Thursday, January 2, 2014

Kisah Eliana Barbosa, Gadis Brazil Yang Menyalib Dirinya Sendiri...!

loading...
Kepercayaan terhadap setan dan makhluk halus terdapat hampir dalam semua budaya di dunia. Beberapa kepercayaan ini kadang disikapi secara aneh dan tidak lumrah.

Seperti dalam catatan sejarah, pada tahun 1978, seorang gadis bernama Eliana Maciel Barbosa, -seorang siswi SMA 16 tahun- yang mengaku telah dirasuki iblis, ia lantas menyalibkan dirinya sendiri untuk mendapatkan kesembuhan.

Eliana mengumumkan bahwa tubuhnya telah dikuasai oleh Iblis. Ia mengatakan bahwa setan telah menyerbu tempat tidurnya dan telah menggunakan tubuhnya "untuk tujuan kejahatan."

Sebagian masyarakat saat itu ada juga yang skeptis dan menilai apa yang dilakukan Eliana hanyalah akal-akalan agar dirinya dapat bertemu dengan seorang pemuda yang menjadi idamannya.

Dua bulan sebelumnya, Eliana menyatakan dirinya melihat penampakan seorang pria tua yang tampak seperti Kristus, pria itu menyuruhnya untuk menghidupkan melakukan penyaliban seperti Kristus. Tak lama kemudian ia memulai perjalanan 250-mil ke desa Alegrete. Dia mengangkat salib kayu di bahunya dan menyeretnya ke puncak bukit terdekat. Mengenakan gaun putih dan mahkota duri tradisional, dia sendiri terikat pada salib dengan kain.

3 hari pasca penyaliban itu, warga heboh. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang suci. Bahkan, ada beberapa warga yang mngambil tetesan darahnya dan memelumatkannya di dahi mereka. "Gadis kecil ini akan menjadi pelindung kita" ujar seorang warga. "Dia orang suci," teriak yang lain.

Setelah 3 hari, Eliana menyelesaikan waktunya di kayu salib dan turun dalam keadaan sehat yang baik, meski ia mengaku sangat lapar

"Iblisnya sudah hilang," Ujar Eliana dengan gembira.

"Aku merasa tenang" kata Ayahnya pula.
Berita tentang Eliana Barbosa


Sumber: Deseret News via  Google dan People[dot]com.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih