Thursday, February 26, 2015

Kisah Petani Jagung

Di satu desa di negeri Jepang, terdapat petani yang menanam jagung unggulan. Karena keberhasilannya dalam setiap panen, ia seringkali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal datang ke rumahnya hendak melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.

Ketika wartawan itu datang, ia disambut dengan baik dan ramah. Sang petani menyuguhkan jagung rebus hangat untuk mengakrabkan suasana.

"Ohya, kalau boleh tahu, apa rahasia dari kesuksesan bapak bertanam jagung?". Tanya si wartawan.

"Mudah saja, saya selalu membagi-bagikan benih terbaikku kepada para tetanggga". jawab si petani.

"Lho, kok bisa begitu? Apa hubungannya? Bukannya itu justru akan membuat anda rugi dan kalah saing?". tanya wartawan itu penuh heran.

Si petani itu diam saja. Sejurus kemudian ia menjawab:

"Kami para petani ini telah diajarkan oleh alam. Angin yang berhembus menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain... Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang....  Jadi, jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, maka saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula", terang si Petani panjang lebar kepada wartawan.

Sang wartawan itu terkagum-kagum dan mengerti,

* * *

Petani ini sangat menyadari hukum "keterhubungan" dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Saudara-saudara tercinta...

Dalam kehidupan ini, jika kita ingin menikmati kebaikan, kita harus memulai dg  menabur kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita. ‎

Jika kita ingin bahagia, maka kita harus menabur kebahagiaan untuk orang lain.

Jika kita ingin hidup dengan kemakmuran, maka kita harus berupaya pula untuk meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar kita.‎

Sebaliknya, jika kita menyebar keburukan dan kejelekan kepada orang-orang di sekitar kita, maka percayalah, keburukan dan kejelekan itu niscaya akan menyelimuti hidup kita.

Anda tidak akan mungkin menjadi pribadi yg sukses, jika Anda tidak berhasil menabur dan menebar kebaikan pada orang-orang di sekitar Anda.

Ingat! Kualitas Anda Ditentukan Oleh Orang-Orang di Sekitar Anda.

Orang yang cerdas itu sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yg baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain.

Menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu lebih penting.

Semoga Allah selalu membimbing kita agar berhati bersih, berfikiran jernih, berkata baik, dan berperilaku positif., dan dihindarkan dari gangguan setan jin yang menyebabkan hati kotor, fikiran keruh, perkataan buruk, dan berperilaku negatif.‎
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih