Thursday, August 6, 2015

Mu'tamar NU: Profil Lengkap 9 Anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) 2015

loading...
Untuk memilih Ra'is Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2015 - 2020, mekanisme yang digunakan adalah melalui pilihan para ulama besar yang tergabung dalam Ahlul Halli Wal Aqdi atau yang populer disingkat AHWA. Sistem ini mengingatkan kita pada sistem pengangkatan khalifah ataupun amir di masa kejayaan khilafah Islamiyyah.

Dalam Mu'tamar NU tahun 2015 ini, dipilih 9 orang anggota Ahlul Halli Wal Aqdi yang dipercaya memilih ketua umum PBNU, mereka adalah KH Ma’ruf Amin, KH Nawawi Abd Jalil, Tuan Guru Turmudzi Badruddin, KH Kholilurrahman, KH Dimyati Rois, Syekh Ali Akbar Marbun, KH Makhtum Hanan, KH Maimun Zubair, dan KH Mas Subadar.

Kesembilan anggota ini dipilih berdasarkan keputusan yang dibacakan dalam sidang pleno pemilihan anggota AHWA. Sebelumnya perwakilan dari masing pengurus PCNU dan PWNU se-Indonesia telah menyetorkan nama-nama beberapa ulama, yang dianggap layak untuk menjadi anggota AHWA. Kesembilan nama ini merupakan ulama kharismatik.

Berikut profil singkat dari ssembilan anggota AHWA tersebut.

1. KH. Ma’ruf Amin 
Lahir di Tangerang Banten pada 11 Maret tahun 1943. Beliau tidak hanya dikenal sebagai ulama Indonesia yang kharismatik, Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat serta Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

2. KH Nawawi Abdul Jalil 
Beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur.

3. Tuan Guru Haji Turmudzi Badruddin
Lahir di Desa Bagu Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tuan Guru Turmudzi dikenal sebagai seorang yang dekat dengan KH Abdurrhman Wahid (Gus Dur). Pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda ini juga dikenal sebagai pendakwah yang gigih memperjuangkan aqidah Aahlussunnah wal Jamaáh di tanah Lombok.

4. KH Kholilurrahman 
Beliau merupakanPengasuh Pondok Pesantren Darussalam dan Ketua Majelis Ulama Kabupaten Banjar dan Pengasuh Pondok Pesantren.

5. KH Dimyati Rois 
Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren al-Fadluh wal Fadhila, Kutoharjo, Kaliwungu, Kendal Jawa Tengah. Mustasyar PBNU ini tidak hanya dikenal sebagai salah satu kiai yang hanya mengajarkan materi-materi keagamaan kepada santri-santrinya. Tetapi beliau juga mendorong para santrinya untuk melakukan usaha untuk mengentaskan angka kemiskinan.

6. Syekh Ali Akbar Marbun 
Beliau lahir di Desa SiniangKecamatan Pakkat, HUmbang Hasudutan, Sulawesi Utara. Syekh Ali telah banyak mengenyam pelajaran agama kepada beberapa ulama ternama hingga ke luar negeri. Saat kembali ke kampung halamannya beliau mendirikan Pondok Pesantren al-Kautsar al-Akbar.

7. KH Makhtum Hanan 
Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringan Cirebon.

8. KH Maimun Zubair 
Ulama kharismatik ini lahir di Rembang 28 Oktober 1928. Saat ini, Mbah Maimun, begitu sapaan akrab pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, menjadi tumpuan warga nahdliyin. Dalam menyelesaikan pelbagai persoalan.

9. KH Mas Subadar 
Beliau dikenal sebagai Pengasuh Raudlatul Ulum Besuk Pasuruan Jawa Timur. Di kalangan masyarakat Tapal Kuda beliau adalah salah satu kiai yang ditunggu pandangannya oleh warga nahdliyin. Baik menyangkut persoalan keagamaan maupun politik.

Sembilan anggota AHWA di atas akan melakukan musyawarah tertutup untuk memilih Rais Am PBNU di masa mendatang. Keputusan AHWA akan diumumkan pada malam nanti (pukul 20.00 WIB) di sidang pleno Muktamar ke 33 di alun-alun Jombang.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih