Monday, June 22, 2015

Merdunya Irama Zanzibar dan Tanzania, Serupa Dengan Zapin Melayu

kelompok musik Swahili asal Tanzania / Zanzibar
Pulau Zanzibar yang terletak di lepas pantai Tanzania, Afrika Timur merupakan wilayah yang sangat masyhur sejak dahulu kala. Pulau yang 95% penduduknya beragama Islam ini menjadi tujuan para pelayar yang melintas samudera Hindia dan sepanjang Afrika Timur.

Bila kita kenal Indonesia -khususnya Maluku- sebagai kepulauan rempah-rempah, tapi di Afrika sana, Zanzibar lah yang dikenal sebagai pulau rempah tersebut.

Saat ini, meski wilayah Zanzibar termasuk dalam wilayah Tanzania, tapi kepulauan ini memiliki presiden tersendiri sebagai kepala pemerintah yang mengurus hal-hal wilayah Zanzibar.

Bila ditinjau dari letak geografis, tak mengherankan bila pulau ini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kepulauan-kepulauan melayu. Sejak lama,  nenek moyang manusia di seluruh wilayah kepulauan saling bermigrasi sehingga menciptakan suatu kebudayaan yang memiliki kesamaan, dari austronesia hingga Madagaskar.

Belum lagi pengaruh Islam yang sangat kuat. Disebutkan, bahwa Zanzibar dihuni oleh para imigran bangsa Persia dari Shiraz. Bahkan, nama Zanzibar sendiri berkemungkinan berasal dari bahasa Persia: زنگبار Zangi-bar yang artinya "Pesisir Orang Hitam". Namun, nama Zanzibar mungkin pula berasal dari bahasa Arab: Zayn Z'al Barr, artinya "Daratan ini lumayan bagus".

Bi Kidude, artis Tanzania yang mendunia
Oleh karena perbauran kebudayaan ini, Zanzibar dipengaruhi oleh unsur-unsur Persia, Arab, Portugis dan Afrika. Bahasa Swahili yang menjadi lingua franca masayarakat kawasan Afrika Timur merupakan pengaruh bahasa Arab yang kental.

Begitu pun bangunan-bangunan unik di Zanzibar banyak ditemukan menggambarkan keragaman budaya tersebut, sebut saja misalnya rumah Livingstone, Jembatan Guliani, dan Rumah Keajaiban, sebuah istana kediaman Sultan Barghash pada 1883.

Salah satu bentuk pengaruh akulturasi budaya yang dapat kita lihat Zanzibar atau Tanzania ini misalnya dapat kita lihat dari kesenian musik, yang mana alunan musik swahili di negeri ini memiliki kemiripan dengan musik Zapin atau gambus melayu yang sama-sama terpengaruh dengan irama Arabia atau persia.

Salah seorang seniman Tanzania kelahiran Zanzibar yang cukup terkemuka adalah Bi Kidude yang wafat tahun 2013 lalu. Penyanyi yang bernama asli Fatimah binti Barakah ini melanglang buana membawakan irama Zanzibar dan mendapat sambutan hangat di Timur Tengah hingga Eropa.

Fatimah binti Barkah lahir sekitar tahun 1910, ia disebut-sebut sebagai duta seni Afrika. Ia wafat dalam usia di atas 100 tahun, dan masih menggeluti dunia seni hingga masa tuanya.

Ia pernah melantunkan suaranya di pertunjukan dan opera Paris, banyak pennghargaan disematkan kepadanya. Tahun 2005, ia memperoleh penghargaan Wimax atas usahanya mempertahankan kesenian Zanzibar.

Dalam laporan BBC, ketika Fatimah meninggal dunia, Presiden Tanzania turut mengiringi jenazahnya

Lagu-lagu yang dilantunkan Bi Kiddude dan irama yang mengiringinya sangat mirip dengan irama Zapin melayu. Kalu ingin tahu, silahkan simak di video di bawah ini:

video

Lagu lainnnya silahkan simak di bawah ini:


Bi Kidude menyanyikan lagu berjudul Hadi Biladi (inilah negeriku) 
dalam sebuah siaran langsung di Tivi Al-Jazeera

loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih