Tahukah Anda, Sebelum Dijajah Spanyol, Filipina Pernah Dipimpin Oleh Perantau Minangkabau ...?

ARMADA SPANYOL menamai negeri yang baru mereka kuasai itu; Philipina—sebagai penghormatan kepada King Philip, suami Tuan Putri Joanna. Jauh sebelum itu, negeri itu dipimpin oleh seorang pengembara dari Minangkabau...;

Thursday, February 22, 2018

Memahami Arti Produk : ORI, OEM, KW1, KW2, KW3 dll, Apa Maksudnya?

Salah satu kepintaran orang zaman sekarang keahliannya dalam meniru! Hehehe... Bagus sih, tapi tidak kreatif! Misalnya ada barang bagus yang digandrungi banyak orang, maka tak lama kemudian keluar barang tiruannya.

Kalau dulu, orang akrab dengan istilah 'imitasi', nah sekarang istilah itu sudah agak usang dan orang lebih kenal dengan istilah KW (baca: kawe).

Saat kita belanja online di internet, atau mungkin belanja di pasar atau mall, berhati-hatilah dalam memilih, sebab bisa jadi kualitas barang yang kita beli ternyata tidak sesuai dengan aslinya.

Zaman sekarang, ada berbagai kualitas yang menentukan mutu suatu barang, umumnya dikenal sebagai:  Original, OEM, KW Super, bahkan sampai KW1, KW2, dan seterusnya. Nah sebenarnya apa sih perbedaan dari istilah kualitas produk diatas? Dan apa begitu penting untuk memahami dan tahu perbedaannya?

Nah untuk menjawab itu semua, ada baiknya kita kenali secara detail informasi tersebut dari sumber yang terpercaya. Jadi, silahkan simak penjelasannya dibawah ini:

Produk kualitas Original (Ori)

Jenis produk dengan kualitas Original adalah produk yang merupakan barang resmi dari pihak pembuatnya. Barang ini murni di produksi, di seleksi, di standarisasi oleh sang produsen sendiri sehingga kualitas barang benar-benar terjaga dan tidak mengecewakan para pembelinya.

Membeli produk Original juga merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang membelinya apalagi jika merk produk tersebut cukup terkenal di dunia.

Produk kualitas OEM

OEM adalah singkatan dari: Original Equipment Manufacturer. Banyak orang salah menduga dan menyangka bahwa produk OEM adalah barang palsu atau sama dengan KW,  padahal ini sangatlah salah dan jelas berbeda! OEM sendiri merupakan produk yang memiliki kualitas sama dengan Original, lalu dimana perbedaannya? Jika produk Original di produksi oleh pihak pembuatnya sendiri, produk OEM merupakan produk Original pihak pembuat yang diproduksi produsen lain yang juga memiliki nama besar. Masih bingung? Berikut sedikit gambarannya.

Misalkan Perusahaan A membuat produk bernama Kasokplayer (sebut saja begitu), maka Kasokplayer dengan kualitas Original dibuat di Perusahaan A itu sendiri. Nah suatu saat pesanan Perusahaan A begitu banyak sehingga harus mencari partner lain yaitu Perusahaan B untuk membantunya dalam melakukan produksi untuk area tertentu. Kasokplayer yang di produksi pada Perusahaan B inilah yang dikatakan sebagai produk kualitas OEM. Meskipun begitu, Kasokplayer yang diproduksi oleh Perusahaan B akan tetap dijual dengan menggunakan Brand milik Perusahaan A namun harganya lebih murah dari produk Original. Nah sudah mengerti kan?

Produk kualitas KW Super

KW Super adalah suatu produk tiruan yang sangat identik dnegan aslinya, dan kualitasnya pun hampir menyamai produk aslinya. Mungkin istilah kualitas barang ini paling banyak dikenal oleh China dan Indonesia. Bagaimana tidak, China sangat terkenal mahir dalam membuat barang yang sangat mirip dengan produk Original dan bahkan mempunyai kualitas yang hampir 100% sama namun tanpa lisensi / ijin dari produk yang ditiru.

Nah barang inilah yang disebut sebagai produk kualitas KW Super. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Nah Indonesialah yang paling banyak menjadi pembelinya sehingga kita bisa menikmati barang berkualitas dengan harga yang lebih murah dari produk OEM, bukan begitu sobat? Hehehe...

Produk kualitas KW 1, 2, dan seterusnya

Inilah produk dengan kualitas paling bawah atau paling jelek dibandingkan dengan ketiga kualitas diatas. Produk KW dibuat untuk memiliki bentuk semirip mungkin dengan produk Original. Ingat bentuknya saja lho ya bukan kualitasnya, mengapa?

Karena produk KW dijual dengan harga yang sangat-sangat murah dan ditujukan pada kaum muda yang ingin bergaya tanpa menguras banyak uang.

Misalnya, sebuah sepatu original terbuat dari kulit asli, lalu produk KW 1 diproduksi semirip mungkin dengan merek yang sama, tapi menggunakan kulit PU dan sebagainya. Sepintas, barang akan terlihat sama, tapi setelah pemakaian sebulan dua bulan, baru keliatan perbedaannya.

Untuk produk KW, kualitas KW1 adalah yang paling bagus dan semakin kebawah (KW2, KW3,dst) kualitasnya akan semakin jelek dan lebih murah.

Nah, bagaimana? Sudah faham kan.
loading...

Wednesday, February 21, 2018

[Lengkap]: Syair Datuk Seri Ulama Setia Negara , karangan Ust. Abdul Somad

Syair Datuk Seri Ulama Setia Negara

Oleh: Abdul Somad, Lc. MA
***

Dengan Bismillah kalam bermula 
Alhamdulilah pembuka kata 
Shalawat dan salam sempurnalah makna
Yang kecik dibina yang besar mulia

Abdul Somad aku bernama 
Selesai belajar di Negara Narasinga 
Pernah singgah di IAIN Suska 
Terbang menuju Bumi Seribu Menara 
Melihat Sungai Nil dan Piramida
Bersua dengan Fir’aun dan Musa
Hinggap sekejap di Bumi Malaya 

Akhirnya terdampar di Gurun Sahara
Hampir sampai ke Barcelona 
Setelah lama mengembara 
Kembali jua ke bumi tercinta
Tanah Siak Sri Indrapura
Membawa gelar LC dan MA 
Banyak orang bertanya-tanya 
Apalah agaknya artinya 
Lagi cemas mencari anak dara

Nasehat orang tua-tua
Bernaunglah di pokok yang gagah perkasa
Batangnya jadi penyangga
Akarnya tempat bersila

Bersilaturrahim ke rumah Doktor Musthafa
Rumah putih di Jalan Gulama
Dia bawa daku sepuluh senja
Ke TVRI membawa acara
Bila ia pergi ke Malaysia
Daku duduk di singgasana
Menjadi guru sekejap mata

Subuh tiba gelap gulita 
Menuju Masjid dipagi gulita
Jamaah pun tak pulak ada
Banyak pula tiang darikan manusia 

Berbekal sabar dan doa 
Nasib baik datang menyapa
Khutbah bergetar dari Masjid Raya
Banyak mata terpesona
Caci hamunpun ikut serta
Lovers and haters kata anak-anak muda
Ada pula yang menuduh paksa 
Fitnah anti Bhineka Tunggal Ika
Diusir dari Pulau Dewata
Deportasi dari Cina 
Tapi hati tak rasa hina
Semua itu belum ada apa-apanya 
Bila di bandingkan Nabi Besar kita 
Gigi patah kaki terluka 
Namun tetap berbalas doa
Sungguh tak layak masuk ke surga 
Bila busuk hati terus dipelihara

Orang Melayu cinta negara 
13 Juta Gulden Belanda
Diderma untuk membela bangsa
Sultan Syarif Kasim orang mulia
Dari Siak Sri Indrapura
Berdaulat ke Yogyakarta
Jangan kau ajar kami tentang cinta
Kalau bukan karna kami punya bahasa
Kau pun tak dapat bertutur kata

Dendam jangan masuk ke kepala
Masih banyak yang perlu di rasa
Anak Sakai meniti pipa
Anak Akit senyum menyapa
Talang Mamak terus menganga
Padahal minyak tiada terkira
Tapi apa yang mau di kata
Terlampau banyak diangkut ke Jakarta

Awan berarak menanti senja
Budak menuju Surau Mushalla
Qur’an di tangan dan alif  ba ta
 Tak lupa rotan di belah dua
Tapi kini semua dah sirna
Semua sudah berganti rupa
Budak asik bermain Sega
Play Station warnet beraneka 
Dari Batman hingga Mahabarata

Sampai Spiderman sarang laba-laba
Kalau lah tak ada usah
Budak Melayu kan hancur binasa 
Melayu hanya tinggal nama
Rosak kerana Aids dan narkoba
Menjemput murka dan bencana
Wajah menjadi bermuram durja

Selepas masuk Belanda
Banyak anak tak boleh tulis baca
Huruh Arab dibuang serta
Melayu Riau boleh berbangga
Huruh Arab Melayu merata-rata
Dari Masjid hingga kantor Walikota
Tapi bila tiba saatnya
Huruf Arab hanya mantra
Dibaca saat duka cita
Atau untuk pelet wanita
Sungguh kiamat di pelupuk mata

Maka...
Masuklah anak ke sekolah agama
Ada Gontor 7 dijalan ke Kampa
Darel Hikmah, Babussalam, dan Ash-Shofa
Atau IBS arah Asrama Tentara
Memang agak mahal biaya
Minimal pelajaran agama ada lima
Menjadi bekal dari muda ke tua
Andai tersesat boleh kembali semula
Mereka kan jadi pemimpin bangsa

Dari Presiden sampai Pak KUA
Kita semua akan binasa
Harta tiada di bawa serta
Anak sholih jualah yang mengalir ke kita

Malam berinai kan tiba jua 
Tepak sirih merah merona
Gambir kapur dan pinang tua
Mulut mengunyah bermasam muka
Tanda lidah sedang merasa
Pahit kelat dan pedar ada
Semua mesti di telan sama
Pertanda hidup berumah tangga
Mak andam duduk memasang kenaga
Jemputan hadir saudara mara
Barzanji di baca serta marhaba
Tuan Mufti membaca doa
Air mata bahagia ayah dan bunda
Menanti cucu penyejuk mata
Disana bahagia berpunca
Tapi kini semua tak ada
Akad menjadi majelis duka
Kerana marah menghunjam dada
Rosak sudah pemudi pemuda
Amuk dan hamun mengisi acara
Mereka pun tak salah juga
Kerana diam kita lah bencana mereka

Banyak orang bertanya–tanya 
Siapalah agaknya
Menulis kata-kata berbingkai makna
Menyentuh rasa hati dan kepala
Jawabannya
Siapa lagi kalau bukan Datuk Seri Ulama Setia Negara
Abdul Somad Lc. MA

Tapi bila malaikat maut tiba
Pangkat dan kuasa tak lagi bermakna
Hanya iman dan amal shalih jua
Yang akan di bawa serta
Tinggallah rumah besar bertingkap kaca 
Anak menantu sahabat tetangga
Kain songket dan baju sutera
Cincin emas dan batu permata
Ruby zamrud dan mutiara
Tangan yang pernah menyapu air mata
Orang susah dan miskin papa
Kepala anak yatim tiada berbapa
Apa tanda Melayu menyapa
Lemah lembut bertutur kata
Apa tanda Melayu beragama
Takut pada Allah semata
Apa tanda Melayu bernegara
Tetes darah asal jangan hina
Kala menung datang menyapa
Saat tanah pusara sudah pun rata
Anak menantu jiran tetangga
Tinggallah diri sebatang kara

Bila sampai masanya tiba 
Anak berbisik ke pangkal telinga
Buah hati belaian jiwa
Mizyan Hadziq Abdillah putera teruna 
La ilaha illallah ‘azza wa jalla.
loading...

Monday, February 12, 2018

Pandangan Para Ulama Tentang Hukum Meminum Air Kencing Unta

Tentang meminum air kencing unta memang ada disebutkan dalam hadits, Kisahnya termaktub dalam dua kitab hadits paling Shahih (authentic text), yaitu Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim.

Dalam Kitab Shahih Al Bukhari disebutkan:

 عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ نَاسًا اجْتَوَوْا فِي الْمَدِينَةِ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَلْحَقُوا بِرَاعِيهِ يَعْنِي الْإِبِلَ فَيَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا فَلَحِقُوا بِرَاعِيهِ فَشَرِبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا حَتَّى صَلَحَتْ أَبْدَانُهُمْ

Dari Anas _Radhiallahu 'anhu_ bahwa sekelompok orang sedang menderita sakit ketika berada di Madinah, maka *Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan* mereka supaya menemui penggembala beliau dan *meminum susu dan kencing unta,* mereka lalu pergi menemui sang penggembala dan meminum air susu dan kencing unta tersebut sehingga badan-badan mereka kembali sehat .*(HR. Bukhari no. 5686)*

Juga terdapat dalam Shahih Muslim:

ةَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ حَدَّثَنِي أَنَسٌ أَنَّ نَفَرًا مِنْ عُكْلٍ ثَمَانِيَةً قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعُوهُ عَلَى الْإِسْلَامِ فَاسْتَوْخَمُوا الْأَرْضَ وَسَقِمَتْ أَجْسَامُهُمْ فَشَكَوْا ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَا تَخْرُجُونَ مَعَ رَاعِينَا فِي إِبِلِهِ فَتُصِيبُونَ  مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا فَقَالُوا بَلَى فَخَرَجُوا فَشَرِبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا فَصَحُّوا

DARI Abu Qilabah telah menceritakan kepadaku Anas, bahwa sekelompok orang dari Bani 'Ukl yang berjumlah delapan orang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu mereka membai'at beliau atas Islam. Tidak beberapa lama mereka sakit karena tidak terbiasa dengan iklim Kota Madinah. Mereka kemudian mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: *"Maukah kamu pergi ke unta-unta yang digembalakan, lalu kamu meminum susu dan air kencingnya?"* mereka menjawab, "Tentu." Kemudian mereka pergi ke unta-unta tersebut dan meminum susu dan air kencingnya hingga mereka sehat seperti biasa ..*(HR. Muslim no. 1671)*

Dalam ilmu hadits, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim -istilahnya Muttafaq 'Alaih- adalah hadits yang tingkat keshahihannya tertinggi.

Perbedaan pendapat di antara Ulama

Kisah ini dijadikan dasar bagi banyak ulama dan madzhab bahwa air kencing Unta itu suci, dan dia juga sebagai obat.

Imam An Nawawi _Rahimahullah_ mengatakan:

واستدل أصحاب مالك وأحمد بهذا الحديث أن بول ما يؤكل لحمه وروثه طاهران

Para sahabat Imam Malik (Malikiyah) dan Imam Ahmad (Hambaliyah) berdalil dengan hadits ini bawah kencing dan kotoran hewan yang boleh dimakan dagingnya itu SUCI._*(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 11/154)*

Sementara Syafi'iyyah tidak sepakat dengan mereka. Bagi Syafi'iyyah semua kotoran dan kencing hewan adalah najis termasuk hewan yang bisa dimakan.

Imam An Nawawi _Rahimahullah_ melanjutkan;

وأجاب أصحابنا وغيرهم من القائلين بنجاستهما بأن شربهم الأبوال كان للتداوي وهو جائز بكل النجاسات سوى الخمر والمسكرات

Para sahabat kami (Syafi'iyyah) dan selainnya yg berpendapat *najisnya keduanya (kencing dan kotoran Unta)* memberikan jawaban; bahwasanya minumnya mereka terhadap air kencing Unta krn untuk berobat, itu (berobat) memang boleh dgn semua najis kecuali khamr (minuman keras)  dan apa pun yang memabukkan._ *(Ibid)*

Dalam konteks madzhab Syafi'iy, Berkata Imam Ibnu Ruslan Rahimahullah:

وَالصَّحِيحُ مِنْ مَذْهَبِنَا يَعْنِي الشَّافِعِيَّةَ جَوَازُ التَّدَاوِي بِجَمِيعِ النَّجَاسَاتِ سِوَى الْمُسْكِرِ لِحَدِيثِ الْعُرَنِيِّينَ فِي الصَّحِيحَيْنِ حَيْثُ أَمَرَهُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالشُّرْبِ مِنْ أَبْوَالِ الْإِبِلِ لِلتَّدَاوِي

Yang benar dari m adzhab kami –yakni Syafi’iyah- bahwa dibolehkan berobat dengan seluruh benda najis kecuali yang memabukkan, dalilnya adalah hadits kaum ‘Uraniyin dalam shahihain (Bukhari-Muslim), ketika mereka diperintah oleh Nabi untuk minum air kencing Unta untuk berobat.” *(Nailul Authar, 13/166)*

Jadi, bagi Syafi'iyyah, diminumnya air kencing unta karena ada konteksnya; saat dharurat untuk berobat. Bukan karena air kencing Unta itu suci.

Pandangan ulama lain.

Tapi, Apa yang dikatakan oleh Imam Ibnu Ruslan ini koreksi oleh Imam Asy Syaukani, sebagai berikut:

وَلَا يَخْفَى مَا فِي هَذَا الْجَمْع مِنْ التَّعَسُّف ، فَإِنَّ أَبْوَال الْإِبِل الْخَصْم يَمْنَع اِتِّصَافهَا بِكَوْنِهِمَا حَرَامًا أَوْ نَجَسًا ، وَعَلَى فَرْض التَّسْلِيم فَالْوَاجِب الْجَمْع بَيْن الْعَامّ وَهُوَ تَحْرِيم التَّدَاوِي بِالْحَرَامِ وَبَيْن الْخَاصّ وَهُوَ الْإِذْن بِالتَّدَاوِي بِأَبْوَالِ الْإِبِل بِأَنْ يُقَال يَحْرُم التَّدَاوِي بِكُلِّ حَرَام إِلَّا أَبْوَال الْإِبِل ، هَذَا هُوَ الْقَانُونَ الْأُصُولِيّ

Jelaslah, bahwa kompromi tersebut adalah keliru, sebab sesungguhnya sifat kencing Unta  tidaklah dikatakan haram atau najis, dan wajib menerima hal itu. Maka, wajib memadukan antara dalil yang ‘am (umum) yakni keharaman pengobatan dengan yang haram, dengan dalil yang khas (khusus) yaitu diidzinkannya berobat dengan kencing Unta, maka seharusnya dikatakan: _Haram berobat dengan segala yang haram kecuali dengan Unta, demikianlah aturan dasarnya.”_ *(Ibid)*

Apa yang dikatakan Imam Asy Syaukani berdasarkan kaidah: _Hamlul muthlaq Ilal muqayyad_ - dalil yang masih umum mesti dibawa pemahamannya berdasarkan yang khusus.

Misal, ketika Allah Ta'ala haramkan bangkai secara umum berdasarkan ayat:  _hurrimat 'alaikumul mayyitah_ - diharamkan bagi kalian daging bangkai .. , ternyata dikecualikan dua bangkai, yaitu ikan dan belalang berdasarkan riwayat Ibnu Umar _Radhiyallahu 'Anhuma_: _Uhillat lanaa mayitan Al Huut wal Jarad_ - Dihalalkan bagi kita dua bangkai; yaitu ikan dan belalang. Beginilah jalan berpikirnya; semua air kencing hewan adalah najis kecuali yg khususkan oleh dalil, misalnya kencing Unta.

Sementara ulama lain, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga memguatkan kencing Unta tidakah najis, sebab ketika dibolehkan untuk diminum, itu menunjukkan kesuciannya. Bahkan beliau memaparkan 15 dalil. Pendapat ini juga di dukung Syaikh Yusuf Al Qaradhawi _Hafizhahullah._

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz _Rahimahullah_ berkata:

نعم، هذا هو الصواب: أن بول ما يؤكل  لحمه وروثه كله طاهر؛ مثل الإبل والبقر والغنم والصيد كله طاهر، والنبي صلى الله عليه وسلم كان يصلي في مرابض الغنم، ولما استوخم العرنيون في المدينة بعثهم إلى إبل الصدقة من وألبانها حتى صحوا، فلما أذن لهم بالشرب من أبوالها دلّ على طهارتها

Ya, inilah yang benar, bahwa air kencing dan kotoran dari hewan yg bisa dimakan dagingnya adalah SUCI. Seperti Unta, sapi, kambing, dan hasil buruan laut, dan dahulu Nabi Shallallahu'Alaihi wa Sallam pernah shalat di kandang kambing. _Saat kaum 'Uraniyun sakit,  Nabi Shalallahu'Alaihi wa Sallam mengutus kepada mereka para gembala untuk mereka bisa minum susah dan air kencingnya. Saat Nabi Shallallahu'Alaihi wa Sallam mengizinkan mereka meminumnya menunjukkan kesuciannya.

Jadi, dibolehkannya meminum air kencing Unta -menurut para ulama ini- bukan karena dibolehkanya berobat dengan yang najis karena darurat, tetapi karena memang  air kencing Unta adalah benda suci, atau seperti kata Imam Asy Syaukani, kencing Unta adalah pengecualian.

Sehingga bagi mereka, menjelaskan masalah ini dengan:  "Boleh meminumnya jika darurat"_menjadi tidak pas, sebab sesuatu yg suci dan tidak haram,  boleh digunakan walau tidak darurat.

Nah, bagaimana pun, semua perbedan pandangan ulama di atas muncul karena perbedaan pandangan mereka dalam memahami hadits tersebut. Lalu, bagaimana menurut anda?

Wallahu a'lam
loading...

Ketika Vonis Mati Dijatuhkan....

Sungguh mengerikan bila vonis mati telah dijatuhkan!

Baik itu oleh seorang dokter kepada pasiennya yang memang mengidap penyakit akut seperti kanker otak yang sudah stadium akhir, atau mungkin hepatitis B yang sudah parah, dan berbagai pernyakit lainnya.

Atau vonis mati  itu dijatuhkan oleh seorang hakim kepada terdakwa kasus kriminal berat, karena dia memang pantas mendapatkannya.

Suara palu terdengar nyaring tatkala vonis dijatuhkan, tok-tok!

Bila seorang dokter memperkirakan[1] dengan ilmu yang dimilikinya serta pengalaman yang didapatnya bahwa organ di tubuh pasien kemungkinan hanya bisa bertahan sampai 6 bulan.

Maka sejak detik itu bermulalah Time Countdown (timer yang menghitung waktu mundur).

Sisa umur pasien hanya tinggal 180 hari saja.[2]

Tatkala matahari terbenam di ufuk barat, maka Time Countdown akan menyatakan 179 hari lagi waktu yang tersisa.

Hari  kedua  tatkala mentari mulai memerah di ufuk barat, maka dengan tenggelamnya Time Countdown akan berubah menjadi 178 hari,  begitulah penghitungan sisa umurnya.

Hari-hari seorang manusia yang divonis mati, akan berisi kecemasan dan kekhawatiran.

Cemas karena akan meninggalkan orang-orang yang dicintainya.

Cemas karena akan berpisah dengan kesenangan dunianya.

Bila dia seorang yang beriman, maka dia akan cemas dengan apa yang akan dihadapinya, tentunya yang akan dilakukan oleh tipe manusia seperti ini adalah mempersiapkan dirinya:

Mengevaluasi masa lalunya.

Memperbaiki  dan memperbanyak amal kebajikan.

Bertaubat kepada Allah ta’ala, sebelum Time Countdown itu berisikan 00:00:00:00.

Karena pintu taubat masih terus dibuka  selama eksekusi mati belum dilaksanakan;

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih”. (an Nisaa :18)

Apalagi vonis mati dari dokter itu bisa jadi maju, karena kondisi sang pasien yang kadang terus memburuk.

Maka ia pun akan memanfaatkan sisa waktunya dengan sebaik mungkin.

Berusaha untuk meminta maaf pada saudara dan kerabatnya serta teman-temannya yang mungkin pernah disakitinya.

Al-Qur’an akan selalu menemani detik-detiknya yang tersisa.

Lisannya tidak pernah kering dari asma Allah ta’ala.

Doa dan munajat kepada sang pencipta selalu dipanjatkan siang dan malam.

Siapa tahu ada tambahan umur untuknya.

Usaha dan berobat juga masih dilakukan, siapa tahu vonis dari dokter tidak benar.

Dengan harapan ada tambahan waktu dalam kehidupan ini.

Karena Time Countdown terus berjalan dan tatkala berlalu satu bulan, maka sisa umurnya hanya tinggal 150 hari saja.

Dan ternyata Detik di Time Countdown  begitu cepatnya berlalu menjadi menit, menit terus berlari menuju jam, jarum jam juga tidak berhenti bergerak untuk mengurangi umurnya.

Tik tok, tik tok, tik tok detik-detik umurnya bergerak menuju kehabisan.

Pada hakekatnya, semua manusia di dunia ini tidaklah berbeda dengan pasien yang divonis mati oleh dokternya.

Karena Allah ta’ala Yang Menghidupkan dan Mematikan telah menvonis mati semua yang bernyawa:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”. (Ali Imran :185)

Dan khusus untuk manusia Dia menyatakan:

“Kami telah menentukan kematian di antara kamu, dan Kami sekali-kali, tidak dapat dikalahkan”. ( al Waqi’ah:60)

Bahkan Manusia termulia yang pernah menginjakkan kakinya di muka bumi ini, juga tidak luput dari vonis mati:

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”. (Az Zumar:30)

Dan Beliau pun shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat sejak 1422 tahun yang lalu.

Apa yang Allah ta’ala katakan benar.

Seluruh manusia menyaksikan bahwa vonis mati itu berlaku bagi semuanya.

Baik bagi yang kaya atapun yang miskin.

Bayi yang baru dilahirkan atau manula yang bongkok punggungnya.

Semuanya sudah divonis mati.

Setiap berganti angka di penanggalan maka kematian seorang hamba semakin dekat.

Setiap berganti tahun, maka setahun dari umurnya sudah berkurang.

Eksekusi kematiannya sudah hampir tiba, namun sayangnya dia tidak tahu kapan itu terjadi???

Namun kenapa ada saja manusia yang merayakan hari ulang tahunnya, yang pada hakekatnya setahun dari umurnya sudah habis, waktu untuk eksekusi matinya semakin mendekat???

Namun kenapa ada saja manusia yang berpesta di waktu perpindahan tahun, padahal 360 hari dari umurnya telah lewat, pelaksanaan eksekusi mati untuknya semakin mendekat???

Cobalah menengok bagaimana orang-orang Sholeh tatkala sehari dari sisa umurnya berlalu:

Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata:

“Tidaklah aku menyesal seperti penyesalannku atas suatu hari yang telah tenggelam mentarinya, dengannya ajalku semakin dekat, sedang amalanku tidak bertambah”.

Subhanallah, itu penyesalan karena sehari dan  bukan setahun

Sudah sepantasnya kita cemas dan khawatir, seperti cemasnya pasien yang divonis mati oleh dokternya.

Karena detik di Time Countdown kita itu terus bergerak menuju ke 00:00:00:00.

Dan kalau saja setiap bergantinya tahun kita disyari’atkan untuk mengucapkan selamat, maka seharusnya yang diucapkan adalah:

Selamat! karena  kematianmu semakin dekat!

Selamat! Pelaksanaan eksekusi mati untukmu semakin mendekat!

Selamat! Kamu akan  mati.

--------------------------------
dikutip dari tulisan: Ust. Syafiq Basalamah

*** catatan:
[1] Manusia tidak ada yang mengetahui kapan ajal itu, hanya Sang Pencipta yang mengetahuinya.

[2] Ini hanya sekedar perkiraan, karena pada realitanya berapa banyak pasien yang divonis mati oleh dokter, dia malah sembuh dari penyakitnya dengan izin sang pencipta.

(http://stdiis.ac.id/index.php/renungan-akhir-pekan-2/181-divonis-mati)

loading...

Tuesday, February 6, 2018

Tengah Dirundung Masalah? Istighfar Adalah Jalan Keluarnya...

Tidak ada satu makhlukpun dimuka bumi ini yang tidak memiliki masalah, ujian seperti menjadi suatu sunatullah yang memang sudah Allah Ta'ala tetapkan.

Setiap manusia memiliki masalah nya masing masing, dari urusan yang paling sederhana sampai kepada tingkatan yang paling berat, yaitu proses kematian, bahkan setelah kematianpun sampai yaumul hisab masalah itu tetap ada, sampai berakhir di jannah baru selesai tuntas masalahpun tidak akan pernah ada abadi selamanya.

Berbeda dengan mereka yang Allah Ta'ala hinakan kemudian masuk neraka, maka setiap detik selalu ada masalah, dan sungguh tidak ada masalah yang ringan dineraka itu. Na'udzhubillah kita berlindung kepada Allah dari azab jahanam yang kekal.

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ وَجَدْتُ فِي كِتَابِ أَبِي بِخَطِّ يَدِهِ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ جَعْفَرٍ الرَّمْلِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ يَعْنِي ابْنَ مُسْلِمٍ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ مُصْعَبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah berkata; aku temukan pada kitab ayahku dengan tulisan tangannya; Telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Ja'far Ar Ramli telah menceritakan kepada kami Al Walid yakni Ibnu Muslim, dari Al Hakam bin Mush'ab dari Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas dari bapaknya dari kakeknya yaitu Abdullah bin Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memperbanyak istighfar niscaya Allah akan menjadikan jalan keluar pada setiap kesulitan, dan kelapangan untuk setiap kesempitan serta memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad: 2123)

Istighfar merupakan salah satu senjata orang orang beriman ketika menghadapi berbagai masalah bisa jadi bermakna seseorang yang selalu memohon ampunan atas kesalahan dan terus berusaha untuk bertobat kemudian mentaati perintah Allah Ta'ala dan tidak melanggarnya. Adapun makna Istighfar tidak terletak pada pengucapannya, namun pada seberapa dalam seseorang yang beristighfar memaknai dan menghayati apa yang ia ucapkan, dalam konteks yang lebih jauh lagi, agar ia terus mengingat Allah di saat ia tergoda untuk melakukan perbuatan dosa, dan apabila telah melakukan dosa, maka istighfar adalah titik baginya untuk bertekad tidak mengulangi perbuatannya dan mohon ampun atas segala kesalahan yang pernah dilakukan.

Jangankan untuk suatu perbuatan yang melanggar dan mengandung dosa, perbuatan yang  baikpun setelahnya kita dianjurkan untuk ber istighfar.

Misalnya setelah shalat fardhu kita disunnahkan untuk beristighfar. Karena kita sangat yakin, dalam ibadah shalat yang kita lakukan sangat rentan dengan kekurangan. Dan kita mohon ampun atas semua kekurangan yang kita lakukan ketika shalat. Hadirkan perasaan semacam ini ketika anda membaca istighfar setelah shalat. Agar ucapan istighfar kita lebih berarti.

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika selesai shalat, beliau membaca istighfar 3 kali.

Kemudian membaca,

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

(HR. Muslim 1362 & Nasai 1345).

Abul Yaman menuturkan kepada kami. Dia berkata: Syu’aib mengabarkan kepada kami dari az-Zuhr’i. Dia berkata: Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku. Dia berkata: Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari)

Sedemikian pentingnya perintah untuk beristighfar karena disamping mendatangkan keberkahan dan kemudahan rejeki, istighfarpun menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau adalah sosok yang ma'sum bersih dari dosa dosa masih senantiasa untuk istighfar, apalagi kita yang tiada detik selalu diliputi dengan kesalahan dan dosa, maka sudah sepatutnya istighfar selalu membasahi lisan kita disetiap waktu dan kondisi.

Wallahu a'lam
loading...