Monday, September 21, 2015

Mengapa Tulisan Dokter Sulit Dibaca? Apa Rahasianya?

loading...
Apa yang anda rasakan setelah keluar dari ruang praktek dokter?

Salah satunya adalah kebingungan, ya kebingungan melihat tulisan tangan dokter pada kertas resep yang harus kita bawa ke apotik!

Banyak orang bertanya-tanya? Apa bacaan dalam tulisan tersebut? Mengapa tulisannya 'jelek' sekali atau bahkan tak dapat dibaca sama sekali? Hanya petugas apotek lah yang bisa memahaminya!

Ada pula yang dihantui was-wasa, jangan-jangan nanti apoteker salah baca sehingga obat yang diberikan salah! Waduh...

Tapi tenang saja, obat yang diberikan farmasis kepada pasien tidak akan salah. Walaupun tulisan dokter di dalam resep sulit dibaca.

Perlu anda ketahui, si dokter bukannya tidak pandai menulis bagus-bagus, tapi memang tulisan centang prenang itu sengaja dibuat untuk menjaga kerahasiaan antara dokter dengan farmasis. Pasien tidak boleh mengetahui apa yang dokter tulis di dalam resep, dengan alasan kerahasiaan.

Sebelum lulus, seorang farmasis harus menempuh mata kuliah yang bernama simulasi resep. Mata kuliah tersebut mencakup cara membaca resep, menyediakan obat, hingga memberikan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) kepada pasien.

Setiap dokter memiliki ciri khas tulisan sendiri-sendiri. Dan sebagai farmasis, harus bisa membaca tulisan dokter dengan benar.

Tulisan dokter yang tidak bisa dibaca orang awam ini dinamakan tulisan stenografi. Jadi jangan salah sangka, dokter sebenarnya tidak menulis resep dengan asal-asalan. Jadi jangan khawatir ya, farmasis tidak akan salah memberikan obat karena mereka telah dibekali ilmu membaca resep.

Begitulah alasan kenapa tulisan dokter di resep obat tidak bisa dibaca orang awam.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih