Wednesday, September 11, 2013

Li Ching Yuen, Pria Yang Hidup 256 Tahun... Apa Rahasianya?

Li Ching Yuen
Panjang umur adalah salah satu nikmat Tuhan yang sangat besar, terlebih jika dibarengi dengan hidup sehat dan diisi dengan kebaikan. Menurut perkiraan, rata-rata umur manusia modern hanyalah 60-80 tahun.

Tapi, sejarah modern juga pernah mencatat manusia yang umurnya panjang luar biasa. Tersebutlah Li Ching-Yuen atau Li Ching-Yun, seorang ahli herbal China yang tercatat hidup selama 256 tahun. Pria ini lahir (1677 dan wafat pada 6 Mei 1933.

Li merupakan seorang ahli pengobatan tradisional Cina, seniman bela diri dan penasehat taktis pada lembaga kemiliteran. Bagaimana kisahnya?


Li Ching-Yuen lahir pada tahun sekitar tahun 1677 di Qi Jiang Xian, provinsi Szechuan. Dalam sebuah artikel 1930 di New York Times, Profesor Wu Chung Chieh dari Universitas Chengdu menemukan catatan kekaisaran Cina  bertahun 1827 yang isinya mengucapkan selamat kepada Li Ching-Yuen pada hari ulang tahun ke-150, dan juga ucapan selamat kepadanya pada hari ulang tahun ke-200 di tahun 1877.

Pada tahun 1928, seorang koresponden New York Times menulis bahwa banyak dari orang-orang tua di kawasan tempat tinggal Li yang menegaskan bahwa sang kakek sudah mereka kenal sejak mereka masih anak-anak, dan bahwa ia pada waktu itu adalah seorang pria dewasa.

Li bekerja sebagai ahli herbal dan mengumpulkan herbal dari berbagai pegunungan di sejak usia 10 tahun. Selain itu, ia juga mulai belajar metode umur panjang, bertahan hidup dengan makanan bumbu dan anggur beras. Dia menerapkan pola hidup ini selama 40 tahun pertama dalam hidupnya hidupnya.

Pada 1749, saat ia berusia 71 tahun, ia pindah ke Kai Xian untuk bergabung dengan tentara Cina sebagai guru seni bela diri dan sebagai penasihat taktis. Salah satu murid-Nya, yang Taijiquan Guru Da Liu menceritakan kisah Guru Li:

"Saat Guru berusia 130 tahun, Guru Li mengikuti seorang pertapa tua yang berusia lebih dari 500 tahun, di pegunungan dan mengajarinya teknik pernapasan dan gerakan pelatihan lainnya..."

Pada tahun 1927, Li Ching Yuen diundang oleh Jenderal Yang Sen untuk mengunjunginya di Wan Xian, Szechuan untuk dipotret. Saat itu, banyak yang terpesona melihatnya. Di saat usia ratusan seperti itu, ia masih punya kekuatan dan kecakapan.

Setelah pulang ke rumah, ia meninggal setahun kemudian, beberapa orang mengatakan sebab-sebab kematiannya adalah alamiah. Tapi yang lain mengklaim bahwa ia seperti 'sengaja', di mana ia pernah mengatakan kepada teman-teman bahwa "Aku telah melakukan semua yang harus saya lakukan di dunia ini, dan sekarang saya akan pulang..."

Setelah kematian Li, Jenderal Yang Sen menyelidiki kebenaran tentang latar belakangnya dalam sebuah catata yang kemudian diterbitkan. Mulai dari sosok Li yang bekerja sebagai seorang herbalis, mempromosikan penggunaan reishi liar, goji berry, ginseng liar , dan herbal lainnya.  Catatan itu juga mengungkap resep herbal keluarga Li yang  diduga diproduksi lebih dari 200 keturunan, dan pernikahan Li yang selama masa hidupnya memiliki hingga 23 istri.

Dalam sebuah artikel majalah Time tanggal 15 Mei 1933 yang berjudul "Tortoise-Pigeon-Dog", diungkapkan bahwa rahasia panjang umur ala Li Ching-Yuen adalah:

- Selalu berfikiran tenang.
-Duduk seperti kura-kura.
-Berjalan tegap seperti merpati.
-Dan tidur seperti anjing.

Empat tips ini masih dipelajari hingga sekarang.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih