Saturday, February 7, 2015

10 Kesalahan Orang di Usian 20-an Yang Berdampak Buruk Bagi Keuangannya di Masa Depan

loading...
Umur 20-an adalah masa di mana seseorang bisa mulai meraba-raba arah hidup. Di umur ini orang akan akan banyak dihadapkan pada keputusan dan pilihan penting, termasuk menentukan arah kehidupan keuangan dan pekerjaan

Tapi tunggu! Apakah selama ini anda sudah bisa mengatur masalah keuangan dengan baik? Sebab ada kalanya kita lalai dan membuat keputusan yang salah.

Agar terhindar dari masalah keuangan yang mengancam masa depan, kali ini kita akan mengulas tentang hal-hal yang sebaiknya tidak seseorang lakukan di usia 20-an.

1. Tidak menghargai mahalnya biaya kuliah 
Kesalahan ini bermakna bahwa seseorang lebih sering pacaran, bolos, atau bersantai-santai dibanding serius mengerjakan tugas sebagai mahasiswa.

Banyak yang percaya bahwa pendidikan adalah sebuah investasi. Bangku kuliah menghasilkan gelar sarjana yang bisa jadi modal untuk bekerja di perusahaan ternama dan dapat gaji tinggi.

Demi masa depan anaknya, orang tua rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mengirim sang anak ke universitas berkualitas. Tapi, apakah semua sarjana punya jaminan sukses secara finansial? Tentu tidak!

Karena itu, tanpa rencana karir yang jelas dan keseriusan menjalani kuliah, akan sulit menemukan pekerjaan yang bisa mengantar anda ke level ‘mapan’. IPK yang tidak excellent, minim pengalaman organisasi dan pengalaman kerja tidak akan membawa anda kemanapun.

Ingat! Kuliah yang hanya asal-asalan sama halnya membuang-buang uang!

Dana pendidikan tentu sah-sah saja jika digunakan dengan bertanggung jawab. Pastikan bahwa uang yang dikeluarkankan oleh orang tuamu memang benar-benar bermanfaat dan menjadikanmu pribadi yang berkualitas.

2. Gagal menahan hasrat memuaskan keinginan diri. 
Ini juga harus segera dihindari. Demi beli gadget terbaru dan sekedar ingin gaul nongkrong-nongkrong di tempak mahal, perlahan tapi pasti hutang mulai menghantuimu. Demi mencicil ini itu, akhirnya hutang menghantui.

Menurut penelitian, orang-orang yang akhirnya sukses di usia 40 atau 50-an mengaku sangat berhati-hati dengan keuangan mereka di usia 20-an. Pasalnya, jika di usia muda saja sudah mulai berhutang, ini bisa jadi pertanda bahaya untuk masa tua kelak.

Usia muda adalah waktu untuk menekan diri sekuat-kuatnya. Misalnya, lebih memilih transportasi umum dan makan di tempat sederhan daripada harus kredit motor atau nongkrong di restoran mahal.

Alih-alih berhutang, seharusnya momentum masa muda bisa dimanfaatkan untuk menabung sebanyak-banyaknya.

Anak muda belum punya banyak kebutuhan yang sifatnya mendesak layaknya mereka yang sudah berkeluarga. Lalu, buat apa hutang? Berusahalah memenuhi kebutuhan dengan penghasilan yang seseorang miliki. Kuncinya, seseorang harus pintar-pintar membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

3. Apply kartu kredit terlalu dini. 
Dengan kata lain: gaji belum seberapa, eeeh sudah gesek sana-sini.

Kartu kredit bisa jadi masalah bagi seseorang yang tidak bisa mengontrol diri sendiri. Sistem meminjam uang lewat kartu kredit hanya akan mengajarkan anda hidup boros. Terbiasa belanja dan mengejar diskon dengan kartu kredit,  seseorang pun terlilit banyak hutang yang entah kapan bisa dilunasi.

Akan lebih baik jika anak muda menunda memiliki kartu kredit hingga kondisi finansialnya benar-benar mapan. Hal ini penting lantaran sikap gegabah seringkali masih muncul dalam diri anak muda.

Ketika akan berbelanja, sebaiknya tentukan jumlah uang yang akan dibelanjakan. Pastikan untuk membawa uang tunai sesuai jatah belanja yang sudah ditentukan.

4. Kredit kendaraan pribadi demi gaya dan gengsi 
Padahal masih banyak kebutuhanmu yang belum terpenuhi. Sekali lagi, kendaraan pribadi sebenarnya belum jadi kebutuhan mendesak bagi anak muda 20-an. Selain gaji di awal karir yang belum cukup ‘aman’ untuk membayar cicilan, akan lebih baik jika uangmu ditabung terlebih dahulu.

Kendaraan pribadi cenderung jadi keinginan dan bukan kebutuhan bagi anak muda. Kadang, ada rasa gengsi jika bertemu teman-teman lama tanpa membawa tunggangan baru yang dianggap bukti dari hasil kerjamu sendiri.

Bertahanlah sementara waktu dengan kendaraan yang dihibahkan oleh orang tua. Jika tak ada “warisan” macam ini, menggunakan transportasi umum juga jauh lebih murah dan efisien. Sepeda juga bisa jadi alternatif transportasi yang punya nilai lebih, yaitu membuat tubuhmu lebih bugar.

5. Nongkrong di tempat fancy hanya karena ajakan teman. 
Tahukah kamu sebuah pepatah: "isi rekening lebih penting untuk diselamatkan!"

Gagal mengontrol pengeluaran sosial adalah salah satu kesalahan finansial yang sering  tidak disadari banyak dilakukan oleh anak muda. Ada saja acara nongkrong bersama teman-teman sepulang kerja, pergi ke bioskop di akhir pekan, atau pergi berlibur ke luar kota.

Kalau tidak diatur dengan cerdik, bisa-bisa kantungmu sudah cekak sebelum akhir bulan.

Ketika tidak bisa mengatur keuangan untuk pengeluaran sosial dengan baik, berapa pun gaji akan cepat habis. seseorang harus bisa menyusun strategi demi bisa tetap menabung dan bersosialisasi dengan teman-temanmu.

Ingat, selalu gunakan waktumu untuk melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat sekaligus tidak mengeluarkan biaya.

6. Ingin memiliki semua barang yang sedang hits 
Anda harus segera belajar membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan rasa gatal demi memenuhi gengsi. Ingat, jauhi sifat konsumtif

Beberapa orang memang punya kecenderungan berperilaku konsumtif. Hobi berbelanja dan loyal menghamburkan uang untuk barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting. Kadang, hanya lantaran menonton iklan atau mendengar cerita teman bisa membuatmu gatal untuk membeli gadgets keluaran terbaru.

Perilaku konsumtif dan mudah terpengaruh jelas akan merugikan diri sendiri. Gaji dan uang tabunganmu bisa mendadak raib ketika seseorang hobi gonta-ganti gadgets setiap bulannya.

Sadarilah bahwa mengikuti tren itu tidak pernah akan ada ujungnya. Pilih lah yang paling bisa memenuhi kebutuhanmu dan bertahanlah dengannya sampai maut memisahkan ia benar-benar rusak.

7. Melupakan pentingnya berinvestasi
Orang yang berinverstasi menunjukkan bahwa dirinya punya tujuan masa depan yang jelas. Merasa masih muda, seseorang mungkin berpikir bahwa belum saatnya merencanakan masa depan. Pekerjaan dijalani dengan biasa saja, asalkan merasa nyaman dan ‘cukup’.

Padahal, penting untuk menyadari bahwa pekerjaan yang dijalani saat ini tidak akan selamanya seseorang kerjakan. Bukankah setiap karyawan bisa pensiun atau dipecat sewaktu-waktu ketika kinerja mereka tidak cukup baik?

Nah, mulailah merencanakan untuk berinvestasi. Pelajari tentang valuta asing, reksa dana, emas, hingga investasi properti. Pikirkan strategi berinvestasi yang paling tepat supaya bisa menikmati masa tua dengan santai dan bahagia.

8. Lupa menyiapkan dana darurat
Ada banyak kemungkinan yang akan timbul dalam hidup ini. Selain kemungkinan diberhentikan dari tempat kerja, ada-ada saja musibah yang bisa setiap saat menghampiri. Mendadak sakit, kebutuhan membantu keluarga, atau bahkan kecelakaan bisa jadi hal yang tak diduga membuat kantong tiris.

Cara paling aman untuk mengatasi kondisi tidak terduga adalah dengan menyiapkan dana darurat. Setiap bulannya, usahakan menyisihkan 20% dari gajimu untuk masuk ke rekening dana darurat. Jadi, ketika sewaktu-waktu mendapat musibah, seseorang tidak perlu meminjam ke teman atau minta bantuan ke orang tua.

9. Lupa belajar sedekah
Sedekah adalah pembuka pintu rezeki. Jangan kira dengan sedekah uang akan habis ludes, tapi akan berkembang.

Logika sederhana, membantu orang lain adalah cara menjalin networking paling mudah. Dan networking adalah sumber rezeki yang paling handal.

10. Rencanakan Pernikahan
Memang, jodoh sudah ada yang mengatur. Tapi pernikahan harus dipersiapkan dengan matang, termasuk dalam hal finansial.

Jangan habiskan uang untuk pacaran yang tidak jelas ujungnya, hanya hura-hura dan menjalin hubungan biaya tinggi demi kepuasan nafsu.

Kalau kamu sudah usia 20-an, sudah saatnya mulai memikirkan tentang pernikahan. Sebab, pernikahan adalah ibadah dan pembuka pintu rezeki.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih