Monday, October 6, 2014

Jadikan Kentang Sebagai Alat Kontrasepsi, Kentang Itu Malah Tumbuh di Dalam Tubuhnya

Hati-hati dalam memilih sarana kontrasepsi. Paramedis di Kolombia dikejutnya dengan penemuan kentang yang tumbuh dan bertunas dalam organ reproduksi seoarang wanita.

Cerita ini menjadi daftar panjang dari penemuan tumbuhan yang tumbuh dalam tubuh manusia.

Seperti dikutip Dailymail dari Colombia Reports, awalnya, seorang wanita 22 tahun datang ke rumah sakit dan mengadukan sakit yang teramat sangat pada bagian perutnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, para dokter merasa kaget dengan apa yang mereka temukan.

Para dokter saat menemukan kentang berkecambah dan tumbuh berakar dalam dirinya, seakan kentang itu tumbuh di media yang subur.

Wanita yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada dokter bahwa awalnya ia hendak menjadikan kentang itu sebagai alat kontrasepsi seperti pesan ibunya:

"Ibuku berpesan kepadaku mengatakan kepada saya bahwa jika saya tidak ingin hamil, saya harus memasukkan kentang ke dalam itu (kemaluan), dan saya percaya padanya."

Beberapa waktu setelah ia melakukan nasehat sang ibu, ia mulai merasakan sakti perut dan pergi ke rumah sakit. Ketika seorang perawat memeriksanya, ia menemukan akar dari kentang yang tumbuh.

Anehnya, setelah kentang itu dikeluarkan, dokter menegaskan tidak akan ada kerusakan permanen pada kesehatan wanita dari kota Honda tersebut.

Staf medis di rumah sakit kemudian mengkritik ibu wanita atas saran kontrasepsi mengerikan itu.

Kasus aneh ini dijadikan pengamat untuk menyoroti kurangnya pendidikan seks di kalangan muda, meskipun hal sudah itu menjadi pelajaran wajib di negara-negara Amerika Selatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Institut Kesejahteraan Keluarga Kolombia menemukan bahwa tingkat kesadaran kontrasepsi pada orang muda sangat rendah. Gadis-gadis muda sering dipaksa melakukan hubungan seks yang tidak aman.

Maria Eugenia Rosselli dari Departemen Pendidikan Kolombia  melaporkan mengatakan kurangnya 'pembicaraan tentang seks' di antara orang muda dan orang tua mereka telah menciptakan kekosongan informasi. Hal ini, pada gilirannya, telah menciptakan tingginya tingkat penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan. (Dailymail).
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih