Monday, October 28, 2013

[Kisah Inspiratif] Kasih Sayang, Antara Cinta dan Amarah

loading...
Syahdan, ada seorang anak yang tinggal hanya bersama ayahnya. Dia adalah anak tunggal dan ibunya sudah meninggal dunia. Sang anak adalah anak yang sayang dan berbakti kepada orang tuanya. Ia adalah seorang pekerja keras.

Pemuda itu tengah menjalani kuliah di suatu universitas. Sang ayah berjanji, jika ia lulus dengan nilai baik, ia akan dibelikan sebuah mobil.

Hingga hari wisuda itu datang, ia mendapat nilai yang baik. Sang ayah tersenyum bangga. Pada waktu itu, sang ayah pernah menjanjikan sesuatu kepadanya memberikan sebuah buku tentang kunci sukses dalam hidup.

Pemuda itu kesal. Ia marah besar. Ia kecewa karena sang ayah lupa dengan janjinya. Ia melempar buku yang masih baru dan terbungkus yang diberikan oleh ayahnya itu.

Sang ayah kaget, ia benar-benar tak menyangka putra kesayangannya berbuat seperti itu.

Sejak kejadian itu, sang pemuda itupun pergi dari rumah yang ia tempati bersama sang ayah.

Berminggu-minggu, berbulan bulan, hingga bertahun tahun sang ayah menunggu kehadiran putranya yang tak pernah kembali, hingga ia mendapat berita bahwa sang anak telah berkeluarga dan telah menjadi lelaki yang sukses.

Sementara sang anak, sesekali dirinya teringat juga pada sang ayah. Bahkan, kadang menyeruak juga kerinduannya kepada sang ayah. Namun, setan membisikkan sesuatu yang membuat dia selalu mengingat kembali kejadian di saat wisuda itu, hingga emosinya pun kembali meluap dan kebencian pada ayah kembali muncul.

Hingga beberapa tahun kemudian, sang anak mendapat kabar dari kerabatnya, bahwa ternyata ayahnya sudah meninggal dunia.

Akhirnya dia pun memutuskan untuk datang ke rumah sang ayah. Saat dia tiba di rumah sang ayah, dia mulai melangkah ke dalam rumah, dia mengingat suasana hangat bersama ayahnya dulu. Lalu ia menulusuri, ruang tengah, dan dia menemukan sebuah kotak. Dia buka kotak itu, ternyata isinya adalah sebuah buku yang ayahnya beri pada waktu ia di wisuda.

Dia buka lembaran pertama pada buku itu, ternyata ada sebuah surat untuknya. Yang bertuliskan,
Anakku. 
Kudengar bahwa sekarang kau telah sukses, dan kau telah memiliki keluarga. Ayah sangat bangga dan ayah sangat sayang kepadamu.
Ayah tidak pernah merasa marah dan kecewa telah memilikimu, Nak. Hanya saja ayah sedih saat anak tunggalku pergi meninggalkanku di acara wisuda itu. 
Yang harus kau tahu, meski kau mungkin membenciku, aku akan  tetap mencintaimu, dan aku akan selalu menunggumu untuk kembali bersamaku. 
Ayah sayang padamu

Setelah membaca surat itu, sang anak pun tertegun, lalu ia membuka lembar selanjutnya. Dan apa yang dia temukan?

Sebuah kunci yang sengaja diselipkan ayahnya... Sebuah kunci mobil yang impikan sejak lama. Dia terenyuh. Ia lari ke garasi ayahnya, dan dia menemukan Mobil itu telah dipenuhi dengan debu, meskit tetapi terlihat baru dan nampak belum pernah tersentuh untuk dipakai. Karena jok yang masih terbungkus plastik.

Mobil itu adalah hadiah wisuda untuknya. Mobil yang ia fikir bahwa ayahnya lupa dengan janjinya. Tak dirasa, air mata pun membasahi pipinya. Air mata yang penuh dengan penyesalan... penyesalan... penyesalan!

Tapi penyesalan yang sudah tak berguna...

Dia menyesal mengapa dulu dia melakukan itu kepada ayahnya...  Sekarang semua sudah terlambat... ayahnya telah tiada...

Ia akan membawa penyesalan itu untuk selamanya...

Berbaktilah kepada orangtua, selagi mereka ada...

Salam.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih