Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Thursday, May 16, 2019

Sehat dan Hemat Listrik: 8 Rahasia Pemakaian AC (Air Conditioner) Yang Perlu Diketahui

Iklim di Indonesia cukup panas karena negeri kita terletak daerah tropis dan lintang khatulistiwa. Karena suhu yang panas dan lembab, maka memakai AC menjadi pilihan banyak orang untuk mendinginakn ruangan.

Sebenarnya tidak ada salahnya memakai AC, tapi perlu anda ketahui beberapa tips penting menggunakan AC agar anda tetap menghirup udata segar dan pembayaran lintrik anda tetap hemat.

1. Suhu 26℃ dari AC adalah suhu yang paling tepat, nyaman dan tidak menyebabkan sakit.

Meski tubuh manusia sendiri sudah bisa menyesuaikan suhu tubuh, tapi kemampuan tersebut juga ada batasnya. Bila suhu luar dan suhu dalam ruangan berbeda terlalu jauh, kamu pun bisa dengan mudah jatuh sakit. Suhu 26℃ adalah suhu dalam ruangan yang paling cocok, dan suhu ini pun paling membuat AC-mu irit.

2. Saat udara terlalu panas dan lembab, ubah mode AC menjadi "Dry"

Saat musim hujan, udara akan terasa lebih panas dan lembab, nah pada saat ini, kamu ahrus mengubah mode AC-mu dari "cool" menjadi "dry". Mode "dry" ini tidak hanya bisa menyerap udara lembab, tapi juga bisa membantumu irit banyak!

Saat kamu menyalakan mode "cool", kipas AC akan terus berputar kencang sampai suhu ruangan dingin, hal ini sangat membuang listrik, tapi ketika kamu menyalakan mode "dry", kipas AC akan berputar dengan lebih lambat dan stabil, sehingga listrik yang digunakan pun lebih irit.

3. 3 jam setelah menyalakan AC, jendela harus dibuka.

Banyak sekali orang yang tidak tahu hal penting ini. Bila AC sudah menyala dalam ruangan tertutup selama 3 jam, udara di dalam sudah tidak akan segar lagi, bila dalam 6 jam tidak ada pergantian udara, maka udara ruangan tersebut sudah terpolusi sangat berat. Polusi udara ini sangat bisa mempengaruhi kesehatan.

Bila kamu sudah sering mengalami masalah pernafasan, flu, pusing dan suka berada dalam ruangan ber-AC yang tertutup, maka kamu sudah harus memperhatikan masalah ini. Sebaiknya buka jendela setiap 3 jam menyalakan AC.

4. Arah mulut AC harus ke atas

Ketika menyalakan AC, aturlah arah mulut AC ke atas, hal ini akan membuat angin AC bisa lebih cepat memenuhi ruangan dan stabil.

5. Tidur menyamping saat AC menyala

Tidur terlentang di bawah angin AC dapat membuat mulut kering dan angin AC yang langsung meniup ke tubuh sangatlah tidak baik untuk kesehatan. Dokter Li dari Taiwan mengatakan, sebaiknya tidur menyamping bila buka AC, hal ini dapat mencegah kamu bernafas dengan membuka mulut dan membuat aliran udara lebih stabil.

6. Buka AC dulu, baru tutup jendela.
Hal penting yang harus diperhatikan ketika membuka AC adalah langkah- langkahnya: Kamu harus masuk ruangan dulu, buka AC, baru tutup jendela. Tujuan dari buka AC dulu adalah untuk membiarkan udara kotor dalam AC keluar terlebih dahulu, setelah AC berputar beberapa saat, baru tutup jendela.

7. Bila kamu hanya ingin meninggalkan ruangan untuk beberapa saat, sebaiknya tidak usah matikan AC.

Banyak sekali orang, gara- gara ingin irit, mereka pun selalu mematikan AC saat berpergian sebentar, lalu menyalakan AC lagi saat sampai rumah. Padahal cara ini justru membuat kamu lebih boros dan tidak baik untuk mesin AC. AC yang terlalu sering dibuka tutup dapat membuat mesin "kelabakan" dan akhirnya rusak. Saat kamu menyalakan AC, daya listrik yang digunakan mencapai 500-1000 watt, ini bisa sangat membuatmu boros listrik!

Bila kamu hanya berpergian dalam waktu singkat, misalnya 1 jam, lebih baik tidak usah mematikan AC, hal ini malah justru membuatmu lebih irit.

8.Saat masuk ruangan, jangan tergesa- gesa menyalakan AC.

Banyak sekali orang yang sekali masuk ruangan panas, pasti langsung menyalakan AC. Bila kamu masuk dari luar yang bersuhu sangat tinggi, dan langsung menyalakan AC dengan suhu rendah, tubuhmu akan tidak sempat beradaptasi dan menyebabkan tekanan darahmu melunjak tinggi dalam sesaat.

Hal ini sangat tidak baik, terutama bagi orang- orang yang jantungnya lemah. Saat memasuki ruangan, jangan terlalu buru- buru menyalakan AC, tunggu dulu sampai suhu tubuhmu mulai menyesuaikan, baru nyalakan AC.

Indahnya berbagi, SEMOGA BERMANFAAT. ๐Ÿ™
loading...

Wednesday, May 15, 2019

35 Kata Mutiara Nasehat Dari Syaikh 'Aidh Al-Qarni, Nasehat Yang Lebih Manis Daripada Madu

๐Ÿ’™1. Mulailah harimu dengan sholat fajr dan doa-doa dipagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan.

๐Ÿ’™2. Lanjutkan dengan istighfar agar syetan menghindar darimu.

๐Ÿ’™3. Jangan putus berdoa, karena sesungguhnya doa merupakan tali kesuksesan.

๐Ÿ’™4. Ingatlah bahwa apapun yang engkau katakan akan dicatat oleh malaikat.

๐Ÿ’™5. Senantiasalah optimis meskipun engkau dalam puncak kesusahan.
๐Ÿ’™6. Jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah "laa ilaaha illallahu".

๐Ÿ’™7. Belilah dengan uang dirhammu (berinfaklah) untuk mendapatkan doa orang fakir dan kecintaan orang miskin.

๐Ÿ’™8. Sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana yang megah.
                  
๐Ÿ’™9. Berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang).

๐Ÿ’™10. Berhati-hatilah terhadap doa orang yang di dzalimi dan air mata orang yang terampas haknya.

 ๐Ÿ’™11. Sebelum engkau membaca buku, koran dan majalah, bacalah terlebih dahulu Al Qur'an.

๐Ÿ’™12. Jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu.

 ๐Ÿ’™13. Bersungguh-sungguhlah jiwamu melaksanakan ketaatan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan.

๐Ÿ’™14. Ciumlah telapak tangan kedua orangtuamu, kau pasti mendapatkan keridhoan.

๐Ÿ’™15. Baju-baju lamamu merupakan baju-baju baru menurut orang-orang fakir.

๐Ÿ’™16. janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan.

๐Ÿ’™17. Engkau senantiasa bersama dzat yang maha kuat maha kaya, dialah Allah 'azza wa jalla.

๐Ÿ’™18. Jangan kau tutup pintu terkabulnya doa dengan melakukan maksiat.

๐Ÿ’™19. Sholat adalah sebaik baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan.

๐Ÿ’™20. Hindari berburuk sangka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan.

๐Ÿ’™21. Penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari ALLAH, maka segeralah menuju kepada Nya.

๐Ÿ’™22. Sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu dikubur.

๐Ÿ’™23. Jika kau mendengar orang yang menggunjing (ghibah) maka katakanlah padanya:
Bertaqwalah kau kepada ALLAH.

๐Ÿ’™24. Dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat Tabarak (sural Al Mulk) karena ia adalah penyelamat.

๐Ÿ’™ 25. Orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah) adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dengan khusyuk dan mengalirkan air mata.

๐Ÿ’™26. Jangan kau hina orang mukmin yang sedang lalai.

๐Ÿ’™27. Jadikanlah semua rasa cinta itu karena ALLAH dan Rasul-Nya.

๐Ÿ’™28. Maafkanlah orang yang menggunjingmu, karena dia telah menghadiahkan kebaikannya untukmu.

๐Ÿ’™29. Sholat, tilawah, dzikir, merupakan hiasan dadamu.

๐Ÿ’™30. Barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat.

๐Ÿ’™31. Selama qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit akan hilang, krisis akan berlalu, dan kesusahan akan lenyap.

๐Ÿ’™32. Jauhilah "katanya dan katanya" karena kau masih punya pekerjaan bak gunung.

๐Ÿ’™33. Kerjakanlah sholat dengan khusyuk, karena  segala hal yang menantimu selain sholat itu lebih rendah urusannya daripada sholat.

๐Ÿ’™34. Jadikanlah mushaf senantiasa disisimu, karena membaca satu ayat Al-Quran itu lebih baik daripada dunia dan isinya.

๐Ÿ’™35. Kehidupan itu indah, dan lebih indah lagi jika kau sertai iman.

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ...

ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู… ุจ ุงู„ุตูˆุงุจ

semoga bermanfaat...

loading...

[Kisah] Imam Ahmad Bin Hanbal Dengan Seorang Wanita Miskin

Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikunjungi seorang wanita yang ingin bertanya.

“lmam, saya adalah seorang perempuan yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk membesarkan anak-anak, saya memintal benang di malam hari, sementara siangnya saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan bekerja sebagai sebagai buruh kasar.” Ujar wanita terssebut.


Sejurus kemudian, ia terdiam, lalu melanjutkan kata-katanya.

“Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan memintal benang itu saya lakukan apabila  bulan terang.”

Imam Ahmad rahimahullah mendengar dengan serius percakapan perempuan tadi. Perasaannya tersentuh mendengar ceritanya yang menyayat hati.

Beliau yang memiliki kekayaan lagi dermawan sebenarnya telah tergerak hati untuk memberi bantuan sedekah kepada wanita itu, namun ia tangguhkan dahulu hasratnya karena ingin mendengar semua ucapan si ibu tadi. Si ibu pun meneruskan ceritanya.

“Pada suatu hari, ada satu rombongan  kerajaan telah berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu dalam jumlah yang amat banyak sehingga sinarnya terang benderang. Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera memintal benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu. Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual? Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu? Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu itu adalah uang rakyat.”

Imam Ahmad rahimahullah terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang rusak akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi. Padahal jelas, wanita ini begitu miskin lagi fakir.

Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad rahimahullah bertanya, “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”

Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.”

Imam Ahmad rahimahullah makin terkejut.  Basyar Al-Hafi ra adalah Gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya.  Rupanya, jabatannya yang tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya. Sehingga adik kandungnya sendiri pun hidup dalam keadaan miskin.

Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad rahimahullah berkata,

“Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk mengumpul kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menyalahgunakan uang negara serta menyusahkan rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau.  lbu, sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari celahan jilbabmu jauh lebih mulia jika dibanding dengan berlapis-lapis serban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama.”

Imam Ahmad melanjutkan, “Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil sulaman itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara…”

Imam Ahmad rahimahullah begitu terharu mengucapkan kalimatnya,

“Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silakan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau…”


Saudaraku..

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

ู„ุงَ ูŠَุฏْุฎُู„ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ุฌَุณَุฏٌ ุบُุฐِูŠَ ุจِุญَุฑَุงู…ٍ

Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.” (Shahih Lighairihi, HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam Kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730).
loading...

Friday, May 10, 2019

[Renungan Buat Kita Semua] Jangan Mudah Berhutang...

Temanmu atau saudaramu yang punya banyak uang itu.. Bukan berarti mereka tak punya urusan. Sehingga dengan mudahnya kita berpikir..

"Duitnya kan banyak, aku bisa pinjam kayaknya.."

Kawan-kawan..
Uang banyak itu, bukan berarti uang yang tidak untuk dipakai.. Atau uang nganggur. Yang dengan mudahnya bisa dipinjam.

Pahami..
Mereka yang uangnya lebih banyak dari kita, bisa jadi karena sabarnya pun lebih banyak dari kita.
Mereka banyak "Puasa" menahan diri dari membeli yang tidak perlu..

Karena ingin membeli sesuatu yang lebih penting dengan uang yang dikumpulkan tadi, yang harganya memang mahal.

Mungkin pingin beli rumah atau kendaraan dengan cara cash tanpa riba. Dan itu perjuangan yang tak mudah..

Uang banyak itu bukan dikumpulkan dalam sehari, dan belum tentu mereka bisa melalukan hal yang sama lagi. Hanya karena punya alasan kuat, mereka bisa melakukannya.

Sedikit demi sedikit uang dikumpulkan untuk mewujudkan impian. Jangan tiba-tiba datang dan kemudian berusaha memintanya.

Jangan mudah meminjam uang jika melihat teman atau saudara sedang terlihat berada. Karena jika teman atau saudara sudah meminta.. Maka saat itulah ia sedih dan bingung, antara memilih impian keluarganya, atau memberikan pinjaman kepada yang meminta.

Belum lagi resiko yang lain.. Yaitu rusaknya silaturahim. Karena sesungguhnya, hutang adalah pemutus silaturahim yang paling tajam.

Karena hutang yang tak kunjung terbayar. Membuat pertemanan jadi renggang, jadi hilang saudara. Yang berhutang jauh lebih keras bicaranya dari yang memberi hutang..

Ini bukan sindiran.. Tapi pengingat untuk kita semua, termasuk penulis sendiri.

Karena begitu banyak saya melihat dan mengalami. Banyak yang sepertinya begitu mudah meminjam uang. Tak peduli apakah nanti bisa membayar atau tidak, yang penting dirinya sendiri selamat dulu. Urusan sama yang punya duit dipikir belakangan. Ini bukan akhlak yang baik saudaraku..

Sama saja kita melempar beban kepada orang lain. Dan sengaja membuat orang lain jadi sulit.

Itulah kenapa Rasulullah Sholallahu'alaihi wa sallam yang berakhlak mulia itu, selalu berdoa untuk berlindung dari hutang.

Berhutang tentu boleh.. Karena agama pun membolehkan dan mengaturnya. Akan tetapi, pikirkan puluhan kali sebelum mengambil jalan.

Jangan sampai tak punya persiapan untuk membayar, atau jangan sampai mengorbankan pertemanan dan persaudaraan.

Dan yakinlah.. Bahwa Allah maha luas rezeki nya.. Utamakan dulu doa dan ikhtiar. Lalu berserah diri kepada Allah.

Andai nanti Allah hadirkan orang baik yang ikhlas memberi pinjaman, maka itu adalah kemudahan, bukan jalan perusak hubungan.. Insyaallah..

Mohon maaf yang sebesar-besarnya...
Sekali lagi, ini bukan tertuju kepada siapapun. Hanya kegelisahan saja sebagai sesama muslim melihat begitu banyak orang yang mudah berpikir meminjam uang, tapi tak siap berpikir bagaimana mengembalikannya...
loading...

Saturday, April 27, 2019

[Kisah Hikmah] Abu Dujanah dan Pohon Kurma Milik Tetangganya

Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ada seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai.

Ada satu kesempatan, Rasulullah mencoba meminta klarifikasi pada pria tersebut.

“Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?” tanya Nabi.

Abu Dujanah menjawab, “Wahai Rasulullah, kami punya satu alasan.”

“Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!” perintah Baginda Nabi.

“Begini,” kata Abu Dujanah memulai menguraikan jawabannya. “Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan, mendarat di rumah kami.”

“Ya Rasul, kami keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu, setelah selesai shalat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami tersebut terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya.

Satu saat, kami agak terlambat pulang. Ada anakku yang sudah terlanjur makan kurma hasil temuan. Mata kepala saya sendiri menyaksikan, tampak ia sedang mengunyah kurma basah di dalam mulutnya. Ia habis memungut kurma yang telah jatuh di rumah kami semalam.”

Mengetahui itu, lalu jari-jari tangan kami masukkan ke mulut anakku itu. Kami keluarkan apa pun yang ada di sana. Kami katakan, ‘Nak, janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan.

Wahai Baginda Nabi, kami katakan kembali kepada anakku itu, ‘Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak’.”

Pandangan mata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sontak berkaca-kaca, lalu butiran air mata mulianya berderai begitu deras.

Baginda Rasulullah Muhammad shallahu alaihi wa sallam mencoba mencari tahu siapa sebenarnya pemilik pohon kurma yang dimaksud Abu Dujanah dalam kisah yang ia sampaikan di atas. Abu Dujanah pun kemudian menjelaskan, pohon kurma tersebut adalah milik seorang laki-laki munafik.

Tanpa basa-basi, Baginda Nabi mengundang pemilik pohon kurma. Rasul lalu mengatakan, “Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah, tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada.” Begitu tawar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Pria yang dikenal sebagai orang munafik ini lantas menjawab dengan tegas, “Saya tak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji kapan-kapan.”

Tiba-tiba Abu Bakar as-Shiddiq radliyallahu 'anhdatang. Lantas berkata,

“Ya sudah, aku beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (lebih bagus jenisnya).”

Si munafik berkata kegirangan, “Oke, ya sudah, aku jual.”

Abu Bakar menyahut, “Bagus, aku beli.” Setelah sepakat, Abu Bakar menyerahkan pohon kurma kepada Abu Dujanah seketika.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamkemudian bersabda, “Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.”

Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah. Sedangkan si munafik berlalu. Ia berjalan mendatangi istrinya. Lalu mengisahkan kisah yang baru saja terjadi.

“Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.”

Malamnya, saat si munafik tidur, dan bangun di pagi harinya, tiba-tiba pohon kurma yang ia miliki berpindah posisi, menjadi berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Dan seolah-olah tak pernah sekalipun tampak pohon tersebut tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Ia keheranan tiada tara.

Dalam kisah ini, dapat kita ambil pelajaran, betapa hati-hatinya sahabat Rasulullah tersebut dalam menjaga diri dan keuarganya dari makanan harta haram. Sesulit apa pun hidup, seberat apa pun hidup, seseorang tidak boleh memberikan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya dari barang haram.

Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhรขnahu wa ta’รขlasepuluh kali lipat sebagaimana janji Baginda Nabi Muhammad. Adapun panen dari pada janji itu bukankan kontan sekarang, namun di akhirat kelak. Karena dunia ini adalah dรขruz zar‘i (tempat bercocok tanam), bukan dรขrul hashรขd (tempat memanen).

Kisah di atas disarikan dari kitab I’anatuth Thรขlibรฎn (Beirut, Lebanon, cet I, 1997, juz 3, halaman 293) karya Abu Bakar bin Muhammad Syathรข ad Dimyatรฎy (w. 1302 H).

Dicopas dari FB
loading...