Wednesday, January 3, 2018

Penelitian Ilmiah Kiamiwi Jelaskan Mengapa Orang Yang Bersedekah itu Bahagia

Anda takut harta berkurang karena sedekah? Eit, tunggu dulu... Camkanlah sabda Rasulullah Saw yang mengatakan:

ثلاث أحلف عليهن ومنهن: ما نقص مال من صدقة '

"Ada tiga perkara yang aku bersumpah dengannya , salah satunya: Tidak akan berkurang harta karena sedekah".

Sahabat sekalian, 


Padahal, justru dengan sedekahlah ia akan bahagia! bukan dengan kebakhilan!

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?

Ternyata, jika dihubungkan dengan konsep sains modern, semua perasaan bahagian ketika bersedekah ini bisa dijelaskan. 

Dalam sebuah riset di Amerika Serikat beberapa tahun lalu, sejumlah peneliti mengumpulkan sejumlah orang. Masing-masing peserta diberi uang AS$5 (sekitar Rp73 ribu). Mereka kemudian diberi 2 pilihan, membelanjakannya untuk diri sendiri atau memberikannya ke orang lain.

Setelah diteliti, grup yang memilih untuk memberikan ke orang lain merasa lebih bahagia.

Apa yang terjadi pada tubuh manusia saat ia berbagi?

Syaraf kesenangan di otak menyala, seolah-olah kita menjadi pihak penerima, bukan pemberi. Hormon endorphin (zat kimia yang berkorelasi dengan rasa senang dan imunitas) dalam tubuh terpacu.

Kadar oksitosin yang dilepaskan tubuh akan membuat kita makin berempati kepada orang lain dan ini menular (ke pihak penerima). Setidak-tidaknya hingga 2 jam ke depan.

Itulah kenapa, orang yang menerima kebaikan biasanya ingin membalas kebaikan yang diterimanya atau melakukan kebaikan juga ke orang lain.

Berdasarkan riset, satu pemberian/kebaikan akan menginspirasi banyak kebaikan lain laiknya efek domino.

Penelitian itu juga menyebutkan:
Orang yang rutin menolong teman/tetangganya memiliki risiko kematian yang lebih rendah dalam periode 5 tahun ketimbang yang tidak.
Orang yang rutin berbagi mempunyai daya tahan tubuh lebih bagus dalam menghadapi penyakit kritis, termasuk HIV dan serangan jantung. 
Sekitar 76% orang yang aktif dalam kegiatan sosial mempunyai kesehatan yang lebih bagus dibanding yang tidak.

Sebaliknya dengan perilaku pelit. Perilaku pelit akan meningkatkan hormon pemicu stres di dalam tubuh.

Sumber: Why Good Things Happen to Good People by Stephen Post, US Bureau of Labor Statistic 2013, Feeling Good About Giving: The Benefit of Self Interested Charitable Behaviour Science  by Anik L, Dunn E, Norton M., Empathy Toward Strangers Trigger Oxcytocin Release and Subsequent Generosity by Barraza JA via intisari.online

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rizki.” (QS. Saba’: 39)
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih