Wednesday, June 3, 2015

Mark Zuckerberg Membaca Kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun, Ini Tanggapannya...

loading...
Kitab Muqaddimah (مقدمة ابن خلدون) yang ditulis oleh cendikiawan Muslim Ibnu Khaldun merupakan salah satu karya pemikiran monumental di abad ke-14.

Secara bahasa, Muqaddimah berarti "pendahulu", "pengantar", dan semacamnya. Buku ini ini sebenarnya merupakan pendahuluan dari buku sejarah yang ditulis Ibnu Khaldun dalam ukuran besar yang berjudul Al-Ibar wa Diwan al-Mubtada' wal Khabar fi Ayyamil Arab Wal Ajam Wal Barbar Wa Man Aasharahum Min Dzawis Sulthanil Akbar". (العبر وديوان المبتدأ والخبر في أيام العرب والعجم والبربر ومن عاصرهم من ذوي السلطان الأكبر)

Hanya saja, buku sejarah ini tidak sepopuler kata pengantarnya "Muqaddimah" sehingga banyak orang yang mengira bahwa buku ini merupakan suatu kitab yang tersendiri.

Buku yang dikenal di dunia barat sebagai The Ibn Khaldun Prolegomena ini diyakini sebagai kajian yang mengulas pertama kali tentang dasar-dasar ilmu sosial, antropologi, evolusi manusia yang dimulai dengan pandangan universal tentang alam semesta.

Tentang ulasan buku ini, akan kita bahas di lain kesempatan. Di sini, ada satu hal yang menarik yang menjadi perbincangan di dunia maya.

Tanggal 2 Juni 2014 lalu, jagat jejaring sosial diramaikan dengan salah satu status pendiri Facebook, Mark Zckerberg yang menulis bahwa dirinya tengah membaca kitab Muqaddimah (tentunya terjemahannya dalam bahasa Inggris).



Ternyata, Mark sangat tertarik dengan kitab ini dan memberikan sedikit catatan atas kitab tersebut.

Mark mengatakan:

It's a history of the world written by an intellectual who lived in the 1300s. It focuses on how society and culture flow, including the creation of cities, politics, commerce and science.
While much of what was believed then is now disproven after 700 more years of progress, it's still very interesting to see what was understood at this time and the overall worldview when it's all considered together.
"Buku ini berisi adalah sejarah dunia yang ditulis oleh seorang intelektual yang hidup di tahun 1300-an. Buku berfokus pada kajian tentang masyarakat dan aliran budaya, termasuk tentang pembangunan kota, politik, perdagangan dan ilmu pengetahuan.
Hanya saja, banyak dari prediksi yang dipercaya dalam buku ini yang kemudian terbukti tidak benar setelah 700 tahun berlangsungnya kemajuan manusia. Tapi hal ini tetap sanat menarik untuk melihat apa yang dipahami saat ini dan pandangan dunia secara keseluruhan ketika itu yang dianggap sama." 
Dari situ, tampak jelas Mark menyatakan bahwa banyak prediksi-prediksi yang ditulis oleh Ibnu Khaldun tentang masa depan ummat manusia yang tidak terbukti di masa sekarang. Secara gamblang, Mark menganalisa bahwa semua itu karena kemajuan teknologi yang dicapai manusia saat sekarang ini.

Tapi yang jelas, Mark tetap menganggap buku ini sebagai buku penting guna mengetahui cara pandang manusia tentang kehidupan dari masa ke masa. Apa yang menjadi cara pandang orang-orang di zaman Ibnu Khaldun tentang tidak sama dengan cara pandang manusia sekarang.

Nah, anda sendiri, sudahkah anda membaca kitab Muqaddimah ini?
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih