Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Wednesday, September 6, 2017

Sejarah Pilu Muslim Rohingya dan Penjajahan Negeri Arakan

Sebelum mencuatnya peristiwa kekerasa yang terjadi terhadap etnis Rohingya, barangkali banyak di antar akita yang tidak begitu mengetahui tentang etnis muslim yang satu ini serta negeri mereka yang bernama arakan.

Arakan, wilayah di mana mayoritas Muslim Rohingya tinggal, sudah ada bahkan sebelum Negara Burma (atau Birma) lahir dan merdeka dari Inggris pada tahun 1948. Kaum Muslimin di sana telah berabad-abad tinggal sebagai kesultanan Islam yang merdeka. Beberapa ulama besar pernah terlahir dari sini, di era modern ini salah seorang ulama yang terlahir dari negeri ini adalah Syaikh Muhammad Ayyub yang menjadi Imam Masjid Nabawi hingga tahun 1417 H.

Para sejarawan menyebutkan bahwa Islam masuk ke negeri itu tahun 877 M pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid. Saat itu Daulah al-Khilafah menjadi negara terbesar di dunia selama beberapa abad. Islam mulai menyebar di seluruh Birma ketika mereka melihat kebesaran, kebenaran, dan keadilannya.

KESULTANAN ARAKAN

Tahukan anda, bahwa jumlah Muslim di Myanmar lebih besar dibandingkan Filipina dan Thailand, jumlahnya sekitar 7 juta hingga 10 juta jiwa. Setengah dari jumlah Muslim Myanmar tersebut berasal dari Arakan, suatu provinsi di barat laut Myanmar. Di sebelah utara, wilayah Arakan mempunyai perbatasan dengan Bangladesh sepanjang 170 km; di sebelah Barat berbatasan dengan pantai yakni Laut Andaman.

Semula Arakan bernama Rohang. Masyarakatnya disebut Rohingya. Pada 1430 Rohingya menjadi kesultanan Islam yang didirikan oleh Sultan Sulaiman Syah dengan bantuan masyarakat Muslim di Benggala (sekarang Bangladesh). Kemudian nama Rohingya diganti menjadi Arakan (konon berasal dari kata rukn dalam bentuk jamak dari kata arab ‘rukun’ yang berarti tiang/pokok) untuk menegaskan identitas keislaman mereka.

Islam mulai datang ke negeri Burma ini di mulai sejak awal hadirnya Islam, yakni abad ke-7. Saat itu daerah Arakan telah banyak disinggahi oleh para pedagang Arab. Arakan merupakan tempat terkenal bagi para pelaut Arab, Moor, Turki, Moghuls, Asia Tengah, dan Bengal yang datang sebagai pedagang, prajurit, dan ulama. Mereka melalui jalur darat dan laut.

Pendatang tersebut banyak yang tinggal di Arakan dan bercampur dengan penduduk setempat. Percampuran suku tersebut terbentuk suku baru, yaitu suku Rohingya. Oleh karena itu, Muslim Rohingya yang menetap di Arakan sudah ada sejak abad ke-7.

Para pedagang yang singgah di pantai pesisir Burma mulai menggunakan pesisir pantai dari Negara Burma (Myanmar) sebagai pusat persinggahan dan juga dapat dijadikan sebagai sebuah tempat reparasi kapal.

Dapat diketahui bahwa Islam mulai masuk ke Burma di bawa oleh para pedagang Muslim yang singgah di pesisir pantai Burma. Pada masa kekuasaan perdagangan Muslim di Asia Tenggara mencapai puncaknya, hingga sekitar abad ke-17, kota-kota di pesisir Burma, lewat koneksi kaum Muslim, masuk ke dalam jaringan dagang kaum Muslim yang lebih luas.

Mereka tidak hanya aktif di bidang perdagangan, melainkan juga dalam pembuatan dan perawatan kapal. Suatu ketika di abad ke-17 sebagian besar provinsi yang terletak di jalur perdagangan dari Mergui sampai Ayutthaya praktis dipimpin oleh gubernur Muslim dengan para administrator tingginya, yang juga Muslim.

Dengan demikian, dapati disimpulkan bahwa kaum Muslimin telah memerintah propinsi Arakan lebih dari tiga setengah abad lamanya, yaitu antara tahun 1430 hingga tahun 1784 M.

Penderitaan Muslim di sana mulai terjadi saat penjajah kerajaan Burma maupun kolonialis Inggris menjajah negeri itu. Berikut tahun-tahun penting penderitaan Muslim Rohingya.

1784 M : Kerajaan Burma berkoalisi menyerang provinsi dan menduduki wilayah Arakan. Mereka membunuh penduduk setempat, membunuh para ulama kaum Muslimin serta para pendakwah. Mereka juga merampok kekayaan kaum Muslimin, menghancurkan bangunan-bangunan islami baik berupa masjid maupun sekolah.

1824 M : Inggris menduduki Burma termasuk wilayah Arakan dan menancapkan penjajahan mereka atas Burma.

1937 : Kolonial Inggris menduduki provinsi Arakan dengan kekerasan dan menggabungkannya ke Burma (yang saat itu merupakan koloni Inggris yang terpisah dari pemerintah Inggris di India).

1942 : lebih dari 100 ribu Muslim dibantai dan ratusan ribu mengungsi ke luar negeri.

1948 M : Inggris memberi Birma kemerdekaan. Sebelumnya, pada 1947 M Inggris menggelar konferensi untuk mempersiapkan kemerdekaan dan mengajak seluruh kelompok dan ras di negeri tersebut kecuali Muslim Rohingya. Pada konferensi itu Inggris menetapkan menjanjikan kemerdekaan kepada tiap kelompok atau suku sepuluh tahun kemudian. Namun pemerintahan Birma tidak mengimplementasikan hal itu. Yang terjadi adalah penindasan terhadap kaum Muslimin yang terus berlanjut.

1962 : terjadi kudeta militer di Burma di bawah pimpinan militer Jenderal Ne Win. Rezim militer melanjutkan ‘tugas penting’ pembantaian terhadap umat Islam. Lebih dari 300 ribu Muslim diusir ke Bangladesh.

1978 : rezim militer mengusir lagi setengah juta Muslim ke luar Birma. Menurut UNHCR, lebih dari 40 ribu orang Muslim terdiri atas orang-orang tua, wanita dan anak-anak meninggal dunia saat pengusiran akibat kondisi mereka yang memprihatinkan.

1982 : operasi penghapusan kebangsaan kaum Muslim karena dinilainya sebagai warga negara bukan asli Burma.

1988 M : lebih dari 150 ribu kaum Muslimin terpaksa mengungsi ke luar negeri. Pemerintah Myanmar menghalangi anak-anak kaum Muslimin mendapatkan pendidikan. Untuk mengurangi populasi, kaum Muslim dilarang menikah sebelum berusia tiga puluh tahun.

1991 : lebih dari setengah juta kaum Muslim mengungsi akibat penindasan yang mereka alami.

setelah terusir dari tanah air mereka, warga Rohingya terapung-apung
di lautan mencaru suaka
2012 : Pada bulan Juni sekelompok ekstrimis melakukan serangan terhadap sebuah bus yang mengangkut Muslim dan membunuh sembilan orang dari mereka. Konflik cenderung dibiarkan oleh pemerintah. Pembunuhan, pembakaran rumah, dan pengusiran terjadi. Puluhan ribu kaum Muslimin keluar dari rumah mereka. Bangladesh menolak untuk membantu kaum Muslim yang tiba di Bangladesh. Negara ini bahkan mengembalikan dan menutup perbatasan untuk saudara Muslimnya. Tidak ada angka yang pasti jumlah korban Muslim, namun diduga puluhan ribu Muslim terbunuh pasca pecahnya kembali konflik pada awal Juni 2012.

Saat ini, banyak warga Arakan yang menetap di Saudi Arabia dan mereka mempublikasi kegiatan komunitas mereka melalui sebuah situs: http://arakanksa.com/wp/ 
loading...

Tuesday, September 5, 2017

Mengapa Orang Berteriak Ketika Marah?

Seorang Ulama berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah Keluarga yang sedang Bertengkar, dan saling Berteriak....

Ulama tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya :

"Wahai muridku,..
Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang Marah..? "

Salah satu Murid menjawab :

" Karena kehilangan Kesabarannya, makanya mereka  Berteriak..."

Si Ulama Bertanya kembali :

" Tetapi.., mengapa harus Berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya..?
Bukankah pesan yang ia sampaikan, bisa ia ucapkan dgn cara Halus...? "

Tanya sang Ulama menguji murid-muridnya.

Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang Ulama berkata :

"Apabila dua orang sedang Marah, maka hati mereka saling Menjauh....
Untuk dapat Menempuh jarak yang Jauh itu, mereka harus Berteriak agar Perkataannya dapat Terdengar....
Semakin Marah,...maka akan Semakin Keras Teriakannya.
Karena Jarak kedua hati semakin Jauh....  "

Begitu juga sebaliknya , di saat kedua insan Saling Jatuh Cinta....
Mereka tidak Saling Berteriak antara yang satu dengan yang  lain....
Mereka Berbicara Lembut, karena Hati mereka Berdekatan....
Jarak antara kedua Hati sangat Dekat..."
Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi ?
Mereka tidak lagi Bicara Mereka hanya Berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang

Pada akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi Berbisik,
Mereka cukup hanya dengan Saling Memandang.....
Sedekat itulah dua insan yang Saling Mengasihi..."

Sang Ulama memandangi Muridnya dan mengingatkan dengan lembut :

" Jika terjadi Pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan Hati kalian Menjauh...
Jangan Ucapkan Perkataan yang membuat Hati kian Menjauh....
Karena jika kita biarkan,.. suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh...."

Semoga kita dijauhkan sifat sifat amarah,
Dianugerahi kelapangan dada dan kesabaran..
Aamiin Yaa Robbal Alamiin..
loading...

Monday, September 4, 2017

Istri Sholat Dhuha, Rezeki Suami dan Keluarga Lancar Insya Allah...

Anda pasangan suami istri baru? Atau mungkin yang sudah lama menbina biduk rumah tangga. Mungkin Anda berdua adalah salah satu pasangan yang mengalaminya. Dan rupanya, cukup banyak yang merasakan pengalaman serupa. Ketika istri rajin sholat dhuha, rezeki suami –termasuk secara khusus penghasilannya- jadi lancar dan melimpah.

Bagaimana bisa menarik kesimpulan seperti itu? Mari kita amati ketika istri rajin sholat dhuha dan istri tidak rajin sholat dhuha. Apalagi jika suami istri berbarengan intensitasnya saat sholat dhuha.

Ketika istri belum mengamalkan sholat dhuha, rezeki biasa-biasa saja. Cukup, tetapi tidak lapang. Penghasilan bulan ini hanya cukup untuk satu bulan, bahkan kadang-kadang kurang. Ada tagihan, ada biaya tak terduga yang harus dibayar, dan lain-lain.

Ketika kemudian istri rajin sholat dhuha, ada rezeki-rezeki lain yang tidak biasanya. Suami yang karyawan kemudian dapat bonus, naik jabatan, dan lain sebagainya. Jika kebetulan suaminya pengusaha, omsetnya meningkat pesat atau mendapat customer baru kelas kakap.

Bisa juga berbentuk lain. Penghasilan belum banyak berubah, namun terasa berkahnya. Lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari sehingga bisa digunakan untuk berinfak dan berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan.

Salah satu keutamaan sholat dhuha adalah setara dengan 360 sedekah.

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Itu baru sholat dhuha dua rakaat. Jika ditambah menjadi empat rakaat, keutamaannya pun bertambah. Selain keutamaan dalam hadits riwayat Muslim di atas, juga mendapat keutamaan dicukupkan rezekinya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Nah, jika istri yang tidak bekerja rajin sholat dhuha lalu mendapat keutamaan terkait rezeki seperti ini, lewat siapakah jalannya? Karena tidak mungkin Allah tiba-tiba menurunkan uang dari langit lalu jatuh tepat di atas sajadah. Allah memiliki sunnah kauniyah. Rezeki itu kemudian dilewatkan suaminya yang berkewajiban memberikan nafkah. Maka Allah pun melancarkan rezeki sang suami.

Sudahkah Anda sholat dhuha hari ini? Jika belum, mulai besok mari kita sempatkan. Belum tahu caranya? Baca tata cara sholat dhuha. Wallahu a’lam bish shawab. [sumber: keluargacinta.com]

loading...

Friday, September 1, 2017

Ibadah Itu Adalah Menjaga Kehormatan Sesama

Ibadah Itu adalah Menjaga Kehormatan Saudara

قال عمر بن عبد العزيز :
" أدركنا السلف وهم لا يرون العبادة في الصوم ، ولا في الصلاة ،
 ولكن في الكف عن أعراض الناس
 فقائم الليل وصائم النهار؛ إن لم يحفظ لسانه ؛ أفْلَس يوم القيامة "
.
التمهيد ١٧ / ٤٤٣.

Umar bin Abdul Aziz berkata:
.
"Kami mendapati salaf, mereka tidak menilai ibadah itu hanya dalam puasa atau sholat, namun ibadah hakiki adalah dengan menahan diri dari menodai kehormatan manusia.
Orang yang sholat di malam hari dan puasa di siang hari jika dia tidak menjaga lidahnya maka dia akan bangkrut/merugi di hari kiamat kelak". (At Tamhid 17/443)

Tak cukup sampai di situ, mereka juga mengajarkan ibadah hakiki ini kepada putra2 mereka.

قال الشيرازي رحمه الله :
.
 " أذكرُ أنّي كنتُ في عهد الطفولة متعبِدًا، قوَّام الليل، مولعًا بالزهد والتقوى.
وذات ليلة كنتُ جالسًا في خدمة أبي، ولم أُغمض عيني طول الليل،
وأخذتُ المصحف العزيز في حجري، وحولنا قومٌ نيام ..... فقلت لأبي : إنَّ واحدًا من هؤلاء لا يرفع رأسه ليصلي ركعتين ، وقد ناموا هكذا كأنهم موتى!.
فقال: يا روح أبيك ! ، لو كنتَ أنتَ أيضًا نمتَ ، لكان خيراً من أن تقع في الخلق "
.
[جنّة الورد / ص١٠٢]

Asy Syirozi berkata:

Aku masih ingat saat aku masih kecil, aku begitu rajin ibadah, sholat mlm, Zuhud dan bertaqwa.

Suatu malam saat aku membantu ayahku dan aku belum memejamkan mataku sepanjang malam itu.

Aku ambil mushaf Al Qur'an di pangkuanku dan disekitar kami banyak manusia yg masih terlelap tidur.

Aku katakan pada ayahku:
Wahai ayah, tak seorang dari mereka mengangkat kepalanya untuk sholat dua rokaat, mereka tidur bagaikan mayat.

Ayahku menjawab: Seandainya kamu juga tidur seperti mereka, itu lebih baik bagimu daripada kamu mencela orang.

(Jannatul Ward hal.102)

Subhanallah....Itulah pendidikan ibadah yg hakiki...
loading...