Penderita Maag Kronis? Coba Sembuhkan Dengan Konsumsi 5 buah-buahan ini...

Penderita maag atau gastritis sebaiknya mengonsumsi buah dan sayuran segar dalam jumlah banyak. Jenis buah yang dipilih dengan tingkat keasaman yang rendah;

Tuesday, January 17, 2017

Tips Menguatkan Hafalan... Amalkan Ilmu Yang Sudah Didapat...

Hafalan bagi penuntut ilmu sangat dibutuhkan. Ilmu di dalam hati tentu lebih baik dari ilmu dalam kitab.

Dengan hafalan Al Qur'an atau hadits, seorang penuntut ilmu dapat mengambil faedah di mana pun ia berada tanpa mesti memikul banyak kitab.

Di antara cara yang paling bagus untuk menguatkan hafalan adalah dengan mengamalkan ilmu yang telah dihafal.

 Sufyan Ats Tsauri berkata,
"Ilmu semakin kuat di benak jika diamalkan. Jika tidak, ilmu itu lambat laun akan hilang".

 Asy Sya'bi dan Waqi' berkata,
"Kami dimudahkan menghafalkan hadits dengan mengamalkannya".

Sebagian Ulama salaf mengatakan,
"Barangsiapa mengamalkan 1/10 dari ilmu yang ia ketahui, Allah akan mengajarkan apa yang ia tidak tahu".

Waqi' berkata,
"Jika engkau ingin mengamalkan hadits, maka amalkanlah".

Kenapa para Ulama menganjurkan seperti itu?

Karena mengamalkan ilmu lebih mengokohkan hafalan.

Lebih dari itu, mengamalkan ilmu akan semakin mendapat taufik oleh Allah pada ilmu lainnya, juga mengamalkannya semakin menolongnya membedakan antara yang benar dan yang keliru.

Allah Ta'ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا
"Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (membedakan antara yang hak dan batil)". (QS. Al Anfal: 29)

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآَتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ
"Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya". (QS. Muhammad: 17)

Semoga Allah memudahkan kita dalam menuntut ilmu, amal dan dakwah.

Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber:
Nasho-ihu Manhajiyyah lii Tholabi 'Ilmis Sunnah An Nabawiyah, karya Syaikh Syarif Hatim bin 'Arif Al 'Auni, hal. 75-76.
loading...

'Discount' Dalam Beramal

Jika jiwamu dalam kondisi berat melakukan ketaatan dan amal shaleh, maka berikanlah ia discount.

Jika ia sedang berat melakukan shalat malam, minimal niatnya tetap terpasang menjelang tidur. Maka engkau tidur dalam niat kebaikan. "Sesungguhnya setiap amal tergantung dengan niat...." (HR Bukhari Muslim dari Umar bin Khattab)

Jika ia belenggu tanganmu tuk bersedekah, minimal ia menahannya dari berbuat zhalim kepada orang lain. "Seorang muslim itu adalah yang orang lain selamat dari tangan dan lidahnya...." (HR Ahmad dari Abu Hurairah dishahihkan Albany)

Jika engkau tidak menyibukkan lidahmu berdzikir, minimal tahanlah ia dari ghibah. "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik, atau diam...." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Jika engkau tak menjadi matahari yang bersinar terang, menerangi banyak orang untuk kebaikan, minimal engkau menjadi bulan purnama, tetap bercahaya karena dapat cahaya dan petunjuk dari orang lain. "Jadilah engkau orang 'alim, atau orang yang belajar, atau orang mendengarkannya, atau orang yang mencintainya. Janganlah engkau menjadi orang yang kelima, niscaya engkau akan celaka..." (HR Baihaqi, Al Bazzar dan Ath Tabrani)

Jika engkau tak mampu menjadi Abu Ubaidah yang kuat menumpas kemusyrikan dan kekafiran walaupun kepada ayahnya sendiri, minimal jangan menjadi ayahnya Abu Ubaidah yang mati dalam keadaan syirik dan kafir kepada Allah.

Jika engkau tak sanggup menjadi Mush’ab bin Umair yang istiqamah di jalan Allah sampai mati syahid, minimal jangan menjadi saudara kandungnya, yang hidup dalam kekafiran.

Jika engkau tak mampu menjadi orang sekaliber Abu Bakar dan Umar yang hidup mendampingi Rasulullah dan wafat juga mendampingi Rasulullah, minimal engkau sekelas seorang wanita tukang sapu Masjid Nabawi. Walaupun hanya tukang sapu masjid, tapi saat dia wafat dan Rasulullah saw tidak mengetahuinya, namun setelah itu Rasulullah saw mendatangi kuburannya dan melakukan shalat ghaib untuknya.

"Setiap amal shaleh ada puncaknya. Dan setiap puncak ada turunnya. Maka barang siapa yang menurunnya ke arah amalan sunnahku, sungguh dia beruntung. Dan barang siapa yang menurunnya ke arah selain itu sungguh dia telah celaka". (Hadits Shahih riwayat Ibnu Hibban dari Abdullah bin Amr).

Wallahu A'lam.
Disadur dari tulisan Ustads Irsyad

loading...

Monday, January 16, 2017

Download MP3 / Video Lagu IMAN [Ahmad Dhani] + Lirik HQ Audio

Lagu Iman gubahan Ahmad Dhani diakui banyak orang sangat menggugah dan penuh makna. Pilihan kata-kata dari lagu “IMAN” dinilai oleh publik sangat jauh berbeda dengan lagu-lagu beliau yang selama ini identik dengan lagu bertema Cinta.

Yang membuat semakin menarik adalah video klik lagu “IMAN” ini berlatar Aksi Bela Islam 212, Pasukan Muhammad Al Fatih saat menakhlukan Konstantinopel, Resolusi Jihad NU dan perlawanan rakyat Palestina .

Dikutip dari Tarbiyah[net], tidak sedikit netizen muslim yang mengaku salut dengan perubahan tersebut. Nah, bagi yang ingin mendownload lagu IMAN, silahkan didownaload pada link yang tersedia di bawah.



Berikut lirik Lagu IMAN ciptaan Ahmad Dani:


IMAN

Bila kebatilan merajalela
Bila kebenaran sulit ditegakkan
Kita hanya melihat
Dan terus membiarkan
Pasti sampai saatnya
Balasan akan tiba

Dan kitalah khalifah
Khalifah kebangkitan
Dan harus punya nyali
Menjunjung kebenaran
Hukum tumpul ke atas
Hanya tajam ke bawah
Bismillahi tawakkal
Sampai saatnya mati

Tak ada satu kekuatan selain kekuatan dari Allah
Dan tak ada daya upaya selain pertolongan Allah

Kita harus berani
Berani karena benar
Dan harus punya nyali
Nyali untuk mati
Matinya orang-orang yang selalu berjalan
Di atas jalan Allah
Kekal selamanya

Tak ada satu kekuatan selain kekuatan dari Allah
Dan tak ada daya upaya selain pertolongan Allah

Firaun dan Raja Namrud akhirnya pun mampus
Goliat sang raksasa akhirnya pun binasa
Tanamkan dalam jiwa
Allah bersama kita
Dan ucapkanlah takbir… Allahu akbar

Tak ada satu kekuatan selain kekuatan dari Allah
Dan tak ada daya upaya selain pertolongan Allah


loading...

Kata-kata Serapan Dalam Bahasa Indonesia Yang Diambil Dari Bahasa Arab

Tak dipungkiri, bahwa bahasa Indonesia atau Melayu sangat terpengaruh oleh Bahasa Arab. Menurut penelitian, kosakata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab sangat banyak. Jumlahnya diperkirakan mencapai 2000 - 3000 kata. Segaian kata-kata Arab ini masih utuh, dalam artian sama antara pengucapan lafal dan maknanya, dan ada sebagian lagi yang berubah.
.
Dan jika ingin diklasifikasikan dari segi perubahannya, maka bisa kita bagi menjadi 3 :

  •  Lafal dan sesuai dengan aslinya. artinya tetap.
  •  Lafal dan arti berubah dari lafal dan arti semula.
  •  Lafalnya benar, artinya berubah.
Dan berikut ini contoh-contoh dari sebagian kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Arab :
A
Abadi ( ﺃﺑﺪﻱ )
Adat ( ﻋﺎﺩﺓ )
Adil ( ﻋﺎﺩﻝ )
Ahad ( ﺃﺣﺪ )
Ahli ( ﺃﻫﻞ )
Aib ( ﻋﻴﺐ )
Ajal ( ﺃﺟﻞ )
Akal ( ﻋﻘﻞ )
Akhir ( أخر )
Akhlak ( أخلاق )
Akrab ( ﺃﻗﺮﺏ )
Alamat ( علامة )
Amanah ( ﺃﻣﺎﻧﺔ )
Alam ( ﻋﺎﻟﻢ )
Alat ( ﺁﻟﺔ )
Asal ( ﺃﺻﻞ )
Asli ( ﺃﺻﻠﻲ )
Awal ( ﺃﻭﻝ )
B
Bab ( ﺑﺎﺏ )
Badan ( ﺑﺪﻥ )
Bahas ( ﺑﺢﺙ )
Batin ( ﺑﺎﻁﻥ )
Batal ( ﺑﻄﻞ )
Bait ( ﺑﻴﺖ )
Bakhil ( ﺑﺦﻳﻞ )
Bala ( ﺑﻼﺀ )

D
Dahsyat ( ﺩﻫﺸﺔ )
Dakwah ( ﺩﻋﻮﺓ )
Dai ( ﺩﺍﻋﻲ )
Doa ( ﺩﻋﺎﺀ )
Daerah ( ﺩﺍﺋﺮﺓ )
Dewan ( ﺩﻳﻮﺍﻥ )
Daftar ( ﺩﻓﺘﺮ )
Dalil ( ﺩﻟﻴﻞ )
Daur ( ﺩﻭﺭ )
Derajat ( ﺩﺭﺟﺔ )
Dunia ( ﺩﻥﻳﺎ )
Dzikir ( ﺫﻛﺮ )
E

Ehwal ( إحوال )
F
Faidah ( ﻓﺎﺋﺪﺓ )
Fakir ( ﻓﻘﻴﺮ )
Fana ( ﻓﻨﺎﺀ )
Fikir ( ﻓﻜﺮ )
Fitnah ( ﻑﺗﻨﻨﺔ )
Fithrah ( ﻓﻄﺮﺓ )
G
Ghaib ( ﻏﺎﺋﺐ )
Gamis ( ﻗﻢﻳﺺ )
H
Hadiah ( ﻩﺩﻳﺔ )
Hal ( ﺣﺎﻝ )
Hadir ( ﺣﺎﺿﺮ )
Hasad ( ﺣﺴﺪ )
Haid ( ﺣﻴﺾ )
Hajat ( ﺣﺎﺟﺔ )
Hamil ( ﺣﺎﻣﻞ )
Haram ( ﺡﺭﺍﻡ )
Hasil ( ﺣﺎﺻﻞ )
Hewan ( ﺣﻴﻮﺍﻥ )
Hidayah ( ﻫﺪﺍﻳﺔ )
Hijrah ( ﻫﺠﺮﺓ )
Hukum ( ﺣﻜﻢ )
Hakim ( ﺣﺎﻛﻢ )
Hak ( ﺣﻖ )
Hakikat ( ﺣﻘﻴﻘﺔ )
Hayat ( ﺣﻴﺎﺓ )
Hibah ( ﻫﺒﺔ )
Hikayat ( ﺣﻜﺎﻳﺔ )
Hikmah ( ﺣﻜﻤﺔ )
Hormat ( ﺣﺮﻣﺔ )
Hina ( ﻫﻴﻦ )
Huruf ( ﺣﺮﻭﻑ )
I
Ilmu ( ﻋﻠﻢ )
Ilmiah ( ﻋﻠﻤﻴﺔ )
Iman ( ﺇﻳﻤﺎﻥ )
Insan ( ﺇﻧﺴﺎﻥ )
Istilah ( ﺍﺻﻄﻼﺡ )
Istirahat ( ﺍﺳﺘﺮﺍﺣﺔ )
Isyarat ( ﺇﺷﺎﺭﺓ )
J
Jadwal ( ﺟﺪﻭﻝ )
Jamaah ( ﺟﻤﺎﻋﺔ )
Jasad ( ﺟﺴﺪ )
Jawab ( ﺟﻮﺍﺏ )
Jenis ( ﺟﻨﺲ )
Jilid ( ﺟﻠﺪ )
Jumat ( ﺟﻤﻌﺔ )
K
Kabar ( ﺧﺒﺮ )
Kalam ( ﻛﻼﻡ )
Kalimat ( ﻛﻠﻤﺔ )
Kalbu ( ﻗﻠﺐ )
Kamis ( ﺧﻤﻴﺲ )
Kamus ( ﻗﺎﻣﻮﺱ )
Karib ( ﻗﺮﻳﺐ )
Kertas ( ﻗﺮﻃﺎﺱ )
Kias ( ﻗﻴﺎﺱ )
Kisah ( ﻗﺼﺔ )
Kitab ( ﻛﺘﺎﺏ )
Kuliah ( ﻛﻠﻴﺔ )
Kuburan ( ﻗﺒﺮ )
Kursi ( ﻛﺮﺳﻲ )
L
Lisan ( ﻟﺴﺎﻥ )
Laik ( لائق )
M
Madrasah ( ﻣﺪﺭﺳﺔ )
Majalah ( ﻣﺠﻠﺔ )
Majlis ( ﻣﺠﻠﺲ )
Makalah ( ﻣﻘﺎﻟﺔ )
Makhluk ( ﻣﺨﻠﻮﻕ )
Maklum ( ﻣﻌﻠﻮﻡ )
Makna ( ﻣﻌﻨﻰ )
Makruf ( ﻣﻌﺮﻭﻑ )
Maksud ( ﻣﻘﺼﻮﺩ )
Malaikat ( ﻣﻼﺋﻜﺔ )
Markaz ( ﻣﺮﻛﺰ )
Masalah ( ﻣﺴﺄﻟﺔ )
Masjid ( ﻣﺴﺠﺪ )
Mati ( ﻣﻴﺖ )
Misal ( ﻣﺜﺎﻝ )
Miskin ( ﻣﺴﻜﻴﻦ )
Mungkin ( ﻣﻤﻜﻦ )
Munkar ( ﻣﻨﻜﺮ )
Mustahil ( ﻣﺴﺘﺤﻴﻞ )
Musibah ( ﻣﺼﻴﺒﺔ )
Mushalla ( ﻣﺼﻠﻰ )
Musyawarah ( ﻣﺸﺎﻭﺭﺓ )
N
Nabi ( ﻧﺒﻲ )
Nasib ( ﻥﺻﻴﺐ )
Najis ( ﻧﺞﺱ )
Nikmat ( ﻧﻊﻣﺔ )
Nafas ( ﻧﻔﺲ )
Nasab ( ﻧﺴﺐ )
Nafkah ( ﻧﻔﻘﺔ )
Nikah ( ﻧﻜﺎﺡ )
Noktah ( ﻧﻘﻄﺔ )
O
P
Paham ( ﻓﻬﻢ )
Pasal ( ﻑﺻﻞ )
Pikir ( ﻓﻜﺮ )
Q
R
Rahmat ( ﺭﺣﻤﺔ )
Rahim ( ﺭﺡﻡ )
Rasul ( ﺭﺳﻮﻝ )
Rejeki ( ﺭﺯﻕ )
Riwayat ( ﺭﻭﺍﻳﺔ )
Rabu ( ﺃﺭﺑﻌﺎﺀ )
Rakyat ( ﺭﻋﻴﺔ )
Risalah ( ﺭﺳﺎﻟﺔ )
Ruh ( ﺭﻭﺡ )
Rujuk ( ﺭﺟﻮﻉ )
S
Saat ( ﺳﺎﻋﺔ )
Sabar ( ﺹﺑﺮ )
Sabtu ( ﺳﺒﺖ )
Sabun ( ﺻﺎﺑﻮﻥ )
Sah ( ﺻﺢ )
Safar ( ﺳﻔﺮ )
Sahabat ( ﺻﺤﺎﺑﺔ )
Salam ( ﺱﻻﻡ )
Salju ( ﺛﻠﺞ )
Sehat ( ﺹﺣﺔ )
Sajak ( ﺳﺞﻉ )
Sedekah ( ﺻﺪﻗﺔ )
Sekarat ( ﺳﻜﺮﺍﺕ )
Serikat ( ﺷﺮﺍﻛﺔ )
Sebab ( ﺱﺑﺐ )
Silaturrahmi ( ﺻﻠﺔ ﺍﻟﺮﺣﻢ )
Sihir ( ﺳﺤﺮ )
Sujud ( ﺳﺞﻭﺩ )
Surat ( ﺳﻮﺭﺓ )
Syirik ( ﺷﺮﻙ )
Syukur ( ﺷﻜﺮ )
Selamat ( ﺳﻼﻣﺔ )
Senin ( ﺍﺛﻨﻴﻦ )
Selasa ( ﺛﻼﺛﺎﺀ )
Setan ( ﺷﻴﻄﻠﻦ )
Siasat ( ﺳﻴﺎﺳﺔ )
Sifat ( ﺻﻔﺔ )
Silsilah ( ﺳﻠﺴﻠﺔ )
Shalat ( ﺻﻼﺓ )
Soal ( ﺳﺆﺍﻝ )
Sohib ( ﺻﺎﺣﺐ )
Sulthan ( ﺳﻠﻄﺎﻥ )
Sunnah ( ﺳﻨﺔ )
Syarat ( ﺷﺮﻁ )
Syair ( ﺷﺎﻋﺮ )
T
Taat ( ﻃﺎﻋﺔ )
Tabiat ( ﻃﺒﻴﻌﺔ )
Tauhid ( ﺗﻮﺣﻴﺪ )
Tabib ( ﻁﺑﻴﺐ )
Takhayul ( ﺗﺨﻴﻞ )
Takabbur( ﺗﻜﺒﺮ )
Takdir ( ﺗﻘﺪﻳﺮ )
Tawakkal( ﺗﻮﻛﻞ )
Tawadhu( ﺗﻮﺍﺿﻊ )
Tamak ( ﻁﻣﻊ )
Tamat ( ﺗﻢﺕ )
Taubat ( ﺗﻮﺑﺔ )
Telaah ( ﻡﻃﺎﻟﻌﺔ )
Tertib ( ﺗﺮﺗﻴﺐ )
Tafsir ( ﺗﻔﺴﻴﺮ )
U
Umat ( ﺃﻣﺔ )
Umum ( ﻋﻤﻮﻡ )
Umur ( ﻋﻤﺮ )
Unsur ( ﻋﻨﺼﺮ )
Ustadz ( ﺃﺳﺘﺎﺫ )
V
W
Wasit ( ﻭﺍﺳﻂ )was ( ﻭﺳﻮﺍﺱ )
Wajah ( ﻭﺟﻪ )
Wajib ( ﻭﺍﺟﺐ )
Wakil ( ﻭﻙﻳﻞ )
Waktu ( ﻭﻗﺖ )
Wali ( ﻭﺍﻟﻰ )
Warisan ( ﻭﺭﺍﺛﺔ )
Wilayah ( ﻭﻻﻳﺔ )
Wujud ( ﻭﺟﻮﺩ )

Y
Yakin ( ﻳﻖﻳﻦ )
Yakni ( ﻳﻌﻨﻲ )
Yatim ( ﻳﺖﻳﻢ )
Z
Zalim ( ﻇﺎﻟﻢ )
Zakat ( ﺯﻛﺎﺓ )
Zaman ( ﺯﻣﺎﻥ )
Ziarah ( ﺯﻳﺎﺭﺓ )
Zuhud ( ﺯﻩﺩ )
.
Demikian contoh kata-kata serapan dari bahasa Arab. Semoga bisa menambah wawasan kita. Aamiin..
loading...

Friday, January 13, 2017

Wahai Rasulullah... Mengapa Engkau Menangis...?

Pada suatu hari Rasulullah saw ditemui oleh malaikat Jibril. Rasul bertanya “Ada apa wahai Jibril?”.

Jibril menjawab,

“Wahai Muhammad, sesungguhnya hari ini Allah swt sedang mengobarkan nyala api Neraka dan seluruh malaikat amat ketakutan, mereka tidak tahu harus bagaimana,

Untung aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah swt kepala alam semesta. Dengan alasan itu aku kesini, bertabaruk dengan cinta Allah kepada dirimu".

Rasulullah saw terdiam beberapa saat. Kemudian bertanya lagi,

“Wahai Jibril, ceritakan padaku bagaimanakah neraka itu sesungguhnya”.

Jibril menjawab

“Wahai Muhammad, Neraka itu bagaikan lubang-lubang yang terdiri dari 7 tingkat. Jarak antara satu lubang dengan yang lain ialah perjalanan 70 tahun. Lubang yang palingbawah adalah yang paling panas".

Nabi saw meneruskan pertanyaannya, "Lalu siapakah penghuni lubang-lubang neraka itu wahai Jibril?”.

Jibril menjawab,

“Lubang yang paling bawah diciptakan untuk orang orang munafik, lubang berikutnya untuk penyembah berhala, lalu untuk penyembah bintang dan matahari".

Jibril terus menerangkan penghuni tingkatan neraka hingga lubang yang ke 5 tempatnya umat Yahudi dan yang ke 6 dihuni oleh umat Nasrani.Setelah menjelaskan penghuni 6 tingkatan Neraka,Jibril diam cukup lama.

Rasulullah saw penasaran dan bertanya kembali, “Wahai Jibril, siapakah penghuni neraka yang ke 7?”

Jibril berkata, “Umatmu wahai Muhammad, mereka itu para pelaku dosa besar di kalangan umatmu yang dimana sampai mereka mati belum sempat bertaubat".

Mendengar jawaban Jibril, Rasulullah saw langsung jatuh pingsan. Jibril merangkulnya dan meletakkan tubuh baginda di atas pangkuannya.

Tak berapa lama Rasulullah saw sadar dan langsung menangis bersimbah air mata, dengan terisak-isak Rasulullah saw mempertegas pertanyaannya,

“Wahai Jibril, apakah benar ada diantara umatku yang masuk neraka?”.

Jibril mejawab

“Benar wahai Muhammad, pelaku dosa besar di antara umatmu yang belum bertaubat".

Setelah itu Rasulullah saw langsung menghadap kiblat dan sujud kepada Allah saw dalam isak tangisnya.

Sesekali dengan suara pelan beliau membisikkan kata-kata "Ummati ya Rabb, ummati, ummati, ummati.

Beliau saw tidak mengangkat kepalanya dalam keadaan seperti itu selamat 3 hari 3 malam kecuali setiap Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan, barulah beliau bangkit untuk menjadi imam dan setelah itu kembali sujud lagi.

Pada hari ke 3, Abu Bakar ra menyadari hal ini, beliau mengetuk pintu Rasulullah saw dan mengucapkan salam 3 kali, namun tidak terdengar jawaban.

Abu Bakar ra sedih dan berseru di depan pintu Nabi saw, “ Apakah ada jalan untuk masuk kerumah Rasulullah”. Tetap tidak ada jawaban.

Lalu beliau menangis dan melangkah pulang
Di jalan beliau bertemu sahabat Umar ra, “Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?”.

Abu Bakar ra menceritakan keadaan Rasulullah saw. Maka Umar ra pun melangkah menuju rumah Nabi saw dan terjadilah hal yang sama. Umar pun pulang dan menangis.

Di jalan beliau bertemu Salman Al Farisi ra. Dengan terisak-isak Umar ra bercerita kepada Salman ra hingga membuat dia amat sedih, namun dia tidak berani mengulangi hal yang sama.

Salman melangkah menuju rumah Fatimah ra dan menceritakan hal itu.

Setengah berlari Fatimah ra menuju rumah Ayahnya saw dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.

Mendengar suara lembut putri tercinta, sejuklah dada Nabi saw. Rasullah saw bangkit dari sujud dan membuka pintu.

Alangkah terkejutnya Fatimah ra melihat beliau yang amat kurus dan pucat.

Fatimah memeluk beliau saw lalu menangis.

“Wahai ayahanda, apa yang terjadi? mengapa engkau amat sedih seperti ini?”.

Rasulullah saw kembali menangis dan berkata dengan suara lirih,

“Wahai Fatimah, belahan jiwaku, bagaimana mungkin aku tidak sedih sedangkan Jibril mengatakan akan ada kelak umatku yang akan masuk neraka".

Begitu besarnya Cinta Nabi Muhammad SAW kepada kita, umatnya.
Apakah cinta beliau akan terbalaskan...
Atau hanya akan menjadi cinta bertepuk sebelah tangan ?

Kami sangat mencintai mu ya Rasullullah 

Sumber: Whats App... 
Harap koreksi jika kisah benar benar atau tidak! 
loading...