Friday, October 10, 2014

[Kisah Inspiratif Dari Perancis]: Mengapa Engkau Sekolahkan Anakmu Di sIni?

loading...
Di sebuah sudut kota Paris, terdapat sebuah masjid yang sederhana. Di mesjid itu juga terdapat sekolah Islam yang didirikan para komunitas muslim. Yang bersekolah di sana tentu saja mereka yang beragama Islam yang umumnya berasal dari kaum imigran.

Suatu ketika, ada seorang anak kecil datang ke masjid tersebut, dan ia langsung masuk ke sekolahnya. Dari bicara dan postur tubuhnya, ia adalah warga Prancis asli.

Anak itu langsung menjumpai Imam mesjid dan berkata:

"Ibuku mengantarkan ku ke sekolah anda ini, dan meminta supaya aku belajar di sini"

Imam masjid tersebut terperangah. Ia bertanya:

"Di mana ibumu? Dia harus hadir di sini untuk kejelasan identitas dirimu".

Anak kecil itu menjawab:

"Ibuku ada di jalan, dia tidak mungkin masuk ke sini, karena dia tidak beragama Islam".

"Oh, berarti kamu juga bukan seorang muslim. Baiklah...".

Imam mesjid segera keluar menemui ibu anak itu.

"Apa tidak salah anda mengantar anak anda bersekolah di sini?". Tanya imam masjid kepada ibu muda tersebut.

"Tidak.. saya sungguh-sungguh".

"Mengapa? Bukankah di sekolah pemerintah fasilitasnya lebih lengkap?".

Ibu tersebut menjawab:

"Memang iya... Tapi saya punya alasan tersendiri. Saya punya seorang tetangga seorang muslimah. Setiap kali ia melepas keberangkatan anaknya ke sekolah, anaknya selalu mencium tangannya. Keluarga itu kelihatan selalu bahagia". Ujar wanita tersebut penuh haru.

"Oh ya?".

"Tuan Imam, di negeri ini saya tidak melihat satupun orang Islam yang mencampakkan ibunya ke panti jompo. Saya sekarang datang untuk menyerahkan anak saya ini supaya anda didik, dengan harapan anak saya ini nanti mau memperlakukan diriku di hari tuaku sebagaimana kalian orang-orang muslim memperlakukan orang tua kalian". Sambungnya

Sang Imam masjid tersebut hanya terdiam. Seraya mendatangi anak kecil tersebut dan menyapanya dengan lembut.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih