Friday, May 30, 2014

Pain Paradox: Antara SEFTing dan IKHLAS

loading...
"In order to get out of pain, you have to get into it" (Untuk keluar dari rasa sakit, Anda harus masuk ke dalamnya)... Ajaran macam apa ini...?

Rasa sakit -apa pun bentuknya, fisik maupun psikis- adalah sebuah niscaya.  Tak jauh berbeda dengan pepatah lama 'No Pain No Gain' (Tiada rasa sakit, tiada keberuntungan), ajaran baru ini ini seakan menegaskan No Pain Absolutely!

Itulah ajaran Pain paradox yang mengajarkan bahwa semakin kita berontak dan tidak menerima kenyataan, maka rasa sakit itu akan semakin bertambah-tambah, penyakit akan semakin sulit sembuh, dan semakin berat penderitaan batin kita.

Dari sini pula muncul ajaran Gliding yang menyebutkan bahwa Pain is a theacer (Rasa sakit adalah guru). Gliding adalah perjalanan menyenangkan pribadi melalui anatomi nyeri. Bahkan rasa sakit itu dicari sehingga terasa menyenangkan seperti Shiatsu.

Kita perlu ikhlas dan ridha menerima rasa sakit.. justru supaya kita tidak semakin menderita secara batin, dan akhirnya membuat masalah kita lebih mudah teratasi.

M. Scott Peck, seorang psikiater yang berpengalaman menangani ratusan pasien gangguan jiwa, dalam bukunya, "The Road Less Traveled", mengatakan, asal orang-orang yang sakit (fisik maupun emosi) ini mau menerima masalahnya, maka penderitaan mereka akan sangat berkurang dan bahkan akhirnya bisa lebih mudah sembuh dari penyakit dan masalahnya (SEFT Total Solution, 23)

Saya baru memahami hal ini beberapa waktu belakangan. Dan baru menyadari bahwa agama juga mengajarkan demikian. Barangkali, inilah candu atau bius yang dikatakan oleh Nietzche!

Rasanya saya tidak bisa menulis panjang lebar tentang hal ini, karena banyak hal di dunia ini memang hanya butuh dirasakan, bukan dijelaskan.
Semakin kita ikhlas, semakin cepat masalah kita selesai...
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih