Wednesday, January 7, 2015

Perasaan Yang Tak Terlukiskan...!

loading...
Semua kita pernah merasakan yang namanya senang dan bahagia, perasaan yang membuat hidup ini serasa indah.

Tapi, pernahkah anda membayangkan, perasaan bahagian seperti apakah gerangan yang dirasakan oleh para sahabat Rasulullah Saw?

Bagaimana gerangan perasan Mu'adz bin Jabal r.a ketika Rasul berkata kepada beliau:

"Wahai Mu'adz... Demi Allah aku sungguh mencintaimu!".

* * *

Bagaimanakah yang dirasakan Abdullah bin Abbas r.a ketika beliau didekap oleh Rasulullah Saw lalu beliau berkata:

"Ya Allah, berilah dia ilmu tentang Al-Qur'an!".

* * *

Bagaimana gerangan perasaan Ubay bin Ka'ab r.a ketika Rasulullah Saw berkata kepadanya:

"Wahai Ubay, Sesungguhnya Allah Swt memerintahkan kepadaku agar aku membacakan kepadamu Surah Al-Bayyinah!".

Lantas Ubay r.a berkata penuh takjub:

"Allah menyebut namaku kepada engkau, wahai Rasul?".

* * *

Bagaimana gerangan kebanggan Ali bin Abi Thalib r.a di saat Rasulullah Saw berkata:

"Esok, aku akan berikan panji ini kepada seseorang yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintai dia...".

Lalu keesokan hari itu, Rasulullah Saw memberikan panji itu kepada dia...

* * *

Bagaimana pula gerangan perasaan Sa'ad bin Abi Waqqash r.a ketika Rasulullah Saw berkata kepadanya:

"Lesatkan panahmu wahai Sa'ad! Ibu dan ayahku yang menjadi tebusanmu! (perasaan cinta)".

* * *

Lantas bagaimana pula besar hati Utsman bin Affan r.a ketika beliau mempersiapkan bekal untuk pasukan Islam di perang Tabuk, lalu Rasulullah Saw berkata:

"Tidak akan ada buruknya perbuatan Utsman mulai hari ini..."

* * *

Lalu bagaimana pula perasaan Abu Musa al-Asy'ari ketika Rasulullah Saw berkata kepadanya:

"Andai saja engkau melihat bahwa aku menyimak engkau membaca al-Qur'an tempo hari...". Ternyata Rasulullah Saw diam-diam menyimak bacaan beliau.

* * *

Dan bagaimana pula perasaan Sa'ib bin Yazid r.a ketika Rasulullah Saw mengusap rambutnya penuh kasih, lalu ketika beliau menua, seluruh rambut Sa'ib memutih kecuali bagian yang pernah diusap oleh Rasulullah Saw!

* * *

Lantas bagaimana pula perasaan sahabat-sahabat kalangan Anshar tatkala Rasulullah Saw berkata tentang mereka:

"Jika suatu kaum melewati sebuah jalan, lalu kaum Anshar melewati jalan lain, maka aku akan pilih jalan kaum Anshar!".

Juga ketika Rasulullah Saw berkata:

"Di antara tanda-tanda keimanan adalah mencintai kaum Anshar! Dan di antara tanda kemunafikan adalah membenci kaum Anshar!".

* * *

Bagaimanakah perasaan Abu Bakar al-Shiddiq r.a di saat Rasulullah Saw berkata:

"Jika aku hendak memilih teman karib, niscaya akan kupilih Abu Bakar menjadi teman karibku".

* * *

Bagaimanakah bahagianya hati Aisyah r.a ketika Rasulullah Saw ditanya oleh seseorang: "Siapakah orang yang paling engkau cintai?", lalu Rasulullah Saw menjawab tanpa ragu:

"Aisyah...!"

* * *

Bagaimana gerangan perasaan Bilal bin Rabah r.a ketika Rasulullah Saw bertanya kepadanya:

"Wahai Bilal... beritahulah aku tentang amalmu yang paling besar dalam Islam, sebab aku mendengar derap terompahmu di dalam surga!".

* * *

Bagaimanakah perasaan bahagia Umar bin Khattab r.a ketika suatu hari ia bertamu hendak menemui Rasulullah Saw, lalu Rasulullah Saw berkata:

"Izinkahlah dia masuk, dan kabarkahlah kepadanya bahwa ia adalah ahli surga!".

* * *

Bagaimanakah gerangan kebahagiaan para sahabat Rasulullah Saw... ketika mereka berinteraksi sehari-hari bersama manusia mulia itu pagi dan sore...?

* * *

Lebih dari itu, bagaimana pula perasaan kita, di saat Rasulullah Saw mengatakan :

"... kalian adalah saudara-saudaraku... aku menangis merindukan kalian... kalian yang beriman kepadaku, padahal kalian tidak pernah melihatku...".

* * *

Ya Allah... Jadikanlah kami saudara-saudara Rasulullah Saw... Anugerahkanlah kami cinta beliau, dan cinta dari orang-orang yang mencintai rasul-Mu... dan cinta kepada amal yang mendekatkan kami kepada cinta-Mu...!

Amin ya Rabbal 'Alamin...
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih