Monday, December 8, 2014

[Kenangan Menggamit Masa]: Profesi Pengasah Batu Cincin

Batu cincin senantiasa menjadi buruan penggemarnya sejak dulu. Mereka memburu barang idaman ini hingga ke pelosok-pelosok negeri dan rela membayar dengan harga fantastis.

Di tengah arus zaman yang modern ini, marak metode dan cara pemolesan batu biasa mengunakan bahan kimia hingga begitu diamplas hingga sulit dibedakan jenis batu permata mana yang asli atau permata yang dibuat berbahan dasar kaca.

Namun di sudut-sudut kota yang tua termakan usia, hingga ke sudut-sudut pasar di perkampungan, masih kita temui para pengasah batu cincin yang menjalankan profesi mereka dengan tekun.

'Jasa asah cincin' atau biasa disebut 'Tukang asah cincin' masih menjadi mata pencarian yang menjanjikan bagi mereka yang memiliki keahlian dibidang ini.

Di berbagai kota di tanah Sumatera, anda masih bisa menemukan mereka dengan peralatan yang sederhana.

Anda sedang mencari pengasah batu cincin, datanglah ke sini, salah satunya di salah satu sudut kota Pekanbaru berikut ini (Jl. KH. Hasyim Asy'ari):

Penjual Batu Cincin di salah satu sudut kota Pekanbaru, Riau [foto: Facebook]

Pengasah batu cincin di salah satu sudut kota Pekanbaru, Riau. [foto: Facebook]

Demam batu cincin hampir menjangkiti semua masyarakat di Indonesia, begitu juga dengan warga Provinsi Riau. Tidak hanya di Pekanbaru, pengrajin batu cincin di Riau juga bisa ditemukan di kawasan Rokan Hulu, khususnya daerah Ujung Batu.

Ada hal menarik dimana batu cincin jenis Jangek atau yang sekarang sudah disebut dengan nama Solar Rokan ternyata tidak bisa dianggap sepele, karena batu jangek tersebut sudah go nasional.

Pasalnya batu tersebut sudah resmi dibuat sertifikat dan sudah dipasarkan ke berbagai daerah baik melalu media sosial / online, maupun yang dipasarkan langsung.

Salah seorang pengrajin batu di Simpang Ngaso Ujungbatu mengatakan bahwa Batu Jangek yang dia buat sudah terjual sampai ke Jogja, Bali dan Kalimantan.

"Ya pada awalnya batu ini kalah pamor dengan batu lumut Sei Dareh Sumbar, atau Solar Aceh, namun setelah kita resmi membuat sertifikat batu jangek dengan nama Solar Rokan di Jakarta sebulan yang lalu, batu tersebut sudah mulai dikenal dan digemari oleh pecinta batu akik diluar daerah," ungkap pedagang yang bernama Sugeng.

Sementara itu, Antoni salah satu penggemar batu cincin mengatakan, koleksi batu Solar Rokan yang dia jual mencapai harga yang fantastik.

"Pada awalnya sih batu jangek gak ada harganya mas, di Ujungbatu saja paling-paling Rp 50 ribu perbuah, namun sejak tiga bulan terkahir ini harganya cukup lumayan, punya saya saja sudah tembus ke angka Rp. 2 juta per cincin," kata Antoni bangga.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih