Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Tuesday, July 23, 2019

Waspada: 12 Penyakit Dalam Berumah Tangga

1.KUTILAN:
KURANG TAHU ILMU PERNIKAHAN.

Rumah tangga akan sukses jika dipandu dengan ilmu agama. Ilmu agama suami istri yang mumpuni akan diberi kebaikan dalam rumah tangganya. Rasul bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين

Artinya: “Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam ilmu agama.”(HR. Bukhari)

2.KUTUAN:
KURANG TAHU ARAH DAN TUJUAN PERNIKAHAN.

Tujuan pernikahan Seperti dalam Surah Rum ayat 21,  adalah supaya kita bisa hidup damai penuh ketenangan, saling jaga, saling melengkapi saling membahagiakan.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu tenteram..(Ar-rum: 21)

3.KUSTA :
KURANG SABAR MERAIH CITA.

Naik tangga mesti dari tangga pertama dulu! Kebanyakan kita ingin langsung ingin langsung sampai ditangga puncak.

Tentu tidak mungkin! Maka sabarlah berproses dalam berumah tangga in syaa allah akan sampai pula ketangga puncak akhirnya. Allah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan: 200)

4.KUDIS:
KURANG URUS DUIT SELALU HABIS.

Manajamen keuangan yang tidak cakap, tidak bisa menentukan skala prioritas, tidak bisa menahan diri untuk belanja yang tidak penting dan mengabaikan kebutuhan yang pokok dan jangka panjang, biasanya karena sipat boros maka rumah tangga akhirnya akan oleng.

Maka cakap lah dalam mengelola uang,dan  tidak boros. In syaa allah kelarga akan damai dan mapan. Allah swt berfirman:

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

5. KANGKER:
KANTONG KERING

Karena boros, karena malas, karena tidak mau belajar untuk cerdas akhirnya kita miskin. Maka keadaan miskin akan banyak bisikan setan, banyak percekcokan, sering terjadi pertikaian dan lain sebagainya.

Maka banyaklah belajar, jangan boros dan  bekerja keraslah in syaa allah kita akan terbebas dari kemiskinan yang sangat menyesakan:
Rasulullah saw  bersabda:

 كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran”
( Imam al-Baihaqi dalam kitab “Syu’abul Iman” (no. 6612)

6. SEMBELIT:
SEDEKAH DAN MEMBERI SANGAT SULIT.

Jika seluruh anggota keluarga pelit maka rizki akan sulit.

Jikapun ada keluarga yang pelit tapi rizki terus melangit pasti itu istidraj. Pelit membuat semua urusan rumah tangga akan rumit.

Tapi jika dermawan semua urusan rumah tangga akan penuh kebaikan dankeberkahan.
Rosululloh  bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِاَ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيْلَهُ، حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil usaha yang baik -dan Alloh tidak akan menerima kecuali yang baik- maka Alloh akan menerima dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkan untuk pemiliknya (yang berinfak) sebagaimana salah seorang kalian mengembang biakkan anak kuda atau anak untanya, sampai harta itu menjadi sepenuh bukit”. (HR. Bukhori)

7. MERIANG:
“MENENGOK” ISTRI ATAU SUAMI JARANG

Salahsatu hak pasangan yang jadi kewajiban bagi pasangan lainnya yang mesti ditunai oleh masing-masing pasangan adalah kebutuhan badaniyah.
Maka jika hal ini diabaikan akan menjadi celah keretakan. Makanya Allah memerintahkan dalam Al-Qur’an:

فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُۚ

“..Apabila mereka (istri) telah bersuci (mandi besar) maka “datangilah” mereka itu (istri) di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu..” (QS Al-Baqarah: 222)

8.TIPES:
TIDAK PEDULI PERASAAN.

Tidak  saling pengertian dan tidak peduli perasan masing-masing  pasangan akan membuat pasangan saling menyakiti dan tersakiti.
Rasulullah Saw bersabda:

 خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي

“Orang terbaik diantara kamu adalah yang terbaik dalam hal memperlakukan keluarganya, dan aku adalah yang terbaik  dalam memperlakukan  keluarga.” (HR Ibnu Majah)

9.MALARIA:
MENCARI LAIN PRIA/MENCARI LAIN WANITA.

Penyakit berumah tangga lainnya adalah sifat bosan kepada pasangan. Baik bosan kepada fisiknya, sikapnya dan kebersamaannya.  Maka jika tidak bisa menundukan rasa bosan itu.

Akhirnya ada yg sampai berbuat selingkuh dg mencerai atau menggugat cerai. Yang sedang berfikir untuk cerai Takutlah sabda nabi saw:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاقًا فِيغَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة

Siapa saja wanita yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka diharamkan bau surga atas wanita tersebut.” (HR. Abu Dawud)

10. KURAP:
KURANG RAPIH.

Banyak istri dan suami tergoda kepada selain pasangannya gara-gara suami dan istri dirumah tidak memperhatikan kerapihan, kebersihan, kepantasan dan keindahan.

Maka perbaikilah penampilan kita dengan tampil didepan pasangan kita dg tampilan terbaik. Rosul bersabda:

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. Thabrani)

11. MUAL:
MENGABAIKAN URUSAN HALAL.

Jika suami/ istri sudah ngaji, sudah umrah, sudah haji dsb tapi masih tetap bermasalah dirumah tangganya.

Maka periksalah kehalalan rizki keluarganya, karena rizki haram pembawaannya panas. Rasul bersabda:

َ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحتٍ إلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَولَى بِهِ

"Tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram kecuali neraka lebih utama atasnya. [HR. Tirmidzi]

12. JERAWAT:
JARANG BERDOA LEWAT SHALAT.

 Jangan sepelekan doa supaya kebaikan berumah tangga. Karena doa adalah energi yg menghidupkan keluarga, doa adalah benteng yg melindungi keluarga, doa adalah embun yang akan menyejukan keluarga. Amalkanlah doa ma'tsur dari al-qur'an untuk kebaikan rumah tangga dibawah ini:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).

SEMOGA KITA DIJAUHKAN DARI 12 PENYAKIT RUMAH TANGGA DIATAS. DAN  SEMOGA ALLAH SWT ANUGERAHI KITA DENGAN KELUARGA SAKINAH.
 AAMIIN..
loading...

Friday, April 12, 2019

Manfaat Bunga Lawang Untuk Kesehatan .. Mujarab dan Luar Biasa

Bagi penggmar makanan hangat Sup, pasti sudah akrab sama yang namanya bunga lawang, ataupun juga penggeman masakan-masakan timur tengah dengan citarasa yang khas. Ya, bunga lawang memang kerap dipakai dalam masakan-masakan tersebut. Di Indonesia, biasanya rempah ini sering dipakai sebagai bumbu semur, ayam kecap, masakan Cina, hingga minuman hangat.



Bunga lawang atau Kembang Lawang atau disebut juga pekak adalah rempah yang memiliki rasa yang mirip dengan Adas manis. Rempah ini banyak digunakan di dalam masakan negara-negara Asia. Bunga lawang adalah salah satu bumbu tradisional masakan Cina yaitu ngo hiong yang terdiri dari lima jenis rempah. Nama Bunga Lawang dalam Bahasa Tionghoa adalah ba jiao atau bat gok yang memiliki arti "delapan tanduk", sesuai dengan bentuknya yang memiliki delapan kelopak. 

Bunga lawang memiliki bentuk seperti bintang dengan biji kecil di dalamnya. Selain bermanfaat untuk melezatkan masakan, bunga lawang ternyata kaya akan manfaat sehat, lho. Ini dia manfaat bunga lawang untuk kesehatan tubuh.

Memperlambat penuaan
Bunga lawang mengandung vitamin A, C, dan zat antioksidan. Mengonsumsinya bermanfaat untuk memperlambat penuaan dini serta membantu mengendalikan kadar gula darah.



Anti Oksidan
Bunga lawang mengandung minyak esensial linaool dan vitamin C yang merupakan sumber antioksidan. Antioksidan adalah senyawa alami yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan racun lingkungan seperti asap rokok dan polusi udara.

Radikal bebas yang ada di dalam tubuh mempercepat proses penuaan tubuh. Akibatnya, Anda berisiko terkena berbagai penyakit seperti jantung dan kanker hingga penuaan dini pada kulit. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chemico-Biological Interactions, menemukan fakta bahwa bunga lawang dapat bahkan dapat mengurangi perkembangan sel kanker.

Mengobati mual
Konsumsi bunga lawang atau adas akan membantu mengobati mual serta mengurangi kram perut.

Meningkatkan libido
Untuk meningkatkan gairah seksual yang menurun, hancurkan kembang lawang dan campur dengan air matang. Saring lalu minum beberapa jam sebelum berhubungan seksual.

Menyehatkan pencernaan
Minum air rebusan bunga lawang membantu dalam menghilangkan gas, kembung, sembelit, dan gangguan pencernaan lainnya.


Sembelit yang dibiarkan terlalu lama dapat berkembang menjadi wasir yang bisa menyebabkan buang air besar berdarah dan menyakitkan. Satu sendok makan ekstrak bunga lawang mengandung satu gram serat atau setara dengan 3-4 persen dari kebutuhan harian Anda, tergantung pada usia dan jenis kelamin.

Mengobati nyeri
Mengoleskan minyak esensial yang terbuat dari bunga lawang bermanfaat untuk mengobati nyeri sendi serta rematik.


Mengatasi gangguan tidur
Dikutip dari Mercola, bunga lawang juga banyak digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan tidur. Pasalnya, pengobatan tradisional menemukan fakta bahwa bunga lawang memiliki sifat penenang ringan yang membantu menenangkan saraf. Cobalah untuk mengonsumsi teh ekstrak bunga lawang setiap harinya. Jika gangguan tidur yang Anda miliki dapat teratasi, maka kualitas kesehatan fisik dan juga mental akan semakin membaik.

Anti jamur
Bunga lawang memiliki sifat anti jamur sehingga mengoleskan minyak dari bunga lawang juga bisa membantumu dalam mengobati infeksi jamur seperti kandida.

Menurut Korean Journal of Medical Mycology, esktrak tanaman yang satu ini memiliki sifat antijamur dan antibakteri alami. Bunga lawang mampu mengendalikan jenis jamur tertentu seperti Candida albicans.

Jamur yang satu ini menjadi penyebab infeksi yang paling umum. Biasanya Candida albicans dapat tumbuh tanpa terkendali dan menyebabkan penyakit kandidiasis. Selain itu, para ilmuwan di Taiwan juga menemukan ada empat senyawa antimikroba di dalam bunga lawang yang efektif mengatasi 70 strain bakteri yang resistan alias kebal terhadap obat.

Kesehatan Ibu Hamil
Selain dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, bunga lawang dapat membantu mengatasi berbagai penyakit selama kehamilan. Sehingga tanaman herbal yang satu ini aman dan baik dikonsumsi saat hamil.

Bahkan, ibu menyusui juga bisa mencoba bunga lawang untuk meningkatkan produksi ASI. Senyawa antehole pada bunga lawang juga menunjukkan sifat mirip hormon estrogen yang dapat mengatur fungsi hormon pada wanita.



Menyembuhkan sakit tenggorokan
Kamu sedang terkena sakit tenggorokan? Minumlah teh dari bunga lawang untuk menyembuhkan batuk dan sakit tenggorokan yang mengganggu.

Mengobati Flu dan Batuk


Manfaat bunga lawang yang mungkin tidak Anda duga ialah mengatasi flu dan juga batuk. Hal ini karena bunga lawang mengandung asam shikimat yang tinggi. Berdasarkan Journal of Medical Virology, kombinasi asam shikimat dan antioksidan quercetin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dengan begitu, tubuh mampu melindungi dirinya secara maksimal dari serangan penyakit terutama yang diakibatkan oleh virus. Selain itu, mengonsumsi secangkir teh ekstrak bunga lawang tiga kali sehari membantu menghilangkan batuk dan sakit tenggorokan.

Tanaman obat memang sudah tersedia di sekelilingmu. Salah satu contohnya adalah bunga lawang tersebut. Maka, jika penyakitmu tidak terlalu parah, obati dengan tanaman obat seperti contoh di atas.
loading...

Tuesday, February 26, 2019

Renungan Buat Para Suami: Istrimu Bahagia, Tidak?

Kali ini, kita akan berbagi kisah hikmah yang diceritakan oleh seorang ustadz motivator, semoga bermanfaat bagi kita semua.

***
Seorang suami (sebut saja namanya Budi) bertanya ke saya,

“Pak Ustadz, kenapa ya hutang saya ga lunas lunas?”

Menghadapi pertanyaan seperti ini, biasanya saya jawab dengan mengajaknya menggunakan ilmu “law of projection”, “disiplin kata” atau “garpu tala”. Tapi kali ini saya ingin gunakan jurus berbeda.

Saya tanya balik ke dia “Istri ente bahagia ga sama ente?”

Ditanya pertanyaan berbeda, dia merespon dengan membenarkan pertanyaannya.

“Gini pak Ustadz, ana tanya tentang hutang. Kenapa ya hutang ana ga lunas lunas?”

Sekali lagi saya tanya balik ke dia

“Iya... ana tanya ente dulu... istri ente bahagia ga sama ente?”

Lama dia terdiam. Lalu dia jawab:

“Kayaknya ga pak Ustadz”

Lalu saya bilang:

“Ya sudah... itu jawabannya... ente ga bakal bisa melunasi “hutang” ente kalau istri ente ga bahagia”

“Lho emang ada hubungannya pak Nas?” tanya dia.

“Ya pasti” jawab saya. Lalu saya jelaskan ilmu terumbu karang.

***

“Di mana Allah titip rezeki untuk manusia?” Ini adalah pertanyaan sederhana, namun banyak manusia tidak tahu jawabannya.

Sementara semua hewan tahu di mana letak rezekinya. Jerapah jika ditanya pasti menjawab di pucuk pohon. Monyet akan menjawab di pohon pisang. Ikan akan menjawab, rezekinya dititip di terumbu karang.

Uniknya, jawaban manusia berbeda-beda. Tidak seragam seperti jawaban hewan. Ada yang menjawab di kantor, di proyek, di bendahara, di mana-mana dan jawaban lain yang menunjukkan sebenarnya kita tidak tahu di mana letak rezeki kita.

Dengan kajian panjang, saya menyimpulkan bahwa rezeki Allah dititip di “Kemuliaan dan Kebahagiaan Orang Lain”.

Rezeki yang kita dapatkan sebenarnya bukan karena keahlian kita, bukan juga karena jam kerja yang kita curahkan. Tapi lebih karena kita pernah memuliakan dan membahagiakan orang lain. Lalu Allah berikan reward berupa rezeki yang tercurah akibat proses itu.

Jika jerapah menjaga pucuk pohonnya, monyet menjaga pohon pisangnya, maka ikan pun menjaga terumbu karangnya agar dapatkan rezeki.

Uniknya, manusia dengan mudah menyakiti perasaan manusia lain. Kenapa? Karena tidak tahu konsep “menjaga terumbu karang” ini. Begitulah yang terjadi pada Pak Budi. Dia fokus mencari nafkah di tempat kerja, tapi istri sendiri tidak dia bahagiakan.

***

Pak Budi menghela nafas. “Terus, apa yang harus saya lakukan pak Ustadz?”

“Ya sederhana sebenarnya, buat saja istri mulia dan bahagia, karena di sana letak rezeki bapak” jawab saya.

“Kita terlalu sibuk bekerja dan menjadi robot, lalu menganggap dengan aktivitas kita itulah kita mendapatkan rezeki dan mampu membayar hutang-hutang kita. Padahal kita sebenarnya juga bahagiakan orang-orang yang menjadi sebab rezeki kita.

Pimpinan, anak buah, klien, konsumen, kita jagaaaaaaaaa benar hatinya agar tidak tersinggung. Kenapa? Karena kalau tersinggung sedikit saja, mereka akan menghukum kita dengan berkurangnya bagian rezeki kita.

Pimpinan mungkin akan memecat kita, anak buah tidak akan semangat bekerja, klien dan konsumen akan lari, jika kita buat tersinggung.

Saat tiba di rumah... dengan mudahnya kita menyakiti hati istri kita. Kadang sebagai suami, kita menganggap istri harus membuat suami bahagia. Kita-lah raja dalam rumah tangga dan dengan semena-mena kita menuntut banyak hal pada istri kita. Kita pakai dalil-dalil agama untuk mengeksploitasi istri kita. Semuanya tentang kita dan ego kita sebagai suami.

Ujung dari itu semua, istri tidak bahagia. Seperti ikan, saat terumbu karangnya sudah musnah, manalah mungkin dia bisa dapatkan makanan. Saat istri -sebagai orang paling dekat dengan kita- tidak bahagia, manalah mungkin kita akan dapatkan rezeki”

Pak Budi menunduk lalu menatap saya dalam-dalam...

“Sebenarnya... ini adalah kontemplasi saya juga pak...” ujar saya.

“Oh, pak Ustadz pernah mengalami?” Tanya pak Budi.

“Ya... begitulah... dulu saya juga orang yang tidak peduli dengan kebahagiaan istri. Terlalu banyak aib jika saya ceritakan... Tapi, sejak saya dapatkan kesimpulan “menjaga terumbu karang” ini, saya balik semua logika saya dalam mencari rezeki.

Saya sudah tidak peduli lagi dengan usaha saya. Saya tidak peduli dengan seberapa banyak nafkah yang saya bisa berikan untuk istri saya. Karena sebenarnya itu hanya dampak dari sikap saya terhadap orang-orang yang paling berharga dalam kehidupan saya. Salah satunya, istri kita.

***

Suatu saat, ada seorang motivator bisnis dari Amerika. Sesi yang paling saya tunggu adalah pertanyaan tentang rahasia sukses. “Apa rahasia sukses bapak?” Tanya seorang penanya.

Saya sudah menunggu dan menduga jawabannya adalah tentang poin-poin manajemen, leadership, kedisipilan atau kerjasama tim.

Jawabannya sungguh tak terduga. Sambil memegang mesra tangan istrinya, sang motivator menjawab “Happy Wife, Happy Life

Sungguh bukan ini rahasia yang saya nantikan. Tapi dengan fasih, motivator itu menjawab dengan susunan logika yang menggugah perasaan saya, bahwa Kebahagiaan Istri lah yang akan membuat hidup seorang suami bahagia.

Ah... malu saya dengan diri saya sendiri. Banyak orang memanggil saya ustadz, tapi kenapa nilai-nilai ini malah dijiwai oleh motivator bisnis dari negara yang dalam citra saya sudah tidak lagi mensakralkan nilai keluarga.

Setelah itu, berhari-hari saya termenung, kalimat “happy wife, happy life” terngiang-ngiang dalam fikiran dan jiwa saya. Akhirnya dengan mantap, saya membuka hati, mau belajar dan menerapkan semboyan sang motivator untuk meniti kesuksesan saya.

***

Pak Budi masih di depan saya. Masih mencoba mencerna kalimat-kalimat yang keluar dari lisan saya. Pak Budi memang sedang konsultasi, tapi hakikatnya ini adalah pembicaraan dua lelaki yang saling berkaca.

Memang tidak mudah menurunkan ego kami sebagai suami. Tapi jika itu yang harus dibayar untuk kesuksesan, kenapa tidak? Sudah terlalu jauh kami berjalan memuaskan ego kami sendiri, dan akibatnya kami tak lagi menemukan bahagia.

***

“Tapi istri saya keras pak Ustadz, kadang marah-marah ga jelas, apa yang saya lakukan seperti ga bener semua di mata dia. Kalau sudah begitu, saya ya... kebawa marah” ujar pak Budi

“Ya biar saja lah Pak, kadang istri kita memang mesti melampiaskan amarahnya. Satu hal yang akhirnya saya fahami... sejak kita menikahi istri kita, dia punya quota marah yang ga habis-habis... kita harus siap memiliki hati yang luas menghadapinya.

Untuk hal ini, saya terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad Saw.

Suatu saat, Nabi Saw sedang menerima tamu. Sejurus kemudian, ada ketukan pintu dan memberikan semangkuk sup. “Dari mana sup ini?” tanya Nabi yang dijawab dari istri yang lainnya.

Jawaban itu didengar oleh Aisyah ra di dapur yang juga sedang menyiapkan makanan untuk Nabi yang mulia. Tak diduga, Aisyah keluar dan menghalau mangkuk sup itu dan terjatuh mengenai Nabi saw dan tamunya.

Jika kita menjadi Nabi saw, mungkin penyikapan kita akan marah, atau minimal memberikan pengertian kepada Aisyah ra tentang kesalahan perbuatannya.

Tapi, Dialah Nabi saw yang mulia. Dia hanya mengambil kain membasuh sup yang tumpah di baju beliau dan tamunya dan hanya mengatakan kepada tamunya “maafkan ibumu (ummul mu’minin)... dia sedang cemburu”

Penyikapan yang tepat yang lahir dari keinginan menjaga kebahagiaan istri. Ah... semoga kami mampu mencontoh Nabi kami yang mulia.

**

Kehidupan suami istri laksana lautan dalam yang tak pernah habis digali. Satu hal yang pasti, kita harus pertanggung jawabkan ijab-qobul yang sudah terlanjur terucap dan disaksikan oleh Allah.

Lalu kita terikat amat kuat dengan hukum Allah. “Itsnaani yu’ajjiluhumullahu fid dunya, al-baghyu wa huquuqul waalidayn” ada dua dosa yang dipercepat siksanya oleh Allah di dunia : berbuat sewenang-wenang (Al-baghyu) dan durhaka kepada kedua org tua.

Al-baghyu yang paling besar adalah kepada istri sendiri. Allah mensejajarkan, menyakiti istri sama dengan durhaka kepada orangtua.

Kami berdua menghela nafas... tidak mudah memang menjadi suami, dan kami harus terus belajar. Semoga dengan slogan baru : “Happy Wife, Happy Life”, kami bisa dapatkan kebahagiaan dan kesuksesan kami kembali.

Warning : “Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh suami dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa-paksa sama istri untuk membaca dan melakukannya ☺.



--
Sumber: Grup FB Ust. Nasrullah
loading...

Wednesday, November 14, 2018

8 Ucapan Ajaib Untuk Membentuk Karakter Anak

Berikut ini 8 ucapan atau kata-kata ajaib yang penting diajarkan kepada anak-anak sejak kecil. Ucapan ini akan membentuk karakter positif anak.

1. Salam
Ajarkan dan biasakan ucapan "Assalamu 'alaikum" kepada anak agar terbiasa dengan salam yang Islami. Tiap masuk rumah atau masuk kamar orangtua atau ketemu orang lain, ucapannya selalu salam. Ucapan ini membentuk jiwa penuh kedamaian pada diri anak.

2. Dzikir
Biasakan ucapan yang mengandung muatan dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu. Misalnya astaghfirullah, subhanallah, alhamdulillah, masyaallah, insyaallah, barakallah, dan lain sebagainya. Bukan ucapan: Astaga! Gila! Bego! Dzikir menciptakan karakter taqwa pada diri anak.

3. Tolong
Biasakan anak untuk mengucapkan kata ‘tolong’ setiap ia meminta bantuan kepada orang lain. Jika terbiasa dengan kata ini, akan tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong.

4. Terimakasih
Biasakan mengucapkan kata terimakasih untuk berbagai hal yang positif, sebagai apresiasi kepada orang lain yang telah memberikan pertolongan bagi dirinya. Anak yang tumbuh dengan menghargai orang lain akan menumbuhkan kebesaran jiwa.

5. Maaf
Ajarkan anak untuk mudah meminta maaf walaupun ia tidak melakukan kesalahan. Apalagi jika ia memang melakukan kesalahan. Anak yang terbiasa meminta maaf akan tumbuh sikap empati dan kasih sayang.

6. Iya / Siap / Baik
Ajarkan anak untuk mengucapkan kata "iya" atau "siap" sebagai respon dari nasihat atau perintah dari orangtua. Kadang saat ibu atau ayah meminta anak untuk melakukan sesuatu, ia hanya mengangguk atau bahkan diam saja. Ungkapan ini membentuk karakter peduli dan menghargai.

7. Izin/Permisi
Biasakan anak untuk meminta izin dalam berbagai kondisi. Misalnya minta izin untuk menggunakan benda yang bukan miliknya.
Hal ini membentuk karakter tertib.

8. Bisa
Ajarkan anak berpikir dan bersikap optimistik. "Aku bisa" adalah ungkapan optimistik.
Membuat anak tumbuh dengan percaya diri

loading...

Tuesday, October 23, 2018

[Artikel] Menikmati Kelelahan Dalam Kehidupan Perkawinan

Rutinitas hidup berumah tangga bisa menyebabkan rasa jenuh dan lelah.

Sebagaimana dalam semua kegiatan hidup lainnya, berumah tangga juga bisa mengalami rasa kelelahan. Suami dan istri merasa lelah, sehingga mudah menimbulkan sejumlah komplikasi dalam hidup mereka.

Semacam rasa bosan yang kadang menghinggapi orang yang setiap hari mengkonsumsi nasi, lalu ia pengen ada variasi dengan mengkonsumsi roti atau singkong. “Lelah makan nasi”, kira-kira begitu ungkapannya.

Ungkapan kelelahan biasa kami dengarkan di ruang konseling, sebagai ekspresi atas kekecewaan terhadap pasangan dan akumulasi masalah dalam waktu yang panjang.

Suami dan istri yang menghadapi konflik dan tidak mampu menyelesaikan, atau mengalami kekecewaan yang tidak bisa terobati; atau sengaja menumpuk konflik tanpa diselesaikan, berakibat menimbulkan tumpukan rasa berat dan tertekan pada perasaan.

Akumulasi perasaan tertekan dalam waktu lama inilah yang menimbulkan kelelahan.

1. Kembalikan pada motivasi ibadah

Jika menikah adalah ibadah, kelelahannya membawa berkah. Seperti saat naik haji dengan berbagai kegiatan yang berat, namun semua terasa nikmat.

2. Kembalikan kepada visi

Jika visi hidup berumah tangga adalah ingin menggapai surga, maka jalan menuju surga memang tidak mudah. Wajar jika terasa lelah. Namun akhirnya sangat indah.

3. Mudahkan, simpelkan, jangan dirumitkan

Hidup berumah tangga itu rumit, jika kita rumitkan. Hidup berumah tangga itu mudah, jika kita mudahkan. Hidup berumah tangga itu sumpel, jika kita simpelkan.

Maka biarlah jiwa kita bisa merasakan nikmatnya kelelahan dalam kehidupan pernikahan. Karena *lelah itupun indah. Selama di jalan Allah*.

***
Sumber: Tulisan Ust. Cahyadi T.
loading...

Friday, October 19, 2018

Suami Saya Susah Diajak Sholat, Apa Yang Harus Saya Lakukan?

Karena shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab saat hari kiamat, tidak diragukan lagi bahwa hidup bersama dengan seorang suami yang tidak shalat adalah sebuah petaka dimana kemungkaran yang tidak diperbolehkan secara syar'i.

Ada pertanyaan dari seorang ikhwati muslimah,  bagaimana menyikapi suami yang malas shalat, sementara istrinya wanita muslimah yang taat dan bagaimana kedudukan ana sebagai istri selama bertahun-tahun menunggu tetapi tidak ada perubahan.?

Tidak diragukan lagi bahwa hidup bersama dengan seorang suami yang tidak shalat adalah sebuah petaka dimana kemungkaran yang tidak diperbolehkan secara syari, apalagi anda telah bersabar selama ini dalam masa yang panjang. Shalat memang perkara berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. Shalat adalah hubungan langsung antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Shalat adalah amal yang pertama kali akan dihisab.

Shalat adalah timbangan yang dengannya kita bisa mengetahui agama dan kebaikan seseorang. Barangsiapa menjaganya, maka dia memiliki cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Dan barangsiapa tidak menjaganya maka dia tidak memiliki cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat, dan akan dikumpulkan bersama Fir’aun, Haman, Qorun dan Ubay ibn Khalaf.

Shalat adalah sebuah kewajiban yang tidak akan gugur dari seorang manusia selagi dia bernafas dan punya ingatan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada ‘Imran ibn Husain radhiallahu ‘anhu artinya:

“Shalatlah dalam keadaan berdiri, jika anda tidak mampu maka dengan duduk, jika tidak mampu maka dengan (berbaring) di atas lambung.” (Al-Bukhari, 1006)

Beberapa perkara yang dapat membantu memperbaiki suami yang malas shalat. Di antara hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menyandarkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Tunduk kepada-Nya demi hidayah kepada laki-laki tersebut, dan yang benar adalah kita berdo’a untuk seseorang di waktu malam, dan mendakwahinya di waktu siang, sesuai dengan kadar keikhlasan dan kejujuran kita, maka kebaikan dan pengabulan akan datang.

2. Mengambil jalan masuk yang baik menasihatinya

Menyampaikan kata-kata yang indah, memilih waktu-waktu yang sesuai, dan sebutkanlah kebaikan-kebaikan serta sifat-sifatnya yang baik. Dan berusahalah membantunya untuk mempersiapkan kepercayaan dirinya dengan mengatakan, misalnya:

“Anda alhamdulillah adalah seorang yang baik, anda bertanggung jawab, dan manusia menyebutmu dengan kebaikan, dan akan sangat bagus lagi kalau anda konsisten mengerjakan shalat lima waktu. Karena sesungguhnya aku senang melihat suamiku keluar seperti laki-laki lain bersama keluarganya menuju rumah-rumah Allah.”

3. Minta Bantu Kerabat yang Shalih

Mendorong orang-orang shalih dari mahrammu untuk menziarahinya dan mengajaknya shalat tanpa dia merasa bahwa hal tersebut adalah sebuah kesepakatan di antara kalian. Dan lebih memilih waktu-waktu shalat dalam ziarah hingga dia bisa pergi ke masjid bersama mereka.

4. Memberikan buku tentang shalat

Membelikan buku-buku kecil yang menjelaskan hukum orang yang meninggalkan shalat, serta hukuman orang yang meremehkan pelaksanaan shalat pada waktunya, dan meletakkan buku-buku kecil tersebut pada tempat yang biasa dia jangkau dengan tangannya.

5. Mengajak shalat dengan cara yang santun

Berambisi agar dia konsisten dalam mengerjakan shalat lima waktu untuk pertama kalinya, kemudian mendakwahinya agar mendirikannya dengan kekhusyu’annya, rukuknya dan tumakninahnya. Hal yang demikian tidak akan terjadi kecuali dengan rutin mengerjakan shalat. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuji orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya dengan berfirman artinya:

“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (QS Al-Mukminun: 9)

Dikarenakan rutin dan menjaga shalat akan menghantarkan kepada kekhusyukan, dan shalat tidak akan bermanfaat kecuali dengan khusyuk.

6. Mengajaknya ke Masjid

Jika rumah tidak jauh dari Masjid, ajaklah suami ke Masjid untuk shalat jama'ah.
Dengan adanya shalat berjama'ah hatinya akan tertarik untuk shalat.
Demikian pula ketika adzan sudah berkumandang,  ingatkan bahwa Allah SWT telah memanggil umatnya untuk shalat.

7. Menjelaskan bahayanya meninggalkan shalat tepat pada waktunya

Mush’ab ibn Sa’ad ibn Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu pernah berkata kepada bapaknya saat membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala artinya:

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,” (QS. Al-Ma’un: 5)

Dia berkata,

“Wahai bapakku, apakah mereka adalah orang-orang yang tidak shalat?” Maka berkatalah Sa’ad: “Tidak, seandainya mereka meninggalkan shalat, maka mereka telah kafir, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang mengakhirkan (menunda)nya dari waktunya.” (HR Al-Bazzar 1145, dan Thabarani dalam Al-Aushath 2276)

8. Memberikan warning

Menggunakan sarana-sarana dan senjata berpengaruh yang dimiliki oleh seorang wanita untuk memaksanya agar rutin mengerjakan shalat, seperti menolak makan bersamanya, duduk dengannya, serta menolak tidur di pembaringan, dan tidak ada larangan menyampaikan keinginan cerai jika dia tidak menjaga pelaksanaan shalat.

Perkara shalat ini bukan perkara kecil namun sangat penting, prihatin jika melihat suami dengan mudahnya melalaikan shalat.

Ini perkara surga dan neraka, dan ini perkara Allah tak sudi menolong kita dan anak-anak kita gegara selalu melalaikan shalat. Naudzubillahi mindzalik, semoga Allah memudahkan perjalanan hidup kita sampai ke jannahNya.
loading...

Thursday, October 18, 2018

[Kisah Inspiratif] Ikan Yang Takut Kehilangan Air

Alkisah pada suatu hari, seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya,

“Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini.

Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang bijak laksana. kepada ikan sepuh yang banyak pengalaman itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama,

“Dimanakah air?”

Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak,

“Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.
.
loading...

Monday, October 8, 2018

Biasakan Anak Ke Masjid... Dan Ketahui Hak-hak Anak Terkait Masjid

Tulisan kali ini mengajak kita semua untuk berbagi pengalaman , agar anak-anak punya hak untuk berada di dalam Masjid

Sudah bukan menjadi rahasia lagi, banyak orangtua yang beranggapan kalau anak-anak kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam masjid

Bahkan, anak-anak dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. bahkan ada masjid yang terang-terangan menulis larangan anak masuk masjid

Bahkan ada orang dewasa yang tak segan-segan menghardik atau mengancam mereka jika bermain dan bercanda. Akhirnya Masjid pun menjadi tempat menyeramkan dalam pandangan anak-anak.

Akibatnya, anak-anak pun mencari tempat alternatif hiburan. Mereka pun memilihi warung-warung playstation atau game online sebagai pelampiasan. Permainan menyenangkan. Penjaganya pun menyambut ramah.

Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yang menolak, sebab waktu kecil selalu 'dimusuhi' saat di masjid

Padahal, Sifat Allah yang Maha Rahman tak muncul dlm perilaku sebagian pengurus masjid yang galak dan suka bentak anak di masjid

Akhirnya anak-anak lebih mengenal Allah yang Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sbb mereka banyak dihukum dan  dimarahi jika bermain-main di masjid

Pun jika ada anak yang sungguh-sungguh ibadah. Ternyata banyak mereka yang tak layak ada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal ke. masjid

Padahal hak ada di shaff depan adalah yang datang duluan, bukan berdasarkan usia masjid

Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak-anak. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. anak-anak dianggap warga kelas dua di masjid

Masjid sebagai pusat display agama, seharusnya menjadi tmpt untuk mengajarkan hakikat islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan di masjid

Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar karena trauma di masa kecil akan tampilan islam khususnya di masjid

Masjid kalah bersaing dgn mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum dibanding di masjid

Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Lupa akan sunah yang lain yang diajarkan rasul : memuliakan anak-anak di masjid

Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dgn digendong seraya bermain di masjid

Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya di masjid

Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak-anak puas bermain di masjid

Kisah-kisah Rasul yang memuliakan anak di masjid mngkn jarang trdengar/sengaja dilupakan sbagian orang. Pdhl mrk mngaku pncinta rasul.

Alhamdulillah sebagian pengurus masjid yang melarang anak-anak, akhirnya ada juga yang tercerahkan meski awalnya marah-marah di masjid

Bahkan ada yang berinisiatif membuat ruang bermain bg anak-anak serta menyediakan pampers bagi anak-anak masjid

Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yang menjauhkan mereka dr agama. dan masjid

Jika  sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kapan harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima di masjid

Indahnya Jika  anak-anak saat waktu luang, izin ke ortunya untuk pergi ke mesjid. Berlama-lama di sana. Masjid pun ramai. Oleh kegiatan di masjid

Orang dewasa lain yang malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yang ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan  masjid

Jika  masjid ramai, maka tak ada lagi yang ribut dgn perang2 kelompok, begal dan kenakalan-kenakalan lain. Sebab mrk semua hatinya terpaut ke masjid

Jadi dari skarenag, mari buat masjid  sebagai tempat yang nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak-anak. Kelak mereka yang akan memakmurkan masjid

Mulailah sekarenag bikin iklan ke warnet-warnet dan game online, bahwa masjid skarenag punya tempat bermain. Niscaya warnet sepi dan semua ke masjid

Mudah-mudahan ada pengurus masjid  yang membaca tulisan ini dan memulai gerakan ajak anak ke masjid semoga terwujud

Sumber: WA
loading...

Friday, July 27, 2018

[Kisah] Saya Ingin Mempersembahkan Sesuatu Untuk Ayah Yang Selalu Sibuk...

Ada seorang anak berumur 10 tahun, namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yang kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, karena uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yang sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.

“Waduuuh saya sibuk mah, kamu aja deh yang datang.” begitu ucap si ayah kepada isterinya.

Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak-anak yang lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an. Father’s day adalah acara yang dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yang lain (terutama yang muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yang akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yang menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yang pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yang gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya...

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.

Dan pak Arief pun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah.”

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yang persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yang mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yang duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yang tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umar pun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umar pun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai."

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya.

Para hadirin yang muslim pun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar,

”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yang lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).

“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orangnya..”

Semua orang terkesiap dan tidak bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 tahun tsb…

Ditengah suasana hening tersebut ..tiba-tiba terdengar teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yang lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yang dengan ter-gopoh-gopoh langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

”Ampuun nak.. maafkan ayah yang selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tidak pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2.

Semua jama’ah pun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya...

Diantara jama’ah pun bahkan ada yang tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru. Entah apa yang ada dibenak jama’ah yang menangis itu. Mungkin ada yang merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya membaca Al Quran, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yang hanya tergeletak di rak buku atau dalam lemari!
loading...

Thursday, July 19, 2018

Nggak Usah Lebay... Menurut Penelitian, Pasangan Bahagia Justru Tidak Mengumbar Kemesraan di Medsos!

Di era digital modern sekarang ini, manusia seakan ketergantungan sama yang namanya media sosial (medsos). Bagaimana tidak, segala sesuatunya bisa dengan mudah terhubung via media sosial. Tiap individu bisa bebas membagi atau menyebar info tentang dirinya di akun medsos miliknya. Mulai dari soal kegiatan yang sedang dilakukan, curcol (curhat colongan), hingga hubungan asmara.

Tapi tahu nggak kalau pasangan yang bahagia itu justru yang nggak pernah pamer kemesraan di medsos? Mungkin memang situasi ini bisa berbeda pada tiap pasangan. Hanya saja ada sejumlah alasan kenapa pasangan yang berbahagia justru yang jarang atau nggak pernah pamer kemesraan di dunia maya.

Karena Bahagia Itu Dirasakan Bukan Dipamerkan

Kebahagiaan itu dirasakan bukan untuk dipamerkan. Saat kita bahagia bersama pasangan, maka waktu pun lebih tercurah di "dunia nyata" bukan malah sibuk di dunia maya. Keseharian kita lebih banyak dihabiskan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama. Sekalipun update di media sosial, mungkin hanya sebatas info-info umum dan bukan pamer kemesraan.

Perasaan Bahagia Itu Bersifat Pribadi

Pasangan yang benar-benar bahagia dalam hubungannya tak punya minat sama sekali untuk menunjukkan atau membuktikan diri mereka bahagia pada orang lain. Perasaan bahagia itu bersifat intim dan pribadi. Sehingga tak perlu lagi buang-buang waktu atau energi untuk pamer pada orang lain soal kehidupan pribadi tersebut.
Marriages are like fingerprints; each one is different and each one is beautiful.”
-Maggie Reyes

Paham Betul Kalau Tiap Orang Bisa Bahagia dengan Caranya Sendiri

Kebahagiaan sejati itu akan membuat kita lebih humble.Kita pun makin paham kalau tiap orang punya kebahagiaan dan bisa bahagia dengan caranya sendiri. Jadi sungguh tak ada gunanya kalau memamerkan kemesraan pada orang lain. Toh, apa yang bikin kita bahagia belum tentu bisa bikin orang lain bahagia.

Tak Ada yang Perlu Disombongkan dari Hidup Bahagia yang Kita Punya

Kita paham betul kalau setiap orang punya problema atau ujian hidupnya sendiri. Saat kita bahagia, siapa tahu ada orang lain yang sedang sedih. Ketika kita sudah menemukan belahan jiwa sementara yang lain masih sedih terpuruk dalam usaha mencari belahan jiwanya, tak perlulah menyombongkan situasi kita. Tak ada gunanya untuk membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain atau merasa lebih unggul dari lain.
Marriage is like watching the color of leaves in the fall; ever changing and more stunningly beautiful with each passing day.”
-Fawn Weaver

Ada pendapat yang menyebutkan bahwa justru orang-orang yang nggak suka pamer di media sosial itu sebenarnya memiliki hidup yang lebih bahagia. Kenapa? Karena mereka tak terlalu menyibukkan diri membandingkan diri mereka dengan orang lain. Dan yang lebih penting karena mereka menyadari kalau hidup yang sesungguhnya adalah hidup di dunia nyata, bukanlah di dunia maya.

Sebuah survey dari The Pew Research Center menunjukkan hasil yang bisa jadi bahan pertimbangan sebelum kamu pamer foto mesra di media sosial:
  • 18 persen pasangan usia 18 - 29 tahun mengaku pernah bertengkar karena pasangan mereka terlalu sering mengakses media sosial.
  • 71 persen pasangan menikah menggunakan media sosial.
  • 20 persen pasangan menikah mengaku bahwa internet membawa dampak negatif.
  • 8 persen pasangan menikah mengaku pernah bertengkar karena pasangan terlalu sering mengakses media sosial.
Nah, kalau menurut sobat bagaimana? Setuju nggak kalau kebahagiaan itu tak untuk dipamerkan? Atau mungkin sobat punya pendapat dan sudut pandang sendiri soal hal ini?

Dikutip dari: Vemale [https://www.vemale.com/keluarga/98106-pasangan-yang-bahagia-justru-nggak-suka-pamer-kemesraan-di-medsos.html]
loading...

Monday, June 25, 2018

Ekonomi Bust dan Ekonomi Boom: Tentang Income Dalam Keluarga

Dalam ekonomi versi keluarga, ada dua type keadaan ekonominya, Yaitu ekonomi bust, dan ekonomi boom.

Kalau dalam sebuah keluarga, sumber pemasukan hanya dari suami yang sebagai pegawai, hutang di warung banyak, rumah ngontrak, maka keluarga itu punya masalah atau di sebut “economic bust”.

Ditambah lagi mereka ngredit rumah belum lunas, dan pendapatan hanya bergantung pada pegawai kantoran tadi, nekat kredit mobil. Jebol sebentar lagi keluarga tersebut. Bakal terbukti kata-kata pepatah:
“jatuh cinta pakai perasaan, mempertahankannya pakai penghasilan” 
Hehehe ... Dan tidak lama lagi bubar itu perasaan, mau di kasih makan apa keluarganya, cinta perasaan doang ngak cukup.

Itu adalah contoh keluarga dengan ekonomi bust. Teori klasik dalam membangun ekonomi rumah tangga adalah menambah cash flow atau uang masuk.

Kalau suami bekerja misalnya. Kemudian istri berbisnis warung. Hal ini membuat 1 rumah tangga memiliki 2 macam pendapatan.

Lalu, sang suami yang karyawan tersebut setiap weekend mengajar bela diri silat. Sehingga menambah pendapatan suami menjadi 2 sumber income.

Kemudian dana terkumpul, dibelikan tanah untuk beternak ayam petelur. Dimana anak-anak bisa membantu setiap hari merawat dan beternak.

2 income suami, 1 dari istri. 1 lagi dari usaha ayam petelur. Dan asset tanah buat kandang ayam yang bisa naik terus pendapatannya.

Ini adalah sebuah rumah tangga dengan 5 macam pendapatan atau multiple streaming of income.

Kalau ditambah, rumah yang ditinggali ada kamar lebih di pakai juga buat penginapan. Kemudian dipasarkan melalui AirBnB, maka keluarga ini benar-benar memanfaatkan setiap jengkal lahannya. Setiap centi asetnya. Dan setiap sumber daya untuk bermanfaat at the fullest, mereka menjadi pemilik kemakmuran yang sustain.

Ketika rezeki mereka bertambah, mereka membeli lahan dan membangun kos-kosan. Bulanannya dan asset tanahnya membuat 2 pendapatan dari 1 aset.

Keluarga ini dalam keadaan multiple income, tidak bergabung pada satu keranjang. Mereka bisa terus investasi dan cepat atau lambat terus menuju kemakmuran.

Coba sekarang kita melihat diri kita pada saat ini. Kita coba meng-audit diri kita dan keluarga kita. Saya yakin setelah kita meng-audit singkat kita sudah bisa menentukan kita masuk kaum “bust” atau kaum “boom”.

Kita tidak perlu bahas berapa digit pemasukan kita, tidak di perlukan. Pastikan, jika dengan jujur anda mengatakan anda “ekonomi bust”, maka yakinlah bahwa anda bisa mengubahnya.

Terus belajar dengan mereka yang menurut anda dalam "ekonomi boom". Semoga rezeki anda dilimpahkan dan dilancarkan. # peace

Source: WA
loading...

Friday, June 22, 2018

Phubbing: Penyakit Sosial Yang Membahayakan!

Phubbing adalah istilah sibuk main hp dan mengabaikan orang dihadapan kita, itulah yang terjadi, pola anti-social. Stop phubbing kalau kita sedang berhadapan atau sedang dalam pertemuan. Ini kata baru dan sedang diadakan campaign anti phubbing.

Enam tahun silam, tepatnya pada bulan Mei 2012 para ahli bahasa, sosiolog, dan budayawan berkumpul di Sidney University. Hasil pertemuan tersebut melahirkan satu kata baru dalam tata bahasa Inggris.

Kata tersebut adalah phubbing. Yaitu sebuah tindakan seseorang yang sibuk sendiri dengan gadget di tangannya, sehingga ia tidak perhatian lagi kepada orang yang berada di dekatnya.

Karena sudah menjadi fenomena yang sangat umum, dunia sampai memerlukan sebuah kata khusus untuk penyebutannya. Kini kata phubbing secara resmi sudah dimasukkan dalam kamus bahasa Inggris di berbagai negara.

Sejauh penelusuran saya, bahasa Indonesia belum memiliki kata serapan dari phubbing ini. Padahal kita sendiri sering berbuat phubbing. Misalnya saat berbicara dengan petugas teller di bank, tangan kita sambil memainkan gadget.

Ketika menemani anak-anak mengerjakan tugas sekolah, setiap satu menit sekali kita melirik layar handphone kalau-kalau ada notifikasi yang masuk.

Pada momen makan berdua di restoran dengan istri, hape diletakkan sedekat mungkin di sisi kita dan mampu menyelak obrolan apapun ketika ada suara pesan dari medsos. Ya Rabb. Kita sudah menjadi phubber sejati.

Padahal Rasulullah sangat memperhatikan adab saat berbicara dengan orang lain. Dalam kitab Syamail Muhammadiyah, disebutkan Baginda Nabi selalu perhatian kepada lawan bicaranya. Bila ia tertawa maka Nabi ikut tertawa. Jika ia takjub terhadap apa yang sedang dibicarakan maka Nabi juga ikut takjub.

ولا يقطع على احد حديثه

"Dan Rasulullah tidak pernah memotong pembicaraan orang lain." (Hadist Riwayat Tirmidzi)

Bahkan saya pernah duduk di suatu masjid untuk shalat Jumat, dan pemuda di samping saya bermain medsos sepanjang khutbah! Ini namanya bukan lagi phubbing kepada orang lain, tetapi kepada Allah!

Karena sejatinya sejak langkah pertama kita masuk ke baitullah (masjid) maka kita sudah berhadapan kepada Allah. Sungguh mengherankan kalau ada orang niat mau shalat Jumat ke masjid kok bawa hape.

Saudaraku, mari kita benahi diri sendiri. Tidak berarti kita berhenti gunakan hape, tapi setidaknya kurangi phubbing sebisa mungkin. Hargai orang-orang di sekitar kita. Dan lebih penting lagi, kita teladani Rasulullah sebagai panutan kita.

Jangan sampai handphone yang kita beli dengan keringat hasil usaha sendiri ini, justru memisahkan kita dengan orang-orang yang kita sayangi. Bahkan memisahkan kita dengan Rasulullah. 
loading...

Wednesday, May 23, 2018

Air Pati Bawang: Resep Tradisional Obat Batuk Dari Amerika Selatan... Begini Cara Membuatnya

Batuk merupakan salah satu keluhan yang dilami banyak orang. Menurut wikipedia, batuk bukanlah suatu penyakit, melainkan merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.

Srangan batuk sangat menggangu aktifitas sehari-hari. Batuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk akut dan batuk kronis, keduanya dikelompokkan berdasarkan waktu.

Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari, serta dalam 1 episode. Bila batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut, disebut batuk kronis atau batuk kronis berulang.

Batuk kronis berulang yang sering menyerang anak-anak adalah karena asma, tuberkolosis (TB), dan pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari). Pertusis adalah batuk kronis yang disebabkan oleh kuman Bordetella pertussis.

Ada berbagai cara untuk menyembuhkan gejala batuk, baik secara tradisional maupun modern. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan bawang yang ada di rumah kita.

Pengobatan batuk dengan ramuan tradisiional ini sudah jamak dilakukan oleh masyarakat di Amerika Selatan, seperti di Parguay dan Republik Dominika.

Tak hanya batuk, ramuan ini juga ampuh untuk membasmi dahak dan membersihkan saluran pernafasan.

Bagaimana caranya?

1. Iris bawang kecil-kecil.
2. Masukkan ke dalam toples.
3. Tambahkan taburan gula ke dalam irisan bawang, lalu aduk. Kalau tidak ada gula, boleh juga diganti dengan madu.
4. Tutup toples rapat-rapat.
5. Simpan toples di dalam kulkas semalaman (kira-kira 12 jam).
6. Pada pagi hari, keluarkan toples. Buka, maka akan terlihat air saripati bawang di bagian bawah.
7. Ambil satu sendok air pati bawang tersebut, lalu diminum.

Untuk selengkapnya, simak cara pembuatannya seperti dalam video di bawah ini:


Credit video: DW Arabic
loading...

Wednesday, May 2, 2018

Mengajarkan Anak-Anak Berpuasa... Kapan, dan Bagaimana...?

Sejak kecil ketika anak kita sudah kuat berpuasa, maka sudah seharusnya didorong untuk menjalankan ibadah yang mulia tersebut. Jika sudah dilatih sejak dini, maka kelak ketika sudah baligh, ia akan mudah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dalam perkara shalat, Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan,

مُرُوا الصَّبِىَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا


“Perintahkan anak ketika ia sudah menginjak usia tujuh tahun untuk shalat. Jika ia sudah menginjak usia sepuluh tahun, maka pukullah ia (jika enggan shalat).” (HR. Abu Daud no. 494. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Sedangkan mengenai perintah mengajak anak-anak untuk berpuasa dapat dilihat dari riwayat berikut.

Umar radhiyallahu anhu berkata kepada seseorang yang mabuk-mabukkan di bulan Ramadhan, “Celaka engkau, perhatikanlah puasa anak-anak kita.” Lantas beliau memukulnya karena ia dalam keadaan mabuk. (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab Shahihnya)

Imam Al Bukhari membawakan pula dalam kitab Shahihnya Bab “Puasanya anak kecil“. Lantas beliau membawakan hadits dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz. Ia berkata,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang pada pagi hari di hari Asyura (10 Muharram) ke salah satu perkampungan Anshor, lantas beliau berkata,

مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ  وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ


Barangsiapa yang tidak berpuasa di pagi hari, maka hendaklah ia menyempurnakan sisa hari ini dengan berpuasa. Barangsiapa yang berpuasa di pagi harinya, hendaklah ia tetap berpuasa.”

Ar Rubayyi’ berkata,

Kami berpuasa setelah itu. Dan kami mengajak anak-anak kami untuk berpuasa. Kami membuatkan pada mereka mainan dari bulu. Jika saat puasa mereka ingin makan, maka kami berikan pada mereka mainan tersebut. Akhirnya mereka terus terhibur sehingga mereka menjalankan puasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960).
Hadits ini menunjukkan bahwa hendaklah anak-anak dididik puasa sejak mereka kuat. Jika mereka ‘merengek’ ingin berbuka padahal belum waktunya, maka hiburlah mereka dengan mainan sehingga mereka terbuai. Akhirnya mereka nantinya bisa menjalankan puasa hingga waktu Maghrib.
Ibnu Battol rahimahullah berkata,

“Para ulama sepakat bahwa ibadah dan berbagai kewajiban tidaklah wajib kecuali jika seseorang sudah baligh. Namun mayoritas ulama menganjurkan agar anak dilatih berpuasa dan melakukan ibadah supaya nantinya mereka tidak meninggalkannya, dan terbiasa serta mudah melakukannya ketika sudah wajib nantinya.” (Syarh Al Bukhari, 7/125, Asy Syamilah)

Ibnul Mundzir rahimahullah sebagaimana dinukil oleh Ibnu Battol menyatakan, “Para ulama berselisih pendapat kapan waktu anak diperintahkan untuk berpuasa.

Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin, ‘Auroh, ‘Atho’, Az Zuhri, Qotadah dan Imam Asy Syafi’i menyatakan bahwa anak diperintahkan puasa ketika telah mampu.

Al Awza’i menyatakan bahwa jika jika anak telah mampu berpuasa tiga hari berturut-turut dan tidak lemas, maka ia sudah dibebani menjalankan ibadah puasa. …

Ishaq berkata bahwa jika  anak telah menginjak usia 12 tahun, maka ia sudah dibebani menjalankan ibadah puasa agar terbiasa.

Ibnu Al Majusyun berkata, “Jika anak telah mampu puasa, maka ia telah wajib puasa. JIka ia tidak puasa tanpa udzur dan bukan karena sakit, maka ia tetap wajib mengganti (mengqodho’) puasanya.

Sedangkan Asy-hab berkata, “Disunnahkan bagi anak-anak untuk berpuasa ketika ia telah mampu.” (Syarh Al Bukhari, 7/125, Asy Syamilah)

Bagusnya adalah ketika telah mampu, anak hendaklah sudah diperintahkan untuk berpuasa. Ketika ia sudah baligh dengan tanda telah haidh bagi wanita, tumbuh bulu kemaluan atau telah mimpi basah, maka ia sudah wajib untuk berpuasa.

Semoga Allah menganugerahkan pada kita anak-anak yang sholeh yang giat untuk beribadah dan berakhlak mulia.

Wallahu waliyyut taufiq.
loading...

Friday, April 27, 2018

Ukhti Muslimah, Bagaimanakah Sikapmu Terhadap Suamimu?

Alkisah, Ada seorang wanita bertanya kepada seorang Syaikh,

"Wahai Syaikh, dulu sebelum menikah, saya adalah seorang wanita yang banyak berpuasa, shalat malam, saya dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika membaca Al Qur'an. Tapi sekarang setelah  menikah, saya tidak lagi merasakan nikmatnya ketaatan."

Syaikh lalu bertanya,

"Baiklah... bagaimana perhatianmu kepada suamimu?!"

Dengan heran, wanita itupun berkata,

"Wahai Syaikh, aku bertanya kepadamu tentang Al Qur'an, puasa, shalat, dan manisnya ketaatan, tapi mengapa anda bertanya tentang suamiku?"

Syaikh menjawab,

"Betul wahai saudariku, mengapa sebagian istri tidak dapat merasakan manisnya iman, ketaatan, dan tidak dapat merasakan pengaruh dari ibadahnya?"

(Ini jawabannya), Rasulullah -Shallallahu Alaihi wa Sallam- bersabda,

"Seorang istri tidak akan dapat merasakan manisnya iman sampai ia menunaikan kewajibannya terhadap suaminya."

(Shahih At Targhib 1939).

Apa kewajiban seorang istri?

Istri Sa'id bin Al Musayyib -Rahimahumullah- mengatakan,
"Kami berbicara dengan suami kami sama seperti kalian berbicara dengan raja kalian."
(Hilyatul Auliya' 5/168).
Mengapa seperti itu?

Karena di dalam hati mereka, suami punya kedudukan dan wibawa yang tinggi.

Rasulullah -Shallallahu Alaihi wa Sallam- pernah bertanya kepada seorang wanita,

"Apakah kamu sudah menikah?"

Wanita itu menjawab, "iya." Lalu Nabi -Shallallahu Alaihi wa Sallam- bertanya kepadanya, " bagaimana sikapmu kepada suamimu?"

Wanita itu menjawab, "saya tidak pernah lalai untuk mentaatinya."

Lalu Nabi -Shallallahu Alaihi wa Sallam- bersabda,

"Lihatlah bagaimana sikapmu kepadanya, sejatinya suamimu itu adalah (sebab) bagi surga atau neraka untukmu."

(Shahih At Targhib 1933).

Allah Ta'ala berfirman,

ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ 

"Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka)."

-Surat An-Nisa', Ayat 34).

Abdullah bin Abbas -Radhiyallahu Anhu- berkata,

"Makna Qaanitaat yaitu para istri yang taat kepada suami mereka."

Dan Allah Ta'ala tidak mengatakan, "Thai'aat" (istri yang taat)!! (Tapi Allah gunakan kata Qaanitaat) yang berarti sangat patuh dengan kepatuhan yang sempurna!!

Kemudian, bagaimana seorang istri tahu bahwa ia adalah istri yang shalehah dan taat?

Jawabannya,

Suami akan senang bila memandangnya

Jika ia diperintah, ia taati

Jika ia berjanji dan bersumpah, ia penuhi

Jika suami sedang tidak ada, ia menjaga kehormatan dirinya dan hartanya.

Jika ia tidak melihat suaminya, ia tahu apa yang membuatnya marah lalu ia berhenti melakukannya..

Ia tidak berani melakukan hal-hal yang tidak disukainya,

Tidak pula mengurangi atau menambah apa yang diinginkan suaminya.

Rasulullah -Shallallahu Alaihi wa Sallam- bersabda,

"Maukah kamu aku beritahu (ciri-ciri) istri-istri kalian di surga nanti? (Mereka adalah) para istri yang penyayang kepada suaminya lagi subur (akan keturunan), jika suaminya marah atau ia berbuat salah kepada suaminya, iapun mendatanginya dan berkata, "wahai suamiku, aku tidak bisa tidur nyenyak sampai engkau memaafkanku." (Shahih At Targhib 1941).

Istri yang shalihah akan selalu ingat sabda nabinya -Shallallahu Alaihi wa Sallam-

"Allah tidak akan melihat kepada seorang wanita yang tidak pandai berterima kasih kepada kebaikan suaminya."

Seorang istri yang shalihah tiada pernah lenyap dari benaknya sabda nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

"Kalau seandainya dibolehkan untuk memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, maka akan aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya."

Karena syarat diterimanya amalan seorang istri adalah bila suaminya ridha kepadanya.

Rasulullah -Shallallahu Alaihi wa Sallam- bersabda,

"Seorang istri tidak akan dapat menunaikan hak Allah Azza wa Jalla hingga ia bisa menunaikan semua hak suaminya."

(Shahih At Targhib 1934).

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam juga memperingatkan para istri dalam sabdanya,

"Ada dua golongan manusia yang shalatnya tidak sampai ke kepalanya, seorang budak yang durhaka kepada majikannya sampai ia kembali (taat) dan seorang istri yang durhaka kepada perintah suaminya sampai ia kembali (taat dan meminta maaf)."

(Shahih At Targhib 1948).
loading...

Tuesday, April 24, 2018

Tips Merawat Kacamata Supaya Awet dan Mata Tetap Sehat

Buat pembaca yang berkacamata, kali ini kita akan berbagi beberapa tips bagaimana caranya merawat kacamata yang benar, supaya kacamata tetap awet.

Ohya, banyak orang yang punya kacamata mengeluhkan kacamata mereka cepat rusak, miring, tidak seimbang, karatan, lensa kabur dan sebagainya. Hal ini tentu saja menggangu penglihatan.

Lalu bagaimana cara merawat kacamata? Berikut tipsnya:

1. Gunakan kedua tangan ketika memasang dan membuka kacamata
Kalau Anda terbiasa memakai atau melepas kacamata dengan satu tangan, ada baiknya hentikan kebiasaan ini. Karena jika Anda melakukan hal tersebut, bentuk tangkai kacamata akan berubah, sehingga bisa mengganggu kenyamanan Anda dalam memakainya. Risikonya? Anda harus menyetel ulang.

Pastikan juga Anda tidak melakukan penyetelan ulang sendiri, karena akan berisiko tinggi merusak kacamata Anda.

2. Bersihkan secara rutin
Pastikan membersihkan kacamata secara rutin setiap kali Anda memakainya. Jangan gunakan tisu yang bisa merusak lensa. Gunakanlah kain khusus untuk kacamata, yaitu microfiber.

Jangan lupa juga gunakan pembersih khusus lensa kacamata. Jika tidak ada, bersihkan kacamata Anda dengan sabun dan dibilas dengan air yang mengalir.

Hindari membersihkan lensa kacamata dalam keadaan kering, agar tidak menggores lensa dan jangan menekannya terlalu keras.

Pembersihan kacamata secara rutin bisa menghindari penumpukan kotoran berupa minyak atau keringat di sekitar lensa kacamata. Minyak atau keringat tersebut ternyata mampu merusak lapisan lensa dan menimbulkan korosi di frame kacamata yang terbuat dari metal.
Jika Anda punya waktu, bersihkan kacamata di optik tepercaya, setidaknya seminggu sekali.

3. Hindari meletakkan di atas kepala
Gaya sih boleh, tapi ingat, kebiasaan ini bisa merusak kacamata. Anda termasuk wanita yang sering melakukan ini? Well, mulai sekarang hindari juga kebiasaan ini.

Meletakkan kacamata di atas kepala seperti mengenakan bando malah akan membuat banyak gesekan pada lensa kacamata. Kebiasaan tersebut juga sama buruknya jika Anda memilih menyangkutkan gagang kacamata di saku kemeja, karena hal itu bisa merusak lensa kacamata.

Pastikan untuk melindungi kacamata dari semprotan minyak wangi, hairspray dan bahan kimia lain.

4. Simpan kacamata dengan rapi
Ketika Anda tidak menggunakan kacamata, pastikan jangan menaruhnya di sembarang tempat. Simpan kacamata dengan rapi di kotak kacamata yang disediakan oleh optik. Selain bisa menghindarkan kacamata dari debu dan kotoran, menyimpan kacamata di dalam kotak khusus bisa melindungi lensa kacamata dari goresan.

5. Jauhkan kacamata dari suhu panas
Cara merawat kacamata minus selanjutnya adalah menempatkan kacamata disuhu ruangan. Jangan sekali kali menyimpan kacamata baik didapur maupun tempat panas lainnya karena lensa bisa mudah retak.

6. Lakukan kontrol ke optik
Selanjutnya, lakukan kontrol secara rutin minimal 2-3 bulan sekali ke optik untuk mengetahui masalah yang ada pada kacamata kamu sekaligus melakukan servis. Kamu juga harus mengetahui cara menggunakan kacamata yang benar itu bagaimana supaya kacamata tidak mudah bengkok ataupun patah langsung melalui penjaga optiknya.

Hubungi dokter spesialis mata jika pengelihatan berubah meskipun sudah menggunakan kacamata
Tips tambahan seputar cara merawat kacamata minus adalah segera mendatangi dokter mata khusus supaya kamu tahu apa penyebab keadaan mata kamu berubah. Karena seiring pertambahan waktu minus bisa bertambah ataupun mungkin bisa berkurang sehingga kamu harus mengganti lensa kacamata secara berkala.
loading...

Friday, April 20, 2018

Kisah Seorang Dokter Tentang Bakti Seorang Anak...

Kisah ini terjadi di salah satu rumah sakit di Timur Tengah. Tentang pengalaman seorang dokter dengan seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Kisah ini menjadi viral di media sosial, admin share di sini untuk kita ambil pelajarannya dalam kehidupan.

Sang dokter bercerita:

****

Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usia ke ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit. Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun.

Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya.
.
Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tak sesuai dengan pertanyaan yang saya ajukan (gak nyambung).

Pemuda itu menjawab : “Dia ibu saya Dok, dan memiliki keterbelakangan mental sejak saya lahir.."

Keingintahuan saya mendorong saya untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya..?”

Ia menjawab : “Saya, Dok.."

Saya bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya..?”

Ia menjawab : “Saya suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai. .... Saya yang melipat dan menyusun bajunya di lemari....  Saya masukkan pakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya.."

Saya bertanya : "Mengapa Anda tak mencarikan untuknya pembantu..?”

Ia menjawab : "Karena ibu saya tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, saya khawatir pembantu tak memperhatikannya dengan baik dan tak dapat memahaminya, sementara saya sangat paham dengan ibu saya..”

Saya terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar.
.
Saya pun bertanya : "Apakah Anda sudah beristeri..?”

Ia menjawab : “Alhamdulillah, saya sudah beristeri dan punya beberapa anak..”

Saya berkomentar : “Kalau begitu berarti isteri Anda juga ikut merawat ibu Anda..?”

Ia menjawab : “Isteri saya membantu semampunya, dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibu saya..

Saya telah mendatangkan pembantu untuk isteri saya agar dapat membantu pekerjaannya.. Akan tetapi saya berusaha selalu untuk makan bersama ibu saya supaya dapat mengontrol kadar gulanya.."

Saya bertanya : “Memangnya ibu Anda juga terkena penyakit gula..?"

Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya.."

Saya semakin takjub dengan pemuda ini dan saya berusaha menahan air mata.

Saya mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan saya dapati kukunya pendek dan bersih.

Saya bertanya lagi : “Siapa yang memotong kukunya..?”

Ia menjawab : “Saya Dokter, ibu saya tak dapat melakukan apa-apa.."

Tiba-tiba sang Ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang..?”

Ia menjawab : “Tenanglah Ibu, sebentar kita akan pergi ke kedai..”
.
Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang.. sekarang..!”

Pemuda itu menoleh kepada saya dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaan saya melihat ibu saya gembira lebih besar dari kebahagiaan saya melihat anak-anak saya gembira..”

سبحان الله العظيم

Saya sangat tersentuh dengan kata-katanya.. dan saya pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.

Lalu saya bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara..?”

Ia menjawab : “Saya putranya semata wayang, karena ayah saya menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka..”

Saya bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah..?”

Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawat saya dan ibu saya.. Nenek telah meninggal.. semoga Allah SWT merahmatinya, saat saya berusia 10 tahun..”

Saya bertanya : “Apakah ibu Anda merawat Anda saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda..? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda..?”
.
Ia menjawab : “Dokter, sejak saya lahir ibu sudah tak mengerti apa-apa.. kasihan dia.. dan saya sudah merawatnya sejak usia saya 10 tahun..”

Saya pun menuliskan resep serta menjelaskannya..

Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Mari kita ke kedai..”

Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja..!”
Saya heran mendengar ucapan ibu tersebut..

Maka saya bertanya padanya : “Mengapa ibu ingin pergi ke Makkah..?”

Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat..!”

Saya pun bertanya pada putranya : “Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah..?”

Ia menjawab : “Tentu.. saya akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini..”
.
Saya katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi ibu Anda.. lalu mengapa Anda membawanya ke Makkah..?”

Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yang ia rasakan saat saya membawanya ke Makkah akan membuat pahala saya lebih besar daripada saya pergi umrah tanpa membawanya.."

Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktek saya..

Saya pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruangan saya dengan alasan saya ingin istirahat..

Padahal sebenarnya saya tak tahan lagi menahan tangis haru..

Saya pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku.... Saya berkata dalam diri saya sendiri : “Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tak pernah menjadi ibu sepenuhnya..

Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu..
Ibunya tak pernah merawatnya..
Tak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang..
Tak pernah menyuapinya ketika masih kecil..
Tak pernah begadang malam..
Tak pernah mengajarinya..
Tak pernah sedih karenanya..
Tak pernah menangis untuknya..
Tak pernah tertawa melihat kelucuannya..
Tak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya.
.
Tak pernah.. dan tak pernah..!
Walaupun demikian.. pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu.."
Apakah kita akan berbakti pada ibu-ibu kita yang kondisinya sehat..? Seperti bakti pemuda itu pada ibunya yang memiliki keterbelakangan mental..??
.
Ya Allah..
Ampuni kami, maafkan kesalahan dan kekhilafan kami yang telah meninggalkan bakti kami kepada orang tua kami terutama kepada ibu yang telah mengandung, merawat dan membelai kami.
.
Dialah yang memandikan kami dan memakaikan baju. Tapi di saat kami sudah dewasa, kami tak pernah ingat lagi dengan jasa beliau..

رب اغفر لي و لوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا

Selamat merenung.
Semoga bermanfaat.
loading...

Thursday, March 1, 2018

Luar Biasa! Manfaat Bersepeda Untuk Kesehatan dan Kehidupan.. Tapi Ingat Juga Efek Samping Bersepeda

Menurut sejarahnya, sepeda (atau disebut juga kereta angin) pertama kali diperkenalkan di Eropa sekitar akhir abad ke 19, setelah itu mulai menyebar hingga ke Amerika Serikat dan kini hampir ke seluruh dunia. Latihan ini dikenal sebagai salah satu bentuk olahraga yang murah dan bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

Saat ini bersepeda bisa jadi merupakan olahraga yang tengah diminati oleh masyarakat, hampir setiap hari bisa melihat orang bersepeda. Sebenarnya apa saja manfaat dan efek samping bersepeda bagi kesehatan?

Untuk itu ketahui beberapa manfat dan juga mudarat dari bersepeda bagi kesehatan, seperti dikutip dari Livestrong dan 24hrfitness.co.uk, Kamis (24/2/2011):

Manfaat sepeda:

1. Sepeda membantu membentuk tubuh dan memberikan energi. Saat bersepeda gerakan yang dilakukan turut membentuk, menguatkan serta mengencangkan paha, otot betis dan daerah panggul. Selain itu lemak di daerah ini akan berkurang dan diganti oleh otot.

2. Turut membantu mengurangi selulit di paha, serta mengurangi stres di daerah lutut dan pergelangan kaki dibanding dengan kegiatan lain seperti berjalan atau latihan aerobik.

3. Sepeda membantu melancarkan sirkulasi darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke semua otot seluruh tubuh.

4. Bersepeda diyakini bisa meningkatkan perlindungan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti diabetes karena membantu menurunkan berat badan serta menghindari tekanan darah tinggi.

5. Sepeda bisa membantu mengurangi kadar stres, hal ini karena umumnya orang melakukan sepeda sambil santai dan menghitup udara segar.

6. Sepeda baik untuk kesehatan kardio (jantung), olahraga sepeda bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung sehingga mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner.

7. Mempertahankan Daya Tahan Tubuh. Mengingat bersepeda adalah olahraga, jika Anda lakukan secara rutin jelas akan membuat sehat. Tubuh yang sehat, maka akan memuat saya tahan tubuh selalu terjaga.

8. Menyehatkan Organ Jantung . Mengayuh sepeda perlu tenaga. Detak jantung akan berirama ketika Anda mengayuhnya. Jarak dekat dan jauh, maka irama detak jantung akan berbeda. Ketika Anda bersepeda jarak jauh, maka akan membuat jantung Anda lebih sehat.

9. Mengencangkan Otot. Bersepeda akan membuat otot-otot tubuh Anda menjadi lebih kencang. Sebab semua bagian tubuh Anda mau tidak mau harus digerakkan. Walaupun kaki untuk mengayuh, namun tangan, punggung, dan bagian tubuh yang lain akan terpicu untuk ikut bergerak.

10. Mengatur Pernapasan
Anda tentu akan terengah-engah ketika mengayuh sepeda dalam waktu lama dan jarak berkilo-kilo meter. Namun itu akan menyehatkan pernapasan Anda. Anda akan lebih dapat tertaur dalam bernapas. Sebelum olahraga ada baiknya melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudahnya. Manfaat pemanasan dan pendinginan ini sangat penting untuk mengatur ritme saat berolahraga.

11. Memperkuat Kerangka Tubuh
Mungkin orang mengira jika bersepeda, maka posisi tubuh sedikit membungkuk. Jangan berpikir itu akan membuat tubuh menjadi bungkuk. Sebaliknya, kerangka tubuh Anda akan semakin kuat dan tegak dengan bersepeda setiap hari.

12. Pilihan Diet Sehat
Memilih cara bersepeda untuk menjalankan diet, maka tubuh Anda jelas akan memperoleh manfaat kesehatan. Anda tidak perlu menyiksa tubuh untuk menghindari konsumsi makanan tertentu. Asal pola makan Anda terjaga, maka itu sudah cukup dengan Anda bersepeda.

13. Bersepeda Untuk Kesehatan
Tidak Mudah Terserang Penyakit
Dengan Anda bersepeda, maka tubuh akan sehat. Terjaganya daya tahan tubuh, maka penyakit akan susah tumbuh di tubuh Anda.

14. Mengurangi Tingkat Stress
Jika Anda terserang stress ringan, cobalah untuk bersepeda. Dijamin sstress Anda akan berkurang. Sebab ketika Anda bersepeda, maka Anda akan menyaksikan banyak pemandangan yang berbeda. Sehingga dapat melupakan dengan segera penat yang melanda Anda.

15. Menghalau Keluhan Sakit Pada Punggung
Masih muda, maka sehatkan tubuh dengan cara yang benar yaitu, bersepeda. Dijamin jika Anda sering mengeluhkan sakit pada punggung, asalkan Anda rutin bersepeda, maka keluhan itu tidak akan Anda rasakan kembali.

16. Membuat Pikiran Lebih Tenang
Dengan bersepeda, pikiran Anda akan dapat tenang. Sebab dengan mengayuh sepeda, ada irama keteraturan yang Anda lakukan. Kegiatan fisik tersebut dapat berpengaruh dalam pikiran Anda. Sehingga jika Anda merasa pikiran tidak kunjung tenang, bersepedalah.

17. Mampu Mengontrol Suplai Oksigen Tubuh
Bersepeda, maka napas Anda akan terengah-engah. Aliran oksigen akan banyak terkuras karena energi yang besar Anda gunakan. Namun dengan begitu, tubuh Anda mampu menontrol suplai dari oksigen tubuh. Tidak perlu khawatir oksigen tubuh Anda berkurang.

18. Pencegah Penyakit Kanker
Kanker tergolong sebagai penyakit yang cepat menjalar ke seluruh tubuh. Kanker juga termasuk penyakit yang berkembang dalam waktu jangka panjang. Agar Anda tidak terjangkit penyakit kanker, maka lakukan olahraga sepeda. Kemungkinan jikalau ada sel yang memicu penyakit kanker, ketika tubuh Anda selalu dalam keadaan sehat, maka sel yang awalnya akan menjadi kanker dapat dicegah pertumbuhannya.

19. Menambah Banyak Teman
Dengan sepeda, anda bisa bersosialisasi. Dengan Anda hobi bersepeda, maka Anda tentu akan tertarik mengikuti sepeda santai. Dari situ Anda akan bertemu dengan banyak orang baru. Dan siapa sangka Anda akan diajak bergabung atau tertarik untuk bergabung ke klub sepeda. Bersepeda pun dapat menambah sosialiasi di antara banyak orang yang hobi bersepeda.

20. Pencegah Penyakit Obesitas
Jika Anda tidak ingin mengidap penyakit obesitas, maka rasakan manfaat dari bersepeda. Obesitas dapat dicegah dengan Anda bersepeda.

21. Hemat Dari Segi Finansial
Tentu Anda kerap mendengar Bike To Work. Dengan Anda mau dan mengikuti anjuran tersebut, maka dapat lebih menghemat pengeluaran Anda. Secara finansial, itu akan sangat dirasakan. Jika selama dua hari Anda harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli bensin, maka uang bensin tersebut dapat Anda tabung.

22. Menyeimbangkan Sistem Metabolisme
Jangan sampai Anda mengalami gangguan metabolisme. Sehatkan dan tetap jaga sistem metabolisme dengan rajin bersepeda.

23. Mampu Mengatasi Kemacetan
Jika Anda tinggal di ibukota, maka kemacetan setiap hari menyapa. Dengan bersepeda, maka Anda tidak lagi pusing di jalan. Karena sepeda dapat menempuh jalan-jalan sempit dengan lebih cepat. Dan jika ada orang yang melihat Anda bersepeda ke kantor, maka akan menjadi pemicu orang lain untuk mengikuti cara Anda menggunakan sepeda dalam mengatasi kemacetan.

24. Menyeimbangkan Koordinasi Tubuh
Orang yang bersepeda, maka perhatiannya harus benar-benar fokus. Tubuh harus mampu dikoordinasikan dengan baik. Dengan kebiasan bersepeda, maka koordinasi tubuh Anda akan dapat diseimbangkan.

25. Pembakar Kalori Dalam Tubuh
Bagi Anda yang khawatir tubuh penuh lemak, maka lakukan bersepeda. Dengan bersepeda, maka ada gerakan. Dari banyak energi yang Anda lakukan akan mampu melakukan pembakaran kalori. Sehingga tidak ada kelebihan lemak di dalam tubuh.

26. Banyak Pengalaman Menarik
Siapa sangka dengan Anda mau bersepeda untuk ke kantor, maka Anda akan menemukan banyak pengalaman. Bukan sekadar pengalaman namun dikatakan sebagai pengalaman yang menarik. Sebab jalanan yang ditempuh menggunakan sepeda itu terbilang bebas. Jika ingin memilih jalan yan sepi, maka akan banyak pengalaman yang Anda lihat dengan menyusuri gang kecil menuju kantor Anda.

27. Kendaraan Yang Dapat Menghemat Waktu
Bagi yang belum terbiasa bersepeda, tentu untuk menempuh jarak seratus kilometer saja terasa lambat. Namun jika sudah terbiasa dan mampu mengatur kayuhan, maka akan cepat. Ketika Anda sedang terburu-buru menuju ke sebuah tempat dan mendapati jalanan macet, maka tdak perlu khawatir jika dengan sepeda. Waktu Anda jauh akan lebih cepat dari yang diduga.

28. Mendukung Gerakan Go Green
Dengan Anda mau bersepeda, maka Anda mendukung gerakan Go Green. Anda ikut menyelamatkan bumi yang sudah semakin panas. Walaupun baru sedikit yang melakukan gerakan Go Green, namun jika Anda konsisten melakukannya, maka ada orang lain yang terinspirasi dari Anda.

29. Kendaraan Yang Ramah Lingkungan
Jika bersepeda, Anda tidak perlu mengisi bahan bakar seperti bensin. Ketika dikayuh pun tidak akan ada asap kendaraan yang keluar. Sehingga lingkungan pun akan menajdi lebih bersih. Memilih bersepeda membuat lingkungan menuai manfaat. Karena sepeda adalah kendaraan ramah lingkungan.

30. Mudah Dalam Perawatan
Sepeda jarang sekali mengalami kerusakan. Dalam hal perawatan, sepeda termasuk mudah. Asalkan Anda setiap hari mengeceknya, maka sepeda akan baik-baik saja. Selama Anda gunakan untuk bersepeda, maka sepeda akan baik-baik saja. Namun paling tidak sebulan sekali harus Anda service.

31. Alat Transportasi Yang Ekonomis
Dengan membeli sepeda, maka manfaat yang akan Anda peroleh adalah ekonomis. Anda tetap dapat pergi kemana saja dengan sepeda. Membelinya pun berada di harga yang ekonomis.

32. Mudah Untuk Digunakan
Siapapun dapat belajar menggunakan sepeda. Sebagai kendaraan roda dua yang ringan, sepeda sangat mudah untuk dipelajari. Sehingga siapapun akan dapat menggunakan sepeda kemana saja.

33. Dapat Di Tempatkan Di Mana Saja
Walaupun parkir sepeda masih sangat jarang, namun di kota besar sudah mulai terdapat parkir untuk sepeda. Jika Anda mengunjungi tempat yang tidak terdapat parkir sepeda ketika bersepeda, maka tempatkan di pinggir dinding atau tempat yang memungkinkan sepeda berada dan mudah dalam pengawaan. Begitu juga ketika parkiran sedang macet, jika Anda bersepeda menuju tempat tersebut akan tetap dapat menemukan tempat untuk parkir sepeda Anda.

34. Olahraga Yang Murah Meriah
Melakukan olahraga sepeda, maka Anda telah memilih olahraga yang murah meriah. Anda cukup menggunakan sepeda dan gratis untuk memilih rute sepeda olahraga Anda.

35. Sepanjang Usia Bebas Bersepeda
Jika usia Anda saat ini dikatakan lanjut usia namun ingin bersepeda, maka bukan masalah. Anda tidak akan dilarang untuk bersepeda. Tidak ada kata usia di dalam bersepeda.

36. Olahraga Yang Fleksibel
Manfaat lain dari bersepeda adalah bebas dilakukan kapanpun. Anda bebas memilih waktu untuk bersepeda. Sehingga dapat dikatakan bahwa bersepeda sebagai olahraga yang dilakukan dengan fleksibel.

Jadi intinya, manfaat bersepeda itu sangat besar dan sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia, untuk itu rutin lah bersepeda untuk mendapatkan kesehatan yang optimal.

Tapi ingat juga, segala sesuatu itu harus seimbang. Dan bersepeda jika dilakukan berlebihan juga menimbulkan efek samping. Apa saja itu?

Efek samping sepeda

1. Sepeda tidak dianjurkan bagi orang yeng memiliki masalah dengan sendi dan juga nyeri rematik.

2. Bersepeda diketahui bisa mempengaruhi kualitas dari sperma laki-laki, berdasarkan penelitian diketahui bersepeda lebih dari 5 jam dalam satu minggu bisa membuat 31-40 persen laki-laki memiliki jumlah sperma di bawah normal.

3. Gerakan berulang yang dilakukan saat bersepeda bisa menyebabkan masalah pada lutut, hal ini terjadi jika ada peningkatan dalam intensitas, jarak yang terlalu cepat penggunaan sadel yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

4. Jika suka menggunakan sepeda gunung maka cenderung berisiko mengalami masalah atau cedera tulang punggung, karena penggunaan sepeda gunung umumnya dilakukan dengan kecepatan tinggi dan jalur yang ekstrim.

5. Ada kemungkinan mengalami kesemutan penis akibat adanya iritasi pada batang penis karena menggunakan sadel yang terlalu lama dan disertai dengan suhu panas di sekitar penis saat mengayuh sepeda. (dukutip daro detik health)

Untuk mendapatkan manfaat yang baik dari olahraga bersepeda, para pegowes sebaiknya melengkapi dirinya dengan alat pelindung seperti helm dan juga masker, serta menghindari daerah-daerah yang ramai kendaraan bermotor untuk mengurangi paparan polusi.

loading...