Wednesday, May 8, 2013

Pengalaman Seorang Gadis Eropa Yang Memakai Jilbab [Persepsi Negatif Tentang Hijab]

Apa kira-kira persepsi orang Eropa atau Amerika yang non-muslim ketika melihat seorang wanita memakai hijab? Benarkan ada toleransi dan sikap penghormatan terhadap hal-hak asasi manusia di sana? Benarkah benar ada kebebasan dan persamaan perlakuan?

Seorang gadis di Eropa bernama Ela penasaran dengan hal tersebut. Ia memutuskan melakukan eksperimen dan menuliskan pengalamannya di Tumblr. Berikut penuturannya...
"Di sebuah mall, seorang gadis kecil menyebut saya teroris!
Nama saya Ela. Saya berumur 17  tahun. Saya bukan seorang Muslimah, tapi teman saya bercerita tentang temannya yang mendapat perlakuan diskriminatif hanya karena ia  mengenakan jilbab. Saya penasaran dan memutuskan untuk melihat diskriminasi tersebut secara langsung, selain itu saya ingin mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang sebenarnya dirasakan oleh seorang wanita Muslimah melalui pengalaman ini. 
Saya dan teman saya pun kemudian menyematkan syal jilbab di kepala, kemudian kami pergi ke sebuah mall. Ternyata memang sesuatu yang tidak seperti biasanya. Biasanya, para pelayan di mall tersebut mendekati kami dan menawarkan barang-barnag untuk kami beli , atau menawarkan sebuah makanan untuk dirasa sebagai sampel. Para pegawai yang biasanya bertanya terlebih dahulu jika kami membutuhkan bantuan, memberitahu kami tentang penjualan, dan tersenyum pada kami. 
Tapi tidak hari ini. Semua orang, termasuk pelayan, pegawai, dan pembeli lain, tidak ada yang menoleh melihat kami. Mereka tidak ingin berbicara dengan kami. Mereka bertindak seakan-akan kami tidak sedang ada di sana. Mereka tidak ingin menatap wajah kami, sehingga mereka tidak melihat sama sekali. 
Di sebuah toko, seorang gadis kecil (kelihatan berumur sekitar 4  tahun) bertanya kepada ibunya: apakah saya dan teman saya adalah teroris? 
Pertanyaannya sangat lugu. Dan saya tidak habis berpikir, bagaimana bisa ia memilki pemikiran  dan prasangka demikian?
Yang lebih menyedihkan, aku tidak akan pernah bisa melupakan dan memaafkan respon ibunya. Sang Ibu berbisik kepada anaknya, entah apa, kemudian mereka menatapku, dan kemudian sang ibu membawa putrinya dengan bimbingan tangan dan membawanya keluar dari toko. 
Semua itu terjadi hanya karena saya menaruh syal jilbab di kepala saya. Begitulah, seorang ibu mengajarkan gadis kecilnya bahwa menjadi Muslim adalah jahat. Tidak peduli bahwa saya adalah orang yang baik. Semua yang penting adalah bahwa saya tampak berbeda. Di kemudian hari, gadis kecil itu dapat tumbuh dan mengajarkan anak-anaknya hal yang sama.
Penelitian ikecil ni membuat panggilan besar dalam hati saya. Saya tidak bisa membayangkan, kejadian yang saya alami ini hanya berlangsung selama beberapa jam, membayangkan apa yang dirasakan oleh seorang muslimah setiap setiap hari. 
Ini mengingatkan saya pada sesuatu yang banyak orang tahu, tapi jarang diingat: perempuan dalam jilbab adalah orang-orang, seperti semua wanita di luar sana yang bukan Muslim. 
Wahai rekan-rekan Tumblr, tolong bantu saya menyebarkan pesan ini. Perlakukan Muslim, Yahudi, Kristen, Budha, Hindu, Pagan, Tao, dll, persis seperti yang anda ingin diperlakukan, terlepas dari pakaian yang mereka kenakan atau tidak kenakan, tanpa pengecualian. Tolong Reblog hal ini. Beritahu teman Anda. Saya tidak tahu bahwa dunia akan pernah benar-benar bisa menghapus prasangka, tapi kita bisa mencoba, satu blog pada satu waktu."

Nah, masih percayakah anda dengan kebebasan, imparsial, persamaan hak dll yang didengung-dengungkan Eropa selama ini?

Untuk melihat pengakuan Ela versi asli, silahkan Klik tombol Lihat di bawah ini:
I went to the mall, and a little girl called me a terrorist. My name is Ela. I am seventeen years old. I am not Muslim, but my friend told me about her friend being discriminated against for wearing a hijab. So I decided to see the discrimination firsthand to get a better understanding of what Muslim women go through. My friend and I pinned scarves around our heads, and then we went to the mall. Normally, vendors try to get us to buy things and ask us to sample a snack. Clerks usually ask us if we need help, tell us about sales, and smile at us. Not today. People, including vendors, clerks, and other shoppers, wouldn’t look at us. They didn’t talk to us. They acted like we didn’t exist. They didn’t want to be caught staring at us, so they didn’t look at all. And then, in one store, a girl (who looked about four years old) asked her mom if my friend and I were terrorists. She wasn’t trying to be mean or anything. I don’t even think she could have grasped the idea of prejudice. However, her mother’s response is one I can never forgive or forget. The mother hushed her child, glared at me, and then took her daughter by the hand and led her out of the store. All that because I put a scarf on my head. Just like that, a mother taught her little girl that being Muslim was evil. It didn’t matter that I was a nice person. All that mattered was that I looked different. That little girl may grow up and teach her children the same thing. This experiment gave me a huge wakeup call. It lasted for only a few hours, so I can’t even begin to imagine how much prejudice Muslim girls go through every day. It reminded me of something that many people know but rarely remember: the women in hijabs are people, just like all those women out there who aren’t Muslim. People of Tumblr, please help me spread this message. Treat Muslims, Jews, Christians, Buddhists, Hindus, Pagans, Taoists, etc., exactly the way you want to be treated, regardless of what they’re wearing or not wearing, no exceptions. Reblog this. Tell your friends. I don’t know that the world will ever totally wipe out prejudice, but we can try, one blog at a time.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih