Thursday, August 27, 2015

Tanda-tanda Pria Yang Sering Melakukan Masturbasi... Bisakah Diketahui? [Benarkah Lutut/Dengkul Kompong Tanda Orang Sering Onani?]

Beberapa waktu lalu, di web ini kita sudah pernah membahas tentang hukum melakukan masturbasi atau onani dalam pandangan fiqih [Baca di SINI], serta bahasa atau efek samping onani bagi kesehatan [baca di sini].

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas aspek lain tentang kebiasaan onani, yang memang sebenarnya tabu untuk dibicarakan, namun terkadang penting untuk diketahui, terutama para pria.

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita menyelaraskan pemahaman apa itu onani. Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual.

Apakah Onani itu Berpengaruh Terhadap Kualitas Sperma?
Secara reproduktif, Sperma dihasilkan di dalam saluran reproduksi pria yaitu testis dan kemudian disimpan dan disalurkan apabila terjadi ejakulasi. Sel sperma akan matang dalam waktu kurang lebih 48 jam.

Apabila ejakulasi terjadi lebih dari satu kali dalam waktu kurang dari 48 jam maka kualitas sperma akan berkurang karena sperma belum matang. Onani atau masturbasi yang sampai menimbulkan ejakulasi lebih dari satu kali dalam waktu 48 jam akan mengurangi kualitas sperma.

Apakah Onani itu Menyebabkan Sulit Tidur dan Penurunan Daya Tahan dan Fisik, Rabun Jauh, Sulit Konsentrasi & Penurunan Daya Ingat? 
Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang baik dan tidak positif, terlebih jika dilakukan frekuensi yang sangat sering. Kebiasaan melakukan masturbasi dapat menimbulkan masalah psikis dimana timbul pikiran terus menerus untuk melakukan masturbasi. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan berolahraga, melakukan hobi-hobi anda, dll. Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang.

Sedangkan produksi sperma sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang baik.  Makanan tidak dapat secara langsung meningkatkan produksi sperma, karena selain makanan juga terdapat organ pembentuk sperma, hormon dan bahan lainnya. Namun, kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:
  • Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)
  • Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria.
  • Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma.
  • Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur.
  • Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan.
  • Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.
Jika asupan zat-zat gizi tersebut sudah mampu anda penuhi lewat makanan anda sehari-hari maka anda sudah tidak memerlukan asupan suplemen lainnya.

Nah, sekarang kita masuk ke indi pembahasan: Apa ciri-ciri pria yang sering onani? Benarkah Kalau Dengkul Kopong itu Tanda Pria Sering Onani? 

Secara medis, tidak ada ciri khusus pria yang sering onani pada fisikanya.. Dan adapun anggapan bahwa dengkil kompong atau kering adalah tanda sering oanai hal ini tidak benar.

Dengkul kopong, dalam dunia medis cenderung mengacu pada pengeroposan tulang. Pengeroposan tulang biasanya terjadi secara alami pada usia tua karena menurunnya laju pembentukan tulang. Osteoporosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan massa (berat) tulang yang rendah dan kerusakan pada jaringan di dalam  tulang.

Pada Osteoporosis, terjadi penurunan kualitas tulang dan kuantitas kepadatan tulang, padahal keduanya sangat menentukan kekuatan tulang sehingga penderita Osteoporosis mudah mengalami patah tulang atau fraktur.

Jadi, masturbasi pada pria tidak berhubungan dengan kondisi 'dengkul kopong' atau dalam medis merujuk pada istilah kondisi osteoporosis. Namun jika berbicara dampak kesehatan dari masturbasi pada pria, sudah tidak sedikit penelitian yang menemukan hubungan tingginya frekuensi masturbasi pada pria dengan risiko kanker prostat di kemudian waktu.

Dari berbagai sumber
loading...

2 comments:

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih