Tuesday, December 2, 2014

Biografi Malala Yousafzai, Aktivis Wanita Asal Pakistan Peraih Nobel Termuda di Dunia

loading...
Malala Yousafzai
ٍٍDialah wanita termuda yang berhasil meraih penghargaan piala Nobel sepanjang sejarah.

Namanya Malala Yousafzai , lahir pada tanggal 12 Juli 1997, gadis asal Pakistan ini merupakan seorang aktivis pendidikan.

Namanya dikenal karena giat memperjuangkan hak asasi manusia dan advokasi pendidikan bagi kaum perempuan di tempat kelahirannya Lembah Swat di Khyber Pakhtunkhwa, sebuah provinsi di barat laut Pakistan.

Di tempatnya itu, sebelumnya perempuan dilarang bersekolah. Advokasi Yousafzai pun tumbuh menjadi sebuah gerakan internasional.

Dengan disokong keluarnya, Malala menjalankan sebuah sekolah di wilayah tersebut. Pada awal 2009, ketika ia berusia 11-12, Yousafzai menulis blog di bawah nama samaran untuk BBC dan menceritakan kehidupnya, serta kondisi pendidikan untuk anak perempuan di Lembah Swat.

Pada musim panas berikutnya, wartawan Adam B. Ellick membuat sebuah film dokumentar untuk New York Times tentang wilayah tersebut. Di momen ini, Yousafzai kembali muncul dan semakin menonjol, melakukan wawancara di media cetak dan di televisi, dan ia pun kemudian dinominasikan untuk Hadiah Perdamaian Anak Internasional oleh aktivis Afrika Selatan, Desmond Tutu .

Pada sore hari tanggal 9 Oktober 2012, Yousafzai naik bus sekolahnya di kawasan Pakistan barat laut Swat. Seorang pria bersenjata meminta namanya, lalu menunjuk pistol ke arahnya dan menembakkan tiga tembakan. Satu peluru mengenai dahi Yousafzai sebelah kiri, namun ia tetap sadar dan dalam kondisi kritis, tetapi kemudian kondisinya membaik dan kemudian dikirim ke Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham, Inggris  guna proses rehabilitasi intensif.

Pada tanggal 12 Oktober, tak kurang dari 50 ulama Islam di Pakistan mengeluarkan pernyataan mengecam terhadap pelaku penembakan tersebut. Berbagai teori konspirasi pun bermunculan tentang pelaku tersebut, ada yang menudingnya sebagai perbuatan Taliban, dan ada juga yang menuduh CIA di balik semua itu.

Percobaan pembunuhan terhadap Yousafzai mengundang perhatian Internasional. Pada bulan Januari 2013, Deutsche Welle menulis bahawa Malala merupakan "remaja paling terkenal di dunia."

Utusan Khusus PBB untuk Global Education, Gordon Brown meluncurkan petisi PBB atas nama Yousafzai, dengan menggunakan slogan "Saya Malala" dan menuntut bahwa bahwa semua anak di seluruh dunia harus mengenyam bangku sekolah di akhir 2015.

Majalah TIME edisi 29 April 2013 menempatkan foto Yousafzai sebagai cover depan majalah tersebut dan menobatkannya sebagai salah satu "100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia" di tahun tersebut.

Bersama presiden Barack Obama
Pada 12 Juli 2013, Yousafzai diberi kesempatan berpiadato di markas besar PBB untuk menyerukan akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia.

Dan pada bulan September 2013, ia pun resmi membuka sebuah Perpustakaan Birmingham.

Selain Nobel, Yousafzai adalah penerima Hadiah Sakharov untuk tahun 2013.

Pada tanggal 16 Oktober 2013, Pemerintah Kanada mengumumkan bahwa Parlemen Kanada akan memberi kewarganegaraan kehormatan kepada Yousafzai.

Pada bulan Februari 2014, ia dinominasikan untuk mendapatkan Piagam Anak Sedunia di Swedia. dan pada tanggal 15 Mei 2014, Yousafzai mendapatkan gelar doktor kehormatan dari Universitas King College di Halifax.

Pada tanggal 10 Oktober 2014, Yousafzai diumumkan sebagai penerima Nobel Perdamaian 2014 untuk perjuangannya melawan penindasan terhadap anak-anak dan orang muda dalam hak atas pendidikan.

Dalam usiany yang relatif muda, yaitu 17 tahun, Yousafzai tercatat sebagai penerima hadiah nobel termuda sepanjang sejarah. Bersama dengannya, seorang peraihh Nobel lainnya, Kailash Satyarthi juga mendapat kehormatan yang sama karena perjuangan sebagai aktivis anak dari India.

Yousafzai merupakan warga Pakistan kekedua yang pernah menerima Nobel Hadiah, setelah sebelumnya salah seorang Ilmuwan Pakistan, Abdus Salam juga menerima hadiah Nobel bidang Fisika pada tahun 1.979.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih