Wednesday, March 4, 2015

Tragedi Cinta Awal Abad XX: Dikurung Selama 25 Tahun Karena Cinta.

loading...
Kisah nestapa cinta dua manusia berbeda kasta di tidak hanya terjadi di dunia Timur. Di daratan Eropa, kisah serupa pun terjadi. Salah satunya tergambar di kisah hidup Blanche Monnier yang menggemparkan awal abad XX.

Lebih dari 25 tahun lamanya, seorang wanita bernama Blanche Monnier dikurung dalam sebuah kamar gelap tanpa belas kasihan. Ia dibiarkan kelaparan, tak berbusana, berat badannya menyusut hingga tinggal 55 poun saja (kurang dari 30 kg).

Di tempat yang lebih mengenaskan dari penjara itu, ia dibiarkan terbaring di atas ranjang yang dipenuhi kutu dan kotorannya sendiri. Ketika usianya 50 tahun, ia kehilangan kewarasan.

Apa gerangan kesalahannya sampai ia diperlakukan keluarganya sedemikian rupa?

Kesalahannya adalah: Blanche Monnier mencintai seseorang pria yang rendah derajatnya dibanding keluarga Monnier. Tapi ada pula yang menilai: itu karena sikap keras kepalanya sendiri!

Pada tanggal 23 Mei 1901, polisi Perancis yang telah mengatahui kasus Blanche datang dan menyelamatkan wanita tersebut di sebuah rumah di kawasan elit yang terletak di kota Poitiers. Polisi mendapatkan jejak Blanche dari informasi anonim.

Dengan segera, Blanche dilarikan ke rumah sakit. Awalnya, banyak orang menduka ia takkan selamat, tetapi takdir berkata lain: Blanche berhasil disembuhkan di segi raganya. Namun sayang, kewarasannya tetap tidak pulih hingga akhir hayatnya.

Dunia dibuat gempar dengan kasus ini yang kemudian dikenal sebagai "The Sequestered of Poitiers”, khalayak Eropa serasa tak percaya bagaimana wanita malang itu dikurung dan dikunci dari dunia luar oleh anggota keluarganya sendiri, hanya karena keengganannya memutus hubungan cinta dengan seorang pengacara dari kalangan rakyat biasa dan telah berumur.

Sementara, keluarga Monnier merupakan keluarga kelas atas yang amat dihormati dan berasal dari keturunan aristokrat bernama Poitiers (bahkan kota tempat tinggal mereka dinamakan dengan nama keluarga mereka).

Mendiang ayah Blanche, Emile adalah mantan dekan fakultas kesenian setempat sebelum meninggal dunia pada 1879. Keluarga tersebut pernah mendapat anugerah atas jasa mereka dalam melakukan kegiatan amal dan sebagai penghargaan atas nilai murni keluarga Monnier yang menjadi contoh oleh penduduk Poitiers.

Blanche sendiri ketika mudanya adalah seorang gadis berambut hitam yang cantik, banyak pemuda di kota itu yang menaruh hati padanya. Namun, Blanche justru jatuh cinta dengan pria biasa yang kurang sukses dalam pekerjaannya sebagai pengacara. Hal ini menyebabkan keluarga Blanche yang kaya raya dan tersohor itu merasa terhina dan amat marah.

Khawatir akan hubungan gadis itu berakhir dengan pernikahan dan seterusnya akan menjatuhkan reputasi keluarga Monnier, mereka pun lantas mengurung Blanche. Aksi ini pertama kali dilakukan oleh abang Blanche, Marcel Monnier, seorang yang bekerja sebagai pegawai pemerintah Perancis. 

Sedangkan perancang utamanya adalah ibu mereka sendiri, Louise Monnier Demarconnay. Hal ini mereka lakukan dengan harapan agar gadis itu luluh dan mengalah dari cintanya. Tetapi, ternyata dia tetap bersi keras untuk meneruskan hubungan cintanya itu.  Pada waktu itu Blanche berusia 25 tahun.

Ketika Marcel disidik oleh kepolisian, ia berdalih bahwa adiknya itu mengalami sakit jiwa dan Blanche juga lebih suka menyisihkan diri dari orang ramai. Namun begitu, berdasarkan pada testimoni di pengadilan, beberapa saksi memberitahu mereka pernah mendengar wanita itu menjerit dan memohon untuk dilepaskan. 

Ketika kasus ini masih dalam penyidikan, ibu Blanche meninggal dunia akibat sakit jantung. Menurut petugas medis, sebelum menghembuskan nafas terakhir, si ibu menangis sambil berkata,”Anakku Blanche yang malang".

Pada bulan Oktober 1901, Marcel Monnier dihadapkan ke pengadilan dengan tuduhan berkomplot dengan ibunya. Empat  ari kemudian, pria tersebut dinyatakan hakim bersalah dan divonnis penjara
15 bulan. 

Marcel kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut, dan pada tanggal 20 November 1901, ia dibebaskan karena Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa ia tidak melakukan kekerasan apapun dan tidak bekas penganiaan apa pun pada tubuh adiknya.

Sementara itu, pengacara idalam Blance telah meninggal dunia 16 tahun sebelum Blanche diselamatkan. 

Kondiri Blanche Monnier memang semakin sehat setelah diselamatkan oleh polisi, namun akibat trauma bertahun-tahun karena dikurung, ia kehilangan kewarasan dan dititipkan di Rumah Sakit Jiwa Blois. Di tempat itu pula, Blanche meninggal dunia pada tahun 1913, yaitu 12 tahun setelah ia diselamatkan oleh kepolisian. 
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih