Tuesday, December 24, 2013

Ketika Istri Raja Menjadi Bidan...!

loading...
Di suatu malam, Amirul Mu’minin Umar bin Khattab sedang berkeliling di sekitar kota Madinah untuk mengetahui lebih dekat kondisi rakyatnya, tiba-tiba beliau melihat sebuah kemah yang sebelumnya beliau belum lihat !

Beliau pun bergegas pergi ke arah kemah tersebut untuk mengetahui keadaannya, ketika sampai di dekat kemah tersebut beliau mendengar suara rintihan, bertambahlah rasa sedihnya !

Umar kemudian memanggil pemilik kemah tersebut. Tak lama kemudian, keluarlah seorang laki-laki dari kemah itu.

Umar bin Khattab bertanya kepadanya :

"Siapakah anda? Apakah anda penduduk di sini?"

Orang itu menjawab :

"Kami adalah salah seorang penduduk desa di daerah pedalaman, kami sedang mengalami kesulitan hidup maka kami datang kesini untuk mengharap kemurahan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab !".

Laki-laki ini tidak tahu bahwa orang yang ada di depannya adalah Umar bin Khattab!

Mendengar jawaban pria itu, Umar bin Khottob bertanya kembali :

"Lalu, siapa yang sedang merintih di dalam kemahmu?".

Laki-laki itu menjawab :

"Itu istriku, dia merasa kesakitan karena hendak melahirkan!"

"Apakah ada orang yang membantu proses persalinannya?". Tanya Umar.

"Tidak ada... di sini hanya ada aku dan istriku!". Jawab pria itu penuh kesedihan.

"Apakah ada makanan yang bisa engkau berikan kepada istrimu ?". Tanya Umar kembali.

"Tidak, saat ini kami tidak memiliki makanan sedikit pun !"

Maka Umar berkata kepadanya:

"Kalau begitu tunggulah sebentar ! Aku akan datang dengan makanan dan orang yang bisa membantu proses persalinan istrimu!".

Umar bin Khattab kemudian pulang ke rumahnya, dan disana ada istri beliau, Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Tholib. Umar bin Khattab lantas berkata kepada istrinya itu:

"Wahai istriku ! apakah engkau mau menerima kebaikan yang Allah anugrahkan kepada kita?".

"Kebaikan apakah itu ?" Istri Umar baik bertanya.

Umar bin Khattab menjelaskan:

"Di sana ada seorang wanita miskin sedang merasakan kesakitan karena hendak melahirkan!  Ia sangat butuh pertolongan...".

"Apakah tuan menghendaki aku sendiri yang membantu proses persalinannya?". Tanya Ummu Kultsum.

"Iya". Jawab Umar

Kemudian ia berkata:

"Bangkitlah dan persiapkan apa saja yang ia butuhkan untuk persalinannya !".

Sementara istri Umar pergi mempersiapkan alat persalinan, Umar bin Khottob pun langsung mengangkat bahan-bahan makanan di punggungnya juga perlengkapan untuk memasak kemudian berangkat bersama dengan istrinya menuju ke kemah tersebut.

Ketika sampai disana, istrinya langsung masuk ke kemah untuk membantu proses persalinan wanita tersebut ! Sedangkan Umar bin Khottob memulai pekerjaanya yaitu memasak makanan untuk keluarga tersebut bersama dengan laki-laki tadi di luar kemah !

Setelah selesai bersalin, tiba-tiba istri Umar bin Khottob, Ummu Kultsum keluar dari kemah dan berteriak :

"Wahai Amirul-Mu’minin, beritahukan kepada suami wanita ini, Alhamdulillah... Allah telah meng-anugrahkan kepadanya bayi laki-laki dan istrinya juga dalam kondisi sehat !".

Begitu mendengar kalimat  "wahai Amirul Mu’minin", laki-laki tadi terhenyak dan langsung menjauh karena keheranan bercampur ketakutan !

Maka Umar bin Khottob pun tertawa dan berkata:

"Mendekatlah kesini, jangan takut ! benar... aku adalah Umar bin Khattab dan yang membantu proses persalinan istrimu adalah istriku, Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Tholib !".

Lalu laki-laki tadi terduduk dan menangis terharu  dan berkata:

"Keluarga Rasululla membantu persalinan istriku, sementara  Amirul Mu’minin memasakkan makanan bagi keluargaku?". Ia seakan tak percaya.

Umar lantas berkata kepadanya :

"Ambilah sisa makanan ini dan saya akan berikan kepadamu biaya hidupmu selama anda tinggal di wilayah kami!".

* * *
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih