Friday, January 9, 2015

Wasiat Imam Syafi'i Rahimahullah Sebelum Wafat...

loading...
Salah satu kebiasaan para ulama salaf terdahulu -dan masih terus dilakukan oleh ulama sekarang- adalah berwasiat ketika ajal serasa sudah mendekat.

Bahkan, sebagian ulama berpendapat bahwa berwasiat itu hukumnya wajib, khususnya bagi mereka yang meninggalkan harta, sedikit ataupun banyak. Imam Az-Zuhri misalnya berpendapat demikian berdasarkan pedoman firman Allah Swt dalam surah al-Baqarah ayat 180.

Allah Swt berfirman:

Diwajibkan atas kamu, apabila seorang diantara kamu kedatangan tanda-tanda maut, jika dia meninggalkan harta yang banyak berwasiat untuk ibu bapak dan kerabatnya secara baik. Ini adalah kewajiban atas orang-orang yang bertaqwa”.( QS Al-Baqarah : 180)

Berikut ini, kita akan kutip sedikit dari petikan wasiat Imam Syafi'i, yang beliau sampaikan kepada murid beliau, Imam Al-Muzany. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
"Bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Gambarkanlah akhirat dalam qalbumu, dan jadikanlah kematian antara kedua matamu. Janganlah lupa bahwa engkau akan berdiri di hadapa-Nya kelak. Takutlah kepada-Nya, jauhilah segala hal yang Dia haramkan, dan laksanakanlah yang Dia wajibkan. Hendaknya engkau bersama Allah (merasa selalu di awasi oleh-Nya) di mana pun engkau berada."
"Janganlah sekali-kali engkau menganggap kecil nikmat Allah kepadamu, walaupun nikmat itu sedikit. Balaslah nikmat tersebut dengan bersyukur. Jadikanlah diammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai dzikir dan pandanganmu sebagai pelajaran."
"Maafkanlah orang yang mendzalimimu, sambunglah silarurrahmi kepada orang yang memutusnya terhadapmu. Berbuat baiklah kepada siapapun kepada orang yang berbuat jelek kepadamu. Bersabarlah terhadap segala musibah, dan berlindunglah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari api neraka dengan ketakwaan."
Sumber: Tarikh Dimasyq, karangan Imam Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad Ibnu Asakir
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih