Monday, January 23, 2017

Berkompetisi Dengan Diri Sendiri

loading...
Kali ini, admin ingin share tulisan singkat yang sangat bagus dan penuh makna yang ditulis oleh adik kita Afi Faradisa di status Facebook-nya.

Oh ya, admin sangat menyukai tulisan-tulisan adik kita ini. Menurut admin, tulisan beliau sangat-sangat berisi dan penuh inspirasi, padahal usia beliau masih sangat belia!! Luar biasa!

Kali ini, tulisan yang beliau tulis berjugul  "BERKOMPETISI DENGAN DIRI SENDIRI". Selamat membaca dan terinspirasi!
Ini mungkin mengejutkanmu, tapi aku senang melihat temanku beli tas dan jam tangan baru. Aku senang melihat temanku mendapat uang saku lebih banyak dan nilai-nilai pelajaran yang lebih layak. Aku senang melihat temanku bisa jalan-jalan asyik atau menulis dengan lebih baik.Ya, hidup ini perjalanan kebahagiaan dan bukan kompetisi. Kalaupun kompetisi, maka kompetisi yang lebih masuk akal adalah kompetisi dengan diri sendiri. 
Aku tidak perlu membuktikan diriku lebih baik dari orang lain, aku hanya perlu membuktikan bahwa diriku lebih baik dari hari kemarin. 
Misalnya, hari ini aku mendapat nilai 80, dan temanku mendapat nilai 85. Kemarin aku mendapat nilai 70 sedangkan temanku mendapat nilai 90. Faktanya, nilai temanku turun dari nilainya yang kemarin sedangkan nilaiku naik, walaupun nilai temanku itu lebih tinggi dari nilaiku hari ini. 
Itulah kenapa, yang harus kita lampaui adalah diri kita sendiri. Kenapa membandingkan standar perubahan diri dengan standar orang lain? Tidak perlu dibanding-bandingkan karena memang kita memiliki standar perubahan yang berbeda-beda, kita semua punya perjalanan yang tidak sama. Indikator baik burukmu seharusnya adalah dirimu sendiri. 
Don't compare yourself to others. You have no idea what their journey is all about .." 
Para orang tua mengajari anak-anak mereka untuk menjadi kompetitif, dan persaingan membawa kecemburuan. 
Mereka mengajarkan anak-anak mereka untuk menjadi 'seseorang', untuk menjadi terkenal, untuk punya nama yang bersinar. 
Hal itu membuat hidup mereka jadi sebuah perjuangan. Bukannya merayakan kehidupan, melainkan bertarung terus-menerus. Pemahaman yang sangat merusak karena hal ini merampas semua kebahagiaan Anda, semua esensi diri Anda, semua keindahan Anda, dan hanya meninggalkan tengkorak hidup yang berebut kekuasaan, uang, dan posisi." - Osho -
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih