Monday, November 17, 2014

Silsilah Raja-Raja Kerajaan Gunung Sahilan - Kampar

loading...
Istana Kesultanan Gunung Sahilan, Kampar- Riau
Kerajaan Gunung Sahilan diperkirakan berdiri sekitar abad ke 16-17, dan berakhir pada tahun 1946.
Setidaknya, Kerajaan Gunung Sahilan berdiri selama lebih kurang 300 tahun (yang tercatat).

Selama itu Kerajaan Gunung Sahilan diperintah oleh Sembilan orang Raja atau Sultan dan satu orang Putra Mahkota yang akan dinobatkan menjadi Sultan apabila raja yang terakhir wafat.

Sembilan Raja dan satu orang Putra Mahkota itu adalah sebagai berikut :

Pertama, Tengku yang Dipertuan Bujang Sati bergelar Sutan Pangubayang diperkirakan tahun 1700-1730. Mangkat di Pagaruyung merupakan anak raja yang dijemput ke Pagaruyung.

Kedua, Tengku Yang dipertuan Nan Elok, 1730-1760, mangkat di Mekah.

Ketiga, Tengku yang Dipertuan Muda I, 1760-1800, Mangkat di Pulau Gameran Laut Merah.

Keempat, Tengku yang Dipertuan Hitam 1800-1840, mangkat di Gunung Sahilan.

Kelima, Tengku yang Dipertuan Abdul Jalil Khalifatullah, 1840-1870, mangkat di Jeddah.

Keenam, Tengku yang Dipertuan Besar Tengku Daulat, 1870-1905.

Ketujuh, Tengku Abdurrahman yang Dipertuan Muda. Kedelapan Tengku Sulung yang Dipertuan Besar, 1930-1945 (Raja Adat)

Kesembilan, Tengku Haji Abdullah Yang Dipertuan Sati 1930-1945 (Raja Ibadat). Kesepuluh Tengku Ghazali (putra Mahkota) dilantik pada tahun 1939, akan tetapi belum dinobatkan sebagai Sultan/Raja.

Sementara menurut daftar silsilah raja-raja kerajaan Gunung Sahilan yang dibuat oleh Drs. H. Darmansyah, 25 September 1992, bahwa kerajaan Gunung Sahilan telah diperintah oleh 10 orang raja dan satu orang putra mahkota yang akan dinobatkan apabila raja yang terakhir wafat.

Akan tetapi putra mahkota yang dilantik pada tahun 1939 tidak jadi dinobatkan menjadi sultan Gunung Sahilan berhubung Kerajaan Gunung Sahilan sudah berintegrasi dengan Republik Indonesia pada tahun 1946.

Urutan silsilah raja-raja Gunung Sahilan itu adalah sebagai berikut :

Pertama, Raja Mangiang, adalah raja pertama di kerajaan Gunung sahilan, merupakan keturunan raja Gamayung Panitahan Sungai Tarap, kuburannya di dekat Masjid Sahilan.

Kedua, Raja bersusu empat, kuburannya berdekatan dengan Raja Mangiang.

Ketiga, Sultan dipertuan Sakti Sultan Bujang, kuburannya di Kapalo Koto Gunung Sahilan.

Keempat, Sultan yang dipertuan Muda, kuburannya di Kapalo Koto Gunung sahilan.

Kelima, Sultan yang dipertuan Hitam, kuburannya di Kapalo Koto Gunung Sahilan.

Keenam, Sultan Yang Dipertuan Besar, kuburannya di kota suci Mekah.

Ketujuh, Sultan Abdul Jalil yang dipertuan Besar Sultan Daulat, kuburannya di Kapalo Koto Gunung Sahilan.

Kedelapan, Sultan Abdurrahman Yang Dipertuan Muda, kuburannya di Jeddah.

Kesembilan, Sultan Abdullah Syah gelar Yang Dipertuan Besar Tengku Sulung, kuburannya di RSUD Pekanbaru, 18 Maret 1951.

Kesepuluh, Sultan Abdullah Hassan Tengku Yang Dipertuan Sakti, kuburannya di Lipat Kain pada 8 Desember 195. Kesebelas Tengku Ghazali (putra mahkota dinobatkan pada tahun 1941), kuburannya di RSUD Pekanbaru pada tanggal, 26 Juni 1975.

Raja terakhir Kerajaan Gunung Sahilan adalah Tengku Ghazali.

Wallahu A'lam
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih