Wednesday, September 24, 2014

Air Terjun Lubuk Bigau di Kampar, Air Terjun Tertinggi di Sumatera

loading...
Apa air terjun tertinggi di Sumatera? Itulah Air Terjun Lubuk Bigau. Mungkin banyak pembaca yang belum pernah mendengar air terjun ini.

Air terjun Lubuk Bigau terletak di Kabupaten Kampar Riau, terletak ditengah hutan belantara, diapit oleh pepohonan hutan yang lebat, berada diantara desa Lubuk Bigau, Kobun Tinggi dan Pangkalan Kapas Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Air terjun spektakuler ini berdiri kokoh setinggi tidak kurang dari 130 meter, jauh lebih tinggi dari Air Terjun Lembah Anai (60 meter) atau Sipiso-piso (120 meter). Tumpahan airnya menghujam langsung kebawah tanpa menyentuh dinding tebing yang menjulang tinggi ke awan, sungguh air terjun yang spektakuler!

Namun untuk menggapai air terjun ini butuh perjuangan, dari kota Bangkinang untuk  menuju kesana anda mesti memilih salah satu dari dua jalur atau lintasan yang ada:

Pertama: dari Desa Hulu Air, kabupaten Lima Puluh Kota Sumatra Barat. Kedua: atau melalui Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri hingga Kecamatan Kampar Kiri Hulu, paling tidak butuh lima jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor atau mobil hingga menuju desa terakhir tepatnya desa Lubuk Bigau Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Anda harus menempuh medan berat  nan panjang, kendaraan yang dipakai haruslah yang jenis Four Wheel Drive atau kendaraan berkapasitas Double Gardan. Sebab untuk menuju desa Lubuk Bigau anda harus menempuh jalan tanah yang licin serta kontur jalan yang berbukit-bukit dan tidak merata serta berlubang, dan dari desa Lubuk Bigau agar sampai dilokasi air terjun, anda masih harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama tiga  jam.

Sudah pasti melelahkan bukan? tapi dijamin semua penat anda akan terbayarkan jika sudah sampai disana, air terjun ini sungguh akan membuat anda berdecak kagum. Posisinya berada di sebuah tebing berbatu yang tegak setinggi tidak kurang dari 130 meter, bahkan cenderung condong, miring kearah dalam, sehingga tidak memberi ruang sama sekali bagi air untuk menyentuh dinding tebing tersebut.

Air terjun Lubuk Bigau setinggi 130 meter
Anda bisa dengan leluasa menyelinap disisi dinding tebing paling bawah dan baru akan menyadari kalau ternyata jarak antara anda berdiri, yakni antara dinding tebing dengan pusat air terjun yang tumpah lebih dari sepuluh meter, ditempat itu sempatkan berdiri beberapa saat dan arahkan pandangan kesisi depan, sungguh anda akan disuguhi dengan pemandangan yang tidak biasa, butiran-butiran air yang tumpah dari puncak tebing, menghujam tak berjeda dan mengaliri ribuan ton kubit air sepanjang harinya. Sensasi sejuk akan segera menjalari tubuh anda sebab perlahan-perlahan tempiasan air terjun mulai membasahi pori-pori kulit anda. Prosesnya nyaris sebagaimana embun menyentuh dedaunan yang kerap kita temui di pagi hari. Puas dari sana beranjaklah menuju kesisi depan, silahkan berdiri tegak diatas permukaan batu yang berada persis di pusat tumpahan air dan biarkan tubuh anda di hujani air.

Air terjun ini benar-benar masih alami dan terbilang masih jarang dijamah, tidak terdapat satupun bangunan semisal gazebo atau rumah-rumahan. Dan terlihat disekitar air terjun adalah hutan tropis yang lebat lagi tinggi, nyanyian burung murai, semilirnya angin dan bunyian percikan air serta tumpukan bebatuan berwarna hitam kecoklatan yang terhampar di sepanjang sisi aliran air yang telah membentuk layaknya anak sungai yang eksotis.

Bagi anda yang ingin bertandang kesana, disarankan membawa bekal yang cukup. Bertolaklah sejak dari pagi sehingga punya waktu banyak untuk mengeksplorasinya. Gunakan topi, kaos berlengan panjang dan sebaiknya membawa serta sunblock dan lotion anti nyamuk. Diperlukan juga jas hujan, siapa tahu lagi tengah asik-asik menikmati air terjun yang indah tersebut tiba-tiba  hujan menyergap, demikian juga kamera atau handycam, jangan sampai lupa dimasukkan dalam listing yang wajib dibawa saat mengunjungi air terjun tersebut.

Lihat video Air Terjun Lubuk Bigau di sini:



(sumber: riaukhatulistiwa.com)
loading...

1 comment:

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih