Friday, August 15, 2014

Misteri Sejarah Jodha Akbar, Siapakah Dia...?

Beberapa waktu terakhir ini layar televisi Indonesia dihiasi tayangan berbagai film serial asal Hindustan, seperti Mahabaratha, Aladin, Jodha Akbar dan lain sebagainya.

Trend ini agak baru mengingat bila sebelumnya televisi lebih berminat menayangkan film Hindustan layar lebar ketimbang serial.

Memang, industri perfilman tanah air juga tak kalah bersaing akhir-akhir ini dengan mengeluarkan beberapa sinema bergenre reliji seperti Assalamu 'Alaikum Beijing [Baca juga: Download Film Assalamu'alaikum Beijing] dan lain sebagainya.

Salah satu serial hindustan yang cukup fenomenal adalah Jodha Akbar. Film ini berkisah tentang roman cinta antara Akbar sang raja Moghul yang beragama Islam dengan putri Rajput, Jodha yang beragama Hindu.

Serial Jodha Akbar dikenal sebagai film Box Office yang berhasil mencetak keuntungan finansial yang besar. Di negeri asalnya India, film ini mendulang tak kurang dari 79,2 Milyar Rupee. Sementara di luar negeri, film ini berhasil mengumpulkan keuntungan 2,1 juta Dollar di Inggris, 3,4 juta Dollar di Amerika, 960.000 Dollar di Uni Emirat Arab, 450.000 Dollar di Australia dan 590.000 Dollar di bagian dunia lainnya.
DOWNLOAD FILM SERIAL KING SULEIMAN
Download Film Serial OMAR bin Khattab Full Indonesia Subtitle
Walau film ini termasuk box office India, namun sebenarnya serial Jodha Akbar ini merupakan sinema yang cukup kontroversial. Sejak pertama kali ditayangkan, Jodha Akbar sudah diprotes banyak kalangan di negeri asalnya, salah satunya adalah komunitas Shri Rajput Karni Sena (SRKS). Namun sayang, meski sudah melakukan demo di sana-sini, serial ini tetap ditayangkan dan malah mendapatkan rating yang cukup tinggi.

Hal inilah yang akhirnya membuat SRKS berang dan kemudian menggelar demo ulang. Kalau sebelumnya mereka hanya berorasi, kali ini demonstrasi yang mereka lakukan lebih ekstrim.

"Kami sudah berkali-kali meminta kepada produser dan stasiun televisi untuk mengubah jalan cerita. Bahkan Ekta Kapoor sudah beberapa kali berjanji akan mengubah apa yang kami minta. Tapi, sampai detik ini, tidak ada yang berubah," ujar salah seorang perwakilan dari SRKS seperti dilansir dari Times of India.
Komunitas itu juga mengancam Ekta. Film apapun yang diproduksi oleh PH miliknya, akan diboikot di Jaipur. Untuk menujukkan keseriusannya, SRKS membuat sebuah poster yang ditulis dengan memakai tinta darah.

Demo para anggota SRKS ini berawal dari ketidaksetujuan mereka atas jalan cerita yang disuguhkan dalam serial Jodha Akbar. Menurut mereka, di dalam sejarah, Akbar tidak pernah menikah dengan Jodha.

Pandangan tentang sosok Jodha pernah pula disampaikan oleh salah seorang tokoh dalam laman Facebook miliknya, berikut pernyataan sang tokoh:




Nah, sebenarnya bagaimana kontroversi sejarah Jodha dan Akbar ini? Berikut beberapa ulasan yang diulas dari berbagai sumber.

Berdasarkan beberapa artikel, akurasi sejarah dalam film Jodha Akbar memang patut dipertanyakan. Ada pendapat menyebutkan bahwa banyak peristiwa yang digambarkan dalam film ini tidak didasarkan pada peristiwa nyata. Kelompok Rajput misalnya mengklaim bahwa Jodhaa menikah bukan dengan Akbar, tapi dengan putra Akbar, Jahangir.

Bendera Kesultanan Moghul
Beberapa sejarawan mengklaim bahwa istri Akbar dari Rajput tidak pernah dikenal sebagai "Jodha Bai" selama periode Mughal. Menurut Profesor Shirin Moosvi, seorang sejarawan dari Aligarh Muslim University, baik Akbarnama (Panggilan Akbar sebagaimana disebut dalam biografinya), maupun teks sejarah dari periode merujuk padanya sebagai Jodha Bai.

Moosvi mencatat bahwa nama " Jodha Bai "pertama kali digunakan untuk merujuk kepada istri Akbar pada abad ke-18 dan ke-19 dalam tulisan-tulisan sejarah. Dalam Tuzk-e-Jahangiri, Jodha justru dikenal sebagai Mariam Zamani.

Jalaluddin Akbar
Menurut sejarawan Imtiaz Ahmad, direktur Khuda Baksh Oriental Public Library di Patna, nama "Jodha" digunakan untuk istri Akbar untuk pertama kalinya oleh Letnan Kolonel James Tod, dalam bukunya  Annals and Antiquities of Rajasthan. Menurut Ahmad, Tod bukan sejarawan profesional.

NR Farooqi mengklaim bahwa Jodha Bai bukan nama permaisuri Akbar dari Rajput, tapi justru merupakan istri Jahangir putra Akbar.

Sultan Jalaluddin Akbar
Dalam sejarah, sosok Akbar dalam kisah Jodha Akbar dikenal sebagai Jalaluddin Mahmud Akbar. Beliau adalah salah seorang Sultan Moghul yang berkuasa di India antara tahun 1556 hingga 1605 Masehi.

Akbar lahir pada tanggal 15 Oktober 1542 di wilayah Sindu (sekarang Pakistan), pada saat itu ayahnya, Humayon sedang melarikan diri ketika kekuasaannya direbut oleh Syirsyah. Ibu Akbar bernama Hamidah Binti Ali Akbar. Humayon kemudian meninggalkan Akbar di Kandahar (Afghanistan sekarang) dan pergi ke Kabul. Ia tidak pernah bertemu putranya itu kecuali setelah 13 tahun kemudian, yaitu di saat ia berhasil merebut kembali kekuasaannya.

Wilayah kesultanan Moghul pada masa Akbar
Ketika ayahnya kembali berkuasan, Akbar dipercaya menjadi Gubernur di Punjab pada tahun 1555. Dan ketika ayahnya wafat tahun 1556, Akbar naik tahta dan memimpin Moghul di saat usianya masih 14 tahun, namun ia masih di bawah pengasuhan penasehat bernama Beiram Khan yang menjabat Perdana Menteri. Akbar menjabat Sultan hingga ia wafat pada 12 Oktober 1605 M. Setelah wafat, ia digantikan oleh putranya bernama Jahangir yang memiliki nama asli Nuruddin Salim.

Semasa kepemimpinannya, Akbar menghadapi berbagai persoalan negara yang cukup banyak, baik dari luar maupun dari dalam kesultanannya. Belum lagi kolonialisme Inggris yang saat itu mulai bercokol di anak benua India. Di masa Akbar, tepatnya pada tahun 1960, Inggris mendirikan The British East India Company yang berpusat di Kalkuta. 2 Tahun kemudian, Belanda pun mendirikan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), perusahaan dagang Belanda di Hindia Timur yang saat itu juga membuka cabang di Indonesia. Disusul kemudian oleh Perancis pada tahun 1604.

Akbar tercatat sebagai Sultan yang agung hingga ia digelari sebagai Akbar al-A'zham. Wibawanya yang besar membuat Ratu Elizabeth I  mempercayakan mengirim duta sekelas Sir Thomas R ke India.

Mata uang perak dirham di masa Akbar
Selain itu, Akbar dikenal sebagai sultan yang mencitai seni dan budaya. Bangunan-bangunan besar di masanya masih menjadi bukti dan tegak kokoh hingga hari ini, seperti Benteng Merah di Akra yang membentang sejauh 10 kilometer.

Meski seorang yang buta huruf, namun Akbar menyimpan manuskrip buku tak kurang dari 24.000 buku. Ia kerap mengundang ulama dan cendikiawan ke perpustakaannya tersebut.

Selain dikenal sebagai raja agung, sosok Akbar juga dikenal kontroversial. Meski ia seorang yang buta huruf, namun Akbar terkenal sebagai pemikir liberal dan menghargai perbedaan pendapat, serta senang berbincang soal filsafat dan sufitik.

Pemikiran ini juga tercermin dari kebijakannya. Akbar menghapus pajak jizyah atas non muslim di masanya. Dan sebagaimana diceritakan dalam film kontroversial di atas, Akbar pun menikahi wanita Hindu, Jodha.

Jodha atau Miryamus Zaman
Sebagian sejarawan justru menggambarkan biografi akbar yang lebih radikal. Akbar disebut-sebut menganut sinkretisme yang menganggap semua agama itu sama. Ia menghapus kebijakan jizyah, zakat, melarang naik haji, melarang pelajaran Bahasa Arab, dan menutup banyak madrasah Islam. Bahkan, Akbar disebut-sebut telah mendirikan agama baru yang dinamai sebagai Agama Akbari atau Agama Ilahi yang mengajarkan sinkretisme. Namun hal ini tentu saja harus dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut agar tidak menjadi tuduhan tanpa dasar.

Jodha
Demikianlah sosok Akbar yang kontroversial itu. Lalu siapakah Jodha? Dengan mengenyampingkan kontroversi sejarah di atas, kalau pun benar, Jodha merupakan salah bagian romantis dari kehidupan Akbar.

Akbar memiliki  4 orang istri, yaitu Ruqayyah, Salimah, Miryam (yang kemudian disebut sebagai Jodha Bai Akbar) dan Sakinah. Di antara 4 istri tersebut, konon Jodha lah yang paling ia cintai. Kecantikan dan kemerduan suara Jodha membuat Akbar takluk. Karena menghormati agamanya, Akbar mendirikan sebuah kuil pribadi untuk Jodha di istana.

Nah, demikian sekelumit tentang sejarah Jodha Akbar. Semoga bermanfaat!
loading...

116 comments:

  1. Sangat informatif. Awal nonton serial ini, saya sempat heran, setahu saya Taj Mahal hubungannya dengan Shah Jehan, tetapi kok karakternya si Akbar dan Jodha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih komentarnya. Barangkali, ada hubungan sejarah yang lain yang mempertautkan antara Taj Mahal dengan Jodha Akbar...?

      Delete
    2. Sejarah Pembuatan raja yudhis al yusuf yang awalnya bernama Pangeran Khurram dilahirkan pada tahun 1592. Ia adalah anak dari Raja Jehangir (generasi ke-4 Kekaisaran Mughal) dan cucu dari Akbar the Great. Ketika ia sedang berjalan menyusuri Meena Bazaar, ia melihat seorang gadis sedang menjajakan kain sutera dan manik-manik kaca. Shāh Jahān jatuh hati pada pandangan pertama. Gadis ini adalah Mumtaz ul Zamani, cucu dari bangsawan Persia, Arjumand Banu Begum. Namun ia harus menunggu 5 tahun kemudian untuk menikahi Mumtaz ul Zamani, tepatnya tahun 1612. (jdi yg membangun thjmahal adalah cucu dari Sultan Jalaluddin akbar

      Delete
    3. Taj Mahal dibangun oleh Syeh Jehan merupakan cucu dari Sultan Jalaludin artinya generasi ke-3 Dinasti Mughal

      Delete
  2. Shah jahan adalah cucu dari jodha..

    ReplyDelete
  3. Berarti habisnya cerita joda ini sampe ke cucu nya yaaa :(

    ReplyDelete
  4. Terimakasih banyak, akhirnya jelas bagi saya siapa Jodha dan akbar itu :)

    ReplyDelete
  5. Lanjutiin ja biar smpe ke cucunya. . Hhhhee

    ReplyDelete
  6. 4 istri, tapi ada lagi wanita yg lagi dekat dengan apa itu bakalan jdi istri nya jugaa...?

    ReplyDelete
  7. Oooh gtu yah ceritnya skrng jdi tau deh

    ReplyDelete
  8. Sejarah mughal dan tajmahal milik islam india, tapi penekanan dalam jodha akbar di antv pada ketaan jodha yang slalu ibadah pada agama hindhu,,,, pertanyaan besar nilai islam pada kisah mughalnya mana,,??

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba bandingin bro versi 2008 sama versi 2013 yg sekarang di tayangin di antv, yg tayang di antv tuh ngutamain kisah percintaan bro, dan ada part2 yg di hilangkan antara film di antv sama yg realnya versi itu seperti atgah khan mati ngucapin syahadat itu ga ada di antv karna emang dari sananya orang2 hindu menolak film itu dan kalau di perhatiin itu film hindu. ...

      Delete
    2. coba bandingin bro versi 2008 sama versi 2013 yg sekarang di tayangin di antv, yg tayang di antv tuh ngutamain kisah percintaan bro, dan ada part2 yg di hilangkan antara film di antv sama yg realnya versi itu seperti atgah khan mati ngucapin syahadat itu ga ada di antv karna emang dari sananya orang2 hindu menolak film itu dan kalau di perhatiin itu film hindu. ...

      Delete
    3. siapa bilang ga ada,,, atgah khan ngucapin kok pas nonton di antv

      Delete
    4. Kisah mughalnya kan kisah kehidupan raja ke 3 jallaluddin muhammad akbar yg memiliki 4 ratu 5 anak laki2 (2 anak kembar meninggal waktu bayi) 9 anak perempuan. Memerintah kerajaan mughal sampai usia 63 thn itupun tewas dibunuh oleh putranya sendiri Salim (nuruddin muhammad salim alias jahangir), memimpin pemerintahan dg toleransi beragama, mengubah berbagai hukum yg tak sesuai atau menyengsarakan rakyat, problem rumah tangga antara jodha+akbar mengenai perbedaan agama, sampai dengan mulai masuknya bangsa inggris ke India. Nilai islamnya banyak, perubahan hukum menikah usia dini, tidak memaksakan kehendak agar pindah agama, teguran/sentilan Tuhan kepada Jalal saat ia menyatakan/menyamakan diri dg Tuhan. Film ini walau nggak 100% sejarah alias fiktif banyak pesan yg dpt diambil. Lebih ditekankan jodha ibadah krn ia satu2nya hindu dlm kerajaan mughal n ia beradaptasi dg budaya mughal

      Delete
  9. Kenapa ya semua muanya harus di kaitkan dengan agama, itu kan film yg menceritakan masa lalu, kalo emang banyakan soal hindu nya yaudahsih emang kenapa ? Yang islam justru harus lebih di taatin dan di dalamin lagi ilmu agamanya, bukan malah mendebatkan kenapa di film ini agamanya apa. :) jadi penonton yg pintar lah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan solusi yg tepat. anda sama sekali tidak membantu haha

      Delete
  10. Sp tw yg bwt film ny org hindu kali.

    ReplyDelete
  11. penulisan tahun2nya harap dibenahi, karena sangat membingungkan.

    ReplyDelete
  12. Replies
    1. Lah piye iki mas, iso nyambi promo obat2an sambil komentarin film hehehehehehe...

      Delete
  13. Bagissekali ceritanya salam semangat dari kmi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama... terima kasih telah berkunjung...

      Delete
  14. menurut saya, ratu jodha dibuat sebegitu menarik dan baik dikarenakan mayoritas india adalah hindu, jadi mereka membuat ratu jodha begitu baik karena menurut aslinya sifat ratu jodha tidaklah seperti itu, dan maham anga dan ratu ruqayya dibuat perangainya begitu buruk dikarenakan mereka tidak suka wanita muslim, kita tidak bisa begitu percaya kisah dari film ini karena film pada dasarnya memiliki banyak versi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Film itu adalah suatu karya seni dan salah satu tujuannya adalah menghibur, jadi apapun yang diceritakan pd kisah jodha akbar itu sah-sah saja, itu hanya hiburan kisah romansa cinta tdk terlalu menyangkut urusan agama. sekarang tergantung dgn orang yang menonton saja, sutradara mungkin saja terinspirasi dari sejarah, tetapi masalah alur cerita itu tergantung seninya sutradara. yang berpikiran negatif...ga usah nonton aja, kan ga repot toh juga ga ada pengaruh utk kehidupan km. ingat broowww karya sastra/seni itu fleksibel tidak memandang (mendiskriminasikan) masalah agama, yang diutamakan adlh alur cerita yang bisa menghibur penonton. semoga bisa dipahami........

      Delete
    2. sultan islam, islam kalau menjajah wilayah negara lain berkata mengislamkan supaya orang selamat,raja kristen ,hindu,budha dll akan berbuat sama menurut versi agama mereka,jadi janganlah berdebat ,tonton saja

      Delete
    3. kalo begitu buat flm yg berdasarkan fiksi dong.!! jangan membuat film yang berdasarkan kisah nyata tapi di buat-buat. itu bisa menyinggung perasaan suatu kaum. dan pada dasarnya akan terpropokasi olehnya dengan cerita yg belum tentu benarnya.

      Delete
  15. karena pada dasarnya lebih baik raja suleyman yang menikahi hurrem yang ahli kitab daripada raja jalal yang menikahi ratu jodha yang wanita musyrik, ini yang saya tonton di berita islami masa kini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ngomong dijaga, meskipun ak juga bukan orang hindu tapi antar agama hrs sling menghormati,,sok suci km?

      Delete
    2. Klo ngomong dijaga, hargai agama lain,,jangan merasa agama islam paling sempurna paling bener paling apapun itu,,
      Hurem ahli kitab??kitab apa??injil,perasaan orang kristen gak pake injil deh,,
      Jgn sok tau deh kalo gg ngerti tentang cerita yg sebenernya, Hargai agama lain napa? Jangan merasa sok bener,,sok suci km?

      Delete
    3. bikin aja film jodhaakbar versimu goblokkk, sok suci loe,

      Delete
    4. Dasar goblok , pemikiran gini ini yg bikin dunia kiamat karena perang berlandaskan agama

      Delete
    5. Kl bicara yg sopan dong g usah pake emosi

      Delete
    6. islam adalah agama sempurna

      Delete
    7. hancurrrrrrrr.... buabar

      Delete
    8. Jodha Akbar entah ini benar fakta atau sejarah fiktif tetapi hiburan yg menarik penuh amanat Akbar seorang muslim dg pandangan terbuka penuh toleransi+bijaksana. Islam agama sempurna penuh kedamaian tetapi mayoritas gol keras radikal krn tak lagi berpegang pd Al-Quran+hadis. Sifat n cara pandang setiap insanlah yg membeda-bedakan, makanya ada baik+jahat. Setiap agama mengajarkan kedamaian kebenaran tak ada yg mengajarkan mengenai perpecahan perang/pembunuhan. Walau islam memiliki istilah JIHAD pelajari+dalami lagi makna n maksud istilah tsb. Setetes darah yg tertumpah ke bumi baik saudara/beda agama saja bumi menangis Allah murka, lalu pikiran yg bagaimana ngebom bunuh diri bunuh org kafir masuk surga. Perbaiki ahlak perdalam ilmu ubah cara pandang berpedomanlah hanya pd al quran n hadis.

      Delete
  16. aku pikir jalal yagn membangun taj mahal untuk jodha,
    ternyata bukan hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia..aq pikir taj mahal hadiah cinta jalal buat jodha...

      Delete
    2. Memang banyak yang mengira begitu Gan..

      Delete
  17. Ini membahas film woy, bukan membahas agama. Pada tolol ni suka banget ngjelekin agama orang...

    ReplyDelete
  18. Hal simple,, kalau suka sikahkan tonton, kalau ga suka just turn off your tv.

    ReplyDelete
  19. Mbok pada koreksi diri masing2 dulu .. udah merasa penganut agama paling baik gtu? Agama tu mengajarkn perdamaian dan menghormati orang lain. Lha kalian tu malah pada ngapain?

    ReplyDelete
  20. Orang yg menghina agama
    orang lain = menghina tuhannya
    Sendiri.

    ReplyDelete
  21. Pada ngaji dulu deh di masjid. Islam mengajarkan Tauhid, bukan benar salah pake kacamata manusia, bukan juga berdamai ama org musyrik, kafir, dan penyembah sapi. Yang jelas2 menjadi musuh dalam selimut. Jadiin hiburan aja sejarah jodha akbar n king sulaiman nya. Buat diketawain. Anggep aja sutradaranya, pengen masuk islam jadi nyeritain film kerajaan islam. Jadi makin ingin mengembalikan kuasa islam lagi 2/3 dunia, kalau liat film2 yg nyeritain dulu ada kerajaan islam di daerah2 yg skarang dihuni orang2 jahiliyah. Allahu Akbar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah yg ngomong gini nih yg orang2 yg kesehariannya ngimpi dan suka sirik, sampe menghina orang2, atau emang sedari kecil udah diajarkan utk menghina ye? Kasian banget hidup lu bro

      Delete
    2. dibanyak negara yang penduduknya mayoritas muslim, dasar negaranya atas falsafah Islam, kenyataannya perang melulu sampe sekarang, tidak ada kedamaian. kesimpulannya: bukan agamnya,,, tapi orang2nya yang berpikiran sempit. saling memaksakan kehendak. Semua agama mengajarkan kebaikan..

      Delete
  22. Nikmatin aja filmnya guys, gak da yg tau kebenaran dri cerita jodha akbar karena terlalu banyak versi

    ReplyDelete
  23. Apapun jln ceritanya sy sngt suka, krna serial ini mencerminkan toleransi antar umat agama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. akbar tu goblok karena sdh menikahi jodha yang nonmuslim

      Delete
  24. Assalamu'alaikum... Lebih baik kita ambil contoh baiknya / akhlak yg baik dan semoga kita bisa mencontohnya darimanapun itu.

    ReplyDelete
  25. Ambil positifnya aja . Yg buruknya jangan diikutin gabaik :)

    ReplyDelete
  26. salam damaiiiiiiiiiiiiiiiiiiii........ jgn pada ribut masalah agama dong

    ReplyDelete
  27. Pada brisik lhoo semua.

    ReplyDelete
  28. menurutku film jodha akbar ini sangat bagus.. perbedaan agama tidak bisa memisahkan sesuatu yg sudah menjadi takdir tuhan(jodha+jalal) ,buktinya umat hindu dan umat islam pun bisa hidup berdampingan.
    jika ada yg tidak suka karakter jodha terlalu dibesar besarkan itu tandanya orang tersebut belum bisa menerima kalau orang yang non muslim juga mempunyai hati yg besarr, mungkin orang itu ingin semua orang yg beragama non muslim berwatak jahat dan licik.. wkwkwk sungguh disayangkan pemikiran pemikiran tsb..

    ReplyDelete
  29. KPI emang gak tegas jodha akbar di negaranya aja udah kontroversial... sampai diancam cekal di jaipur.. eh kok bisa bisanya yakin bakal gak masalah kalo masuk ke Indonesia... terlalu sering mengekspos perbedaan antar agama itu ujian bagi kerukunan antar umat. hal sensitif dijadiin topik film.. buat yg haus hiburan sih gak papa, buat yg ngerti pasti ketar ketir, yg bahaya jadi bertengkar kayak masbro and sist diatas, sampai ngata-ngatain agama islam yg merupakan agama saya dan banyak orang yg tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini. udah kalo gak mau nonton jangan nonton.. yg udah terlanjur nonton diambil manfaat baiknya aja.... kalo untuk khasanah sih gak masalah

    ReplyDelete
  30. bener2 keren tapi penasaran banget dengan endingnya hehehe

    ReplyDelete
  31. film apaan nih... nilai2 islamnya menyimpang. jelaslah kn film ini dibuat dr sdut pndang ratu jodha yg bragama hindu.
    jd hrap maklumlh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. santai aja donk @retno,,,gak suka,,, buat aja film versi jodha islam. puas lo. dasar primitif,, kalo mau buat jodha yg hindu ya urusan yg buat fim. tak usah lah heboh gtu. kayak udah paling bener aja loe

      Delete
    2. Tidak ada yg menyimpang bukankah islam masuk melalui akulturasi. Hal ini berlaku juga islam di indonesia baik di Jawa maupun Sumatera. Bayangkan perayaan 1 muharam maulid nabi di jawa dg di sumatera berbeda dg di arab ataupun india padahal sama2 islam. Ini menunjukkan islam masuk n dikenal dipelajari secara damai melalui penyatuan kebudayaan. Baik/buruk itu cara pandang n tindakan manusia krn nilai pedoman n keyakinan yg dianggapnya benar. Semua Agama mengajarkan kedamaian n kebenaran tetapi hanya 4 kitab yg benar2 berasal dari Tuhan sisanya merupakan cipta rasa karsa manusia mengenai hukum tata cara norma dg sesama mahluk. Sbg muslim jgn bangga krn islam agama sempurna merendahkan agama lain, bukankah justru lebih baik ibadah/amalan yg mualaf drpd yg benar islam dr sejak lahir. Tuhan telah mengatakan kita tak boleh menghina agama lain krn mereka kan jauh menghina agama islam. Seharusnya kita menghargai menghormati org/agama lain spt menghargai menghormati agama sendiri. Coba pikirkan berapa banyak org islam berani bersumpah baik atas nama Allah, selain nama Allah, Al quran di atas kepala tuk hal sepele/berat tanpa rasa takut, berbeda dg hindu budha konghuchu mereka tak kan berani bersumpah jika tak terpaksa/memang hal yg berat. Padahal jelas baik janji atau sumpah ganjaran atau hukumnya berat dlm islam jika tak ditepati/dilanggar apalagi sumpah selain nama Allah alias sumpah pocong.

      Delete
    3. Saya heran sama org islam sukanya jelekin agama orang dan suka menyulut pertengkaran. Apa2 selalu disangkutkan dg beda agama. Brengsek!

      Delete
  32. Muestiii sing fanatik gak trimo, iki kan mek film, gelem ditonton, gak gelem bantingen tivi mu. Makane sekolah sing pinter...ojo mabuk ae!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nek tivine di banting piye lek arep nonton maneh cak.. Prinsipe "lakum dinukum waliyadin" gw sih nyantai aja asal loe gak nyenggol Agama gw, wattaau!!!

      Delete
  33. Nek tivine di banting piye lek arep nonton maneh cak.. Prinsipe "lakum dinukum waliyadin" gw sih nyantai aja asal loe gak nyenggol Agama gw, wattaau!!!

    ReplyDelete
  34. Berisik loe semua! Pada ngerasa pinter sma agamanya masing". Saling menghormati knp?

    ReplyDelete
  35. duh pada ngeributin apaan sih, biarinn ajh yg penting kta yakin ajh sma agama kita sendiri
    kok repot ngurusin orng

    ReplyDelete
  36. Kenapa loe smua malah saling menghina, kalau gx mau nonton jngan nonton entar malah jadi debatt antar agama, agama mengajarkan saling menghargai antar agama.. Ok Setuju gak

    ReplyDelete
  37. Sejarah yg lalu biarlah berlalu jadikanlah pelajaran di masa kini. Film jodha akbar dinikmati aja tak peduli agama apa/siapa yg buat shg lebih kental agama apa? Emang siapa yg ada di masa itu saat itu yg benar 2 menyaksikan kisah kejadian di kerajaan mughal abad 16 (kecuali loe bisa masuk via pintu ke mana aja/punya mesin waktu). Islam memang agama sempurna dari agama yg lainnya. tapi seberapa banyak muslim mendalami mempelajari kitabnya. Tahukah mualaf lebih baik dibandingkan dgn muslim sejak lahir. Bandingkanlah muslim lebih mudah bersumpah/berjanji sembarangan tanpa rasa takut jika tak dapat dilaksanakan, baik mengatasnamakan Tuhan/mengucapkan nama selain dari nama Allah+bahkan alquran tlh di atas kepala, padahal setiap muslim tau dosanya sedangkan hindu/orang cina tak kan mau bersumpah/berjanji sembarangan Krn mereka takut pada dewa/leluhurnya. Kenapa muslim anti mempelajari kitab sebelum alquran atau agama lain? Bukankah sebelum alquran kitab2 lain telah diturunkan, apakah karena merasa alquran kitab terakhir+telah sempurna shg tak perlu lagi mempelajarinya. Mau islam, kristen, hindu/buddha. Setiap agama mengajarkan kebaikan dan menjadi pedoman dlm menjalin hubungan dgn Tuhan, sesama karena alam, n tak ada yg mengajarkan kejahatan. Bukankah telah dijelaskan yg membedakan manusia itu ketakwaannya. Agama itu merupakan keyakinan kebenaran pedoman yg dipandang setiap insan baik dlm menjalani kehidupan. Manusialah yg menyebabkan perbedaan karena cara pandang pikiran pedoman serta perilaku/pribadi insan itu masing2. Diri manusia ada ego pikiran yg berbeda shg berprilaku baik/buruk, benar/salah, taat/tidak. Pernahkah kalian membaca bahwa Allah menciptakan makhluk hidup di dunia ini dengan perbedaan baik rupa, agama, jenis, ras, suku, bangsa untuk saling mengenal melengkapi serta menghargai satu sama lain. Lalu kenapa banyak muslim yg membedakan baik agama lain maupun kelompok dlm agama itu sendiri. Ingatlah islam itu satu penuh rahmat kedamaian bukan perpecahan dan pencipta teror, islam yg hakiki hanya berpegang pada alquran dan hadis maka baca dan pelajari, bukan terpaku pada pemimpin agama/kelompok saja (belum tentu sholeh dsb yg patut diteladani hanya rasulullah yg lain pasti memiliki cela). Manusia slalu memiliki sifat sombong ego selalu benar sehingga merendahkan yg lain. Yg telah meyakini agamanya paling sempurna belum tentu orang sempurna dan sebaliknya. Setiap insan lahir ke dunia tak bisa memilih siapa ortunya, agama, ras, status sosial, n jenis kelaminnya semuanya telah ditentukan oleh Tuhan pencipta alam semesta lalu kenapa perbedaan jadi permasalahan? Kutipan yg pernah dikatakan akbar dlm episode 264 (jika tak salah ), tuhan yg rahman yg rahim menurunkan hujan dan memberikan cahaya matahari bukan hanya kepada orang mughal saja tetapi juga kepada orang hindu jadi mengapa kita mahluk ciptaannya justru membeda-bedakan makhluknya yg lain hanya karena beda agama. Seharusnya lebih banyak lagi dibuat film genre sejarah seperti ini. Indonesia minim sekali mengangkat film sejarah. tutur tinular anton wijaya cerita kerajaan majapahit itu lebih bagus dari tutur tinular 2013 yg lebih fokus pada cerita percintaan kamandanu+ratih. Lebih parah film indonesia yg serial genrenya bersaing tiru meniru panjang memanjang episode tak tentu arah (ggs, 7 manusia harimau, tukang bubur naik haji, tersanjung, cinta fitri, dsb) beda dgn jodha akbar yg episode tlh mencapai episode 456 alur cerita tetap menarik+wajar. Kemungkinan kisahnya selesai ketika akbar wafat. Jujur saja ku lebih banyak tau sejarah korea, cina, jepang dan India daripada negeri sendiri ataupun sejarah islam/arab (kecuali membaca buku) padahal dgn menonton lebih terkesan masuk ke pikiran makanya anak 2 sebaiknya diawasi dlm menonton film. film mahabharata, kartun india udah banyak beredar inti ceritanya menanamkan ajaran hindu terlihat dari banyak mantra dlm kartun krisna juga ada, semestinya muslim di Indonesia juga buat kartun yg menanamkan ajaran islam bukan bergantung dgn film upin ipin melulu. Anak lebih cepat mengingat apa yg dilihat+didengar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah

      Delete
    2. Aku tak habis pikir knp Jalalludin akbar yg muslim mau menikah dengan jodha yg bukan beragama muslim..BUKAN KAH SUDAH JELAS DI AL-QURAN BAHWA LAKI2 ATAU WANITA MUSLIM HARAM MENIKAHI WANITA ATAU LAKI2 NON MUSLIM KARNA ITU BUKANLAH PERNIKAHAN TAPI ADALAH ZINAH.. ya ALLAH KASIAN ANAK-ANAK atau ORANG2 YG nonton TAPI BELUM TAU HUKUM TENTANG BAGAIMANA HUKUM ISLAM KALAU MENIKAH BEDA AGAMA..Flem jodha ini seolah menyepelekan atau mengaburkan Tentang Hukum ISLAM .. Kasian Orang yg Tidak Ngerti.. Seolah2 gak apa2 aja menikah kalo beda agama.. walau cuma flem tapi menyesatkan

      Delete
  38. Sejarah di masa lalu tak ada yg mengetahui kebenaran yg terjadi pada masa itu, karena tak ada yg menyaksikan peristiwa di masa itu, kecuali punya mesin waktu pergi ke masa abad 16. Kenapa membedakan agama bukankah setiap agama baik islam kristen hindu budha mengajarkan kebaikan kebenaran ajaran tuk menjalin hub dgn tuhan sesama dan alam? Agama itu pedoman kebenaran keyakinan kepercayaan pandangan baik yg dijadikan tuntunan setiap insan

    ReplyDelete
  39. Replies
    1. heh, Anonymous,
      lo berisik amat,,,!!!!!!
      jijik gua liat balesan" lo, sok paling bener, cuih :P

      Delete
  40. kita nikmati aja asal kita punya dasar,,he he

    ReplyDelete
  41. Apapun cerita yg disuguhkan dlm sebuah film tdk bertujuan menciptakan sebuah perbedaan apapun karena tujuan yg utama adl menghibur kita yg menyaksikannya,dan jauh dari itu semua,setiap agama pasti selalu mengajarkan kebaikan pd penganutnya,apapun itu agamanya,tinggal kita sebagai org yg pintar,harus bisa saling toleransi antar umat beragama,

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener bro, dan dapat menjadi masalah jika narasi di filmnya menyatakan itu sejarah dan kisah nyata :-)

      Delete
  42. antv membuat org2 salah kap[rah dengan mengira jodha akbar lah yg bikin taj mahal. pdhal itu sudah anak cucu dari mereka dan belum tentu cerita jodha akbar akan sampai kesana. sebab kisah dramatis dari kerajaan mughal ini banyak, selain jodha akbar ada kisah salim dan anarkali, jehangir dan mehrunisa, syah jehan dan mumtaj mahal

    ReplyDelete
  43. damai NKRI....agama aku islam, agama mu ya agama mu....masing2 aja.

    ReplyDelete
  44. Di negeri tercinta ini aja yang paling ribut masalah agama. Kalau ada yang tanya : Mana yang lebih kamu benci orang yang beda agama dengan Anda, atau orang tak punya agama (atheis)? Mana yang lebih kafir dari kedua-nya?. Ingat, Anda juga merupakan KAFIR bagi orang yang tidak seiman dengan Anda. Cukup, jawab dalam hati saja, atau RENUNGKAN.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener kasihan benazir karena dia orang tamil ras dravida (india hitam) dia sangat dibenci oleh jodha orang rajput yang kelas ksatria

      Delete
    2. mungkin juga akbar dibenci orang india asli karena akbar adalah ras turki campuran mongol , yg menurut mereka menjajah

      Delete
  45. sewaktu saya datang ke india, saya mencari tahu tentang wanita bernama benazir dan diketahui wanita itu adalah wanita etnis tamil (india hitam) atau dravida dari kasta dalit yang memang terbiasa menjinakkan ular dan kebal terhadap bisa ular, jodha sangat tidak menyukai benazir melebihi ruqayya karena orang tamil dipandang hina karena mereka ras hitam atau budak

    ReplyDelete
  46. moco komen2 dad mumet rek

    ReplyDelete
  47. Kok jodha dibilang musrik. Kan di hindu ajrannya memang bgitu. Entah mnyembah dewa dewi apapun hrus kita hargai. Lagipula semua agama itu baik yg terpenting adalah umat2nya yg menjalaninya. Percuma bnyak larangan tp bnyak yg dilanggar. Intropeksi aja dlu drpda menjudge orglain salah. Nah sndrinya mmg sudah jaminan msuk surga? Sudah baik di dunia? Klo anda bukan Tuhan lbh baik diam.anda tidak pnya hak menjudge org lain kan derajatnya sama. Anda kan manusia jg.kecuali menganggap anda itu Tuhan nah sm deh sm yg anda lakukan musrik kan namanya menjadikan dri sperti Tuhan dgn menjudge orglain? ckckckck

    ReplyDelete
  48. Apapun kontroversial di film jodha-akbar..tolong jangan jadikan pemicu perpecahan dan konflik. Berpikir positif aja. Ini cuman film. Lha wong..yg main jg gak masalah..? Okey..bro and sist..?? Peace..!

    ReplyDelete
  49. saya sangan tertarik dengan cerita jodha akbar

    ReplyDelete
  50. Pada ga punya kerjaan masalah gitu aja diributin ga untungnya,ampun deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini soal politik. agama. dan pencitraan. soal ideologi. soal filsafat hidup. soal kebenaran sejarah. soal peradaban yang disamarkan. soal sejarah yang ditulis ulang. soal sejarah peradaban manusia. sangat pantas menjadi perdebatan dan diskusi.

      Delete
  51. Bersyukurnya agama ku ga pernah mengajarkan kalau agama lain itu musrik...
    ga diajarin saling menjelekkan atau menghina agama lain.. kita ini saudara teman.. jgn terlalu fanatik.. bukan cuman agamamu aja yg ada diindonesia.. tapi ada 5 agama.. hormatilah...

    ReplyDelete
  52. ya jadi penonton yg pinter aja lah ya,,, ambil yg baik2 nya aja dari cerita ini. Yg jelas dunia akan indah dan damai jika semua manusia bisa saling hormat dan menghomati.

    ReplyDelete
  53. udah,,jangan berisik, jangan berdebat, jangan berantem, yang belum Nonton filemnya silahkan tonton dulu, yang sudah nonton boleh nonton lagi, kalo belum puas datang sendiri ke taj mahal, tanya ama temboknya sekalian

    ReplyDelete
  54. Tayangan Jodha akbar terlalu melebih-lebihkan ratu jodha dan menjelek-jelekkan islam.
    tujuan serial ini sepertinya agar orang muslim dan hindu tidak akur.

    ReplyDelete
  55. tayangan jodha akbar terlalu melehih-lebihkan ratu jodha dan menjelek-jelekkan orang islam.
    tujuan film ini agar orang muslim dan hindu tidak akur, jadi jangan terpropokasi.

    ReplyDelete
  56. orang india rajput (india utara) pada dasarnya sangat rasis, mereka tidak mau berteman apalagi menikah dengan orang tamil, nair, sinhala, telugu (india selatan yang berkulit gelap) menurut mereka pantang dan tidak pantas mereka orang india selatan adalah keturunan budak

    ReplyDelete
  57. ratu jodha bukan hiburan tapi sejarah, yang nonton doang ga mau mikir, yang kritis di salahin,, tontonan juga harus jadi ilmu .. karena cerita sekarang akan jadi bekal generasi ke depan,

    ReplyDelete
  58. saya mah apa atuh KURANG HIBURAN, bukan KURANG ILMU , mau hiburan nya salah juga yang penting mah ka hibur,,, #kasian amat sih gw,

    ReplyDelete
  59. thanks gan atas infonya,
    di tunggu kunjungan baliknya : http://bacainfomu.blogspot.com

    ReplyDelete
  60. Gw mah kaga pernah ngerti dan kaga pernah mao tau cerita ini film....yang gw tonton mah cuma pemeran ratu rukayah yang menurut gw cakep dan bohay banget...itu doang. Kalo gw mao nonton film serius mah tetep film2 hollywood yang gw plototin...baru dah mantep. Bagi gw masalah film ya film.....agama ya agama....kaga ada hubungannya...lu yang pada berantem soal ini film kaya nenek-nenek ama ema ema yang pada sering banget mlototin nih film tiap malem......terserah dah lu mao ngomong apa dah...yang jelas mesti lu sadarin kita nih orang indonesia belom becus bikin film yang bermutu...biarpun sekelas jodha akbar...salut dah buat india...kalah kita mah...kaga ada apa-apanya..bisanya ngebacot doang.....iya kaga coy....terserah dah lu pada ngomong apa juga.....terseraahhhh....terseraahhh.

    ReplyDelete
  61. Yang pasti bukti taj mahal ada dan itu adalah warisan dunia yg paling indah dgn sejuta sejarah dan pelajaran yg ada di dalamnya jadi sebenarnya tayangan jodha akbar adalah tayangan yg sangat menarik untuk di pahami karna tidak mudah untuk jadi seorang pemimpin apa lagi harus adil dan tepat dlm mengambil kputusan itulah hikmah yg bisa di ambil dalam tayangan jodha akbar kerajaan islam dan buktinya taj mahal sampe saat ini menjadi kebanggaan kita smua

    ReplyDelete
  62. Serial TV Jodhaa Akbar mengandung pesan a.l: Boleh kawin antar agama, percaya pd azimat dan percaya pada ramalan dukun.
    Disamping itu juga serial ini mau menunjukkan bahwa org Hindu adalah org yg baik, santun, jujur, pemberani dan setia. Sebaliknya org Islam adalah org yg jahat, haus kekuasaan, licik, dan penghianat.
    Jadi cerita ini bukanlah sejarah tapi Fiksi yg berlatar belakang sejarah. Atau perintiwa sejarah yg sdh diubah jalan ceritanya oleh penulis skenario serial ini.

    ReplyDelete
  63. Serial TV Jodhaa Akbar mengandung pesan a.l: Boleh kawin antar agama, percaya pd azimat dan percaya pada ramalan dukun.
    Disamping itu juga serial ini mau menunjukkan bahwa org Hindu adalah org yg baik, santun, jujur, pemberani dan setia. Sebaliknya org Islam adalah org yg jahat, haus kekuasaan, licik, dan penghianat.
    Jadi ceritanya diserial ini adalah cerita fiksi yg dibalut/dilatarbelangi sejarah. Atau cerita sejarah yg sdh diubah alur ceritanya oleh penulis skenario utk mendiskreditkan org Islam.

    ReplyDelete
  64. pasti tuhan tersenyum .... banyak yang ngaku paling dekat dan paling berhak mewakili-Nya.
    kisah yang menarik ...

    ReplyDelete
  65. Gak semua yg muslim jahat lho di jodha akbar.... ada ratu hamida dan ratu salima. Ada shek salim christi pula.... jgn trlalu negativ thinking

    ReplyDelete
  66. Makanya belajar agama yg baik dan benar dan saling menghormati biar bisa toleransi...jangan belajarnya bikin bom mulu...tuntunlah teman2mu yg masih sibuk merakit bom diluar sana

    ReplyDelete
  67. Film india + korea paling ku suka krn topik n genre cerita lebih beragam, terutama Jodha Akbar yg ceritanya mix antara sejarah+fiktif (emang benaran menyaksikan all problem istana+konflik rumah tangga jodha+akbar ) film itu gambaran kehidupan tuk menghibur, dijadikan pelajaran dsb. Tak perlu ribut masalah agama manusia hidup memiliki 2 sifat baik/jahat tak peduli apapun agama/keyakinannya. Islam yg sempurna mengajarkan kedamaian dipandang buruk di mata dunia krn mayoritas gol/kelompok bersifat keras radikal (jahat) dg menjamurnya teroris padahal islam tak mengajarkan demikian. Dalam Al-Quran diajarkan kita harus saling menghormati mengenal setiap mahluk ciptaanNya yg berbeda jenis suku bangsa budaya warna kulit+agama. Dunia udah masuk akhir zaman berpegang teguhlah pd quran+hadis. Rasul aja menghormati n menyayangi org yg beda agama (yahudi/ahli kitab) *) rasul memberikan makan menyuapi yahudi buta yg selalu menghina n menjelekkannya, mengapa kita membenci? Ilmu, pikiran+cara pandang diubah n diperdalam lagi

    ReplyDelete
  68. Apakah dg alasan sebagai hiburan saja kita bebas menyudutkan atau menghina orang lain. Dengan memanipulasi sejarah apakah pantas disebut seni? (atau air seni).

    ReplyDelete
  69. Salam damai semua
    Film itu seni brow, low ada yg maw buat silakan
    Harap hargai hasil karya seseorang
    Ok
    I love you all

    ReplyDelete
  70. Pernikahan Jalalluddin Muhammad Akbar dan Jodha Emang buat kontroversial. Menurut Islam Emang tidak diperbolehkan Nikah beda agama yg sebaiknya itu seiman seagama. Yg tidak diizinkan menikah beda agama itu adalah wanita Muslim tetapi yg Lelaki diperbolehkan. Hal ini karena Lelaki merupakan imam atau kepala keluarga yg hrs dipatuhi oleh seorang istri setiap perintah suami, makanya wanita Muslim tidak diizinkan menikah dg pria yg beda agama krn bisa mengubah imannya. Sedangkan Lelaki Muslim dibolehkan menikahi wanita beda agama dg maksud tuk mengubah keyakinannya krn telah menikah maka hrs Melaksanakan tugasnya mematuhi perintah suami. Menurut Islam dasar hukum itu Al Quran hadis dan hasil mufakat ulama (Ijtihad), makanya setiap hukum berbeda sesuai dg lingkungan kondisi budaya. Di India sendiri krn pernikahan jodha n akbar pernikahan beda agama dianggap sah asal menikah 2cara cara islam dan cara keyakinan sang istri (Hindu/Kristen). Dianggap tidak melakukan zina krn sah diantara 2agama tsb. Di Indonesia mungkin tidak diperbolehkan tetapi cara spt ini dilakukan oleh para wali melalui asimilasi budaya agar agama islam dpt diterima masy. Masalah pernikahan jodha akbar inipun juga dibahas dlm film episode 480-an sampai2 jodha dipaksa masuk Islam tetapi Akbar tak mengizinkan, bahkan mengingatkan bahwa memaksa seseorang mengubah keyakinannya itu diharamkan agama. Intinya menikah itu ada baiknya seagama seiman. Yg wanita jgn memilih Lelaki yg tak seiman, yg Lelaki boleh saja menikah dg tak seiman tetapi calon Istri sebaiknya telah muallaf terlebih dulu. Akbar menikah dg jodha kan krn adanya perjanjian terlebih dahulu bahwa jodha mau menikah jika tak mengubah keyakinannya. Makanya Akbar tak berniat melanggar janjinya dg memberi perintah jodha tuk jd mualaf. Soal itu zinah kembali ke dasar hukum Islam Al Quran hadis dan keputusan ulama setempat. Sbg contoh dlm al Quran tak boleh memakan hewan yg hidup di 2 alam spt kepiting atau katak ternyata Berdasarkan hasil mufakat Ulama diizinkan, apalagi hewan yg menurutmu menjijikan berdarah panas tak usah dimakan tetapi boleh dimakan jika tak merasa jijik ataupun untuk kesehatan. Di sumatera Asimilasi kebudayaan ada tradisi sedekah ruah tuk mengingat arwah setiap menjelang Ramadhan Dan Idul fitri, did Jawa grebek sesajen yg direbutkan/dibuang ke laut, jika dihubungkan dg Islam tidak ada hal demikian

    ReplyDelete

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih