Friday, February 6, 2015

[Kisah Nyata Inspiratif]: Ayah, Dirimu Lebih Berharga Dari Segalanya...

loading...
Alkisah, ada seorang laki-laki memiliki banyak hutang. Suatu ketika, datanglah si pemilik hutang kepadanya dan kemudian mengetuk pintunya.

Seorang pemuda yang merupakan pemilik rumah membukakan pintu untuknya. Dengan tiba-tiba, orang itu mendorong masuk tanpa salam dan penghormatan, lalu memegang kerah baju pemilik rumah seraya berkata kepadanya:

 “Hai Saudara, bayarlah segera hutang-hutangmu, sungguh aku sudah banyak bersabar hingga lebih dari yang seharusnya, kesabaranku sekarang telah habis!”

Melihat adegan tersebut, sang anak itu merasa iba, air matanya mengalir dari kedua matanya saat dia melihat ayahandanya ada pada kondisi terhina seperti itu.

Anak itu bertanya pada tamu kasar tersebut:

”Tuan, berapa hutang yang harus dibayar ayahku?’

”70.000 Riyal” jawab Si Penagih.

Anak itu lalu berkata:

“Kalau begitu, lepaskan ayahku, tenanglah, semua akan aku selesaikan”

Anak tersebut kemudian masuk ke kemarnya, yang mana selama kuliah dia telah menabung uang sejumlah 27.000 riyal. Rencananya uang itu akan ia gunakan untuk melamar calon istrinya kelak, sembari itu ia terus mencari pekerjaan yang sesuai.

Sang anak masuk ke ruangan lantas berkata kepada pemilik hutang,

“Ini pembayaran dari hutang ayahku, nilainya 27.000 riyal, Insya Allah sisa hutangnya akan nanti aku lunasi dalam waktu dekat".

Melihat perbuatan putranya tersebut, sang ayah menangis dan meminta kepada lelaki penagih itu untuk mengembalikan uang itu kepada putranya. Namun di saat bersamaan, sang anak justru memaksa agar lelaki itu mengambil uangnya. Lalu melepas kepergian lelaki itu di pintu sambil meminta darinya agar tidak menagih lagi hutang ayahnya, dan hendaknya dia meminta sisa hutang itu kepadanya secara pribadi.

Setelah penagih itu pergi, sang anak mendatangi ayahnya, mencium keningnya seraya berkata:

“Ayah, kedudukan ayah lebih besar dari uang itu, segala sesuatu akan diganti jika Allah azza wa jalla memanjangkan usia kita, dan menganugerahi kita dengan kesehatan dan keselamatan. Aku tidak tahan melihat kejadian tadi, seandainya aku memiliki uang yang cukup untuk membayar hutang ayah, pastilah aku akan bayarkan kepadanya. Ayah, sungguh aku tidak mau melihat ada air mata yang jatuh dari kedua mata ayah di atas jenggot ayah yang suci ini.”

Keesokkan harinya, pemuda tersebut bertemu dengan salah seorang sahabat lamanya. Ia pun mengajak sahabat itu ke rumah.

Dalam pertemuan itu, keduanya terlibat pembicaraan. Sahabat lama itu berkata:

“Saudaraku,  kemarin salah seorang manajer perusahaan memintaku untuk mencarikan pria yang bisa terpercaya dan berakhlak mulia yang juga memiliki kemampuan menjalankan usaha. Aku tidak menemukan seorang pun yang kukenal dengan kriteria-kriteria itu kecuali kamu. Bagaiman pendapatmu jika kita pergi bersama untuk menemuinya sore ini?”

Alangkah suka citanya hati pemuda tersebut, matanya berbinar-binar penuh pancaran  kebahagiaan, seraya berkata,

“Mudah-mudahan ini adalah ajwaban dari do’a ayahku selama ini, semoga Allah mengabulkannya.”. Tak sedikit rasa syukur terlontar dari lidahnya.

Sore harinya, mereka pun bertemu dengan sang manajer yang dimaksud, dan setelah berbincang-bincang, alangkah senang sang manajer dengan pemuda tersebut, ia yakin pemuda ini adalah seorang yang terpercaya. Manajer itu  berkata:

“Berapa gaji yang kau inginkan?”

Pemuda itu  menjawab,

“Kitar 5000 riyal per bulan.” jawabnya ringan.

Sang manajer berkata:

"Kalu begitu, besok pagi, engkau mulai bekerja, gajimu bukan 5000 riyal, tapi 15.000 riyal  per bulan, ditambah bonus dari dividen 10% laba perusahaan, dan engkau mendapat tunjangan rumah dan kendaraan sebesar dua kali lipat gajimu setiap bulan. Untuk pertama, engkau akan terima persekot enam bulan gaji. Bagaimana? Setuju?.” Ujar sang manager.

Mendengar semua itu, sang pemuda menitiskan air mata, dalam hati ia berkata:

“Bergembiralah wahai ayahku...”

Demikianlah kisah tentang seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya. Orang tua yang sangat berjasa dalam kehidupan kita.

Andaikan kita serahkan seluruh yang kita miliki untuk mengganti jasa mereka, niscaya semua itu tak tergantikan.

Karena itu Allah Swt memerintahkan kita untuk berbakti kepada mereka. Allah Swt berfirman:

Allah SWT berfirman:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” [QS. Al Israa’. 23]
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih