Wednesday, October 12, 2016

Jadilah Orangtua Saleh... Sebelum Meminta Anak Keturunan Yang Saleh...

loading...
Ayah, ibu...
Setiap anak yang diturunkan ke dunia
Lahir dalam keadaan fitrah, bukan?

Kullu mauluudin yuuladu 'alal fithrah. Fa abawaahu..
Setiap anak lahir dengan fitrah, bergantung orang tuanya bagaimana ia dibentuk

Karena anak lahir dengan fitrah,
Bukankah berarti tak satu pun anak ketika lahir
berniat menghancurkan masa depannya?

Tak ada satu pun bayi ketika lahir berniat di kepalanya,
"Ah, jika besar nanti, aku mau kena narkoba."
"Ah, jika besar nanti, aku akan hobi tawuran atau kebut-kebutan."
Atau pernahkah ia berkata,
"Jika besar nanti, aku akan mencuri uang orang tua."
"Ah, jika besar nanti, aku mau membangkang kepada Ayah dan Ibu."
Adakah anak yang berniat begitu, Ayah?
Bukankah berarti setiap anak yang diturunkan Allah ke dunia justru pada awalnya cenderung pada kebaikan?"

Tetapi, mengapa, sebagian anak ini
yang lahir cantik, rupawan, lucu, dan menggemaskan
setelah ia beranjak remaja dan dewasa
justru menjadi beban keluarga
dan menjadi masalah untuk lingkungannya?
Ada apa ini ....?

Ayah, Ibu ...
Karena anak lahir dengan fithrah,
sebagian masalah anak, justru orangtualah penyebabnya
Periksalah ternyata sebagian anak justru dijatuhkan harga dirinya di rumah, bukan di luar rumah

Sebagian kita mungkin pernah memukul tubuhnya,
seolah tubuh anak adalah barang pelampiasan amarah kita.
Sebagian kita mungkin pernah menampar pipinya,
seolah ia tempat empuk bagi telapak tangan kita
Sebagian kita mungkin pernah membentaknya
sambil berteriak dalam hati : akulah yang berkuasa atas dirimu!

Atau mungkin ... kita tak pernah melakukan semua itu ?
Tapi tahukah Ayah-Ibu
Sebagian anak memang tak pernah dipukul, tak pernah dicubit, tak pernah dibentak
Tapi, jarang sekali anak yang lolos
untuk tidak disalahkan orang tua
Sejak membuka mata di pagi hari
sampai kembali menutup mata di sore hari

Ayah, ibu ...
Karena sebagian anak jatuh harga dirinya di rumah
Tanpa kita sadari, ada sebagian anak yang tidak betah di samping orangtua
Panas hatinya
Jika mendengar "ceramah-ceramah" orangtuanya
dan overdosis nasihat yang ia terima
Lalu, kapan kita mendengarkan anak, Ayah-ibu?

Ketika seorang kakak hendak mengambil mainan miliknya yang diambil adiknya
Kita ... dengan kekuatan kehakiman yang kita miliki
dengan gagah berkata : Kakak, mengalah dong sama adik!!

Lihatlah pertunjukan ini, Ayah...
Lihatlah, ketidakadilan ternyata dimulai dari rumah
Lihatlah, kebenaran ternyata ditentukan oleh faktor usia
Lalu, kita berdalil, "Adiknya kan masih kecil .."
Dalam hati si kakak berkata, "sampai kapan adik akan dibela?"
"Kapankah aku meminta lebih dulu dilahirkan ke dunia?"
"Sungguh tak enak jadi seorang kakak!"
Karena ketidakadilan dimulai dari rumah,

Di tempat lain, sebagian adik pun berkata hal yang sama,
"Sungguh aku pun tak suka jadi seorang adik!"
"Ketika Ayah dan Ibu tak ada, aku sering dikerjai Kakak semaunya."

Ayah, ibu ...
Karena sebagian anak dijatuhkan harga dirinya di rumah, sebagian anak akhirnya tak betah berada di rumah.
Rumah baginya hanyalah tempat tidur sementara
Ia lalu mencari harga diri, berkelana mencari surga
Mencari orang-orang yang akan menghargai dirinya

Wah ... ternyata temen-temen gengnya bisa menghargainya
Lalu, dalam hati ia berkata,
Hmmmmm...ternyata aku dihargai jika aku pamer perkasa
Aku ternyata perkasa jika mengisap ganja
Aku gembira jika bisa menyusahkan siapa saja..

Apakah itu yang kita inginkan, Ayah-ibu?
Jika tidak, hormatilah jiwa anak-anak kita
Bukan sekadar uang, jajanan, mainan dan sekolah mahal semata.
Itu semua penting.

Tapi, perkataan dan perlakuan penuh cinta dari Anda adalah warisan terindah untuk masa depan mereka
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih