Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Friday, June 29, 2018

[Kisah] Khalifah Harun Al-Rasyid dan Secawan Air... Inspirasi Agar Kita Senantia Mensyukuri Nikmat Allah...

Khalifah Harun Ar Rasyid terkenal dengan kebijakan dan kerendahan hatinya. Ia tidak hanya adil terhadap kawan, tapi juga bijak kepada lawan. Dalam berbagai urusan pemerintahan dan kemasyarakatan, ia selalu bertanya kepada ahlinya. Selain dekat dengan bawahannya, ia juga akrab dengan ulama. Tak jarang ia minta nasehat kepada mereka. Bukan sebagai pemimpin negara, melainkan sebagai murid.

Pada suatu hari ia bertanya pada salah seorang ulama yang sudah diangkatnya menjadi penasehat, "Wahai guru, sudah banyak saran yang saya terima, telah banyak peringatan yang saya dengar. Namun saya belum dapat sedikit pun nasehat dari anda. Rasanya, saya belum puas kalau belum diberi nasehat," ujar Harun Ar Rasyid.

Sang ulama diam sejenak. Sambil tersenyum ia berkata, "Bolehkah saya minta dua cawan air putih. Secawan untuk Tuan dan secawan lagi buat saya."

Dengan sedikit keheranan Harun Ar Arasyid mengabulkan permintaan sang ulama. Begitu minuman tersebut tersedia di meja, Harun Ar Rasyid diperkenankan untuk meminumnya. Namun, sebelum cawan berisi air segar itu singgah di bibir khalifah, ulama tersebut tiba-tiba mencegahnya seraya berkata, "Maaf Amirul Mukminin, seandainya Tuan berada di sebuah padang pasir yang gersang, sinar matahari memancar dengan terik, persediaan air Tuan tidak ada lagi, dan diperkirakan tak lama lagi Tuan akan mati kehausan, tiba-tiba datang seseorang menawarkan secawan air, apakah Tuan akan menerimanya?"

"Ya, saya akan menerimanya. Dalam keadaan seperti itu, separuh kerajaan pun akan saya berikan untuk menebus secawan air yang diberikannya kepadaku."

"Tuan memang jujur," ujar sang ulama. Lalu ia mengajak Harun Ar Rasyid menghabiskan air di dalam cawan masing-masing.

"Kini air sudah Tuan minum hingga tak tersisa. Namun, masih ada kesulitan yang Tuan alami. Seandainya air tersebut tidak bisa dikeluarkan dari tubuh Tuan sampai berhari-hari, berapa tuan mau bayar supaya air tersebut bisa dikeluarkan?" tanya sang ulama lagi.

Khalifah Harun Ar Rasyid diam sejenak, "Berapa pun saya akan bayar," ujarnya mantap. "Walaupun Tuan untuk membayar separuh kerajaan milik Tuan yang tersisa?" tanya sang ulama.

Tanpa berpikir lama, Harun Ar Rasyid menjawab, "Ya. Saya akan membayar walaupun dengan separuh kerajaan sekalipun."

Mendengar jawaban sang khalifah, sang ulama menggunakan kesempatan tersebut untuk memberikan nasehatnya.

"Wahai Amirul Mukminin, ternyata harga kerajaan Tuan sangat tidak berarti disisi Alloh. Seluruh kerajaaan yang Tuan banggakan, harganya tak lebih dari secawan air belaka. Separuhnya untuk menebus kehausan Tuan, dan separuhnya lagi untuk membayar agar Tuan bisa mengeluarkan air itu dari tubuh Tuan. Begitulah nilai kerajaan Tuan dibanding kekuasaan Alloh. Dan, inilah nasehat saya." 
loading...

Wednesday, June 27, 2018

Tahukah Kamu Ranjang Termahal di Dunia?

Tahukah kamu bahwa Ranjang "Termahal" di dunia adalah "RANJANG Rumah Sakit"? Kenapa mahal? Ya, karena kamu tidak bisa membelinya, tapi hanya boleh saya "Sewa Harian" dengan Harga yang kadang tidak sanggup kamu bayar.

Baiklah, dengarkan tutur Mr. Steve Jobs, bos Apple yang punya kekayaan 67 Triliun, ingat kata-kata terakhir beliau sebelum meninggal:

"Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobiku tak banyak. Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan kehidupanku, kekayaan, nama,dan kedudukan, semuanya itu tidak ada artinya lagi.
Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku.
Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya untuk digunakan dirinya saja itu sudah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas itu bagaikan monster yang mengerikan.
Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah — itu hanya ilusi saja.
Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yang bisa memberiku kekuatan dan terang.
Ranjang apa yang termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.
Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya.
Kita berjalan di jalan kehidupan ini. Dengan jalannya waktu, suatu saat akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentas pun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir.
Yang patut kita hargai dan sayangi adalah hubungan kasih antar keluarga, cinta akan suami-istri dan juga kasih persahabatan antar-teman."

Sahabat...
Hargailah  SETIAP DETIK  DALAM KEHIDUPAN KITA, ISI HIDUP KITA DENGAN PERKARA PERKARA YANG TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG

Semoga bermanfaat......
Utk Keluarga Kita Semua.... 🙏🙏🙏
loading...

Monday, June 25, 2018

Ekonomi Bust dan Ekonomi Boom: Tentang Income Dalam Keluarga

Dalam ekonomi versi keluarga, ada dua type keadaan ekonominya, Yaitu ekonomi bust, dan ekonomi boom.

Kalau dalam sebuah keluarga, sumber pemasukan hanya dari suami yang sebagai pegawai, hutang di warung banyak, rumah ngontrak, maka keluarga itu punya masalah atau di sebut “economic bust”.

Ditambah lagi mereka ngredit rumah belum lunas, dan pendapatan hanya bergantung pada pegawai kantoran tadi, nekat kredit mobil. Jebol sebentar lagi keluarga tersebut. Bakal terbukti kata-kata pepatah:
“jatuh cinta pakai perasaan, mempertahankannya pakai penghasilan” 
Hehehe ... Dan tidak lama lagi bubar itu perasaan, mau di kasih makan apa keluarganya, cinta perasaan doang ngak cukup.

Itu adalah contoh keluarga dengan ekonomi bust. Teori klasik dalam membangun ekonomi rumah tangga adalah menambah cash flow atau uang masuk.

Kalau suami bekerja misalnya. Kemudian istri berbisnis warung. Hal ini membuat 1 rumah tangga memiliki 2 macam pendapatan.

Lalu, sang suami yang karyawan tersebut setiap weekend mengajar bela diri silat. Sehingga menambah pendapatan suami menjadi 2 sumber income.

Kemudian dana terkumpul, dibelikan tanah untuk beternak ayam petelur. Dimana anak-anak bisa membantu setiap hari merawat dan beternak.

2 income suami, 1 dari istri. 1 lagi dari usaha ayam petelur. Dan asset tanah buat kandang ayam yang bisa naik terus pendapatannya.

Ini adalah sebuah rumah tangga dengan 5 macam pendapatan atau multiple streaming of income.

Kalau ditambah, rumah yang ditinggali ada kamar lebih di pakai juga buat penginapan. Kemudian dipasarkan melalui AirBnB, maka keluarga ini benar-benar memanfaatkan setiap jengkal lahannya. Setiap centi asetnya. Dan setiap sumber daya untuk bermanfaat at the fullest, mereka menjadi pemilik kemakmuran yang sustain.

Ketika rezeki mereka bertambah, mereka membeli lahan dan membangun kos-kosan. Bulanannya dan asset tanahnya membuat 2 pendapatan dari 1 aset.

Keluarga ini dalam keadaan multiple income, tidak bergabung pada satu keranjang. Mereka bisa terus investasi dan cepat atau lambat terus menuju kemakmuran.

Coba sekarang kita melihat diri kita pada saat ini. Kita coba meng-audit diri kita dan keluarga kita. Saya yakin setelah kita meng-audit singkat kita sudah bisa menentukan kita masuk kaum “bust” atau kaum “boom”.

Kita tidak perlu bahas berapa digit pemasukan kita, tidak di perlukan. Pastikan, jika dengan jujur anda mengatakan anda “ekonomi bust”, maka yakinlah bahwa anda bisa mengubahnya.

Terus belajar dengan mereka yang menurut anda dalam "ekonomi boom". Semoga rezeki anda dilimpahkan dan dilancarkan. # peace

Source: WA
loading...

Friday, June 22, 2018

Phubbing: Penyakit Sosial Yang Membahayakan!

Phubbing adalah istilah sibuk main hp dan mengabaikan orang dihadapan kita, itulah yang terjadi, pola anti-social. Stop phubbing kalau kita sedang berhadapan atau sedang dalam pertemuan. Ini kata baru dan sedang diadakan campaign anti phubbing.

Enam tahun silam, tepatnya pada bulan Mei 2012 para ahli bahasa, sosiolog, dan budayawan berkumpul di Sidney University. Hasil pertemuan tersebut melahirkan satu kata baru dalam tata bahasa Inggris.

Kata tersebut adalah phubbing. Yaitu sebuah tindakan seseorang yang sibuk sendiri dengan gadget di tangannya, sehingga ia tidak perhatian lagi kepada orang yang berada di dekatnya.

Karena sudah menjadi fenomena yang sangat umum, dunia sampai memerlukan sebuah kata khusus untuk penyebutannya. Kini kata phubbing secara resmi sudah dimasukkan dalam kamus bahasa Inggris di berbagai negara.

Sejauh penelusuran saya, bahasa Indonesia belum memiliki kata serapan dari phubbing ini. Padahal kita sendiri sering berbuat phubbing. Misalnya saat berbicara dengan petugas teller di bank, tangan kita sambil memainkan gadget.

Ketika menemani anak-anak mengerjakan tugas sekolah, setiap satu menit sekali kita melirik layar handphone kalau-kalau ada notifikasi yang masuk.

Pada momen makan berdua di restoran dengan istri, hape diletakkan sedekat mungkin di sisi kita dan mampu menyelak obrolan apapun ketika ada suara pesan dari medsos. Ya Rabb. Kita sudah menjadi phubber sejati.

Padahal Rasulullah sangat memperhatikan adab saat berbicara dengan orang lain. Dalam kitab Syamail Muhammadiyah, disebutkan Baginda Nabi selalu perhatian kepada lawan bicaranya. Bila ia tertawa maka Nabi ikut tertawa. Jika ia takjub terhadap apa yang sedang dibicarakan maka Nabi juga ikut takjub.

ولا يقطع على احد حديثه

"Dan Rasulullah tidak pernah memotong pembicaraan orang lain." (Hadist Riwayat Tirmidzi)

Bahkan saya pernah duduk di suatu masjid untuk shalat Jumat, dan pemuda di samping saya bermain medsos sepanjang khutbah! Ini namanya bukan lagi phubbing kepada orang lain, tetapi kepada Allah!

Karena sejatinya sejak langkah pertama kita masuk ke baitullah (masjid) maka kita sudah berhadapan kepada Allah. Sungguh mengherankan kalau ada orang niat mau shalat Jumat ke masjid kok bawa hape.

Saudaraku, mari kita benahi diri sendiri. Tidak berarti kita berhenti gunakan hape, tapi setidaknya kurangi phubbing sebisa mungkin. Hargai orang-orang di sekitar kita. Dan lebih penting lagi, kita teladani Rasulullah sebagai panutan kita.

Jangan sampai handphone yang kita beli dengan keringat hasil usaha sendiri ini, justru memisahkan kita dengan orang-orang yang kita sayangi. Bahkan memisahkan kita dengan Rasulullah. 
loading...

Friday, June 8, 2018

[Serpihan Sejarah] Pengkhianatan Seorang Menteri dan Runtuhnya Kebesaran Abbasiyah

Alkisah, awalnya Hulagu Khan, pimpinan Mongol/Tatar (cucu Jenghis Khan), ragu untuk menyerbu Baghdad, ibu kota Khilafah Abbasiyah, karena takut kena kutukan langit, sebagaimana nasehat orang-orang bijak di sekitarnya.

Tetapi keraguannya hilang setelah menerima surat dari seorang ulama Syi'ah terkenal, Nashruddin ath-Thusi, yang meyakinkannya tidak akan mengalami gangguan apa pun jika ia membunuh khalifah Abbasi.

Sejak itu Hulagu Khan melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan rencananya, diantaranya menjalin komunikasi intensif dengan salah seorang menteri utama di pemerintahan Abbasiyah bernama Muayiduddin bin al-Alqami, seorang penganut syi'ah rafidhi (penolak khilafah Abu Bakar dan Umar ra).

Menteri syi'ah ini menjadi orang kedua dalam khilafah Abbasiyah, orang kepercayaan khalifah al-Musta'shim Billah. Hampir seluruh kebijakan khalifah ini ditentukan oleh Menko yang satu ini. The real president.

Dalam komunikasinya, Hulagu Khan meminta Muayiduddin untuk mengurangi anggaran militer, mengurangi jumlah tentara, mengalihkan perhatian negara dari urusan persenjataan dan perang, dan mengaryakan pasukan di pekerjaan-pekerjaan sipil seperti pertanian, industri dan lainnya.

Permintaan Hulagu Khan ini dipenuhi sang menteri. Tentara yang tadinya berjumlah 100.000 pasukan di masa akhir pemerintahan al-Mustanshir Billah, tahun 640 H, dipangkas menjadi 10.000 pasukan pada tahun 654. Ini tentu melemahkan kemampuan militer negara.

Akibat pengurangan anggaran militer, banyak tentara yang hidup miskin bahkan meminta-minta di pasar-pasar. Latihan-latihan militer dihentikan hingga mereka tidak punya kemampuan membuat rencana, manajemen dan kepemimpinan. Akibat lanjutannya kaum muslimin melupakan berbagai ilmu perang dan tidak pernah berfikir tentang nilai-nilai jihad.

Semua perkembangan dan situasi ini diketahui Hulagu Khan melalui Menko ini, hingga Hulagu Khan memutuskan untuk bergerak menuju Bagdad. Karena Bagdad sebelumnya dikenal sangat kuat.

Hulagu Khan mulai pengepungan Bagdad dari arah selatan, Katbugha dari arah utara, dan Pigo dari arah utara, hingga membuat khalifah terkejut dan ketakutan.

Khalifah mengadakan pertemuan mendadak dengan semua penasehat dan menterinya.

Dalam pertemuan ini sang Menko pengkhianat mengusulkan agar khalifah mengadakan 'perundingan damai' dengan musuh dengan memberikan sejumlah konsesi kepada mereka.

Sang Menko memberikan gambaran tentang perbedaan sangat jauh antara kekuatan pasukan Hulagu Khan dan kekuatan kaum muslimin, agar tidak muncul ide untuk melakukan perlawanan.

Pendapat sang Menko inilah yang akhirnya menjadi keputusan rapat kabinet. Hanya ada dua menteri yang menginginkan perlawanan, yaitu Mujahiduddin Aibek dan Sulaiman Syah. Tetapi ide ini terlambat. Karena masa persiapan perang sudah lewat, sehingga perlawanan yang kemudian dilakukan oleh kedua menteri ini tidak mampu menghadapi pasukan Tatar.

Khalifah bingung tidak tahu harus berbuat apa. Di tengah kebingungan ini menteri pengkhianat bangsa ini datang memanfaatkan kesempatan dengan menyarankan agar duduk bersama Hulagu Khan di meja perundingan.

Hulagu Khan setuju bertemu khalifah tetapi dengan syarat tidak sendirian, ia harus membawa serta semua menteri, pejabat-pejabat negara, para ahli fikih Bagdad, semua ulama Islam dan tokoh-tokoh masyarakat. Semua harus dihadirkan agar hasil perundingan mengikat semua pihak, kata Hulagu Khan memperdaya.

Khalifah tidak punya pilihan kecuali harus mengikuti keinginan Hulagu Khan, hingga ia datang dengan rombongan besar berjumlah 700 orang.

Ketika mendekati kemah Hulagu Khan, rombongan ditahan oleh para pengawal Hulagu Khan dan tidak diijinkan masuk. Hanya khalifah bersama 17 pendampingnya yang diperkenankan masuk sedangkan rombongan lainnya diinterogasi dan dibunuh di tempat terpisah.

Seluruh rombongan telah dibunuh kecuali khalifah karena Hulagu Khan ingin memanfaatkannya untuk tujuan lain.

Hulagu Khan memaksa khalifah mengeluarkan perintah kepada seluruh penduduk Bagdad agar melucuti senjata dan tidak nelakukan perlawanan apa pun.

Khalifah kemudian dirantai dan diseret ke kota untuk menunjukkan tempat penyimpanan harta keluarga dan para menteri Abbasiyah. Kedua anaknya dibunuh di hadapannya. Khalifah dipaksa memanggil tokoh-tokoh ulama Sunnah yang daftar nama-nama mereka telah diberikan oleh sang menko pengkhianat kepada Hulagu Khan, untuk dibunuh.

Terakhir khalifah dibunuh dengan cara diinjak-injak lehernya agar tidak mengeluarkan darah, karena menurut sebagian pembantu Hulagu Khan jika darah khalifah muslim menetes ke tanah maka kaum muslimin akan menuntut balas atas kematiannya di suatu saat.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari fakta sejarah yang memilukan ini.

Sejarah sering terulang....
Hanya *Tempat, Waktu dan Pelaku*nya yg berbeda..😔😔😔
Sumber: http://www.portal-islam.id/2017/11/pengkhianat-umat.html
loading...

Thursday, June 7, 2018

Hebatnya Terapi Kesehatan Ala Rasulullah Saw

Pepatah lama mengatakan: "Sembuhkan sakit hatimu, maka akan sembuh seluruh tubuhmu"

Ada orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis karena :
Benci sekali........
Dendam sekali....
Tdk suka sekali...
Sedih sekali.........
Kecewa sekali.....

Semua itu dianggap serius, sampai sakitnya berdampak pada tubuh...
Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi....

Dan yang diatasi pun hanya dipermukaannya saja...
Diatasi dengan operasi, obat Herbal.. bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi, Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak.

Tapi akar masalahnya, tidak diatasi..
Akar masalahnya adalah, hati yang sakit dan semakin rusak...
Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh...

Darah tetap dibiarkan asam.
Kondisi tubuh asam.
Pikiran tetap stress & jiwa tdk tenang.
Dendam masih banyak,
Kecewa masih berlanjut,
Perasaan masih tdk enak jg Benci masih kuat.

SECARA TIDAK LANGSUNG, KITA MEMBUNUH DIRI SENDIRI

Serius.....?

Ingat Rasulullah Shallallahu 'alayhi wassalam.. pernah berkata :

"Ada segumpal daging yang jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik, dan kalau ia buruk maka seluruh tubuh akan buruk"

Itulah "H A T I"

Seharusnya ia selalu ada dalam kondisi indah dan baik.
Selalu ikhlas, menerima ketentuan ALLAH.... bersyukur, tulus berbagi, dan bahagia bersama...
Seperti anak yang selalu bahagia dan tertawa, Seperti itulah kondisi hati kita seharusnya.

Pada saat kita sudah tak lagi seperti itu, itulah saat penyakit muncul dan deteksi dini harus dilakukan.
Akar permasalahan harus diatasi.
Hati perlu terus dicuci...dan di bersihkan.

Tanda hati bersih dan suci adalah :
Selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain..
Selalu semangat berbagi tanpa pamrih..
Selalu Ridho dengan segala ketentuan yang ALLAH berikan untuk kita..

Termasuk saat kita dimusuhi.... Dibenci....
tdk apa"...berarti Dosa kita, jadi ada yang tanggung 😄

Di dzolimi......

Wah...ini dia saatnya doa-doa kita tak ada batasnya dengan Sang Pemberi, Pengasih Penyayang...
ALLAH Arrahmaan Arrahiim...

Hati akan selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain, gembira, apapun yang terjadi, siapapun itu.

Termasuk bahagia bagi mereka yang konon kata orang merugikan kita, tapi kita tidak perlu merasa rugi, Karena semua ada hikmahnya...

       PASTIKAN ITU

Ayo berusaha selalu menjaga kesehatan hati mulai detik ini.
Semoga tidak ada lagi rasa benci atau kecewa di hati kita.
Awali hari dengan Bismillah... dan akhiri hari dengan Alhamdulillaah...

Semoga ALLAH Ridho dengan niat kita untuk selalu Membersihkan Hati.
Semoga bermanfaat,Barokallaahu fiik

Semoga bermanfaat 💖
loading...

Tuesday, June 5, 2018

Apakah Kita Sudah Melaksanakan Ibadah? Atau Sekedar Melaksanakan Kewajiban?

Sebuah catatan ringan, tapi sangat menyentuh iman.

Seorang kawan berkata:

"Jujur, sebenarnya saya malu kalau ikut acara bukber. Malu sama orang miskin dimana di bulan puasa ini, kita sedang mencoba memahami kelaparan mereka, ketiadaan mereka...

Karena kita sedang berpura-pura menjadi mereka, tanpa sedikitpun menjadi mereka. Kita berbuka dengan kemewahan, sedang mereka tetap seperti apa adanya. Kita punya hari kemenangan, sedangkan mereka setiap hari merasakan kalah..

Kita hanya menjalankan perintah, sedangkan mereka menjalani hidupnya. Kita hanya menunda lapar kita, sedangkan lapar ada dalam setiap tarikan nafas mereka..

Bahkan kita lebih senang menjalankan ritual tanpa perduli maknanya. Kita lebih senang menyimpan uang untuk belanja makanan berbuka puasa, tanpa memikirkan berbagi rejeki pada mereka yang sedang tidak berpunya.

Saat lebaran kita memamerkan apa yang kita punya pada keluarga, tanpa sedikitpun berfikir bahwa ada kepala keluarga yang bingung ketika anaknya bertanya, "besok kita makan apa, pak ?"

Dan setiap tahun, saya selalu merasa kalah. Kalah oleh kemunafikan saya. Tidak ada sedikitpun yang saya bisa banggakan sebagai kemenangan..."

Perkataan teman yang beruntun itu seperti mengingatkan kita kembali akan makna berpuasa, yang hanya terdengar dalam mimbar-mimbar ceramah dan hilang ketika kaki melangkah pulang.

Manusia selalu menghibur dirinya bahwa ia sudah melakukan ibadah, padahal ia sejatinya hanya menjalankan kewajiban belaka. Tanpa ada perintah, bisa jadi manusia akan selalu lupa fungsi dirinya di dunia...

Masihkah kita harus terus seperti itu..???
loading...

Monday, June 4, 2018

Memakai Inhaler Saat Berpuasa Bagi Orang Sakit Asma, Apakah Membatalkan Puasa?

Bagi orang yang menderita penyakit Asma, terkadang diharuskan menggunakan inhaler untuk melegakan pernafasannya.

Inhaler sendiri merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memberikan obat ke dalam tubuh melalui paru-paru, macam-macamnya:

  1. MDI (Metered Dose Inhaler)  dan DPI (Dry Powder Inhalers) berupa batangan kemudian diisap lewat mulut
  2. Nebulizer yaitu perangkat yang berisi obat cair yang berubah menjadi kabut halus dan mudah terhirup ke dalam saluran udara dan paru-paru.[1]  (ini yang di sebut orang awam, dikasi “uap”)

Lantas bagi orang berpuasa, apa hukumnya memakai inhaler? Apakah penggunaan inhaler bagi  yang menderita Asma tersebut dapat membatalkan puasa?

Ketika mendapat pertanyaan secamam ini, lembaga fatwa Resmi Arab Saudi, yaitu Lajnah Daimah (Komite Tetap untuk Fatwa dan Penelitian Islam Arab Saudi) pernah ditanya tentang hukum menggunakan obat asma dengan cara dihirup. Apakah bisa membatalkan puasa?

Mereka menjawab, “Obat asma yang digunakan oleh orang sakit dengan cara diisap itu menuju paru-paru melalui tenggorokan, bukan menuju lambung. Karena itu, tidak bisa disebut ‘makan’ atau ‘minum’, dan tidak pula disamakan dengan makan dan minum. Akan tetapi, ini mirip dengan obat yang dimasukkan melalui uretra (saluran kencing), atau obat yang dimasukkan pada luka mendalam di kepala atau perut, atau mirip dengan celak atau enema (memasukkan obat melalui anus), atau tindakan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan cara lainnya, yang tidak melalui mulut atau hidung.

Semua tindakan ini diperselisihkan para ulama, apakah termasuk pembatal puasa ataukah tidak. Ada yang berpendapat bahwa semua itu bisa membatalkan puasa, ada yang berpendapat bahwa sebagiannya membatalkan dan sebagian tidak, dan ada juga yang berpendapat bahwa semua itu tidak membatalkan puasa. Hanya saja, semua ulama sepakat bahwa penggunaan obat dan tindakan semacam ini tidak bisa disamakan dengan makan maupun minum.

Dijelaskan:

ـ أن الداخل من بخّاخ الربو إلى المريء ومن ثم إلى المعدة قليل جداً، فلا يفطِّر قياساً على المتبقي من المضمضة والاستنشاق.

1.Zat dari inhaler  yang masuk menuju kerongkongan kemudian masuk ke lambung sangat sedikit sekali maka tidak membatalkan puasa dikiyaskan dengan air yang tersisa (di mulut) ketika berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan sedikit air ke hidung ketika berkumur-kumur-pent)

ـ أن دخول شيء إلى المعدة من بخاخ الربو أمر ليس قطعياً، بل مشكوك فيه، أي قد يدخل وقد لا يدخل، والأصل صحة الصيام وعدم فسادة، واليقين لا يزول بالشك.

2. Masuknya sesuatu ke dalam perut dari Inhaler bukanlah suatu hal yang pasti, namun masih diragukan. Yaitu terkadang ia masuk ke perut dan terkadang tidak. Maka hukum asalnya adalah tetap sahnya puasa dan tidak rusak. Karena sesuatu yang yakin tidak bisa hilang dengan keraguan.

3ـ أنه لا يشبه الأكل والشرب، بل يشبه سحب الدم للتحليل والإبر غير المغذية

3. Bahwa hal ini tidak menyerupai makan dan minum, akan tetapi menyerupai pengambilan darah untuk diperiksa dan suntikan yang bukan untuk pengganti makanan.

ـ ذكر الأطباء أن السواك يحتوي على ثمانية مواد كيميائية، تقي الأسنان، واللثة من الأمراض، وهي تنحل باللعاب وتدخل البلعوم، وقد جاء في صحيح البخاري عن عامر بن ربيعة ” رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يستاك وهو صائم ما لا أحصي

4.Para dokter telah menyebutkan bahwa siwak mengandung delapan unsur kimiawi. Bisa menjaga gigi dan gusi dari penyakit. Dan zat siawak ini masuk dengan perantara air ludah masuk ke kerongkongan. Dan terdapat hadits di shahih Bukhari dari Amir bin Rabi’ah beliau berkata, “aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersiwak dalam keadaan puasa dan aku tidak bisa menghitungnya (karena sering sekali, pent).

Meski demikian, ulama yang berpendapat bahwa penggunaan obat tersebut termasuk pembatal shalat menganggap semua penggunaan obat tersebut dihukumi seperti orang makan karena sama-sama memasukkan sesuatu sampai perut dengan sengaja. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائماً

Bersungguh-sungguhlah dalam menghirup air ke dalam hidung (ketika wudhu), kecuali jika kamu berpuasa.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecualikan bagi orang yang berpuasa, agar tidak bersungguh-sungguh dalam menghirup air ke dalam hidung (ketika wudhu) sehingga puasanya batal. Ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang dimasukkan ke perut dengan sengaja bisa membatalkan puasa.

Adapun ulama yang berpendapat bahwa penggunaan semacam ini tidak membatalkan puasa, seperti Syekhul Islam Ibnu Taimiyah dan ulama lainnya yang sepakat dengan pendapat beliau, beralasan bahwa analogi semua tindakan di atas dengan makan dan minum adalah analogi yang tidak tepat karena tidak ada dalil yang menegaskan bahwa di antara pembatal puasa adalah segala sesuatu yang masuk sampai ke badan atau ke perut.

Mengingat tidak ada dalil yang menyatakan bahwa setiap hal yang masuk ke badan bisa membatalkan puasa …. Karena itu, pendapat yang lebih kuat: penggunaan obat asma dengan diisap tidak termasuk pembatal puasa karena penggunaan obat ini tidak termasuk makan maupun minum, dengan alasan apa pun. Allahu a’lam.” (Sumber: Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah, vol. 3, hlm. 365)

Lalu Apa bedanya Inhaler dengan Rokok?

Rokok termasuk benda yang haram untuk dikonsumsi. Tentang hukum haramnya, tidak diragukan lagi. Orang yang merokok ketika berpuasa maka puasanya batal. Sebabnya, karena asap rokok mengandung banyak kumpulan zat yang masuk sampai ke perut dan lambung.

Syekh Muhammad bin Utsaimin ditanya tentang hukum mencium minyak wangi. Beliau menjawab, “Diperbolehkan menggunakan minyak wangi di siang hari bulan Ramadan dan boleh menciumnya, kecuali dupa. Tidak boleh menghirup bau dupa, karena asap dupa memiliki banyak zat yang bisa masuk ke lambung, dan dupa merupakan asap.” (Fatawa Islamiyah, 2:128)

Asap rokok semisal dengan dupa; keduanya mengandung banyak zat. Hanya saja, keduanya berbeda hukumnya. Dupa hukumnya halal dan baik, sedangkan rokok hukumnya haram dan buruk.

Para ulama mengistilahkan merokok dengan “syurbud dukhan” (minum asap). Mereka menyebutnya dengan “syurbun” (minum). Tidak diragukan lagi bahwa asap rokok sampai ke lambung dan ke perut, sementara semua yang dimasukkan dan sampai ke perut dengan sengaja maka membatalkan puasa, baik benda itu bermanfaat maupun membahayakan. Sebagaimana ketika ada orang yang menelan biji tasbih atau potongan besi dengan sengaja, puasanya batal. Tidak disyaratkan harus makan dan minum yang membatalkan puasa harus mengenyangkan atau memberi manfaat kesehatan. Setiap yang dimasukkan ke perut dengan sengaja maka bisa dinamakan makan atau minum. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, Fatawa Shiyam, no. 203 dan 204)
loading...

Pesan Hebat Untuk Momentum Lailatul Qadar

Imam Masjidil Haram di Makkah, Syaikh Mahir Al Mu’aiqily, mewnyampaikan 13 pesan penting pada kita sebelum Ramadhan beranjak pergi agar bisa meraih keutamaan dan keberkahan malam Lailatul Qadar.

1. Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp 1.000 dalam 10 malam terakhir ini sehingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau menyedekahkan sebanyak Rp 1.000 selama 84 tahun atau Rp 1.000 x 365 hari x 84 tahun.

2. Kerjakan shalat sunah minimal 2 rakaat tiap malam sehingga jika Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau shalat 2 rakaat selama 84 tahun atau 2 rakaat x 365 hari x 84 tahun.

3. Bacalah surat Al Ikhlas minimal 3 kali setiap malam hingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau mengkhatamkan Quran selama 84 tahun.

4. Bacalah tafsir surat Al-Qadar, dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada Lailatul Qadar. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya, insya Allah.

5. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk memperbanyak amal shaleh dan beribadah semaksimal mungkin. Karena seluruh malam dari sepuluh malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai kesempatan meraih Lailatul Qadar terlewati begitu saja.

6. Hafalkan doa malam Lailatul Qadar yang diajarkan oleh baginda Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam ini:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّا

ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN, TUHIBBUL ‘AFWA FA’ FU’ANNI

(Ya Allah, Engkau Maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku)

7. Sempatkan tidur siang (qaylulah) sejenak jika memungkinkan.

8. Jangan lupakan keluargamu! Nabi Muhammad senantiasa membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. semangati dan berilah motivasi pada mereka!

9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri akan berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian yang syar’i ketika beribadah.

10. Jagalah perut agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isya dan tarawih sekadar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk mendirikan sholat malam.

11. Seluruh ibadah di bulan Ramadhan ini bukan lah ajang untuk pasang status (misalnya : “Alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-Nya malam ini” dsb) di Facebook atau media sosial lainnya Biarlah itu jadi rahasia indah antara engkau dengan Allah.

12. Sabar adalah kunci untuk mendapatkannya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Di siang hari anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk mengerahkan kesabaran semaksimal mungkin. Ingatlah Allah telah memberi kita kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yang mungkin saja tidak datang lagi.

13. Ini yang paling penting: Berbaik sangkalah pada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah dan Pengampun. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-Nya. Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari-Nya.
loading...

Friday, June 1, 2018

[Viral] Hadits Tentang Huru Hara Suara Dentuman Dahsyat di Bulan Ramadhan, Apakah Shahih?

Ada sebuah pesan video viral akhir-akhir cukup menghebohkan masyarakat. Pesan tersebut isinya mengenai peristiwa besar berupa dentuman keras yang akan terjadi pada 15 Ramadan yang jatuh pada hari Jumat.

Pesan tersebut disandarkan pada hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan dari Abu Nu'aim. Apakah hadits tersebut sahih?

Hadits tersebut selengkapnya matan dan sanad sebagai berikut:

حدثنا أبو عمر عن ابن لهيعة قال حدثني عبد الوهاب بن حسين عن محمد بن ثابت البناني عن أبيه عن الحارث الهمداني عن ابن مسعود رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : إذا كانت صيحة في رمضان فإنه يكون معمعة في شوال وتمييز القبائل في ذي القعدة وتسفك الدماء في ذي الحجة والمحرم وما المحرم يقولها ثلاثا هيهات هيهات يقتل الناس فيها هرجا هرجا قال قلنا وما الصيحة يا رسول الله ؟ قال هدة في النصف من رمضان ليلة جمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل فإذا صليتم الفجر من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم وأغلقوا أبوابكم وسدوا كواكم ودثروا أنفسكم وسدوا آذانكم فإذا حسستم بالصيحة فخروا لله سجدا وقولوا سبحان القدوس سبحان القدوس ربنا القدوس فإن من فعل ذلك نجا ومن لم يفعل ذلك هلك .

Dari Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila terdapat suara yang dahsyat di bulan Ramadan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal. Akan banyak golongan manusia yang saling memisahkan diri di bulan Dzulqa’dah. Akan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzulhijjah dan al-Muharram. Apa yang harus dilakukan di bulan al-Muharram?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi hal tersebut sampai tiga kali. Sangat disayangkan sekali saat itu manusia saling membunuh dan keadaannya sangat kacau. Maka kami bertanya, “Apa suara dahsyat itu wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, “Suara itu terjadi di pertengahan bulan Ramadan, bertepatan dengan malam Jumat dan suara dahsyat ini akan membangunkan orang-orang yang sedang tidur, menjatuhkan orang-orang yang sedang berdiri, dan menjadikan para wanita terhempas keluar dari kamar-kamarnya. Pada saat itu akan banyak terjadi gempa bumi dan cuaca yang sangat dingin. Hal itu apabila (pertengahan)bulan Ramadan di tahun itu bertepatan dengan malam Jumat.  Apabila kalian telah melaksanakan salat Subuh di hari Jumat pada pertengahan bulan Ramadan, maka masuklah kalian ke dalam rumah-rumah kalian, kuncilah pintu-pintu kalian, tutuplah jendela-jendela kalian, selimutilah diri-diri kalian, dan tutuplah telinga-telinga kalian. Apabila kalian merasa ada suara dahsyat, maka menyungkurlah sujud kepada Allah dan ucapkanlah, “Maha Suci Allah yang Maha Suci, Maha Suci Allah yang Maha Suci, wahai Rabb kami yang Maha Suci.” Barangsiapa yang mengamalkan hal tersebut maka akan selamat dan barangsiapa yang tidak mengamalkannya, maka niscaya akan celaka.”

Apakah hadits di atas sahih?

Sebenarnya ada sejumlah hadits tentang hal ini yang senada, tapi untuk diketahui: semuanya lemah (dhaif) dan tidak satu pun ada yang shahih atau bahkan sekedar hasan.

Kkhusus hadits di atas, haditsnya sangat lemah, bahkan maudhu' (palsu). setidaknya dalam sanadnya ada perawi yang bernama Ibn Luhai'ah, ada juga al-Harits al-Hamdani, Al-A’war (dan juga Nuaim bin Hammad selaku perawi).

Menurut Imam al-Nasa'o, perawai yang bernama Ibn Luhai'ah ada ada seseorang yang tidak dapat dipercaya (tidak tsiqqah). Abdurrahman bin Khirasy juga berkata bahwa hadits Ibn Luhai'ah tidak pantas ditulis (dicatat). Sedangkan menurut Abu Zur'ah, hadits Ibn Luhai'ah tidak dapat dijadikan hujjah. [Lihat dalam kitab Siyaru A'lam al-Nuba'la karya Imam Al-Dzahabi, Juz. 8 hlm. 21]

Sementara tentang Al-Harits, Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani berkata, “Abu zur’ah berkata; haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah. Sementara menurut Abu Hatim: Abu Zur'ah tidak kuat hafalannya dan tidak termasuk perawi yang haditsnya bisa dijadikan hujjah.” [Lihat dalam kitab Tahdzib at-Tahdzib, Juz. 2 hlm. 126]

Sementara tentang perawi yang bernama Al-A'war, ada perbedaan sikap para ulama tentang sosok perawi yang satu ini: ada yang mencelanya (bahkan ada yang menyebutnya sebagai seorang mengatakan syiah dan pendusta), namun ada juga yang memujinya (mengatakannya seorang imam al-allamah) dan menerima haditsnya.

Adapun tentang perawi yang bernama Nuaim bin hammad (w. 229 H) sendiri yang meriwayatkan hadits ini, Imam Al-Dzahabi berkata setelah menyebutkan perkataan para imam hadits tentang sosok Nu'aim: Tidak boleh bagi seorang pun berhujjah dengannya, dia telah mengarang kitab “al-Fitan”, di mana di dalamnya dia menyebutkan hal-hal yang ajaib dan mungkar. [Siyarul A’lam al-Nubaala', Juz. 10 hlm. 609]

Lantas, dapat disimpulkan bahwa hadist ini adalah hadits palsu. Hukum hadist ini palsu alias munkar tidak punya dasar dari perawi yang tsiqah.

Hadits ini dinyatakan palus oleh banyak ulama pakar hadits, di antaranya:
- Ibnul Qayyim dalam  “al-Manar al-Munif fi ash-Shahih wa alh-Dha’if”, no. 212.
- Imam as-Suyuthi dalam kitabnya al-La`ali al-Mashnu’ah fil Ahadits al-Maudhu’ah (2/322)
- Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits al-Dha’ifah , no. 6178.
======

Demikian pula hadits-hadits yang senada dengan hadits di atas, secara umum semuanya adalah umum hadits palsu.

- Imam al-Uqaili berkata:
ليس لهذا الحديث أصل من حديث ثقة، ولا من وجه يثبت

hadits ini tidak ada dasarnya dari hadits (perawi) yang tsiqah, dan juga t idak dari jalur yang tsabit.” [adh-dhu’afa` al-kabir, 2/302]

-Ibnu al-Jauzi berkata,
هذا حديث موضوع على رسول الله صلى الله عليه وسلم.

Ini adalah hadits maudhu’ atas Rasulullah saw.” [al-maudhu’at, 3/191]

- Syaikh Ibn Baz, ketika ditanya tentang hadits ini, beliau menjawab cukup panjang. di antaranya beliau berkata:

فهذا الحديث لا أساس له من الصحة ، بل هو باطل وكذب ، وقد مر على المسلمين أعوام كثيرة صادفت فيها ليلة الجمعة ليلة النصف من رمضان فلم تقع فيها بحمد الله ما ذكره هذا الكذب من الصيحة وغيرها مما ذكر ، وبذلك يعلم كل من يطلع على هذه الكلمة أنه لا يجوز ترويج هذا الحديث الباطل؛ بل يجب تمزيق ذلك وإتلافه والتنبيه على بطلانه

Hadis ini sama sekali tidak sahih, namun hadis batil dan kedustaan. Sudah sering tahun-tahun yang lewat, malam jumat bertepatan dengan malam tengah Ramadhan. Dan walhamdulillah, tidak terjadi apapun seperti yang disebutkan dalam kabar dusta, yaitu adanya suara dahsyat atau yang lainnya. Karena itu, disimpulkan, bahwa setiap orang yang mengetahui pernyataan ini, tidak boleh baginya untuk menyebarkan hadis batil ini. Namun wajib untuk dihilangkan dan diingatkan akan kebatilannya.

Beliau melanjutkan,

ومعلوم أنه يجب على كل مسلم أن يتقي الله في جميع الأوقات ، وأن يحذر ما نهى الله عنه حتى يتم أجله، كما قال سبحانه لنبيه صلى الله عليه وسلم : ( وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ ) والمراد باليقين : الموت

Meskipun kita paham bahwa setiap muslim wajib untuk bertaqwa kepada Allah setiap saat. Dan menghindari semua yang dilarang Allah, sampai dia dijemput ajalnya. Sebagaimana yang Allah firmankan kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, (yang artinya), “Beribadahlah kepada Rabmu sampai datang kepadamu al-Yaqin.” Dan yang dimaksud al-Yaqin adalah kematian. (Majmu Fatawa Ibnu Baz, 26/339-340)

Wallahu a’lam..
loading...

Butir-butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila

Setiap tanggal 1 Juni di Indonesia diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Bagi generasai yang lahir tahun 70an atau 80-an, hampir dipastikan pernah mengikuti Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), biasanya penataran tersebut dilakukan sebelum mengikuti tahun ajaran baru di sekolah, misalnya ketika baru masuk SMP atau SMA.

Materi penting dalam penataran tersebut adalah tentang Butir-butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yang ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

BUTIR-BUTIR PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

Butir-butir Pancasila

I. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA

1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

II. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3.Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

III. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA

1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

 IV. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN

1.Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

V. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

1.Mengembangkan perbuatan  luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
2. Bersikap adil.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak-hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak bersifat boros.
8. Tidak bergaya hidup mewah.
9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10. Suka bekerja keras.
11. Menghargai hasil karya orang lain.
12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.



loading...