Saturday, May 25, 2013

Ketika Abu Bakar radhiyallahu'anhu Membela Diri

Syahdan, pada suatu ketika ada seseorang datang ke majelis Rasulullah SAW. Begitu sampai di sana, orang tersebut tanpa basa-basi langsung melontarkan kata-kata hinaan dan menyakitkan kepada Abu Bakar
As-Shiddiq radhiyallahu anhu yang tengah duduk bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Seketika itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pun terkejut, tapi beliau juga tersenyum. Kendati demikian, orang tersebut semakin menjadi-jadi melontahkan cacian kepada Abu Bakar. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pun hanya diam.

Untuk ketiga kalinya, orang tersebut terus menghina Abu Bakar. Dan kali ini Abu Bakar berdiri dan membela diri atas perkataan lancang tersebut. Seketika itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pun langsung  berdiri. dan hendak pergi. Dari wajah beliau terlihat raut tidak suka.

Maka Abu Bakar langsung menyusul Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sambil bertanya:

“Wahai Rasulullah! Ketika orang itu menghinaku, Engkau tetap duduk dan diam. Mengapa ketika aku
membantahnya, engkau malah marah kemudian pergi?”.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,

“Sesungguhnya, tadi ada malaikat yang membelamu ketika engkau diam mendengar hinaan orang tersebut. Namun  ketika engkau malah membantah orang itu, datanglah syaithan. Dan aku tidak mau duduk bersama-sama dengan syaithan”.

Diriwayatkan juga, syahdan setelah, Rasulullah SAW berkata kepada Abu Bakar:

"Wahai  Abu Bakar! Ada tiga hal yang harus engkau ketahui: Yang pertama: Ketika seorang
hamba dizhalimi tetapi ia tidak membalasnya karena Allah, Allah akan menguatkan dan menolongnya. Yang kedua: ketika seorang hamba membuka pintu untuk memberi dengan maksud rela berbagi, Allah akan menambah hartanya menjadi banyak. Yang ketiga: ketika seorang hamba membuka pintu untuk mengemis dengan maksud untuk mendapatkan harta banyak, Allah akan mengurangi hartanya menjadi sedikit”

Kisah Abu Bakar di atas terekam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud dan perawi hadits lainnya sebagai berikut:

 :عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ وَمَعَهُ أَصْحَابُهُ, وَقَعَ رَجُلٌ بِأَبِي بَكْرٍ فَآذَاهُ (وفي رواية: أَنَّ رَجُلًا كَانَ يَسُبُّ أَبَا بَكْرٍ) فَصَمَتَ عَنْهُ أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ آذَاهُ الثَّانِيَةَ، فَصَمَتَ عَنْهُ أَبُو بَكْرٍ، ثُمَّ آذَاهُ الثَّالِثَةَ، فَانْتَصَرَ مِنْهُ أَبُو بَكْرٍ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ حِينَ انْتَصَرَ أَبُو بَكْرٍ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَوَجَدْتَ عَلَيَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نَزَلَ مَلَكٌ مِنَ السَّمَاءِ يُكَذِّبُهُ بِمَا قَالَ لَكَ، فَلَمَّا انْتَصَرْتَ وَقَعَ الشَّيْطَانُ، §فَلَمْ أَكُنْ لِأَجْلِسَ إِذْ وَقَعَ الشَّيْطَانُ»
Saudaraku...

Pernahkah anda dihina oleh orang lain? Pernahkah anda saudaraku dicerca lidah-lidah jahat? Pernahkah saudaraku dimaki dan dipermalukan di hadapan khalayak ramai?

Kalau pernah, apa yang saudara lakukan? Apakah membalas dengan kata-kata yang sama, atau lebih pedas? Apakah saudara merasa perlu membela harga diri yang diinjak-injak dengan suatu tindakan atau perkataan?

Ataukah saudara bersabar dan menyerahkan semuanya karena Allah Subhanahu wa ta'ala...

Hadits di atas telah memberikan kita gambara, reaksi mana yang harus kita pilih... Apakah kita lebih suka pertolongan Allah atau mengandalkan lidah dan tangan kita.

Semoga Allah Subahanahu wa ta'ala menjadikan kita orang-orang yang penyabar... Sebab, sabar itulah sebaik-baik pemberian.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ 
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih