Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Tuesday, March 10, 2020

Apa itu Allocation Uni Sizes? Mengenal Allocation Unit Sizes Pada Sebuah Disk

Assalamu 'alaikum sahabat semua. Pernah nggak kamu mengalami suatu ketika hardisk atau flashdisk mengalami kerusakan? Barangkali pernah ya.

Nah, biasanya ketika sebuah disk rusak, tak jarang orang mem-format kembali disk tersebut. Ketika kamu memformat Disk, pernahkan anda melihat pilihan allocation unit sizes.? apakah kamu penasaran apa sih gunanya.? berikut saya akan jelaskan setahu saya mengenai allocation unit sizes.

Allocation unit sizes atau cluster adalah: jumlah minimal ruang hard drive yang di tentukan untuk menyimpan data. 

Masih bingung? Baiklah saya akan memberi contoh gambaran sederhana mengenai cluster ini.

Misalkan anda mengatur allocation unit sizes menjadi 16kb pada sebuah disk dan anda memiliki file berukuran 1kb. Maka, file tersebut akan meminta memori sebanyak 16kb pada disk, sehingga boros 15kb. Namun, efek positifnya adalah bertambahnya kecepatan prossesing data, sehingga akan lebih cepat dalam membuka data ataupun menyalin data.

Dari sini apakah anda sudah mulai bingung.? Eh maksud saya paham.? Jadi kita mengatur allocation unit size menurut kebutuhan disk kita. Semakin besar clusternya maka semakin boros pula kita. Ga percaya.? mari kita buktikan.

Misalkan kita memiliki 1000 file dengan ukuran 1kb, dan mengatur cluster 16kb. Maka setiap file kita membuang 15kb. Jadi tempat terbuang keseluruhanya adalah 15kb x 1000(file) menjadi 15000kb atau lebih kurang 15mb. Lumayan tuh muat 2 -3 lagu. kan sayang. Itu perumpamaanya hanya 1000 file bagaimana kalo 10.000files.

Namun, perlu diingat. bahwa semakin kecil ukuran cluster, maka semakin lama pula proses membaca disk. karena semakin banyak bagian yang harus dibaca. Ya seperti ram kalo kecil, maka proses pengolahan data di motherboard akan lambat.

Singkatnya, allocation unit sizes berukuran kecil akan bekerja dengan baik jika disk menyimpan banyak file kecil. dan jika drive digunakan untuk menyimpan banyak file besar maka allocation unit sizes sebaiknya berukuran besar pula. jadi allocation unit size disetel menurut beban yang akan diterima oleh disk tersebut.

Sekali lagi, kapasitas disk semakin besar akan sangat mempengaruhi dalam memilih allocation unit sizes. Saya sarankan anda menggunakan nilai default dari microsoft yaitu sebesar 4096byte atau lebih kurang 4kb.
loading...

Thursday, January 9, 2020

Penting Diketahui: 29 Aturan Sosial Tak Tertulis Dalam Pergaulan Internasional

1. Jangan menelepon seseorang lebih dari dua kali secara terus menerus. Jika mereka tidak mengangkat telepon Anda, itu berarti mereka memiliki sesuatu yang lebih penting untuk diperhatikan.

2. Ketika seseorang menjatuhkan sesuatu di lantai secara tidak sengaja atau menjatuhkan makanan dari piring atau tidak tahu bagaimana menggunakan pisau / garpu jangan menatap mereka. Hal yang sama berlaku untuk orang yang bersin, batuk, atau bahkan kentut yang tidak terkendali. Ini adalah reaksi yang tidak disengaja.

3. Selalu lewati menggunakan wastafel yang sedang digunakan dan jangan berdiri di sampingnya. Itu membuat gelisah bagi orang yg ada di situ.

4. Kembalikan uang yang telah Anda pinjam bahkan sebelum orang lain ingat meminjamkannya kepada Anda. Baik itu 1 rupiah atau 100,000 Rupiah. Ini menunjukkan integritas dan karakter Anda. Sama halnya dengan payung, pena, dan kotak makan siang.

5. Jangan pernah memesan hidangan mahal di menu ketika seseorang mentraktir Anda untuk makan siang / makan malam. Jika mungkin minta mereka untuk memesan makanan pilihan mereka untuk Anda.

6. Jangan mengajukan pertanyaan canggung seperti 'Oh jadi kamu belum menikah?' Atau 'Apakah kamu tidak punya anak' atau 'Mengapa kamu tidak membeli rumah?'. Demi Tuhan, itu bukan masalahmu .

7. Selalu buka pintu untuk orang yang datang di belakang Anda. Tidak masalah apakah itu laki-laki atau perempuan. Anda tidak menjadi kecil dengan memperlakukan seseorang dengan baik di depan umum.

8. Jika Anda naik taksi dengan seorang teman, dan ia membayar sekarang, Anda membayar lain kali.

9. Hormati pendapat politik yang berbeda.

10. Jangan pernah menyela pembicaraan orang.

11. Jika Anda menggoda seseorang, dan mereka sepertinya tidak menikmatinya, hentikan dan jangan pernah melakukannya lagi.

12. Ucapkan "terima kasih" ketika seseorang membantu Anda.

13. Puji di depan umum. Mengkritik secara pribadi.

14. Jangan pernah komentari berat badan orang lain. Hampir tidak pernah ada alasan untuk mengomentari berat badan seseorang. Katakan saja, "Kamu terlihat luar biasa." Jika mereka ingin berbicara tentang menurunkan berat badan, mereka akan melakukannya.

15. Jika Anda mendapatkan penerbangan panjang atau naik kereta api, mandilah sebelumnya. Orang di sebelah Anda akan menghargainya.

16. Ketika seseorang menunjukkan foto pada ponsel Anda, jangan geser ke kiri atau kanan untuk melihat foto yang lain. Anda tidak pernah tahu apa selanjutnya.

17. Jika seorang kolega memberi tahu Anda bahwa mereka memiliki janji temu dokter, jangan tanya untuk apa, katakan saja harap Anda baik-baik saja. Jika mereka ingin membicarakannya, mereka akan melakukannya dan Anda tidak menempatkan mereka pada posisi yang tidak nyaman karena harus memberi tahu Anda tentang penyakit mereka.

18. Perlakukan pembersih/OB dengan rasa hormat yang sama seperti CEO. Tidak ada yang terkesan betapa kasarnya Anda memperlakukan seseorang di bawah Anda, tetapi orang-orang akan memperhatikan jika Anda memperlakukan mereka dengan hormat.

19. Jika seseorang berbicara langsung kepada Anda dan anda menatap HP maka Anda tidak sopan.

20. Jangan pernah memberi saran sampai Anda diminta.

21. Jangan membuat rencana di depan mereka yang tidak Anda libatkan.

22. Jangan berbicara dengan seseorang jika mereka sedang menggunakan headphone.

23. Ketika bertemu seseorang setelah waktu yang lama, kecuali mereka ingin membicarakannya, jangan tanya umur dan gajinya.

24. Ketika seorang teman / kolega menawarkan Anda makanan, Anda bisa dengan sopan mengatakan TIDAK. Tapi, jangan lakukan ini setelah mencicipi atau menciumnya. Ini merupakan penghinaan bagi orang yang telah menawarkannya kepada Anda.

25. Ketika seseorang mulai berbicara tentang penyakitnya, jangan mulai membicarakan penyakit Anda.

26. Saat seseorang yang Anda kenal memiliki perubahan penampilan yang jelas, misalnya: Kenaikan / penurunan berat badan, titik botak, jerawat. jangan pernah mengomentarinya sampai mereka membicarakannya dengan Anda, mereka sudah tahu apa yang terjadi pada mereka.

27. Jangan pernah mencium bayi yang bukan milikmu.

28. Pikirkan urusan Anda sendiri kecuali jika ada sesuatu yang melibatkan Anda secara langsung - jangan ikut campur.

29. Jangan melihat setiap posting di Facebook sebagai peluang untuk berdebat / berdebat, bahkan jika tidak sesuai dengan pandangan atau keyakinan Anda.
loading...

Friday, January 3, 2020

Jebakan-Jebakan Jahiliyah Yang Diingatkan Dalam Al-Quran

Dalam al-Qur'an, Allah Swy menyebutkan kata jahiliyah sebanyak 4 kali. Macam-macam ragamnya tetapi semuanya harus kita hindari.

Pertama, Ada jahiliyah dalam hukum (hukm al-jahiliyyah). Yaitu penerapan hukum-hukum jahiliyah dalam kehidupan sehari-hari. Allah Swt. telah mengingatkan:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/?s=jahiliyahأَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/?s=jahiliyah
 أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya:
"Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?". (QS. al-Ma'idah: 50)

Kedua, jahiliyah dalam gaya hidup (tabarruj al-jahiliyyah). Seperti dalam hal berpakaian, mode dan lain sebagainya. Allah Swt. berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

Artinya:
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu". (QS. al-Ahzab: 33)

Ketiga, jahiliyah pemikiran/persangkaan (zhann al-jahiliyyah). Allah Swt. mengingatkan:

وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ

Artinya:
Sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?.” Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” (QS. Ali Imran: 154)


Keempat, jahiliyyah perilaku (hamiyyah al-jahiliyyah), seperti bersikap ashabiyyah, pergaulan bebas dll. Allah Swt memfirmankan:

إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Artinya:
Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya.” (QS. al-Fath: 26)

Penting diwaspadai, sebab jebakan-jebakan jahiliyah ini tak hanya menimpa orang-orang awam, tapi kadang bahkan menghinggapi mereka yang mengklaim dirinya ulama, intelektual, cendekiawan Muslim.

Sehingga, Buya Hamka membagi ulama menjadi 4 macam:

1. Ulama yang Meninggal
Para ulama yang telah meninggal, dari mereka kita dapat mengambil banyak pelajaran, plus minusnya.

2. Ulama yang Meninggalkan dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Inilah jelas ulama buruk yang kita hindari, dunia memalingkannya dari dakwah kepada Allah.

3. Ulama yang Ditinggalkan, justru karena berpegang teguh pada prinsip dan dakwah Islam. Berbagai cacian dan ujian menimpa mereka. Dituduh ini itu. Inilah sosok ulama yang keteladanannya bermanfaat bagi umat. Kita justru harus mengikuti ulama baik semacam ini.

4. Ulama yang Ketinggalan. Ini ragam ulama yang ketinggalan kemajuan hanya karena selalu mengekor nenek moyang. "Dulu moyang kami begini, maka kami begini..." Mereka tidak menimbang baik-baik berbagai tinjauan pemikiran dan pendapat karena hanya terpaku ajaran moyangnya, dalam arti negatif.

Mari kita renungkan bersam.
loading...

Saturday, December 28, 2019

[Kisah Hikmah] Pisang Satu Kilo!

Alkisah, ada seorang pria masuk ke toko buah. Ia hendak mencari buah kesukaannya. Matanya kemudian tertuju pada pisang yang ranum.

"Berapa harga pisang ini?". tanyanya.

"Pisang  ini harganya 12.000 rupiah... Kalau apel cuma 15.000". jawab si penjual buah.


Tak berpikir lama, ia pun segera membeli pisang tersebut sebanyak satu kilogram

Ketika hendak bergegas meninggalkan toko, ada seorang wanita masuk ke toko tersebut.

"Berapa harga satu kilo pisang ini?". Tanya wanita tersebut seraya menunjuk pisang yang sama.

"Oh, kalau pisang ini harganya 5.000 rupiah, kalau apelnya 8.000 rupiah". Jawab si penjual pisang.

"Alhamdulillah...". Gumam wanita tersebut. kemudian ia mengeluarkan uangnya seraya memberi sekil pisang.

Pria tadi terperangah melihat wanita tersebut dan juga pemiliki toko buah itu. Merasa di curangi, ia pun mendekati penjual dengan sdikit emosi.

Tetapi, sebelum pria itu bertanya, si pemilik toko segera memberi isyarat mata dan berkata padanya: "Tunggu saya sebentar"

Kemudian si penjual memberikan kepada si wanita 1 kg pisang dan 1 kilogram apel dengan harga 13.000.

Wanita itu pergi dengan gembira dan berkata :

"Alhamdulillah terimakasih Ya Allah anak-anakku akan makan buah...".

Setelah wanita tersebut pergi, si penjual meminta maaf pada pembeli lelaki dan berkata:

"Demi Allah aku tidak mencurangimu, tetapi wanita itu mempunyai empat anak yatim dan selalu menolak bantuan apapun dari orang lain, setiapkali aku ingin membantu pasti dia menolak.
Saya berfikir keras bagaimana caranya bisa menolong tanpa membuat dia malu, dan aku tidak menemukan cara selain ini, yaitu dengan mengurangi harga untuknya.
Aku ingin dia tetap merasa tidak membutuhkan bantuan siapapun dan aku juga ingin berdagang dengan Allah dan menyenangkan hati mereka.
Wanita ini datang kemari seminggu sekali. Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya setiap wanita itu membeli buah dariku, hari itu aku selalu mendapatkan untung berlipat-lipat dan mendapatkan Rizqi dari jalan yang tak kusangka!"

Saat itulah si lelaki pembeli meneteskan air matanya dan segera mencium kepala si penjual
***







Saudaraku...

Seorang ulama pernah berkata:
 
إن في قضاء حوائج الناس لذة لا يعرفها إلا من جربها
((اسْتَنْزِلُوا الرِّزْقَ بالصدقه))


"Sesungguhnya dalam menolong kebutuhan manusia ada nikmat kelezatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah melakukanya".

Pancinglah turunnya Rizqi dengan cara bersedekah!
loading...

Thursday, October 17, 2019

Adab Media Sosial: Jangan Tergesa-Gesa Menyebar Berita

Zaman sekarang ini, arus informasi demikian mudahnya kita dapat. Namun hal ini kerap membuat orang lalai, seringkali tanpa berfikir panjang kita langsung menyebarkan (men-share) semua berita dan informasi yang kita terima, tanpa terlebih dahulu meneliti kebenarannya.

Kita dengan sangat mudah men-share berita, entah dengan menggunakan media sosial semacam facebook, atau aplikasi whatsapp, atau media yang lainnya. Akibatnya, muncullah berbagai macam kerusakan, seperti kekacauan, provokasi, ketakutan, atau kebingungan di tengah-tengah masyarakat akibat penyebaran berita semacam ini.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas mengatakan:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Artinya:
“Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta apabila dia mengatakan semua yang didengar.” (HR. Muslim no.7)

Janganlah kita tergesa-gesa menyebarkan berita tersebut, karena sikap seperti ini hanyalah berasal dari setan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


التَّأَنِّي مِنَ اللهِ , وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Artinya:
“Ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.” (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 10/104 dan Abu Ya’la dalam Musnad-nya 3/1054)

Periksalah Kebenaran sebuah Berita dengan Cermat

Allah Ta’ala pun memerintahkan kepada kita untuk memeriksa suatu berita terlebih dahulu karena belum tentu semua berita itu benar dan valid. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujuraat [49]: 6)

Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk memeriksa suatu berita dengan teliti, yaitu mencari bukti-bukti kebenaran berita tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan menelusuri sumber berita, atau bertanya kepada orang yang lebih mengetahui hal itu.

Oleh karena itu, sungguh saat ini kita sangat perlu memperhatikan ayat ini. Suatu zaman di mana kita mudah untuk men-share suatu link berita, entah berita dari status facebook teman, entah berita online, dan sejenisnya, lebih-lebih jika berita tersebut berkaitan dengan kehormatan saudara muslim atau berita yang menyangkut kepentingan masyarakat secara luas. Betapa sering kita jumpai, suatu berita yang dengan cepat menjadi viral di media sosial, di-share oleh ribuan netizen, namun belakangan diketahui bahwa berita tersebut tidak benar. Sayangnya, klarifikasi atas berita yang salah tersebut justru sepi dari pemberitaan.

Peringatan bagi yang Sembarangan Menyebar Berita

Bagi kita yang suka asal dan tergesa-gesa dalam menyebarkan berita, maka hukuman di akhirat kelak telah menanti kita. Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau:

رأيت الليلة رجلين أتياني، فأخذا بيدي، فأخرجاني إلى أرض فضاء، أو أرض مستوية، فمرا بي على رجل، ورجل قائم على رأسه بيده كلوب من حديد، فيدخله في شدقه، فيشقه، حتى يبلغ قفاه، ثم يخرجه فيدخله في شدقه الآخر، ويلتئم هذا الشدق، فهو يفعل ذلك به

Artinya:
Tadi malam aku bermimpi melihat ada dua orang yang mendatangiku, lalu mereka memegang tanganku, kemudian mengajakku keluar ke tanah lapang. Kemudian kami melewati dua orang, yang satu berdiri di dekat kepala temannya dengan membawa gancu dari besi. Gancu itu dimasukkan ke dalam mulutnya, kemudian ditarik hingga robek pipinya sampai ke tengkuk. Dia tarik kembali, lalu dia masukkan lagi ke dalam mulut dan dia tarik hingga robek pipi sisi satunya. Kemudian bekas pipi robek tadi kembali pulih dan dirobek lagi, dan begitu seterusnya.”

Di akhir hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat penjelasan dari malaikat, apa maksud kejadian yang beliau lihat:

أما الرجل الأول الذي رأيت فإنه رجل كذاب، يكذب الكذبة فتحمل عنه في الآفاق، فهو يصنع به ما رأيت إلى يوم القيامة، ثم يصنع الله به ما شاء

Artinya:
Orang pertama yang kamu lihat, dia adalah seorang pendusta. Dia membuat kedustaan dan dia sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Dia dihukum seperti itu sampai hari kiamat, kemudian Allah memperlakukan orang tersebut sesuai yang Dia kehendaki.” (HR. Ahmad no. 20165) [2]

Apabila kita sudah berusaha meneliti, namun kita belum bisa memastikan kebenarannya, maka diam tentu lebih selamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَمَتَ نَجَا

Artinya:
Barangsiapa yang diam, dia selamat.” (HR. Tirmidzi no. 2501) [3]

Bertanyalah, Adakah Manfaat Menyebarkan suatu Berita Tertentu?

Lalu, apabila kita sudah memastikan keberannya, apakah berita tersebut akan kita sebarkan begitu saja? Jawabannya tentu saja tidak. Akan tetapi, kita lihat terlebih dahulu apakah ada manfaat dari menyebarkan berita (yang terbukti benar) tersebut? Jika tidak ada manfaatnya atau bahkan justru berpotensi menimbulkan salah paham, keresahan atau kekacauan di tengah-tengah masyarakat dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya, maka hendaknya tidak langsung disebarkan (diam) atau minimal menunggu waktu dan kondisi dan tepat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ


Artinya:
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 74)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melarang Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu untuk menyebarkan ilmu yang dia peroleh karena khawatir akan menimbulkan salah paham di tengah-tengah kaum muslimin. Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu:

فَقَالَ: «يَا مُعَاذُ، تَدْرِي مَا حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ؟ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ؟» قَالَ: قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «فَإِنَّ حَقَّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللهَ، وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا» ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا أُبَشِّرُ النَّاسَ، قَالَ: «لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا»

Artinya:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Wahai Mu’adz, apakah kamu tahu apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba dan apa hak hamba yang wajib dipenuhi oleh Allah?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-nya yang lebih mengetahui.’ Beliau pun bersabda, ‘Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya ialah supaya mereka beribadah kepada-Nya saja dan tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Nya. Adapun hak hamba yang wajib dipenuhi oleh Allah adalah Allah tidak akan mengazab mereka yang tidak berbuat syirik kepada-Nya.’ Lalu aku berkata, ’Wahai Rasulullah, bagaimana kalau aku mengabarkan berita gembira ini kepada banyak orang?’ Rasulullah menjawab, ’Jangan, nanti mereka bisa bersandar.’”(HR. Bukhari no. 2856 dan Muslim no. 154)

Mari kita perhatikan baik-baik hadits ini. Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan suatu berita (ilmu) kepada Mu’adz bin Jabal, namun beliau melarang Mu’adz bin Jabal untuk menyampaikannya kepada sahabat lain, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam khawatir kalau mereka salah paham terhadap kandungan hadits ini. Artinya, ada suatu kondisi sehingga kita hanya menyampaikan suatu berita kepada orang tertentu saja. Dengan kata lain, terkadang ada suatu maslahat (kebaikan) ketika menyembunyikan atau tidak menyampaikan suatu ilmu pada waktu dan kondisi tertentu, atau tidak menyampaikan suatu ilmu kepada orang tertentu. [4]

Mu’adz bin Jabal akhirnya menyampaikan hadits ini ketika beliau hendak wafat karena beliau khawatir ketika beliau wafat, namun masih ada hadits yang belum beliau sampaikan kepada manusia. Mu’adz bin Jabal juga menyampaikan kekhawatiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu, agar manusia tidak salah paham dengan hadits tersebut. [5]

Semoga tulisan singkat ini menjadi panduan kita di zaman penuh fitnah dan kerusakan seperti sekarang ini, yang salah satunya disebabkan oleh penyebaran berita yang tidak jelas asal-usul dan kebenarannya. [6]
(MS Hakim)

Catatan kaki:

[1]     Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-shahihah no. 1795.
[2]     Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.
[3]     Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.
[4]     Al-Qaulul Mufiid ‘ala Kitaabit Tauhiid, 1/55.
[5]     I’anatul Mustafiid, 1/50.
[6]    Dikutip dari buku penulis, “Islam, Sains dan Kesehatan”, hal. 49-54 dengan beberapa penambahan yang dianggap penting. Penerbit Pustaka Muslim, Yogyakarta tahun 2016.

loading...