Wednesday, April 29, 2015

Jangan Panaskan Ulang 6 Jenis Makanan Ini, Tidak Baik Bagi Kesehatan !

loading...
Makanan yang sudah dingin membuat banyak orang tidak berselera, misalnya makanan yang disimpan semalaman dan dikonsumsi keesokan harinya.

Karena itu banyak orang yang yang memanaskan kembali makanan yang  telah ia masak agar tetap enak disantap. Menghangatkan kembali makanan sisa atau makanan yang tidak sempat dimakan mungkin menjadi kegiatan rutin tiap hari bagi sebagian orang.

Hal ini sebenarnya sah-sah saja, di samping untuk menghemat uang dan pengeluaran, makanan yang dihangatkan berulang terkadang semakin lezat dan bercitarasa.

Tapi tahukah anda, tidak semua makanan baik untuk dipanaskan ulang. Ada beberapa jenis makanan bisa berubah komposisinya setelah dipanaskan ulang sehingga menyebabkan tidak baik dikonsumsi, baik karena hilangnya kandungan gizi pada makanan tersebut, atau bahkan bisa menjadi beracun.

Nah, karena itu penting anda ketahui beberapa jenis makanan yang tidak dianjurkan untuk dihangatkan kembali, yaitu:

Daging Ayam
Hampir semua orang suka daging ayam. Namun makanan yang ini tidak dianjurkan untuk anda panaskan ulang, terlebih kalau berkali-kali.

Mengapa demikian? Ketika daging ayam dipanaskan ulang, protein yang terdapat dalam daging ayam akan berubah komposisinya.

Oleh karena itu, jika anda ingin menghangatkannya kembali, ada baiknya tidak memanaskan ulang pada suhu tinggi, tapi cukup dengan api kecil dengan waktu singkat hingga masakan terasa cukup hangat.

Jamur (Cendawan)
Jenis makanan yang satu ini dikenal lezat dan kaya manfaat, ya kandungan gizi jamur sangat baik bagi kesehatan manusia, [Baca: cara sehat mengolah dan memasak jamur]

Namun begitu, masakan bahan Jamur sebaiknya dimakan dengan segera ketika sudah dimasak, dan jika dibiarkan lama lebih baik memakannya pada kondisi dingin apa adanya, jangan dipanaskan ulang.

Jika dipanaskan ulang, akan ada perubahan dalam komposisi protein dalam kandungan jamur, dan bahkan ada perubahan rasa. Akibatnya dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan, dan kehilangan manfaat gizi yang terkandung pada jamur.

Bayam
Orang Indonesia khususnya sangat menyukai daun bayam, selain rasanya yang lezat, bayam juga dikenal bernutrisi tinggi.

Tapi penting diketahui bahwa bayam adalah makanan yang mengandung banyak nitrat, yang jika dipanaskan berulang kali akan mengubah kandungan nitrat menjadi nitrit. Nitrit berpotensi sebagai zat karsinogenik (zat pemicu kanker) bagi tubuh manusia.

Karena itu, sangat dianjurkan agar hanya memakan masakan bayam dalam kondisi segar, makanlah segera setelah masakan matang. Hindari makan masakan bayam yang sudah tersimpan lama, dan jangan menghangatkannya untuk dimakan ulang.

Kentang
Sebagai sumber makanan yang kaya karbohidrat, kentang terbilang makanan sehat yang disukai di seluruh dunia.

Namun begitu, kentang adalah makanan yang sangat bergizi yang tidak dianjurkan untuk dipanaskan ulang karena kandungan gizinya akan hilang, dan bahkan jika dipanaskan berulang-ulang kemungkinan akan menjadi beracun.

Jika anda memasak kentang, makanlah segera setelah dimasak atau makan dalam kondisi dingin tanpa perlu memanaskannya kembali.

Seledri
Seledri dengan aromanya yang khas sangat baik bagi kesehatan, dan dipercaya sebagai makanan yang bisa membersihkan darah dan menyehatkan ginjal.

Seledri dikenal juga dengan sebutan 'daun sop', sebab seledri memang paling sering digunakan untuk masakan sop.

Sama seperti bayam, seledri juga mengandung nitrat yang akan berubah jadi nitrit yang sifatnya karsinogenik (pemicu kanker) jika dipanaskan ulang. Jika anda ingin memanaskan ulang sup anda sebaiknya buang terlebih dahulu potongan-potongan seledrinya.

Telur
Sumber protein yang baik banyak terdapat pada telur. Namun perlu diwaspadai, bahwa telur adalah makanan berisiko tinggi jika dipanaskan ulang.

Telur akan menjadi sangat beracun jika terkena paparan suhu tinggi secara berulang. Terutama telur yang dimasak dengan cara direbus atau dimasak dalam kondisi bulat dengan bagian kuningya tetap di dalam.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih