Saturday, February 14, 2015

Mengetahui Seseorang Masih Perawan / Perjaka Dari Bentuk Tubuh... Bisakah...?

Bagi masyarakat timur, status seseorang berupa perjaka atau perawan merupakan sesuatu yang sangat penting dan berharga. Pada masa pra nikah, keperjakaan dan keperawanan merupakan tanda kesucian diri dari perbuatan tercela.

Berbeda dengan masyarakat di barat yang menganggap semua itu sebagai suatu yang biasa. Bagi mereka, ketika seseorang sudah mencapai usia tertentu (misalnya 18 tahun di banyak negara), seorang pemuda atau gadis sudah berhak dan bebas memilih untuk melakukan hubungan biologis meski belum menikah.

Menurut situs klikdokter, perlu disatukan pemahamam mengenai definisi keperawanan atau keperjakaan.

Ada dua konsep yang perlu dimengerti ketika hendak memahami tentang keperawanan perempuan, yaitu:

- Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan,
- Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali,

Begitupun dengan keperjakaan pria. Keperjakaan pria lebih mengarah kepada definisi sosial dimana seorang pria belum pernah berhubungan intim. Sebab, tidak ada struktur fisik pada pria yang mengalami perubahan dengan hubungan seksual. Dengan kata lain, pria tidak memiliki gejala atau indikator lainnya yang bisa dijadikan parameter keperjakaannya.

Namun demikian, beberapa waktu lalu, seorang akupunturis di Vietnam bernama Pham Thi Hong mengaku telah mengembangkan sebuah metode yang bisa mendeteksi apakah seorang pria masih perjaka bukan bukan melalui pengamatan pada telinga. (Silakan baca di SINI).

Apa Hubungan antara Himen dengan Keperawanan Wanita?
Himen merupakan membran tipis yang berada di dekat muara vagina. Himen memiliki pori atau lubang bagian tengahnya sehingga darah menstruasi dapat keluar. Umumnya, banyak orang menyamakan bahwa seorang dengan himen yang rusak adalah seorang yang pernah berhubungan seksual. Hal ini adalah pemikiran yang salah!

Himen perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, misalnya karena kecelakaan, penggunaan tampon, atau masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memliki himen. Tidak semua perempuan dilahirkan dengan selaput dara.

Pada kasus seperti ini tentunya definisi perawan tidak dapat ditentukan berdasarkan ada atau tidak selaput dara. Sebaliknya ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun himennya masih utuh, yang disebut himen yang elastis.

Jadi, Apakah Memungkinkan Mengetahui Secara Pasti Apakah Seorang Wanita Atau Pria Pernah Berhubungan Sebelumnya?

Jawabannya adalah tidak! Apabila riwayat berhubungan hanya didasarkan pada ada tidaknya selaput dara, maka hal ini dapat dilakukan dengan mudah. Namun, seperti yang telah dipaparkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keutuhan selaput dara seorang wanita. Pada kasus keperjakaan pria, hal ini menjadi jauh lebih sulit untuk ditentukan.

Bila selama ini banyak tulisan beredar di media internet atau jejaring sosial tentang ciri-ciri seseorang masih perjaka atau perawan, maka dapat dipastikan bahwa semua itu adalah hoax atau mengada-ada! So, jangan mudah percaya!
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih