Tuesday, September 5, 2017

Mengapa Orang Berteriak Ketika Marah?

loading...
Seorang Ulama berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah Keluarga yang sedang Bertengkar, dan saling Berteriak....

Ulama tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya :

"Wahai muridku,..
Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang Marah..? "

Salah satu Murid menjawab :

" Karena kehilangan Kesabarannya, makanya mereka  Berteriak..."

Si Ulama Bertanya kembali :

" Tetapi.., mengapa harus Berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya..?
Bukankah pesan yang ia sampaikan, bisa ia ucapkan dgn cara Halus...? "

Tanya sang Ulama menguji murid-muridnya.

Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang Ulama berkata :

"Apabila dua orang sedang Marah, maka hati mereka saling Menjauh....
Untuk dapat Menempuh jarak yang Jauh itu, mereka harus Berteriak agar Perkataannya dapat Terdengar....
Semakin Marah,...maka akan Semakin Keras Teriakannya.
Karena Jarak kedua hati semakin Jauh....  "

Begitu juga sebaliknya , di saat kedua insan Saling Jatuh Cinta....
Mereka tidak Saling Berteriak antara yang satu dengan yang  lain....
Mereka Berbicara Lembut, karena Hati mereka Berdekatan....
Jarak antara kedua Hati sangat Dekat..."
Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi ?
Mereka tidak lagi Bicara Mereka hanya Berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang

Pada akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi Berbisik,
Mereka cukup hanya dengan Saling Memandang.....
Sedekat itulah dua insan yang Saling Mengasihi..."

Sang Ulama memandangi Muridnya dan mengingatkan dengan lembut :

" Jika terjadi Pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan Hati kalian Menjauh...
Jangan Ucapkan Perkataan yang membuat Hati kian Menjauh....
Karena jika kita biarkan,.. suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh...."

Semoga kita dijauhkan sifat sifat amarah,
Dianugerahi kelapangan dada dan kesabaran..
Aamiin Yaa Robbal Alamiin..
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih