Wednesday, November 5, 2014

Tips Mengatasi Anak-Anak Yang Suka Berbohong Kronis

loading...
Alangkah kecewanya orangtua mengetahui anak-anak mereka ternyata mengidap penyakit suka berbohong. Terlebih hal ini sudah kronis dan menjadi kebiasaan.

Karena itu, perlu diketahui dan memahami mengapa anak berbohong dan apa yang dapat Anda lakukan sebagai orangtua untuk mengatasi hal tersebut.

Menurut pakar psikologi anak, Sue Watson, anak yang suka berbohong ini awalnya sering terjebak dalam perilaku 'mendistorsi kebenaran'.

Ada beberapa alasan anak-anak suka berbohong. Anak yang exagerates, berbohong atau mendistorsi kebenaran dengan berbagai alasan. Sebagian anak berbohong agar pihak pendengar menyukai mereka. Sebagian anak berbohong karena harapan bahwa dengan berbohong mereka akan mendapatkan perhatian.

Kadang-kadang anak akan berbohong untuk menghindari teguran atau hukuman atau menghindari konsekuensi yang mereka yakini akan mereka dapatkan kalau mereka jujur.

Beberapa anak berbohong untuk membuat orang lain dalam kesulitan, anak-anak ini sering dalam kesulitan sendiri. Anak-anak sering berbohong untuk menghindari tugas, seorang anak akan mengatakan bahwa pekerjaan rumah mereka dilakukan dalam rangka untuk melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan. Anak-anak tidak suka terjebak ketika nakal dan sering akan berbohong atau meregangkan kebenaran.

Ada beberapa kiat untuk mengatasi sikap suka berbohong kronis pada anak:
  • Selalu contohkan pada anak untuk 'mengatakan yang sebenarnya'. Sebagai orangtua, hindari 'white lies' (kebohongan putih, yaitu berbohong untuk tujuan baik) walaupun itu kebohongan kecil. Contoh kebohongan putih adalah misalnya mengatakan: "kalau kalau tidak mau gosok gigi, nanti rumput tumbuh di gigi kamu". Ini adalah sebuah kebohongan, walaupun tujuannya baik, yaitu agar anak mau menggosok gigi.
  • Ajarkan anak Anda melalui bermain peran, ajarkan bahwa mengatakan yang sebenarnya itu adalah sebuah kemuliaan. Ini akan memakan waktu dan kesabaran.
  • Contohkan kepada anak betapa ruginya berbohong.
  • Jangan terima alasan apapun untuk berbohong, pokoknya berbohong tidak dapat diterima.
  • Fahamkan kepada anak-anak konsekuensi menyakitkan dari berbohong dan bila memungkinkan, mereka harus meminta maaf karena berbohong.
  • Kadang anak-anak berbohong agar orang tua mereka senang. Karena itu tunjukkan bahwa anak lebih menghargai kejujuran mereka dari pada kebohongan yang menyenangkan itu. 
  • Pujilah kejujuran!
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih