Wednesday, January 4, 2017

Berguru Dengan Ulama Selama 33 Tahun, Tapi Hanya Belajar 8 Hal...!

loading...
Dalam kitabnya yang berjudul Ayyuhal Walad, Imam Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali menukil sebuah diskusi antara Imam Syaqiq al-Balkhi dan muridnya Hatima Al-Asham. Baiklah kami nukil kembali kisah tersebut dengan perubahan gaya bahasa seperlunya, mudah-mudahan menjadi pengajaran bagi kita.

Syahda suatu hari, Imam Syaqiq Al-Balkhi bertanya kepada muridnya Hatim Al-Asham:

"Sudah berapa lama engkau menuntut ilmu dariku?".

"Sudah 33 tahun", jawab Hatim.

"Apa yang telah kau pelajari, selama 33 th ini?", tanya Imam Syaqiq.

"Hanya 8 hal ", jawab Hatim.

" Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun ! Kuhabiskan umurku untuk mendidikmu, namun kau hanya mempelajari 8 hal dariku?", Ucap Imam Syaqiq penuh heran.

"Benar Yaa Syeikh, aku hanya mempelajari 8 hal saja, aku tidak mau mendustai anda", jawab Hatim.

"Coba sebutkan 8 hal yang telah kau pelajari itu ! ". pinta Imam Syaqiq.

Hatim Al-Ashom pun berkata :

Pertama :
"Kulihat setiap manusia memiliki seorang kekasih. Ketika dia mati, kekasihnya ikut menghantarkannya hingga ke kubur, lalu meninggalkannya sendirian di sana.

○Maka,
Aku lebih memilih amal kebajikan sebagai kekasihku, Sehingga ketika nanti Aku masuk liang kubur, amalku akan ikut bersamaku".

♥Kedua :
"Aku merenungkan Wahyu Allah SWT : "Dan Adapun orang-orang yang takut kepada Kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surga lah yang akan menjadi tempat tinggalnya".
(QS. An Naazi'aat,79:40-41).

○Aku sadar,
Bahwa Firman Allah pastilah benar,
Maka Aku pun berjuang untuk melawan keinginan nafsuku, hingga nafsuku tunduk kepada Allah SWT ".

♥Ketiga :
"Aku perhatikan manusia selalu memuliakan dan menyimpan harta benda berharga yang mereka miliki, lalu Kupelajari Firman Allah swt :
"Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Allah akan kekal". (QS. An Nahl,16:96).

○Maka setiap kali Aku memperolehi sesuatu yang berharga,
Aku pun sedekahkannya di jalan Allah swt, agar hartaku selalu tetap terjaga di sisi-Nya".

♥Keempat :
"Aku melihat setiap manusia mengejar harta, kedudukan, kehormatan dan kemuliaan nasab.
Namun setelah aku mempelajarinya, ternyata semua itu tidak ada apa-apa, saat Aku membaca Wahyu Allah swt :
"Sesungguhnya, orang yg paling mulia di sisi Allah, adalah orang yang paling bertaqwa (kepada Allah) di antara kalian".
(QS. Al Hujurat,49:13).

○Kerena itulah,
Aku pun beramal utk mewujudkan Taqwa, agar Aku memperoleh kedudukan yang Mulia di sisi Allah SWT.

♥Kelima :
"Aku melihat manusia saling mencela dan melaknat, dan sumber semua itu adalah hasad (kedengkian). Lalu aku mempelajari Wahyu Allah SWT :
"Kami telah membahagikan untuk penghidupan mereka di alam dunia".
(QS. Az Zukhruf,43:32).

○Akupun sedar,
Bahwa semuanya telah di bahagi oleh Allah swt.
Maka aku tinggalkan sifat Hasad (dengki), aku jauhi manusia, dan aku tidak bermusuhan dengan seorang pun".

♥Keenam :
"Aku melihat manusia saling menganiaya dan saling membunuh, padahal Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu)".
(QS. Al Fathir,35:6).

○Oleh sebab itu,
Aku tinggalkan permusuhan dengan manusia dan aku menjadikan syaitan sebagai satu-satunya musuhku.
Aku selalu mewaspadainya dengan sekuat tenaga, sebab Allah swt sendiri yg telah menjadikan Syaitan sebagai musuhku".

♥Ketujuh :
"Aku melihat setiap orang hanya demi sepotong roti (harta), mereka rela menghinakan diri mereka sendiri dengan melakukan hal-hal yang di haramkan oleh Allah swt. Lalu kuperhatikan Firman Allah SWT :
"Dan tiada satu pun binatang melata di bumi, melainkan Allah telah menanggung rezekinya".
(QS. Hud,11:6).

○Aku sedar,
Bahawa diriku adalah salah satu dari yang melata itu, dan Allah swt telah menjamin Rezekiku.
Oleh kerana itu, aku sibukkan diriku untuk menunaikan kewajiban yang telah di berikan oleh Allah swt dan aku tidak pernah risau sesuatu yang telah di jamin oleh Allah swt untukku".

♥Kedelapan :
"Aku melihat semua orang bergantung kepada Makhluk Allah swt.
Ada yang bergantung kepada ladangnya,
bergantung kepada perniagaannya,
bergantung kepada pekerjaannya, dan
bergantung kepada kesihatan jasmaninya.
Akupun kembali kepada Firman Allah :
"Dan barang siapa yg bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan (segala keperluan) nya".
(QS. Ath Thalaaq,65:3).
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih