Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Friday, April 20, 2018

Kisah Seorang Dokter Tentang Bakti Seorang Anak...

Kisah ini terjadi di salah satu rumah sakit di Timur Tengah. Tentang pengalaman seorang dokter dengan seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Kisah ini menjadi viral di media sosial, admin share di sini untuk kita ambil pelajarannya dalam kehidupan.

Sang dokter bercerita:

****

Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usia ke ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit. Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun.

Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya.
.
Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tak sesuai dengan pertanyaan yang saya ajukan (gak nyambung).

Pemuda itu menjawab : “Dia ibu saya Dok, dan memiliki keterbelakangan mental sejak saya lahir.."

Keingintahuan saya mendorong saya untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya..?”

Ia menjawab : “Saya, Dok.."

Saya bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya..?”

Ia menjawab : “Saya suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai. .... Saya yang melipat dan menyusun bajunya di lemari....  Saya masukkan pakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya.."

Saya bertanya : "Mengapa Anda tak mencarikan untuknya pembantu..?”

Ia menjawab : "Karena ibu saya tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, saya khawatir pembantu tak memperhatikannya dengan baik dan tak dapat memahaminya, sementara saya sangat paham dengan ibu saya..”

Saya terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar.
.
Saya pun bertanya : "Apakah Anda sudah beristeri..?”

Ia menjawab : “Alhamdulillah, saya sudah beristeri dan punya beberapa anak..”

Saya berkomentar : “Kalau begitu berarti isteri Anda juga ikut merawat ibu Anda..?”

Ia menjawab : “Isteri saya membantu semampunya, dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibu saya..

Saya telah mendatangkan pembantu untuk isteri saya agar dapat membantu pekerjaannya.. Akan tetapi saya berusaha selalu untuk makan bersama ibu saya supaya dapat mengontrol kadar gulanya.."

Saya bertanya : “Memangnya ibu Anda juga terkena penyakit gula..?"

Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya.."

Saya semakin takjub dengan pemuda ini dan saya berusaha menahan air mata.

Saya mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan saya dapati kukunya pendek dan bersih.

Saya bertanya lagi : “Siapa yang memotong kukunya..?”

Ia menjawab : “Saya Dokter, ibu saya tak dapat melakukan apa-apa.."

Tiba-tiba sang Ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang..?”

Ia menjawab : “Tenanglah Ibu, sebentar kita akan pergi ke kedai..”
.
Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang.. sekarang..!”

Pemuda itu menoleh kepada saya dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaan saya melihat ibu saya gembira lebih besar dari kebahagiaan saya melihat anak-anak saya gembira..”

سبحان الله العظيم

Saya sangat tersentuh dengan kata-katanya.. dan saya pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.

Lalu saya bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara..?”

Ia menjawab : “Saya putranya semata wayang, karena ayah saya menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka..”

Saya bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah..?”

Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawat saya dan ibu saya.. Nenek telah meninggal.. semoga Allah SWT merahmatinya, saat saya berusia 10 tahun..”

Saya bertanya : “Apakah ibu Anda merawat Anda saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda..? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda..?”
.
Ia menjawab : “Dokter, sejak saya lahir ibu sudah tak mengerti apa-apa.. kasihan dia.. dan saya sudah merawatnya sejak usia saya 10 tahun..”

Saya pun menuliskan resep serta menjelaskannya..

Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Mari kita ke kedai..”

Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja..!”
Saya heran mendengar ucapan ibu tersebut..

Maka saya bertanya padanya : “Mengapa ibu ingin pergi ke Makkah..?”

Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat..!”

Saya pun bertanya pada putranya : “Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah..?”

Ia menjawab : “Tentu.. saya akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini..”
.
Saya katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi ibu Anda.. lalu mengapa Anda membawanya ke Makkah..?”

Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yang ia rasakan saat saya membawanya ke Makkah akan membuat pahala saya lebih besar daripada saya pergi umrah tanpa membawanya.."

Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktek saya..

Saya pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruangan saya dengan alasan saya ingin istirahat..

Padahal sebenarnya saya tak tahan lagi menahan tangis haru..

Saya pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku.... Saya berkata dalam diri saya sendiri : “Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tak pernah menjadi ibu sepenuhnya..

Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu..
Ibunya tak pernah merawatnya..
Tak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang..
Tak pernah menyuapinya ketika masih kecil..
Tak pernah begadang malam..
Tak pernah mengajarinya..
Tak pernah sedih karenanya..
Tak pernah menangis untuknya..
Tak pernah tertawa melihat kelucuannya..
Tak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya.
.
Tak pernah.. dan tak pernah..!
Walaupun demikian.. pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu.."
Apakah kita akan berbakti pada ibu-ibu kita yang kondisinya sehat..? Seperti bakti pemuda itu pada ibunya yang memiliki keterbelakangan mental..??
.
Ya Allah..
Ampuni kami, maafkan kesalahan dan kekhilafan kami yang telah meninggalkan bakti kami kepada orang tua kami terutama kepada ibu yang telah mengandung, merawat dan membelai kami.
.
Dialah yang memandikan kami dan memakaikan baju. Tapi di saat kami sudah dewasa, kami tak pernah ingat lagi dengan jasa beliau..

رب اغفر لي و لوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا

Selamat merenung.
Semoga bermanfaat.
loading...

Tuesday, April 17, 2018

Waspadalah! 7 Tanda Hati Sudah Mati....!

Masih membahas tentang hati, pada postingan yang lalu telah diuraikan tentang 20 sifat hati manusia di dalam Al-Qur'an, nah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas pula tentang ciri-ciri hati yang sudah mati.

Apakah ada salah satunya pada diri kita? Waspadalah!

1. Berani Meninggalkan Sholat.

Sholat lima waktu wajib dilakukan sepanjang hayat dan sengaja meninggalkan satu sembahyang sahaja pun maka dosanya sangat besar dan bergelar ia dengan nama fasiq. Orang yang tidak sembahyang akan diazab di dalam kubur, di padang mahsyar dan di dalam neraka.

Orang yang telah mati hatinya tidak merasa bimbang sedikit pun dengan azab yang sedang menungggunya.

2. Merasa Tenang Walupun Setiap Hari Melakukan Dosa

Allah Swt berfirman:

كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوْبِهِمْ مَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya segala dosa yang selalu mereka lakukan telah menutup hati mereka.” (Al-Muthaffifin : 14)

3. Jauh Dari Al-Qur'an

Tidak ada masa dalam hidupnya untuk membuka Quran, membaca dan memerhatikan maknanya. Sepanjang masa sibuk dengan perkara lain yang dianggap lebih baik dari membuang masa membaca dan memerhatikan makna Al-Quran.

Firman Allah :

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا 

Artinya: “Maka kenapakah mereka tidak mahu memerhatikan Al-Qur'an bahkan hati mereka sebenarnya telah terkunci.” (Muhammad : 24)

4. Tidak Ada Masa Memikirkan Perkara Agama

Firman Allah :

أُولَئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya: "Mereka itulah orang-orang yang hati mereka,  telinga mereka dan mata mereka telah dikunci oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai” ( An-Nahl : 108)

5. Hidupnya Hanyalah Membuat Sangkaan Buruk Kepada Orang Dan Mencari Salah Orang

Firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا 

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman. Tinggalkan perangai suka sangka buruk kerana sangka buruk itu adalah dosa dan jangan kamu mencari-cari salah orang lain.” (Al-Hujurat : 12)

6. Tidak Suka Mendengar Nasihat

Firman Allah :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩

Artinya:  “ Dan sungguhnya akan Kami isikan dalam neraka Jahanam ramai dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai dari mendengar kebenaran.” (Al-A’raf : 179)

7. Tidak Takut Dengan Mati dan Azab Kubur

Firman Allah :

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Artinya: "Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya (mereka berkata), “Wahai Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal solih. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin (tetapi mereka sudah terlambat)." (As-Sajadah  : 12)

Wallahu A'lam.
loading...

Friday, April 13, 2018

20 Sifat Hati Manusia di dalam Al-Qur'an, Yang Mana Hatimu?

Ada 20 ayat dalam Al-Qur'an ketika mensifati berbagai macam hati manusia, dari yang paling mulia hingga yang hina.

Nah, yang manakah hati kita?

القلبُ السَّلِيْمْ : 
وهو مخلص لله وخالٍ من الكفر والنفاق والرذيلة . 
{ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّـهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ } 
﴿الشعراء: ٨٩﴾

1. Hati yang SALIM yang suci ....
 " Yaitu hati yang ikhlas dan kosong dari sifat kufur, munafik, dan kotoran. "   (Asy-syuara : 89).

القلبُ المُنِيْبْ : 
وهو دائم الرجوع والتوبة إلى الله مقبل على طاعته . 
{ مَّنْ خَشِيَ الرَّحْمَـٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ }
 ﴿ق: ٣٣﴾ 

2. Hati yang MUNIB yang selalu inabah ... 
" Yaitu hati yang selalu kembali dan tazkiyah taubat kepada Allah dengan selalu mengerjakan perintahNya. "
 (Qaff : 33).

القلبُ المُخْبِتْ :
 الخاضع المطمئن الساكن . 
{فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ }
 ﴿الحج: ٥٤﴾ 

3. Hati yang MUKHBIT yang tunduk ...
 " Yaitu hati yang selalu patuh merendah yang tenang dan lapang Sakinah ".
(Al-hajj : 54).

القلبُ الوجِلْ : 
وهو الذي يخاف الله عز وجل ألاَّ يقبل منه العمل وألاَّ يُنَجَّى من عذاب ربِّه. 
{ وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ } 
﴿المؤمنون: ٦٠﴾

4. Hati yang WAJAL yang bergetar ...
" Yaitu hati yang selalu takut kalau tidak mengerjakan perintah dan tidak selamat dari azab ".
(Al-mukminun : 60).

القلبُ التَّقِّيْ :
 وهو الذي يعظِّم شعائِر الله . 
{ ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّـهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ }
 ﴿الحج: ٣٢ 

5. Hati yang TAQIY yang bertakwa ... 
" Yaitu hati yang selalu mengagungkan syiar Allah ".
(Al-hajj : 32)

القلبُ المَهْدِي :
 الرَّاضي بقضاء الله والتَّسليم بأمره .
 { وَمَن يُؤْمِن بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ } 
﴿التغابن: ١١﴾ 

6. Hati yang MAHDIY yang diberi hidayah ...
" Yaitu hati yang selalu ridho dengan takdir Allah dan berserah atas perkara nya. "
(At-taghabun : 11)

القلبُ المُطْمَئِنْ : 
يسكن بتوحيد الله وذكره
 { وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّـهِ } 
﴿الرعد: ٢٨﴾ 

7. Hati yang MUTHMAINNAH  yang tenang ...
 " Yaitu hati yang selalu mantap dengan ke Esaan allah dan terus berdzikir ".
(Ar-ra'ad : 28).

القلبُ الحَيَّ : 
قَلْب يَعْقِل مَا قَدْ سَمِعَ مِنْ الْأَحَادِيث الَّتِي ضَرَبَ اللَّه بِهَا مَنْ عَصَاهُ مِنْ الْأُمَم .
 { إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ }
 ﴿ق: ٣٧ 

8. Hati yang HAYYU yang hidup ...
" Yaitu hati yang kasyaf dari seluruh kejadian yang dialami oleh manusia ". (Qaaff : 37).

القلبُ المَرِيْضْ : 
وهو الذي أصابه مرض مثل الشك أو النفاق وفيه فجور ومرض في الشهوة الحرام .
 { فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ } 
﴿الأحزاب: ٣٢﴾

9. Hati yang MARIDH  yang sakit ....
" Yaitu hati yang kena penyakit seperti ragu, munafik, yang didalamnya ada ilham fujur mendorong kepada syahwat haram ". (Al-ahzab : 32)

القلبُ الأَعْمَى :
 وهو الذي لا يبصر ولا يدرك الحق والإعتبار
 { وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ } 
﴿الحج: ٤٦﴾

10. Hati yang A'MAA yang buta ...
 " Yaitu hati yang tidak bisa melihat kebenaran dan ibrah dari bashirahnya ".
(Al-hajj : 46)

القلبُ اللَّاهِي :
 غافل عن القرآن الكريم ، مشغول بأباطيل الدنيا وشهواتها ، لا يعقل ما فيه . 
{ لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ }
 ﴿الأنبياء: ٣﴾ 

11. Hati yang LAHIY yang lalai ...
 " Yaitu hati yg selalu lena dari alquran. Selalu sibuk dgn kebatilan dunia dan syahwatnya. "
(Al-anbiya : 3).

القلبُ الآثِمْ : 
وهو الذي يكتم شهادة الحق .
 { وَلاَ تَكْتُمُواْ الشَّهَادَةَ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ } 
﴿البقرة: ٢٨٣﴾ 

12. Hati yang ATSIM yang berdosa ...
 " Yaitu hati yang menyembunyikan kesaksian terhadap kebenaran ".
(Albaqarah : 283)

القلبُ المُتَكَبِّرْ :
 مستكبر عن توحيد الله وطاعته،جبار بكثرة ظلمه وعدوانه
 { قلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ } 
﴿غافر: ٣٥﴾ 

13. Hati yang MUTAKABBIR yang sombong ...
" Yaitu hati yang tidak mau mentauhidkan Allah dan ketaatanNya. Banyak melakukan kezaliman dan permusuhan. "
(Ghafir :35).

القلبُ الغَلِيْظْ : 
وهو الذي نُزعت منه الرأفة والرَّحمة
 { وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ } 
﴿ آل عمران: ١٥٩﴾ 

14. Hati yang GHALIDH  yang kasar ....
" Yaitu hati yang dicabut rasa empati dan kasihan kepada sesama "
(Ali imran : 159).

القلبُ المَخْتُومْ :
 فلم يسمع الهدى ولم يعقله . 
{ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ }
 ﴿الجاثية: ٢٣﴾ 

15. Hati yang MAKHTUM yang terkunci ...
 " Yaitu hati yang mendengar nasehat tapi tidak melaksanakan nasehat".
 (Aljatsiyah : 23)

القلبُ القَاسِيْ : 
لا يلين للإيمان ولا يؤثِّرُ فيه زجر وأعرض عن ذكر الله .
 {وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً }
 ﴿المائدة: ١٣﴾ 

16. Hati yang QAASIY yakni hati yang keras ....
" Yaitu hati ugal tidak memiliki kelembutan untuk iman dan tidak pernah berbekas ancaman dan berpaling dari zikir kepada Allah ".
(Almaidah : 13).

القلبُ الغَافِلْ :
 غافلا عن ذكرنا ، وآثَرَ هواه على طاعة مولاه . 
{ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا }
 ﴿الكهف: ٢٨﴾ 

17. Hati yang GHAAFIL yang Lalai ....
" Yaitu hati yang tidak dzikir memilih Hawanya dari pada taat nya. "
(Al Kahfi : 28).

الْقَلْبُ الأَغْلَفْ :
 قلب مُغَطَّى لا يَنْفُذ إليها قول الرَّسُول صلى الله عليه وسلم . { وَقَالُواْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ } 
﴿البقرة: ٨٨﴾ 

18. Hati yang AGHLAF  yang terhijab ....
" Yaitu hati yang tertutup tidak mau menerima nasehat dari Hadits Rasulullah ". (Albaqarah : 88).

القلبُ الزَّائِغْ : 
مائل عن الحقِّ 
{ فأَمَّا الَّذِينَ في قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ }
 ﴿آل عمران: 7﴾ 

19. Hati yang ZAA-IGH  yang miring ....
 " Yaitu hati yang selalu condong kepada selain kebenaran ".
(Ali imran : 7).

القلبُ المُرِيْبْ: 
شاكٍ متحيِّر . 
{ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ } 
﴿التوبة : 45

20. Hati yang MURIIB yang selalu ragu .....
 " Yaitu hati yang tidak ada kepastian selalu goyang ". (Attaubah : 45).

loading...

Friday, April 6, 2018

Jangan Sampai Menjadi Hamba Yang "KANUD"

Dalam Al-Quran, Allah Azza wa Jalla mencela orang yang disebut kanud yaitu yang tidak mensyukuri nikmat. Mengenai ayat,

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
Artinya:
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Rabbnya.” (QS. Al-‘Adiyat: 6)

Imam Al-Hasan Al-Bashri mengatakan mengenai ayat ini, orang yang kanud adalah yang terus menerus menghitung musibah demi musibah, lantas melupakan berbagai nikmat yang telah Allah beri.

Karenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa kebanyakan wanita menjadi penduduk neraka karena sifat di atas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
Artinya:
“Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari, no. 5197 dan Muslim, no. 907). Kalau tidak mensyukuri pemberian suami saja hukumannya seperti ini, padahal hakikatnya nikmat tersebut juga berasal dari Allah, bagaimana lagi jika kita enggan bersyukur atas nikmat Allah sama sekali. Lihat ‘Iddah Ash-Shabirin, hlm. 151.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Semoga kita dijauhkan dari sifat kanud, yang enggan bersyukur.
loading...

Wednesday, March 21, 2018

[Kisah Nyata]: Membencilah Hingga Kamu Lelah Membenci

Seorang pria kulit putih Ameika, Joey, masuk ke sebuah restoran di London. Begitu masuk, ia melihat seorang pria Afrika dengan santai duduk sambil membaca koran di sudut restoran.

"Pelayan !!!" teriaknya memanggil. " Saya traktir semua orang di restoran ini, kecuali orang kulit hitam Afrika di sana !!!" ucapnya dengan lantang sambil menunjuk pria Afrika itu.

Pelayan mulai melayani untuk semua orang yg ada di restoran, kecuali si pria Afrika.

Pria Afrika tersebut hanya menatap Joey dan berkata : "Terima kasih! " Ucapnya sambil mengangguk.

" Wah ngeledek nih orang, " Pikirnya.

Joey menuju bar: "Bartender !!! Minuman gratis untuk semua disini, kecuali orang Afrika yang duduk di pojok sana !!! "

Sekali lagi, bukannya marah, si Afrika hanya tersenyum sambil mengangguk ia berkata : " Terima kasih ."

Joey, si Amerika semakin bingung dibuatnya, ia memanggil si pelayan :

 " Apa dia itu sudah gila ?? " Sambil menunjuk pria hitam itu

" Tidak, ia tidak gila " Pelayan itu tersenyum : "dia adalah Pemilik restoran ini."

Joey terkejut mendengar penjelasan si pelayan dan merasa sangat malu. Saking malunya, ia langsung pergi keluar dan menyebrang jalan. Sebuah mobil yang kencang tiba-tiba menabraknya langsung kabur. Tak ada yg peduli, pria Amerika itu terkapar di jalanan dan hanya menjadi tontonan warga.

Dengan sigap pria kulit hitam keluar restoran, menyalakan mobilnya dan membawa si Amerika ke rumah sakit terdekat.

Setelah siuman, Joey bersusah payah, mencoba bangkit dari tempat tidur dan ingin meminta maaf. Namun belum sempat terucap dari mulutnya, si Afrika langsung berkata :

"Sudahlah, aku sudah memaafkanmu sejak awal."

Setelah dinyatakan sembuh dan boleh pulang, Joey kaget melihat di bawah tagihan itu tertulis 'Lunas'.

"Siapa yang membayar ini semua ???"

"Teman yang menemani bapak selama dirawat di rumah sakit ini," jawab pihak rumah sakit.

Joey bergegas menuju restoran pria kulit hitam. Ia langsung ke sudut restoran mencari pria kulit hitam itu biasa berada, namun, orang yg dicarinya tidak ada disana.

"Dimana pria kulit hitam pemilik restoran ini ???"

Belum sempat si pelayan menjawab, muncul seorang pria kulit hitam berpakaian rapi dari belakang menimpali, " Saya pemilik restoran ini, ada apa ya pak ??? "

" Bukan anda yg saya maksud, saya mencari pria tua kulit hitam yg beberapa hari lalu duduk di pojokan itu,"

"Itu ayah saya, dia sudah meninggal 5 hari lalu dan sekarang saya adalah pemilik restoran ini," jawab pria muda itu.

 " Sebelum meninggal dia menitipkan ini jika ada orang kulit putih yang mencarinya," ucapnya sambil menyodorkan kertas.

Dipenuhi rasa sedih bercampur penasaran, ia membaca isi kertas itu.
" Setiap orang berhak Membenci atau Menyukai, bahkan orang yg paling baik sekalipun tetap saja ada yg membencinya. Membencilah hingga kamu benar-benar lelah Membenci
KEBENCIAN menimbulkan PERTENGKARAN, tetapi KASIH menutupi segala PELANGGARAN.
Siapa menyembunyikan Kebencian, Dusta bibirnya. Siapa mengumpat adalah orang bebal.
Karena itu BUANG lah Segala Kejahatan Segala tipu muslihat dan Segala macam Kemunafikan, Kedengkian dan Fitnah keji
Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yg selalu ingin akan air susu yg murni.
Membenci Kejahatan. Benci kepada Kesombongan, Kecongkakan, Tingkah laku yg jahat, dan Mulut penuh tipu muslihat adalah Pertanggung jawaban kita kelak di Pengadilan yg Maha adil
Dimana ada KASIH SAYANG terjadi PERSATUAN, dimana ada KEBENCIAN terjadi PERPECAHAN
Tetapi  KASIH selalu MENYEJUKAN HATI
Semoga Tuhan selalu bersama kita, dan menghilangkan sifat buruk dihati kita.. yaitu :  KEBENCIAN"
loading...