Tuesday, June 23, 2015

Temanmu Eksis di Sosial Media? Berbaiksangkalah Terhadapnya...

loading...
Sebagian teman kamu mungkin suka mengupdate statusnya di Facebook atau sosial media lainnya.. Setiap aktifitasnya yang baik selalu ia posting dan kabarkan buat rekan-rekannya.

Nah, bagaimana sebaikya kita menanggapi hal ini? Banyak orang yang lantas mengkritik kawannya tersebut dengan mengatakan dia sombong atau riya. Atau ada pula yang malas berteman lagi dengan dia!

Saudaraku! Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu berbaik sangka terhadap sesama saudara. Jika engkau termasuk salah seorang yang suka mengkritik atau mencela aktifitas temanmu di Facebook, alangkah baiknya engkau renungkan hal-hal di bawah ini...

Ingatlah... bahwa kita tidak bisa membaca hati manusia, apalagi hanya dari dunia maya.

Ingatlah... Belum tentu yang menuliskan rutinitas amalnya itu riya’. Bisa jadi ia berniat memotivasi kawannya

Ingatlah... Belum tentu yang mengabarkan rejeki yang diterimanya adalah ber-bangga2 dengan harta. Bisa jadi, ia ingin mensyiarkan syukur atas karunia-Nya.

Ingatlah... Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.

Ingatlah... Mereka yang menuliskan pengalamannya di sosial media, belum tentu jadi selebritis dunia maya. Bisa jadi ada inspirasi yang hendak dibagikannya.

Ingatlah... Mereka yang mengabarkan sedang mengisi kultum entah di mana, belum tentu ingin dipuji amal dakwahnya. Bisa jadi ia ingin memberi harapan pada rekannya, bahwa di sana dakwah masih menyala.

Ingatlah... Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji

Ingatlah... Mereka yang menyampaikan secuplik ilmu yang diketahuinya, belum tentu ingin diakui banyak ilmunya. Bisa jadi ia terpanggil untuk menyampaikan sedikit yang ia punya.

Ingatlah... Mereka yang gemar mengkritisi kekeliruan yang dilihatnya, belum tentu merasa dirinya paling benar sedunia. Bisa jadi, itu karena ia sungguh mencintai saudaranya.

Ingatlah... Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji

Ingatlah... Mereka yang gemar menuliskan apapun yang dipikirkannya, belum tentu ingin diakui sebagai perenung berwibawa. Bisa jadi, ia adalah pelupa, dan mudah ingat dengan membagikannya.

Ingatlah... Mereka yang selalu merespon apa yang dilihatnya, belum tentu ingin eksis di dunia maya. Bisa jadi ia memang senang berbagi yang dia punya

Ingatlah... Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji

Ingatlah... Tapi baik sangka, tak berarti membiarkan kawan-kawan melakukan sesuatu yang nampak keliru di mata kita.

Ingatlah... Baik sangka, harus disertai dengan saling mengingatkan agar tidak tergelincir niatnya, agar tidak terhapus pahala amalnya.

Ingatlah... Isi hati adalah misteri. Namun apa yang nampak keliru di mata kita, di situlah tugas kita untuk meluruskannya. Sebab kita saudara

Ingatlah... Baik sangka itu menentramkan. Namun, saling mengingatkan juga merupakan kebutuhan.

Ingatlah... Baik sangka itu indah, tapi bukan berarti membiarkan saudara terlihat salah.

Ingatlah... Baik sangka, dan nasihat-nasihati adalah kewajiban sesama muslim.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih