Wednesday, March 1, 2017

14 Abad Yang Lalu... Ia Telah Merindukanmu...

loading...
Dialah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam…

Tepat sembilan hari menjelang wafatnya, turunlah firman Allah yang berbunyi:

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak didzalimi.” (Al Baqarah : 281)

Semenjak itu raut kesedihan mulai tampak pada wajah beliau yang suci. “Aku ingin mengunjungi syuhada Uhud" ujarnya.”

Beliaupun pergi menuju makam syuhada Uhud. Sesampainya disana beliau mendekati makam itu dan berkata, “Assalamu’alaikum wahai syuhada Uhud, kalian telah mendahului kami. Insya Allah kamipun akan menyusul kalian.”

Di tengah perjalanan pulang, rasulullah shallallahu alaihi wasallam menangis. Para sahabat yang mendapinginya bertanya,

“Apa yang membuatmu menangis wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab,

“Aku rindu kepada saudara-saudaraku.”

Mereka berkata,

“Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab,

“Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudaraku adalah mereka yang datang sesudahku, mereka beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku.”
(HR. Ahmad)

Alangkah tulus ungkapan itu..

Namun tersisa beragam tanya:
Kitakah yang dirindukan itu…?

Bila iya, Sudahkah kita merindukannya…?
Sudahkah kita beriman sehingga pantas dirinduinya…?
Sudahkan kita mengamalkan sunnahnya sebagai bukti cinta…?

Pantaskah diri yang lalai ini dirindukan rasulullah…?

Duhai.. alangkah malangnya bila yang dirindukan itu terusir dari telaga haudhnya.
Alangkah malangnya bila nanti terdengar darinya ucapan, “menjauhlah dari telagaku…”

Kau tau kenapa…? Karena mereka telah merubah-rubah Agama yang dibawanya.

Wahai insan yang dirindu….

Ikutilah jalan hidup manusia agung yang dulu pernah merindukanmu..
Jauhi segala macam bid’ah dalam agama, agar kau tak terusir dari telaga haudhnya.
Buktikan cintamu dengan ittiba’ agar cintamu tak bertepuk sebelah tangan.

Ingat selalu firman Allah azza wa jalla:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ


Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS: 3: 31)

Ingat kawan…. Ditepi telaga haudh dia menanti kita..

“Aku akan mendahului kalian di telaga. Aku sebagai saksi atas kalian” dan sesungguhnya—demi Allah— saat ini aku sedang memandang telagaku itu” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Semoga Allah menuntun langkah kita menuju telaga rasul-Nya.

Aamiin
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih