Wednesday, February 11, 2015

[Hikmah dalam Humor]: Ketika Burung Pak Ustadz Mati...

loading...
Alkisah yang punya cerita, konon ada seorang ustadz memiliki burung sejenis Beo yang sangat terlatih untuk berdzikir.

Karena tinggal di lingkungan pesantren, setiap hari burung beo tersebut biasa melafazkan zikir-zikir seperti: Assalamu'alaikum, Lailahaillallah, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lain sebagainya.

Pada suatu hari, pintu kurungan beo itu terbuka. Burung yang selama ini terkurung itu pun merasa inilah kesempatannya untuk bebas. Burung beo itu pun terbang meluncur ke luar sangkar.

Melihat burung milik pak Ustads lepas, para santri pun heboh. Mereka tahu itu adalah burung kesayangan milik guru mereka.

Dengan cepat, mereka pun mengejar burung tersebut. Begitu sadar ia dikejar, sang burung pun panik sehingga ia pun terbang tak terkontrol, hingga akhirnya ia menabrak kendaraan yang melintas dengan kencang hingga terkapar dan sekarat.

Seketika itu, sang Ustadz datang, ia menyaksikan burung kesayangannya sekarat. 15 menit kemudian, burung tersebut mati di hadapan Pak Ustadz.

Setelah kematian burung tersebut, pak Ustadz mulai terlihat berbeda. Beliau jadi tidak banyak bicara. Para santri pun merasakan perbedaan tersebut, dan mereka lalu berkata kepada guru mereka itu:

"Ustadz, mengapa ustadz bersedih? Jika hanya burung yang membuat ustadz sedih, biarlah kami ganti dengan burung yang bisa berdzikir juga... Tidak perlu lah ustadz bersedih hati seperti ini...".

Mendengar itu, sang Ustadz menjawab:

"Aku bersedih bukan karena burung itu..."

"Kalau begitu, apa yang membuat ustadz sedih?" Tanya para santri.

Sang Ustadz berkata:

"Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak?"

"Ya, kami melihatnya." jawab para santri.

Sang Ustadz berkata:

"Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan PERIHNYA sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa...
Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir...
JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU,
TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.
Padahal burung itu tidak diganggu iblis saat sakaratul maut,
sedangkan manusia diganggu iblis saat menghadapi sakaratul maut.
Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati,
khusnul khotimah ataukah su'ul khotimah?"

Para Santri pun terdiam mendengar keterangan Sang Ustadz, mereka pun termenung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadz-nya.
* * *

Lalu bagaimana keadaan kita saat menjemput sakaratul maut nanti ? Ajal tidak akan pernah menunggu kita bertaubat, Justru kita lah yang seharusnya senantiasa menunggu ajal sambil bertaubat. 
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih