِ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:
Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al A’raf: 180)

Dalam ayat lain disebutkan:


Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asmaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (QS. Al Isra’: 110)

Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai asmaul husna (nama-nama yang baik), (QS. Thaha: 8)

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hasyr: 24)

Keutamaan Asmaul Husna
Secara umum, asmaul husna memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Mulai dari terkabulnya doa yang menggunakan asmaul husna hingga pahala surga bagi yang mengamalkannya.

1. Dikabulkannya doa
Penulis Fiqih Islam wa Adillatuhu itu juga menjelaskan, seorang hamba mesti berdoa kepada Allah dengan nama-namaNya dan tidak boleh menyeru Allah kecuali dengan nama-namaNya yang baik.

Berdoa dengan menyebut asmaul husna, baik secara keseluruhan atau disesuaikan dengan konteks doanya, membawa keutamaan dikabulkannya doa.

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
Artinya:
“Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu…” (QS. Al-A’raf: 180)

2. Dianjurkan mempelajarinya
Dalam Tafsir Al Qur’anil Adhim, Ibnu Katsir mengetengahkan hadits tentang doa dengan asmaul husna. Lalu seorang sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kami boleh mempelajarinya?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda:

 بَلَى يَنْبَغِى لِمَنْ سَمِعَهَا أَنْ يَتَعَلَّمَهَا
Artinya:
Benar, dianjurkan bagi setiap orang yang mendengarnya (asmaul husna) mempelajarinya” (HR. Ahmad)

3. Masuk surga
Siapa yang menghafal dan merenungi 99 asmaul husna, ia akan masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمَا مِائَةً إِلاَّ وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya:
Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Siapa yang menghafalnya ia akan masuk surga” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, pengertian ahshoohaa (أحصاها) adalah menghitung, menghafal dan merenungi maknanya.

Tabel Asmaul Husna Arab dan Latin
Berikut ini tabel asmaul husna, teks Arab dan latin disertai arti 99 asmaul husna dalam bahasa Indonesia:

Urutan 99 asmaul husna ini bersumber dari hadits shahih riwayat Imam Tirmidzi dan Al Hakim.

Makna, Dalil dan Khasiat Asmaul Husna
Berikut ini dalil dan penjelasan asmaul husna yang kami sarikan dari Asma’ul Husna lil-Athfal (Syarah Singkat Asmaul Husna) karya Syaikh Musthafa Wahbah.

Dimulai dari nama yang paling agung dan menghimpun seluruh nama dan sifatNya yakni Allah. Baru setelah itu diuraikan 99 asmaul husna.

اللَّهُ
Nama ini hanya khusus bagi Allah, tidak boleh dan tidak pernah dipakai siapapun baik di zaman jahiliyah maupun di masa Islam. Ini nama paling agung dan paling banyak disebutkan dalam Al Quran yakni mencapai 2698 kali.

Bahkan Al Quran dibuka dengan nama ini, yaitu dengan bacaan basmalah. Bahkan dianjurkan membaca basmalah dalam melakukan segala kebaikan. Dengan menyebut nama Allah, kita mendapatkan kekuatan dan keberkahan.

Syaikh Musthafa Wahbah mengutip hadits Rasulullah bahwa jika seseorang ditimpa kesedihan dan kesulitan, hendaknya ia menyebut: Allah, Allah adalah Rabbku, aku tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.

1. Ar Rohman (الرَّحْمَنُ) artinya Maha Pengasih
Ar Rahman artinya Allah Subhanahu wa Ta’ala mempunyai kasih sayang yang sangat luas, meliputi seluruh makhlukNya. Allah mengasihi seluruh makhlukNya dengan memberikan berbagai kenikmatan.

Nama Ar Rahman sama seperti nama Allah, tidak boleh digunakan seorang makhluk pun. Dan memang tidak ada yang bisa mengasihi seluruh makhluk seperti Allah. Baik beriman maupun kafir, semuanya mendapatkan rezeki dari Allah.

Dalil nama Ar Rahman bisa dilihat antara lain di Surat Thaha ayat 5, Al Mulk ayat 29, Ar rahman ayat 1, dan Al Isra’ ayat 110. Tentu juga ada di awal Al Quran yakni basmalah.

2. Ar Rohim (الرَّحِيمُ) artinya Maha Penyayang
Ar Rahim adalah nama bagi Dzat Allah dan juga merupakan salah satu sifatNya. Jika Ar Rahman adalah maha pengasih untuk semua makhluk, Ar Rahim adalah maha penyayang untuk hambaNya yang beriman.

Nama Ar Rahim disebutkan bersama nama Ar Rahman dalam empat ayat. Yakni Al Fatihah ayat 3, Al Baqarah ayat 163, Fushilat ayat 2, dan Al Hasyr ayat 22.

Sedangkan Ar Rahim bersama Allah dan Ar Rahman disebutkan 114 kali dalam mushaf yakni basmalah.

3. Al Malik (الْمَلِكُ) artinya Maha Merajai
Al Malik artinya Allah Subhanahu wa Ta’ala berkuasa atas segala sesuatu baik dalam hal memerintah maupun melarang. Al Malik juga bermakna memiliki sesuatu. Segala sesuatu butuh kepada Allah sedangkan Allah tidak membutuhkan segala sesuatu.

Dalil nama Al Malik bisa dilihat dalam Al Quran surat Al Hasyr ayat 23, Al Mukminun ayat 116, dan Ali Imran ayat 26.

4. Al Quddus (الْقُدُّوسُ) artinya Maha Suci

Al Quddus artinya Allah Maha Suci dari segala sesuatu yang bersifat kurang dan cacat. Al Quddus memiliki makna kesempurnaan , terpuji dengan segala kebaikan dan keutamaan.

Al Quddus berasal dari kata Al Qudsu yang berarti kesucian. Masjid Al Aqsha disebut dengan baitul maqdis yang berarti masjid disucikan dari segala dosa. Malaikat Jibril disebut ruhul qudus karena suci dari kesalahan terutama saat menyampaikan wahyu.

Nama Al Malik disebutkan dalam Al Quran surat Al Hasyr ayat 23 dan Al Jumuah ayat 1.

5. As Salam (السَّلاَمُ) artinya Maha Memberi Kesejahteraan

As Salam artinya Allah Subhanahu wa Ta’ala terbebas dari kekurangan, cacat dan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keagungan dan kesempurnaanNya. Dengan nama ini, orang yang berdzikir akan merasakan ketenangan dan rasa aman dalam hatinya.

Asmaul Husna kelima ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Hasyr ayat 23.

Di antara doa dengan nama As Salam yang dicontohkan Rasulullah adalah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Ya Allah, Engkau Dzat yang memberi kesejahteraan. Kesejahteraan hanya berasal dariMu. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, engkaulah yang memberi keberkahan. (HR. Muslim)

6. Al Mukmin (الْمُؤْمِنُ) artinya Maha Memberi Keamanan
Al Mukmin artinya Allah adalah Dzat yang menjadi tempat pelarian dan perlindungan bagi orang yang merasa ketakutan sehingga mendapatkan keamanan. Nama ini juga disebutkan dalam surat Al Hasyr ayat 23.

Nama Al Mukmin sangat baik untuk dijadikan sebagai dzikir orang yang sedang ketakutan, karena dengan menyebutnya sepenuh hati, Allah akan memberikan rasa aman dari segala bahaya.

7. Al Muhaimin (الْمُهَيْمِنُ) artinya Maha Pemelihara
Al Muhaimin artinya Allah adalah maha mengawasi dan menyaksikan seluruh makhlukNya, berkuasa atas mereka dengan penuh perhatian dan kekuasaan, memberi mereka rezeki dan kehidupan. Asmaul husna ketujuh ini juga disebutkan dalam surat Al Hasyr ayat 23.

Khasiat atau keajaiban dari dzikir dengan menyebut nama Al Muhaimin, Allah akan memberi memelihara dirinya, urusan dan juga rezekinya.

8. Al Aziz (الْعَزِيزُ) artinya Maha Perkasa
Al Aziz artinya Allah adalah Dzat yang Maha Perkasa, yang tidak bisa dikalahkan oleh sesuatupun, Maha Kuat dan mengalahkan segala sesuatu.

Selain dalam Surat Al Hasyr ayat 23, nama Al Aziz juga disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 62, Al Mulk ayat 2 dan Fathir ayat 10.

Khasiat atau keajaiban dari dzikir dengan menyebut nama Al Aziz, Allah akan memberi kekuatan, kekuasaan dan wibawa di hadapan manusia.

9. Al Jabbar (الْجَبَّارُ) artinya Maha Kuasa
Al Jabbar artinya Allah berkuasa untuk memaksakan kehendakNya kepada hambaNya, berkuasa memerintah dan melarang sehingga makhluk hanya bisa sami’na wa atha’na. Al Jabbar juga bermakna kuat dan tahan sehingga tidak ada yang bisa berbuat buruk dan membahayakanNya.

Asmaul Husna kesembilan ini juga disebutkan dalam Surat Al Hasyr ayat 23.

10. Al Mutakabbir (الْمُتَكَبِّرُ) artinya Maha Besar
Al Mutakabbir artinya Allah adalah Dzat yang memiliki kesombongan dan kebesaran. Kesombongan adalah pakaian Allah yang tidak boleh dipakai oleh hambaNya.

Nama Al Mutakabbir juga bermakna kebesaran hanya milik Allah sehingga seluruh makhluk tunduk kepadaNya. Asmaul Husna kesembilan ini juga disebutkan dalam Surat Al Hasyr ayat 23.

11. Al Kholiq (الْخَالِقُ) artinya Maha Pencipta
Al Khaliq artinya Allah Maha Pencipta. Dialah yang menciptakan alam semesta dan seluruh makhlukNya. Baik malaikat, iblis, jin, manusia, hewan maupun tumbuhan, seluruhnya adalah ciptaan Allah.

Nama Al Khaliq disebutkan dalam Al Quran antara lain surat Al Hasyr ayat 4, Al Mukminun ayat 14, dan Fathir ayat 3.

12. Al Baari’ (الْبَارِئُ) artinya Maha Pembuat
Al Baari’ artinya Allah adalah Dzat yang membuat sesuatu dari ketiadaan. Dia menciptakan dan membentuk sesuai bentuk dan ukuran yang dikehendakiNya.

Asmaul Husna ke-12 ini difirmankan Allah dalam Surat Al Hasyr ayat 24 dan Al Baqarah ayat 54.

13. Al Mushowwir (الْمُصَوِّرُ) artinya Maha Membentuk Rupa
Al Mushawwir artinya yang menciptakan segala sesuatu dan membeda-bedakan mereka dengan bentuknya masing-masing sesuai kehendakNya.

Nama Al mushawwir tercantum dalam Surat Al Hasyr ayat 24 dan diisyaratkan dalam Surat Al Infithar ayat 8 serta Ghafir ayat 64.

14. Al Ghoffar (الْغَفَّارُ) artinya Maha Pengampun
Al Ghoffar berasal dari kata al ghafru yang berarti menutupi. Arti asmaul husna ke-14 ini, Allah senang menutupi dosa hambaNya dan mengabaikan kesalahan-kesalahan mereka.

Nama Al Ghoffar tercantum dalam Surat Az Zumar ayat 5 dan Shad ayat 66. Menyebut asmaul husna ini sangat tepat ketika memohon ampunan dan ditutupi aib-aib kita.

15. Al Qohhar (الْقَهَّارُ) artinya Maha Memaksa
Al Qohhar artinya Allah memiliki kekuasaan penuh dalam mengungguli dan memaksa orang yang kuat dan berkuasa. Semua yang diinginkan Allah pada hambaNya pasti terjadi.

Nama Al Qohhar tercantum dalam Surat Az Zumar ayat 4 dan Shad ayat 65.

16. Al Wahhab (الْوَهَّابُ) artinya Maha Pemberi Karunia
Al Wahhab artinya Allah maha pemberi karunia kepada hambanya. Tanpa diminta oleh makhluk dan tanpa meminta imbalan kepada makhluk.

Allah memberikan contoh tiga doa dengan menyebut nama Al Wahhab yakni pada surat Shad ayat 35, Shad ayat 9 dan Ali Imran ayat 8. Baik memohon ampunan maupun karunia dan kekuasaan, Allah mengajarkan agar kita menyebut asmaul husna ke-16 ini.

17. Ar Rozzaq (الرَّزَّاقُ) artinya Maha Pemberi Rezeki
Al Rozzaq artinya Allah maha pemberi rezeki dan menyampaikannya kepada hamba-hambaNya. Nama Ar Rozzaq tercantum dalam Surat Adz Dzariyat ayat 58 dan Hud ayat 6.

Dzikir dengan nama Ar Rozzaq sangat tepat jika kita menginginkan dimudahkan dan dilancarkan rezeki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

18. Al Fattah (الْفَتَّاحُ) artinya Maha Pembuka Rahmat
Al Fattah artinya Allah membuka rezeki dan rahmat untuk hamba-hambaNya. Dia memudahkan jalan-jalan yang sulit baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

Nama Al Fattah juga bermakna menghakimi dan memutuskan. Dia yang memisahkan halal dan haram serta menjelaskan yang benar dan yang salah sehingga yang benar akan menang dan yang salah akan kalah.

Asmaul husna ke-18 ini tercantum dalam Surat Saba’ ayat 26, Fathir ayat 2, Al A’raf ayat 96, dan Al A’raf ayat 89. Ketika berdoa meminta dibukakan rezeki atau meminta keputusan terbaik, sebutlah nama Al Fattah.

19. Al ‘Alim (الْعَلِيمُ) artinya Maha Mengetahui
Al Alim artinya Allah maha mengetahui segala sesuatu, baik sebelum atau sesudah sesuatu itu ada. Tiada sesuatu pun di langit dan di bumi yang tidak diketahui Allah.

Nama Al Alim tercantum dalam Surat Saba’ ayat 26, Al Hijr ayat 86, dan Al Baqarah ayat 32.

20. Al Qoobidh (الْقَابِضُ) artinya Maha Menyempitkan
Al Qabidh artinya menahan dan tidak memberi rezeki atau sejenisnya kepada hambaNya. Juga mengandung makna mencabut nyawa ketika seorang hamba meninggal dunia.

Al Qabidh ini sering kali disebutkan bersama Al Basith yang merupakan kebalikannya. Misalnya dalam Surat Al Baqarah ayat 245 dan Asy Syura ayat 27.

21. Al Baasith (الْبَاسِطُ) artinya Maha Melapangkan
Kebalikan dari Al Qobidl, Al Basith artinya meluaskan dan melapangkan rezeki kepada hambaNya. Juga mengandung makna membentangkan nyawa kepada hamba sehingga mendapatkan kehidupan.

Asmaul Husna ke-21 ini tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 245 dan Asy Syura ayat 27.

22. Al Khoofidh (الْخَافِضُ) artinya Maha Merendahkan
Al Khafidh artinya menurunkan kesombongan penguasa sehingga mereka menjadi rendah dan hina. Juga bermakna merendahkan orang-orang kafir dengan memasukkan mereka ke dalam neraka.

Seringkali al khafidh disebutkan bersama Ar Rafi’ sehingga jelas bahwa Allah merendahkan dan meninggikan siapa yang dikehendakiNya. Di antaranya tercantum dalam Surat Al Waqi’ah ayat 3.

23. Ar Roofi’ (الرَّافِعُ) artinya Maha Meninggikan
Al Rafi’ artinya Allah meninggikan waliNya dan menolong mereka menghadapi musuh. Juga bermakna meninggikan derajat orang-orang yang dikehendakiNya sebelum mereka ditinggikan di surgaNya.

Nama Ar Rafi’ misalnya disebutkan dalam Surat Al Mujadilah ayat 11. Kadang juga disebutkan bersama Ar Khafidh sehingga jelas bahwa Allah merendahkan dan meninggikan siapa yang dikehendakiNya. Misalnya dalam Surat Al Waqi’ah ayat 3.

24. Al Mu’iz (الْمُعِزُّ) artinya Maha Memuliakan
Al Muiz artinya Allah maha memuliakan sehingga hamba tersebut menjadi benar-benar mulia. Tentu mereka adalah orang-orang yang beriman kepadaNya.

Seringkali al Muiz disebutkan bersama al Mudzil sehingga jelas bahwa Allah memuliakan dan merendahkan siapa yang dikehendakiNya. Di antaranya tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 26. Namun kadang disebutkan tersendiri seperti Surat Fathir ayat 10.

25. Al Mudzil (الْمُذِلُّ) artinya Maha Menghinakan
Al Mudzil artinya Allah maha mengginakan sehingga orang yang dihinakan tersebut menjadi benar-benar hina. Tentu mereka adalah orang-orang kafir dan orang-orang yang memusuhiNya.

Seringkali al mudzil disebutkan bersama al Muizsehingga jelas bahwa Allah merendahkan dan memuliakan siapa yang dikehendakiNya. Di antaranya tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 26.

26. As Sami’ (السَّمِيعُ) artinya Maha Mendengar
As Sami’ artinya Allah Maha Mendengar segala sesuatu, baik yang keras maupun yang pelan, baik yang terang-terangan maupun yang rahasia. Allah Maha Mendengar segala doa hambaNya dan mengabulkan doa yang sungguh-sungguh dan penuh harap kepadaNya.

Dalam Al Quran, dicontohkan doa dengan menyebut nama As Sami’ ini agar doa dikabulkan dan ibadah diterima. Misalnya dalam Surat Al Baqarah ayat 127.

27. Al Bashir (الْبَصِيرُ) artinya Maha Melihat
Al Bashir artinya Allah Maha Melihat dan Menyaksikan segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tiada sesuatu pun baik dalam batu di perut bumi maupun di luar angkasa melainkan Allah melihatnya. Demikian pula seluruh amal perbuatan hamba dan isi hatinya.

Al Bashir sering digandengan dengan As Sami’. Misalnya dalam Surat Asy Syura ayat 11 dan Al Isra ayat 1. Dalam Al Qura juga dicontohkan doa dengan menyebut nama As Sami’ dan Al Bashir agar doa dikabulkan dan ibadah diterima. Misalnya dalam Surat Al Baqarah ayat 127.

28. Al Hakam (الْحَكَمُ) artinya Maha Menetapkan
Al Hakam artinya Allah menjadikan sesuatu rapi dan kuat. Al Hakam juga bisa berarti hakim yakni Allah memutuskan sesuatu di antara para hambaNya baik di dunia maupun di akhirat. Al Hakam juga berarti Allah yang menetapkan hukum dan tidak ada sesuatu pun yang bisa menyanggahnya.

Dalam Al Quran, dalil al hakam bisa dilihat pada Surat Al An’am ayat 114 dan Surat Al Qashash ayat 70.

29. Al ‘Adl (الْعَدْلُ) artinya Maha Adil
Al ‘Adl artinya Allah Maha Adil, hanya melakukan sesuatu yang pantas dan sudah seharusnya. Allah menghukumi dengan kebenaran dan tidak pernah berlaku zalim pada hambaNya.

Allah memerintahkan kita berbuat adil sebagaimana Surat An Nahl ayat 90. Rasulullah mencontohkan doa meminta perlindungan kepada Allah dari kezaliman dan diberikan keadilan.

30. Al Lathiif (اللَّطِيفُ) artinya Maha Lembut
Al Lathif artinya Allah sangat baik dan lembut perbuatanNya. Dia sangat lembut kepada hambaNya tanpa mereka ketahui serta meyediakan segala kebutuhan hamba meskipun mereka tidak menyadarinya.

Allah sangat lembut kepada seluruh makhlukNya dengan memberi kehidupan dan rezeki. Sedangkan di akhirat, Allah sangat lembut kepada hambaNya yang beriman. Asmaul husna ke-30 ini tercantum dalam Surat Yusuf ayat 100 dan Al An’am ayat 103.

31. Al Khobir (الْخَبِيرُ) artinya Maha Mengetahui Rahasia

Al Khabir artinya Allah maha mengetahui hal yang terjadi pada masa lalu dan masa yang akan datang. Mengetahui hakikat sesuatu sebelum terjadinya dan hakikat yang tersimpan dalam segala hal.

Nama Al Khabir dalam Al Quran tercantum dalam Surat Al An’am ayat 18 dan 103.

32. Al Halim (الْحَلِيمُ) artinya Maha Penyantun
Al Halim artinya tidak terburu-buru membalas meskipun berkuasa melakukannya. Al Halim juga berarti Allah tidak menahan rezeki atau buru-buru mengazab karena kemaksiatan dan kezaliman makhlukNya meskipun Dia berkuasa melakukan itu semua.

Nama Al Halim ada dalam Surat Al Baqarah ayat 235 dan Al Isra ayat 44. Rasulullah mengajarkan menggunakan asmaul husna ini dalam doa:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Tiada Tuhan selain Allah yang Maha penyantun lagi Maha Mulia, Mahasuci Allah Rabb Arsy yang agung, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.” (HR. Ibnu Majah)

33. Al ‘Adhiim (الْعَظِيمُ) artinya Maha Agung
Al ‘Adhim artinya Allah Maha Agung. Tiada yang melebihi keagungan Allah baik dalam Dzat, wujud, ilmu, kekuasaan, pengaruh, kebijaksanaan maupun perintahNya.

Dalam Al Quran, nama al ‘adhim disebutkan antara lain dalam Surat Al Baqarah ayat 255 dan Surat Al Waqiah ayat 96.

Ibnu Abbas meriwayatkan, jika Rasulullah mendapat kesulitan, beliau berdoa dengan menyebut nama al ‘adhiim:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْعَظِيمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

34. Al Ghofur (الْغَفُورُ) artinya Maha Pengampun
Al Ghafur berasal dari kata Al Ghafru yang berarti menutupi. Menunjukkan Allah sangat sering mengampuni dan menutupi dosa hambaNya. Dalil Al Ghafur di antaranya ada pada Surat Al Kahfi ayat 58, Al Hijr ayat 49 dan Thaha ayat 82.

Meminta ampunan kepada Allah, bisa disertai dengan menyebut asmaul husna ke-34 ini.

35. Asy Syakuur (الشَّكُورُ) artinya Maha Menghargai
Asy Syakur artinya Allah maha menghargai dan membalas kebaikan. Allah memuji hamba-hamba pilihanNya dan membalas setiap amal sekecil apa pun amal itu.

Nama Asy Syakur dalam Al Quran disebutkan dalam Surat Asy Syura ayat 23 dan Fathir ayat 34.

36. Al ‘Ali (الْعَلِىُّ) artinya Maha Tinggi
Nama Al Ali menunjukkan bahwa Allah memiliki derajat tertinggi. Ketinggian DzatNya tidak terjangkau oleh kemampuan manusia.

Nama Al Ali dalam Al Quran disebutkan dalam Surat Al Hajj ayat 62 dan Ghafir ayat 12.

37. Al Kabir (الْكَبِيرُ) artinya Maha Besar
Nama Al Kabir menunjukkan bahwa Allah Maha Tinggi dan Maha Besar dalam Dzat, sifat dan perbuatannya. Sehingga sama sekali tidak menyerupai makhlukNya.

Nama Al Kabir dalam Al Quran disebutkan dalam Surat An Nisa ayat 34 dan Luqman ayat 30.

38. Al Hafidz (الْحَفِيظُ) artinya Maha Menjaga
Al Hafidz menunjukkan bahwa Allah sangat kuat menjaga yang ingin dijaga-Nya. Allah menjaga, melindungi dan memelihara sesuatu yang dikehendakiNya.

Nama Al Hafidz dalam Al Quran disebutkan dalam Surat Saba’ ayat 21, Yusuf ayat 64 dan Al hijr ayat 9. Membaca nama Al Hafidz dan merenunginya akan mendatangkan penjagaan Allah.

39. Al Muqit (الْمُقِيتُ) artinya Maha Pemberi Kecukupan
Al Muqit artinya Allah maha memberi kecukupan dan menjamin rezeki hambaNya. Nama Al Hafidz dalam Al Quran disebutkan dalam An Nisa ayat 85.

Sebutlah nama Allah Al Muqit dalam doa saat menginginkan kecukupan, insya Allah Dia akan memberikan kecukupan.

40. Al Hasib (الْحَسِيبُ) artinya Maha Membuat Perhitungan
Al Hasib menunjukkan bahwa Allah akan mencukupi segala kebutuhan hambaNya. Juga menunjukkan Allah akan menghitung amal perbuatan manusia.

Dalam Al Quran, nama Al Hasib antara lain ada dalam Surat An Nisa ayat 6 dan An Nisa ayat 86. Khasiat asmaul husna ke-40 ini, jika dibaca dan diamalkan, insya Allah akan diberi kecukupan perlindungan.

41. Al Jalil (الْجَلِيلُ) artinya Maha Mulia
Al Jalil menunjukkan Allah maha mulia dalam Dzat dan sifatNya. Sempurna dalam Dzat dan sifatNya.

42. Al Karim (الْكَرِيمُ) artinya Maha Pemurah
Al Karim artinya banyak memberi dan berbuat kebajikan tanpa diminta. Al Karim juga berarti memberi tanpa perhitungan, baik yang berhak maupun tidak berhak.

43. Ar Roqib (الرَّقِيبُ) artinya Maha Mengawasi

Ar Raqib artinya Allah maha mengawasi, tidak pernah lalai. Selalu ada dan tak pernah hilang. Selalu mengetahui tentang ciptaanNya.

44. Al Mujib (الْمُجِيبُ) artinya Maha Mengabulkan

Al Mujib artinya maha mengabulkan doa. Allah mengabulkan doa dan permohonan hambaNya. Tak ada doa yang diabaikanNya.

Menyebut doa dengan Ya Mujib atau Ya Mujibas sa’ilin insya Allah memudahkan terkabulnya doa dan permohonan.

45. Al Waasi’ (الْوَاسِعُ) artinya Maha Luas
Al Wasi’ artinya maha luas yang kekuasaaNya tidak berbatas. Demikian pula kekuatan, kemampuan, dan kerajaanNya tidak terbatas.

46. Al Hakim (الْحَكِيمُ) artinya Maha Bijaksana

Al Hakim artinya maha bijaksana, sangat tepat dalam mengukur dan sangat baik dalam mengatur. Allah bersih dari segala perbuatan yang tidak sesuai dengan keagungan dan kesempurnaanNya.

47. Al Wadud (الْوَدُودُ) artinya Maha Pencinta
Al Wadud berasal dari kata Al Wud yang artinya cinta. Al Wadud artinya Allah mencintai hambaNya yang taat dengan cara memberi mereka nikmat dan kasih sayang.

48. Al Majid (الْمَجِيدُ) artinya Maha Mulia

Al Majid berasal dari kata Al Majdu yang berarti kemuliaan yang sempurna, keluasan dan kemurahan. Al Majid artinya Allah sangat luas kemuliaan, ketinggian dan kedudukanNya.

49. Al Ba’its (الْبَاعِثُ) artinya Maha Membangkitkan
Al Ba’its berasal dari kata Al Ba’tsu yang berarti menggugah dan membangunkan, mengutus dan menghidupkan manusia setelah kematian. Al Baits artinya Allah membangkitkan manusia setelah mereka mati untuk dihisab dan diberi balasan di akhirat.

Al Baits juga berarti Allah membangkitkan semangat hambaNya. Sehingga mengamalkan dzikir al baits bisa membangkitkan semangat.

50. Asy Syahid (الشَّهِيدُ) artinya Maha Menyaksikan
Asy Syahid artinya Allah mengawasi hambaNya, melihat perbuatan mereka, mendengar segala yang diucapkan. Tidak ada yang tersembunyi dariNya.

51. Al Haq (الْحَقُّ) artinya Maha Benar
Al Haq artinya Allah maha benar, keberadaanNya tidak bisa diingkari, harus diakui. Al haq juga berarti Allah ada tanpa permulaan hingga selamanya.

52. Al Wakil (الْوَكِيلُ) artinya Maha Memelihara
Al Wakil artinya Allah maha memelihara. Dialah yang berkuasa sekehendakNya karena kesempurnaan ilmu dan kekuasaanNya.

53. Al Qowiy (الْقَوِىُّ) artinya Maha Kuat
Al Qowi artinya Allah maha kuat. Kekuatan dan kekuasaanNya sempurna sehingga tidak ada sesuatupun yang tidak bisa didapatkanNya.

54. Al Matin (الْمَتِينُ) artinya Maha Kokoh
Al Matin artinya Allah memiliki kekuatan yang besar, yang tidak akan melemah karena apa pun. Nama ini berasal dari kata al matanah yang artinya kuat, rapi, erat dan padatnya sesuatu. Seringkali Al Matin digandengkan dengan Al Qowi.

55. Al Waliy (الْوَلِىُّ) artinya Maha Melindungi
Al Waliy artinya Allah melakukan seluruh urusan makhluk dan menjamin menyelesaikan semuanya. Al Wali juga berarti Allah melindungi hamba-hambaNya yang taat.

56. Al Hamid (الْحَمِيدُ) artinya Maha Terpuji
Al Hamid artinya Allah berhak mendapatkan pujian dan pujaan karena memiliki Dzat yang sangat agung, sifat yang sempurna dan kekuasaan tiada tara.

57. Al Muhshi (الْمُحْصِى) artinya Maha Menghitung
Al Muhshi artinya Allah mengetahui segala sesuatu dengan segala gerak dan diamnya. Al Muhshi juga berarti Allah menghitung dan menulis perbuatan dan perkataan hambaNya.

58. Al Muhshi (الْمُحْصِى) artinya Maha Menghitung
Al Muhshi artinya Allah mengetahui segala sesuatu dengan segala gerak dan diamnya. Al Muhshi juga berarti Allah menghitung dan menulis perbuatan dan perkataan hambaNya.

59. Al Mubdi (الْمُبْدِئُ) artinya Maha Memulai
Al Mubdi artinya Allah maha memulai. Yakni memulai menciptakan makhluk dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.

60. Al Mu’id (الْمُعِيدُ) artinya Maha Mengembalikan Kehidupan

Al Muid artinya Allah maha mengembalikan kehidupan. Yakni menghidupkan kembali makhluk yang setelah mereka mati dan binasa.

61. Al Muhyi (الْمُحْيِى) artinya Maha Menghidupkan
Al Muhyi artinya Allah maha menghidupkan. Dia memberikan kehidupan kepada makhlukNya dengan meniupkan ruh.

62. Al Mumit (الْمُمِيتُ) artinya Maha Mematikan
Al Mumit artinya Allah maha mematikan. Dia membuat makhluk mati setelah hidup dengan mengambil ruhnya.

63. Al Hayyu (الْحَىُّ) artinya Maha Hidup
Al Hayyu artinya Allah maha hidup. Allah memiliki kehidupan abadi, tidak berpermulaan dan senantiasa abadi.

64. Al Qoyyum (الْقَيُّومُ) artinya Maha Mandiri
Al Qayyum artinya Allah maha mandiri. Yakni sangat besar kepengurusanNya kepada makhlukNya.

65. Al Wajid (الْوَاجِدُ) artinya Maha Penemu
Al Wajid artinya Allah maha mengetahui dan menemukan. Allah menemukan siapa saja yang dicariNya. Tidak ada sesuatupun yang bisa menghalang-halangi.

66. Al Maajid (الْمَاجِدُ) artinya Maha Mulia
Al Maajid artinya Allah memiliki kemuliaan dan keluasan yang sempurna. Nama ini mirip dengan Al Majiid.

67. Al Waahid (الْوَاحِدُ) artinya Maha Esa
Al Wahid artinya Allah maha esa. Hanya satu, tiada duanya dan tidak ada yang menyerupaiNya.

68. Ash Shomad (الصَّمَدُ) artinya Maha Dibutuhkan
As Somad artinya Allah maha dibutuhkan. Dia dituju ketika makhluk membutuhkan sesuatu. Segala sesuatu butuh kepadaNya sedangkan Dia tidak butuh sesuatu apa pun.

69. Al Qoodir (الْقَادِرُ) artinya Maha Berkuasa
Al Qadir artinya Allah maha berkuasa. Dia memiliki kekuasaan penuh, tiada yang bisa menandingi dan mengalahkanNya.

70. Al Muqtadir (الْمُقْتَدِرُ) artinya Maha Berkuasa
Al Muqtadir adalah bentuk lain dari Al Qadir. Asmaul Husna ke-70 ini menunjukkan bahwa kekuasaan Allah tidak berpermulaan dan tidak akan berakhir.

71. Al Muqaddim (الْمُقَدِّمُ) artinya Maha Mendahulukan
Al Muqaddim artinya Allah mendahulukan siapa pun yang dikehendakiNya. Sehingga segala sesuatu tepat di urutannya. Termasuk mendahulukan satu kejadian atau perbuatan dari yang lainnya.

72. Al Muakhir (الْمُؤَخِّرُ) artinya Maha Mengakhirkan
Al Muakhir artinya Allah mengakhirkan siapa pun yang dikehendakiNya. Sehingga segala sesuatu tepat di urutannya. Termasuk mengakhirkan satu kejadian atau perbuatan dari yang lainnya.

73. Al Awwal (الأَوَّلُ) artinya Maha Awal
Al Awwal artinya Allah maha awal. Dia ada tanpa didahului oleh sesuatu, tidak ada sesuatupun yang lebih dulu ada dariNya.

74. Al Akhir (الآخِرُ) artinya Maha Akhir
Al Akhir artinya Allah maha akhir. Dia kekal abadi selamanya, tidak ada akhirnya.

75. Adh Dhahir (الظَّاهِرُ) artinya Maha Nyata
Adh Dhahir artinya Allah maha nyata. Tanda kekuasaan dan kebesaranNya demikian nyata terpampang di alam semesta.

76. Al Bathin (الْبَاطِنُ) artinya Maha Ghaib
Al Bathin artinya Allah maha ghaib. Dia tersembunyi dari penglihatan makhlukNya, tidak ada penglihatan yang bisa mencapaiNya.

77. Al Waaliy (الْوَالِى) artinya Maha Memerintah
Al Wali artinya Allah memiliki segala sesuatu dan berkuasa atas mereka termasuk memerintahkan apa saja. Apa yang diperintahkanNya harus dilakukan dan hukumNya harus ditegakkan.

78. Al Muta’ali (الْمُتَعَالِى) artinya Maha Tinggi
Al Muta’ali artinya Maha Tinggi. Dia paling sempurna dalam ketinggian dan terbeas dari kekurangan.

79. Al Barr (الْبَرُّ) artinya Maha Penderma
Al Barr artinya Allah selalu sayang dan melimpahkan kebaikan kepada hambaNya. Tidak ada satu makhluk pun yang luput dari kebaikan Allah.

80. At Tawwab (التَّوَّابُ) artinya Maha Pemberi Taubat
At Tawwab artinya Allah maha pemberi taubat. Asmaul Husna ke-80 ini menunjukkan bahwa Allah selalu menerima taubat hambaNya dan memaafkan kesalahan mereka.

81. Al Muntaqim (الْمُنْتَقِمُ) artinya Maha Penyiksa
Al Muntaqim artinya Allah akan menyiksa orang-orang yang durhaka kepadaNya. Al Muntaqim juga menunjukkan bahwa Allah menyiksa orang-orang kafir yang memusuhi RasulNya.

82. Al Afuw (الْعَفُوُّ) artinya Maha Pemaaf
Al Afuw artinya Allah Maha Pemaaf. Dengan cara Dia menghapus catatan keburukan seorang hamba sehingga ia tidak dibalas dan disiksa.

83. Ar Rauf (الرَّءُوفُ) artinya Maha Pengasih
Ar Rauf artinya Allah Maha Pengasih. Allah sangat mengasihi hambaNya. Di dunia, ar Rauf mengasihi dengan memberi nikmat kepada seluruh ciptaanNya. Namun di akhirat, ar Rauf hanya mengasihi hambaNya yang beriman.

84. Malikal Mulki (مَالِكُ الْمُلْكِ) artinya Penguasa Alam Semesta

Malikal Mulki artinya Allah Penguasa alam semesta. KekuasaanNya meliputi langit dan bumi, sehingga seluruh kehendakNya akan terlaksana di alam semesta.

85. Dzul Jalali wal Ikram (ذُو الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ) artinya Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
Dzul Jalali wal Ikram artinya Allah Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. Dia sempurna dalam Dzat, sifat, dan perbuatanNya serta selalu memberikan nikmat kepada hambaNya.

86. Al Muqsith (الْمُقْسِطُ) artinya Maha Adil
Al Muqsith artinya Allah Maha Adil dalam menghakimi. Allah menolong hamba yang terzalimi hingga mendapatkan haknya kembali.

87. Al Jami’ (الْجَامِعُ) artinya Maha Mengumpulkan
Al Jamir artinya Allah Maha mengumpulkan. Yakni mengumpulkan seluruh hambaNya di akhirat nanti. Mulai Nabi Adam hingga manusia terakhir.

88. Al Ghani (الْغَنِىُّ) artinya Maha Berkecukupan
Al Ghani artinya Allah Maha Berkecukupan. Dia cukup dengan DzatNya sehingga tidak membutuhkan yang lain.

89. Al Mughni (الْمُغْنِى) artinya Maha Memberi Kekayaan
Al Mughni artinya Allah maha memberi kekayaan. Dia memberi kekayaan kepada siapapun yang dikehendakiNya dengan besaran tertentu sebagaimana dikehendakiNya.

90. Al Maani’ (الْمَانِعُ) artinya Maha Mencegah
Al Maani’ artinya Allah maha mencegah. Dia menahan dan mencegah bahaya dan musibah bagi orang-orang yang dikehendakiNya.

91. Adh Dharr (الضَّارُّ) artinya Maha Memberi Derita
Adh Dharr artinya Allah maha memberi derita bagi orang-orang yang durhaka kepadaNya. Penderitaan dan bahaya dari Allah tidak bisa dicegah oleh siapa pun.

92. An Nafi’ (النَّافِعُ) artinya Maha Memberi Manfaat
An Nafi’ artinya Allah maha memberi manfaat bagi orang-orang yang yang dikehendakiNya. Siapapun yang diberi manfaat oleh Allah, tidak ada satu mahkluk pun yang bisa menghalanginya.

93. An Nur (النُّورُ) artinya Maha Bercahaya
An Nur artinya Allah maha bercahaya. Dia terang dengan sendiriNya dan menerangi makhlukNya. An Nur juga berarti Dia yang menampakkan sesuatu yang dikehendakiNya.

94. Al Hadi (الْهَادِى) artinya Maha Memberi Petunjuk
Al Hadi artinya Allah memberi petunjuk ke dalam hati orang-orang yang beriman. Sehingga mereka yang dikehendakiNya mengetahui dan mengikuti kebenaran.

95. Al Badi’ (الْبَدِيعُ) artinya Maha Pencipta
Al Badi artinya Allah maha pencipta. Tidak ada sesuatupun yang bisa menyamai dan menandingiNya baik dalam Dzat,sifat maupun perbuatan.

96. Al Baqi (الْبَاقِى) artinya Maha Kekal
Al Baqi artinya Allah maha kekal. Dia tidak akan mati dan tidak akan binasa. Dia abadi selama-lamanya.

97. Al Warits (الْوَارِثُ) artinya Maha Pewaris
Al Warits artinya Allah maha pewaris. Yakni segala sesuatu adalah ciptaanNya dan akan kembali kepadaNya.

98. Ar Rasyid (الرَّشِيدُ) artinya Maha Menunjukkan
Ar Rasyid artinya Allah maha menunjukkan. Dia menunjukkan kepada hamba-hamba yang dikehendakiNya sehingga mereka beriman dan mengikuti petunjuk.

99. Ash Shabur (الصَّبُورُ) artinya Maha Sabar
Ash Shabur artinya Allah maha sabar. Dia tidak terpengaruh dengan terjadinya banyak kemaksiatan sehingga buru-buru menghukumnya. Allah justru menyimpan atau menahan hukumanNya untuk memberi kesempatan hambaNya bertaubat.

Demikian pembahasan 99 asmaul husna. Dilengkapi teks Arab dan latin disertai arti, dalil, keutamaan dan khasiat asmaul husna.
loading...