Thursday, July 18, 2013

Abu Raihan Al-Biruni: Penemu Sistem Hisab Perhitungan Kalender Sonar

loading...
Sistem hisab secara modern ditemukan oleh seorang ilmuwan Muslim bernama Abu Raihan Al Biruni atau lebih dikenal Al Biruni. Tokoh muslim ini dilahirkan di Khawarizmi, salah satu kota di wilayah Uzbekistan pada tahun 362 H (973 M).

Nama Biruni berasal dari kata Birun yang dalam bahasa Persia berarti pinggiran. Hal ini disebabkan tanah kelahirannya terletak di pinggiran kota Kats yang menjadi pusat kota Khawarizm.  Biruni sebagai wilayah Persia memiliki tradisi dan lingkungan dengan masa keemasan di bidang sains Islam untuk wilayah Asia tengah.

Dalam situasi kematangan intelektual juga dukungan besar dari kesultanan Islam untuk memajukan sains Islam, Biruni mengembangkan keilmuan di bidang astronomi dan fisika. Karyanya al-Qanun al-Mas’udi adalah ensiklopedi astronomi setebal 1500 halaman dan paling besar. Di alamnya ia menentukan puncak gerakan matahri, serta memperbaiki temuan Ptolomeus. Dia juga menduga bahwa bima sakti hanyalah sekumpulan bintang.

Pengakuan Biruni diatas Ptolomeus karena penemuannya pada teori al jabar. Meskipun Ptolomeus telah menemukan trigonometri, dia mengembangkannya menjadi hukum sinus. Berbeda dnegan Ptolomeus yang masih sederhana tanpa hukum sinus. Hukum ini saat itu telah membuka dunia matematika pada titik pencerahan. Hukum sinus tentang sudut segitiga menjadi berharga karena berguna untuk menghitung sisi dari dari segitiga dengan dua sutu dan sati sisinya diketahui.

Selain itu, teori trigonometri al-Biruni menjadi pegangan saintis selanjutnya untuk menggunakan bentuk al jabar sebagai pengganti geometris.

Al Biruni telah menjadi tonggak astronomi dunia. Tahun 1970, International Astronomical Union (IAU) menjadikan nama al-Biruni untuk nama salah satu kawah di bulan. Kawah dengan diameter 77,05 km tersebut diberi nama Al-Biruni (The Al-Biruni Crater)
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih