Monday, August 24, 2015

Waspada, Terburu-buru Itu Dari Syaitan...

loading...
Dalam ungkapan sering kita dengar: "Ingin cepat-cepat, malah tidak dapat!". Kalimat ini ada benarnya.

Lihatlah, orang ingin cepat kaya, lalu korupsi malah akhirnya dipenjara. Ingin cepat-cepat bikin kue, akhirnya tidak menjadi. Ingin cepat cepat sampai ke sebuah tujuan lalu menerobos lampu merah, akhirnya malah celaka. Padahal, rambu-rambu itu sebenarnya mempercepat kita sampai kepada tujuan bukan sebaliknya .

Jika ahli waris terburu-buru membunuh pemberi waris supaya cepat-cepat mendapatkan warisan, maka ia terhalang mendapatkan warisan.

Jika khamar (yang dihukumi najis) berubah menjadi cuka dengan menambahkan sesuatu di dalamnya (usaha manusia), maka khamar tersebut dihukumi tidak suci. Beda halnya jika khamar dibiarkan begitu saja, prosesnya berjalan secara natural berubah menjadi cuka, maka dihukumi suci

Nabi saw bersabda:

"Tergesa gesa itu dorongan syaithan, sedangkan kehati hatian itu bersumber dari Allah .

Allah memerintahkan kita menyegerakan sesuatu yang baik ,bukan cepat cepat , sebagaimana Allah memerintahkan kita untuk meraih syurga dan ampunanNya walau syurganya itu seluas langit dan bumi , ini merupakan pertanda walau syurgaNya luas tak ada jaminan sedikit pun kita bisa memperolehnya

Apa perbedaan antara menyegerakan dengan ketergesaan ? ,Segera itu dengan persiapan ,adapun cepat 2 itu tanpa persiapan

Kaidah fiqh mengatakan "

مَنِ اسْتَعْجَلَ شَيْئًا قَبْلَ أَوَانِهِ ، وَلَمْ تَكُنِ المصْلَحَةُ فِي ثُبُوْتِهِ ، عُوْقِبَ بِحِرْمَانِهِ

Siapa yang terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum waktunya, selama tidak ada maslahat dengan keberadaannya, maka ia dihukumi haram mendapatkannya.”

Para Ulama berkata tergesa gesa itu boleh dalam 5 hal ;

1. Menjamu tamu jika ia datang
2.  Mengurus Jenazah
3.  Membayar hutang jika jatuh tempo
4.  Segera bertaubat jika berdosa
5.  Menikahi anak gadis jika sudah ada jodohnya
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih