Monday, August 18, 2014

5 Hal Yang Sering Disesali Manusia Sebelum Meninggal Dunia

loading...
Tak ada yang pernah tahu kapan kita akan dipanggil 'pulang' selama-lamanya dari dunia ini. Namun selagi hidup kita hanya sekali, janganlah menyia-nyiakan kesempatan ini dengan berbagai rasa pesimis dan ketakutan. Mengapa?

Seorang perawat yang bekerja bertahun-tahun di sebuah rumah sakit, sudah seringkali menghadapi pasien-pasien yang menjelang akhir hayatnya.  Ia menceritakan bahwa biasanya mereka berbagi cerita dan pikiran selama kira-kira 2-3 minggu terakhir sebelum meninggal.

Inilah beberapa penyesalan yang mereka ceritakan pada perawat itu. Sebelum Anda melakukan penyesalan yang sama, bacalah pengakuan mereka.

1. Tidak Berani Menjadi Diri Sendiri
"Kuharap aku lebih berani menjadi diriku sendiri, bukan menjadi orang lain hanya untuk menyenangkan orang banyak."

Tanpa sadar, ada banyak orang yang hidup dan menjadi sosok yang sebenarnya bukan mereka.
Kadang kita ingin bergaul dan disukai oleh orang lain, namun dengan menggunakan mind set yang salah.

Kita berpikir untuk menjadi orang yang menyenangkan mereka, namun akibatnya kita menjadi orang lain untuk mendapatkan itu.

Akibatnya, kadang banyak mimpi kita sendiri yang tak terpenuhi karena kita terlalu banyak memikirkan kata orang, pendapat orang dan kebahagiaan orang lain.

Hidup dengan menggenggam dan mewujudkan mimpi Anda adalah hal yang menyehatkan dan membahagiakan.

2. Bekerja Terlalu Keras
Banyak pasien pria yang mengalami hal ini.  Akibat terlalu keras bekerja, mereka kehilangan masa muda, kehilangan waktu bersama anak-anaknya serta orang yang mereka cintai. Kebanyakan waktu orang yang bekerja, lebih banyak habis di kantor.

Buatlah hidup Anda lebih sederhana, maka uang bukan satu-satunya target Anda. Katakanlah Anda ingin bahagia, maka Anda bisa mewujudkannya dengan uang secukupnya yang Anda punya.

Bila Anda punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang penuh kasih sayang, Anda akan lebih bahagia dan menemukan kesempatan yang lebih cocok dengan gaya hidup Anda.

3. Kuharap Aku Lebih Berani Mengungkapkan Perasaanku
Faktanya, banyak orang yang memendam perasaan mereka demi memelihara perdamaian dengan yang lain.  Namun bisa juga karena hanya ingin main aman. Hasilnya? Mereka tak akan pernah meraih atau menemukan apapun bila mereka selalu bersembunyi dari perasaan mereka sendiri,

Well, kita tak bisa mengendalikan perasaan orang lain atau reaksi mereka pada perasaan kita. Meski begitu, hal tersebut bukan alasan untuk tidak mengatakan dengan jujur perasaan kita pada mereka.
Kadang mereka yang sudah berpasangan pun masih sering sulit mengutarakan perasaan pada pasangan mereka.

4. Aku Ingin Bersama Lebih Lama Dengan Teman-temanku
Dunia ini menjadi lebih hangat, ceria dan bersemangat ketika kita bertemu dengan teman-teman.
Namun seringkali, kesibukan dan gaya hidup membuat waktu kita terenggut bersama mereka.

Bahkan kadang, kita mengabaikan betapa pentingnya menjaga hubungan baik dengan teman-teman kita karena sibuk dengan urusan kita sendiri.

Namun saat kita mendekati kematian, apa yang tadinya membuat Anda mengabaikan teman-teman Anda, uang, gaya hidup dan kesibukan, tak lagi penting. Anda hanya ingin kehangatan bersama mereka lebih lama. Anda tak ingin sendirian....

5. Aku Ingin Lebih Bahagia Dari Ini
Faktanya, banyak orang yang merasa belum bahagia. Mungkin sebelumnya, mereka bahkan tak tahu apa yang bisa membuat hidup ini lengkap, selain hanya memikirkan apa yang membuat mereka merasa senang.  Atau mereka yang terjebak dalam pola hidup serta kebiasaan yang tak berubah, dengan kata lain 'comfort zone'.

Kebahagiaan ada pada mereka yang punya mimpi dan mengejarnya, ada pada orang yang mau jujur dengan perasaannya, ada pada orang yang tak menghabiskan waktu untuk rutinitas kerja belaka.
Hidup ini pilihan.

Pilihlah dengan sangat sadar, pilihlah dengan bijak sana, pilihlah dengan jujur pada diri Anda sendiri.

Terakhir, pilihlah kebahagiaan untuk hidup Anda.

loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih