Saturday, January 4, 2014

Cara Sehat Mengolah, Memasak dan Mengkonsumsi Jamur

Jamur merupakan salah satu makanan favorit di Asia, termasuk Indonesia. Rasanya yang enak dan gurih, serta ditambah nutrisinya yang bermanfaat bagi tubuh manusia membuat makanan ini kerap menjadi hidangan, bahkan tergolong makanan 'berkelas'.

Namun perlu diingat, cara mengolah dan mengkonsumsi jamur haruslah benar. Yang pertama harus diketahui adalah apakah jamur yang akan dimasak benar-benar merupakan jenis jamur yang aman dimakan, sebab tak sedikit jenis jamur di dunia ini yang mengandung racun.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara memasak jamur itu sendiri. Tidak benar dalam memasak jamur juga dapat berakibat fatal.
Dalam sebuah tulisan di media virtual, seorang pengkonsumsi dan chef jamur mengatakan bahwa dirinya pernah mengalami keracunan jamur, waktu itu ia memakan jamur merang,

Ketika itu, ia memasak jamur merang dengan cara dikukus. Lalu belum begitu masak/matang, jamur tersebut ia buat pepes. Dan setelah masak, ia konsumsi sendiri,  kemudian ia merasakan ada sedikit  rasa bau ‘lengur’ dan pahit di lidahnya. Awalnya ia berfikir bahwa itu karena bumbunya terlalu banyak.

Namun setengah jam kemudian, ia merasakan kepala berasa pusing, dan ketika tercium bau jamur merang, perut mual. Seketika itu ia ingat pesan orang tua, bahwa bila berasa gejala seperti itu menandakan keracunan makanan. Untuk penanganannya, ia minum air kelapa muda, dan Alhamdulillah setengah jam sesudahnya rasa pusing dan mual berangsur hilang.

jamur merang
Hal lain yang membuat harus berhati-hati adalah karena ada selentingan kabar yang menyebutkan bahwa ada oknum petani jamur yang nakal sebelum dipanen ‘katanya’ disemprot air + pengawet, tentu supaya tidak cepat layu.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal tersebut, sangat dianjurkan agar sebelum mengkonsumsi jamur, jamur tersebut diolah terlebih dahulu, dan tidak direkomendasikan dimakan mentah maupun langsung di masak.

Lalu bagaimana cara mengolah dan memasak jamur yang benar?

Jamur di pasar-pasar tradisional umumnya ada empat jenis dijual segar, yaitu Jamur Tiram, Jamur Merang dan Jamur Kancing, sedang Jamur Kuping dalam bentuk kering.

Bila anda penikmat jamur, ini ada tiga cara berbeda-beda dalam pengolahannya, bila jamur merang dan kancing direbus, sedang jamur tiram cukup dikukus, sedang jamur kuping cukup direndam air panas.

Jamur Merang dan Jamur Kancing.
  • Bersihkan dari kotoran lalu cuci bersih. 
  • Siapakan air dalam panci isi airnya setengah dari jumlah jamur yang akan dimasak, nyalakan kompor. 
  • Bila sudah mendidih, masukkan jamur, lalu aduk-aduk supaya merata kena air panas. 
  • Diamkan kurang lebih 5 menit. 
  • Kemudian, aduk pelan dan diamkan lagi. bila sudah keluar buih dan air berubah warna jadi coklat dengan bau khas, angkat. Buang airnya, lalu tadah jamur pakai saringan, lalu masukkan panci bilas dengan air dingin sampai dua-tiga kali. 
  • Setelah itu tiriskan.

Jamur Tiram.
Jamur tiram biasanya dijual dalam kondisi bersih jadi tidak perlu di cuci. Langkah pertama, siapkan dandang buat mengkukus atau pakai dadang nanak nasi. Cukup beri air seperempatnya (2 gelas belimbing), pasang
jamur kancing 
sarangnya lalu masukkan jamur tiram tersebut, tutup. Nyalakan api sedang, biarkan sampai mendidih. lalu cek bila sudah susut dan masak, matikan kompor. Lalu angkat, langsung siram air dingin, ulangi dua-tiga kali. Lalu peras, cukup pakai tangan supaya kandungan airnya kurang dan menghilangkan rasa bau ayu/lengurnya.

Jamur Kuping.
Cuci bersih, siapkan air mendidih dalam panci. Lalu rendam jamurnya, kurang lebih setengah jam, bila sudah mengembang, tiriskan,

Setelah itu terserah selera anda masing-masing, jangan kawatir, proses di atas tidak akan menghilangan rasa khasnya.

Anda dapat memasaknya dengan cera dipanggang, ditumis atau cukup dimakan dengan saos sambal atau saus asam manis.

Mudah-mudahan bermanfaat.
loading...

3 comments:

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih