Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Thursday, August 20, 2015

Selamat Datang Ketentuan Allah... [Kisah Profesor Mesir Yang Menggugah Kesadaran Kita Bersama]

Pada 1 Februari 1953, dilahirkan seorang anak laki-laki, berasal dari keluarga yang sangat sederhana, di daerah pedalaman Mesir, di desa Ar Ruzaiqat, kecamatan Arman, provinsi Qina. Dia 8 bersaudara, 5 laki-laki, 3 perempuan. Dilahirkan dalam keadaan tidak seperti manusia lainnya – tidak memiliki dua kaki-

Ketika berumur 1.5 tahun, ia menderita demam tinggi yang mengakibatkan kelumpuhan pada tubuhnya dan kehilangan penglihatan.

Semenjak itu program untuk mengobatinya menjadi kesibukan keluarganya. Kehidupan mereka terkonsentrasi dari seorang dokter kepada dokter yang lain. Namun sayang, semua dokter sepakat mengatakan bahwa anak itu tidak mungkin diobati, kondisinya tidak akan bisa berubah.

Tentu saja keluarganya merasa sangat sedih. Kematian anak itu menjadi harapan segera bagi orang terdekatnya supaya mereka terbebas dari beban perasaan yang menghimpit. Agar kecemasan yang berkepanjangan cepat berlalu. Namun Allah berkehendak lain.

Untuk memperbaiki perekonomian, keluarganya pindah ke kota Cairo. Mereka tinggal di daerah Mansyiyah ash Shadr. Si anak yang diharapkan kematiannya itu diserahkan untuk menghafal al Qur’an. Pada umur 11 tahun ia bisa menuntaskan hafalannya 30 juz.

Anak itu terus tinggal terpenjara di rumahnya sampai berumur 16 tahun tanpa mengenyam pendidikan sekolah. Sampai seusia itu tidak ada yang ia lakukan selain mengulang hafalan al Qur’an.

Di umur 16 tahun barulah ia mulai masuk bangsu sekolah. Dia bisa langsung duduk di kelas SMP tanpa melalui SD terlebih dahulu karena ia sudah hafal al Qur’an dengan sangat baik.

Sebagaimana biasanya, sebagian anggota keluarga besarnya menyarankan supaya ia masuk sekolah kejuruan yang mengajarkan keterampilan khusus buat orang buta, karena itu yang pantas bagi orang seperti dia, yang tanpa kaki dan penglihatan. Yang lain menyarankan supaya dia tetap di rumah saja seperti sebelumnya. Dan yang lain lagi berharap supaya ia segera mati, karena tidak ada manfaatnya bila ia hidup lebih lama lagi. Kematian adalah hal terbaik bagi manusia buta dan lumpuh seperti dirinya!!

Akan tetapi ia tetap keras untuk bersekolah. Dan ayahnya mendukung hal itu.

Alhamdulillah, bangku SMP ia lalui dengan sangat baik. Dia lulus dengan nilai mencengangkan. Kemudian ia melanjutkan sekolah ke tingkat SMA. Selama 4 tahun. Selama itu ia datang ke sekolah dengan cara digendong atau merangkak di tanah. Baik di musim panas maupun dingin. Kondisi tersulit yang ia alami ketika ia harus merangkak ke sekolah ketika hujan turun di musim dingin karena tidak ada yang punya kesempatan menggendongnya. Harus merangkak di atas tanah yang becek tidak menyurutkan keinginannya untuk menuntut ilmu.

Pada tahun terakhir SMA diberitakan bahwa ia tidak lulus ujian akhir. Kabar itu memberika tamparan keras kepada dirinya. Namun itu semua ia terima dengan senyuman. Tapi akhirnya ia mendapatkan kejutan kalau ia sebenarnya lulus ujian. Karena tempat keluar nama orang buta berbeda dengan orang yang bisa melihat.

Setelah tamat dari SMA ia ingin melanjutkan ke kuliah bahasa dan terjemah, sebab ia bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Kemampuan itu ia miliki berkat banyak mendengar pelajaran bahasa Inggris. Setelah mempertimbangkan lebih dalam, ia merubah keinginannya itu. Akhirnya ia melanjutkan pendidikan di kuliah Ushuluddin.

Ijazah S 1 di jurusan Dakwah Islamiyah berhasil ia peroleh pada tahun 1979. Setelah itu ia kembali mengulang kuliah di Fakultas yang sama di jurusan Tafsir. Tahun 1983 ia berhasil mendapatkan ijazah S 1 yang kedua.

Dia tidak puas hanya dengan dua ijazah S 1. Dia ingin meningkat kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sekalipun harus melalui melalui rintangan dan kesulitan yang tidak ringan, apalagi bagi orang seperti dia, ditambah lagi S 2 al Azhar yang model kesusahannya tidak ada duanya di universitas manapun di dunia, dia tetap ngotot untuk menyelesaikan program masternya. Kesulitan itu justru menjadikan semangatnya semakin berkobar-kobar.

Dalam masa tujuh tahun, mulai tahun 1980-1987 ia ditunjuk oleh Departemen Agama Mesir sebagai imam dan khatib. Di tengah-tengah menjalankan tugas itu ia berhasil menyelesaikan S 2 nya. Tepatnya pada tahun 1986 dengan nilai cum laude. Tesisnya berjudul “Metode Islam Dalam Meningkatkan Perekonomian”.

Setelah lulus S 2 ia diangkat menjadi asisten dosen di jurusan Dakwah Islamiyah Universitas Al Azhar. Sekaligus ia juga mendaftar untuk melanjutkan pendidikan di program S 3 dengan judul disertasi “Dakwah Islam di Abad ke-16”. Tiga tahun setelah itu, tepatnya tahun 1989 ia berhasil menggondol gelar doktor dengan nilai summa cum laude.

Karirnya pun menanjak sampai ia memegang jabatan sebagai ketua jurusan Tsaqafah Islamiyah di Fakultas Dakwah Al Azhar. Puluhan tesis dan disertasi sudah ia bimbing dan semuanya lulus dengan nilai “mumtaz”.

Dia juga aktif melahirkan karya tulis berbentuk buku, mengisi acara di radio dan televisi, bacaan al Qur’an dengan berbagai qiraat, dan juga ada ceramah dalam bahasa Inggris di media elektronik negara-negara Arab.

Adapun status sosialnya, ia pernah menikah selama 15 tahun, mulai pada tahun 1993-2008. Takdir Allah tidak mengizinkan rumah tangganya berlanjut, dan berakhir dengan perceraian. Dan Allah juga tidak mentakdirkannya memiliki keturunan.

Kondisi kesehatannya, saat ini ia menderita penyakit gula dan penyakit yang berhubungan dengan lambung serta pencernaan.

Tahukah anda siapakah orang yang aku ceritakan? Dia adalah diriku, Profesor DR. Zaky Muhammad Ahmad Utsman.

Sengaja aku ceritakan perihal diriku ini, semoga bisa memberikan motivasi bagi saudara-saudaraku yang mengalami kesulitan dalam hidup. Betapa diriku menghadapi kesulitan dan kekerasan hidup dengan cacat yang tidak ringan ini (tanpa kaki dan penglihatan), tapi aku tidak pernah pesimis dan putus asa. Aku juga tidak menyesali takdir yang diturunkan Allah kepadaku. Karena aku merasakan ada Allah yang selalu mendampingi, membimbing dan membantuku dalam setiap kesulitan.

Tidak dipungkiri, kadang-kadang aku ditimpa kepanikan karena ujian hidup yang terlalu berat. Akan tetapi betapa cepatnya Allah membukakan hikmah dari cobaan itu. Yang merubah segala ujian menjadi karunia. Hatiku menjadi lapang, dan aku ucapkan “Selamat Datang Ketentuan Allah”. Selamat datang segala ujian, cobaan dan musibah. Aku terima dengan reda selama itu adalah takdir dari Allah.

Setiap aku ingat masa laluku yang sudah jauh berlalu, aku buka lembaran-lembaran sejarah hidupku, aku perhatikan satu persatu fase-fase yang sudah aku tapaki, aku berkata: “Benar sekali apa yang difirmankan Allah: “Allah Maha Mengetahui sedangkan engkau tidak mengetahui”.

Coba bayangkan, apa yang akan ditunggu oleh seorang anak kecil buta lagi lumpuh? Apa yang mungkin bisa ia persembahkan untuk dirinya sendiri, apalagi untuk orang lain?

Andaikan Allah memberikan pilihan kepadaku di waktu aku kecil antara bisa melihat atau buta, pasti aku memilih untuk bisa melihat. Jika Allah memberikan pilihan kepadaku antara lumpuh atau bisa berjalan, pastilah aku memilih bisa berjalan. Akan tetapi sekarang, pada setiap detik dari kehidupanku aku melihat hikmah yang sangat besar dari setiap takdir dan ketentuan yang Allah berikan terhadap diriku. Aku semakin yakin bahwa pilihan Allah lebih baik dari pada pilihanku sendiri.

Sekarang aku sudah siap-siap meninggalkan dunia dan menghadap ke akhirat. Aku persembahkan kisah ringkas dari kehidupanku ini, semoga bisa menjadi penawar bagi setiap orang yang dirundung sedih, kecewa, susah dan keberatan merima ketentuan Allah. Semoga ini bisa menjadi pesan nyata bahwa Allah tidak menciptakan kita supaya kita letih dan susah, tidak menguji kita dengan tujuan mengazab kita, tapi semua diberikan Allah untuk mendidik kita.

Percayalah pada takdir Allah. Hadapilah kehidupan bagaimanapun keadaannya dengan senyum. Selalulah bersama Allah supaya Allah mempersamaimu. Redalah kepada Allah supaya Allah juga reda kepadamu.

………….

Sebagaimana dikisahkan oleh Prof. Dr. Zaky Utsman pada pengajian di Mesjid As Salam Hay 10 Nasr City Cairo dan dituliskan dalam kata pengantar buku “Marhaban bi Qadhaillah” karya Syekh Muhammad Sayyid Makky Imam dan Khatib Mesjid As Salam.
loading...

Wednesday, August 19, 2015

Suatu Masa, Kita Akan Jadi Berita... Sudah Siapkah Kita...

Saudaraku... terbayangkah olehmu, suatu saat berdering SMS di handpone salah seorang sahabatmu, bunyinya begini:

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un...
Telah berpulang ke rahmatullah saudarakita.. di Fulan bin Fulan, dan akan dikebumikan di..
Semoga arwahnya diterima di sisi Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Amin...

Saudaraku, coba engkau bayangkan jika nama Fulan bin Fulan itu adalah namamu...

Cepat atau lambat, entah esok, lusa, pekan depan, bulan depan, tahun depan, atau sepuluh dua puluh tiga puluh empat puluh lima puluh tahun lagi.. entah kapan, hanya Allah Swt yang Maha Tahu.

Saudaraku,
Siapkah engkau jika hari itu datang?

Kematian tidak menunggu engkau jadi orang soleh dulu. Karena itu, solehkanlah dirinya sebelum ia datang, bergaullah dengan sesama manusia dengan baik!

Jika pertandingan sepak bola selama 2 jam
Sinetron selama satu jam
Film sinema 150 menit
Sanggup engkau tonton selama itu...

Mengaapa sholat yang hanya 5 menit engkau merasa berat?

Saudaraku,,,
Ingatlah bahwa Jahannam itu kekal selamanya
dan Surga itu juga kekal selamanya...

Jika di WhatsApp engkau punya 300 teman
Di handphoe engkau punya 80 kontak sahabat
di Facebook 1000 teman
di lingkunganmu 50 kawan

Tapi ketika engkau sangat membutuhkan mereka
Kadang mereka tidak ada untukmu
Engkau tanggung sendiri
Apatah lagi di dalam kuburan,
Engkau tetap sendiri, dan pasti sendiri...

Jangan heran, karena begitulah kehidupan

Jadi yang perlu engkau ingat,
Ciptakanlah sahabatmu sebanyak-banyaknya
Sahabatmu itu bernama sholat, sedekah, ayat-ayat quran yang engkau baca
Jangan berduka ketika kawanmu pergi,
tapi menangislah ketika sholat engkau tinggalkan

Tangisilah dirimu
Yang telah membiarkan Al-Qur'an 3 hari tanpa dibaca

Hari-hari di dunia ini hanya 3 hari
Hari kemarin: ia takkan kembali
Hari ini: itulah yang sebenarnya harimu
dan Hari esok: belum tentu engkau raih

Setiap hari engkau dengar berita kematian,
Laksana sejuta petir yang setiap detik menyambar di angkasa
Berbagai sebab
Kecelakaan, sakit, jantungan, terjatuh di kamar mandi,
Semua kembali ke dalam tanah.
Pasti, suatu saat pun engkau akan kembali ke san
menempuh perjalanan tanpa kata kembali

Semoga Allah Swt mengaruniakan kepada kita Husnul Khatimah
dan mengumpulkan kita di akhirat bersama orang-orang sholeh
Amin...

Sebarkan pesan ini ke saudara-saudara kita yang seiman, yang kita cintai karena Allah..
loading...

Tuesday, August 18, 2015

[Kisah Nyata]: Teruslah Menjadi Orang Baik...

Anda percaya bahwa kebaikan itu adalah sumber lapangnya rezeki? Kalau masih kurang yakin, bacalah kisah nyata ini.

Kisah ini diceritakan oleh seorang penumpang angkutan kota (angkot) yang dialaminya sendiri. Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita semua.

Ia bercerita:

Suatu hari di sebuah kota yang ramai, supir-supir angkot saling menyalip berebut penumpang. Tak jauh di depan angkot yang kutumpangi seorang ibu dan 3 anak nya berdiri di tepi jalan. Setiap angkot yang berhenti dan berbicara dengan si ibu, langsung melaju kembali, terus terulang ber-kali-kali.
‎
 Saat angkot yang kutumpangi berhenti, si ibu bertanya,

"Dik, lewat terminal bis ya?"

Supir menjawab :

"Ya bu". Si ibu tak segera naik, berkata lirih :

"Tapi saya hanya punya ongkos untuk saya sendiri, sementara tiga anak-anak ini tidak punya ongkos". ujar Ibu tersebut.

Sambil tersenyum, supir itu menjawab, "Tidak apa-apa bu, naik saja."

Si ibu tampak ragu-ragu.

Sang supir mengulangi perkataannya, "Ayo bu, naik saja, tidak apa-apa."

Disaat angkot lain berlomba mencari penumpang mengejar setoran, supir yang satu ini rela 4 kursi penumpangnya digratiskan.

Sampai di Terminal Bis, 4 org penumpang itu pun turun, dan mengucapkan terima kasih kepada sang sopir. Namun di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun dan membayar Rp. 25.000,-.

Ketika Supir akan memberi kembalian, pria itu berkata , "Untuk ongkosku dan 4 orang penumpang tadi. Teruslah jadi orang baik ya dik ", kata pria tersebut kepada supir angkot muda itu.

Sang supir itu tertegun, lalu tersenyum dan melaju. ‎

Seorang Ibu yg jujur.
Seorang Supir yg baik hati.
Seorang Penumpang yg dermawan.
Mereka saling mendukung dalam berbuat kebaikan. ‎
‎
Saudara-saudariku tercinta...

Waktu yang diberikan kepada kita sangat terbatas  dan waktu yang sudah kita lewati tidak pernah kembali, marilah kita terus berbuat baik, jangan berhenti dan jangan pernah merasa lelah untuk berbuat kebajikan...
loading...

Saturday, August 15, 2015

[Inspirasi]: Bagaimanapun, Keluarga Adalah Segalanya...

Berbahagialah kita yang masih memiliki keluarga, saat dimana masih banyak saudara-saudara kita yang hidup sebatang kara tanpa adanya dukungan dari keluarga mereka .

Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas tentang pentingnya peran keluarga bagi kita, bahkan ungkapan bahwa "keluarga adalah segala nya" memang benar adanya.

Keluarga, peran mereka sangat kita butuhkan dalam mengarungi samudera kehidupan yang berliku dan penuh gejolak persoalaan hidup ini.

Menurut bahasa, kata keluarga dalam bahasa Indonesia konon berasal dari bahasa Sanskerta: "kulawarga", yaitu kalu=ras" dan "warga" yang berarti "anggota". Keluarga diartikan sebagai lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.

Sebagai kelompok sosial, keluarga terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Lantas, bagaimana arti penting keluarga dalam kehidupan ini?

1. Tempat Pembelajaran
Keluarga adalah tempat dimana kita mulai belajar untuk bersosialisasi, belajar untuk saling menghargai dan belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik hari demi hari serta belajar untuk mengenal norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. Keluarga sangat memiliki andil yang besar dalam membentuk kepribadian kita. Keluarga juga merupakan tempat dimana kita mulai belajar dalam menjalani hidup dan mengenal baik atau buruknya sesuatu serta membuat hidup kita lebih bermakna.

2. Tempat Bernaung
Kisa sadari atau tidak, di tengah-tengah keluarga lah kita mendapatkan perlindungan dan kasih sayang. Perlindungan dari hal-hal yang bisa membahayakan dan merugikan diri kita, serta tempat yang selalu memberikan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih dan tidak ternilai harganya, sehingga memberikan kita rasa aman dan nyaman.

3. Tempat Berkeluh Kesah
Apapun masalah yang sedang kita hadapi, keluarga adalah tempat yang selalu bersedia menampung dan menerima segala keluh kesah kita dan tentunya memberikan jalan keluar yang terbaik dari semua persoalan yang kita hadapi di kehidupan kita.

4. Orang-orang Yang Selalu Memikirkanmu
Kita bisa punya sahabat, teman dan lain sebagainya, namun sadarkan kamu bahwa keluarga adalah orang-orang yang paling memikirkan kita? Keluarga kita pastinya mengharapkan segala yang terbaik untuk diri kita, serta tentunya memberikan dukungan kearah yang positif sebagai modal kita dalam menjalani kehidupan ini.

5. Jati Diri Kita
Segala hal baik dan buruk yang kita lakukan diluar lingkungan keluarga, pastinya akan membawa nama keluarga kita. Misalkan saja jika kita berprestasi di lingkungan masyarakat, ataupun tingkat nasional maupun tingkat internasional tentunya nama keluarga kita akan terangkat martabat nya, sebaliknya jika kita melakukan tindakan kriminal dan hal-hal tidak baik lainnya, nama keluarga kita pun akan terkena imbas dari perilaku buruk yang kita lakukan.

6. Sepanjang Jalan
Hubungan kita bisa saja terputus dengan sahabat, teman, maupun pacar, akan tetapi hubungan dengan keluarga tidak akan pernah terputus sampai kapanpun. Maka dari itu hendaknya hubungan dengan keluarga selalu kita bina dengan baik karena keluarga merupakan orang-orang yang paling dekat dengan kita. Saling harga menghargai adalah kuncinya. Segala permasalahan yang terjadi bisa dibicarakan secara kekeluargaan tanpa adanya perselisihan dan perpecahan di dalam keluarga.

Di zaman sekarang ini kita bisa lihat di sosial media, banyak orang yang membuka aib keluarga nya sendiri terang-terangan, padahal ngebuka aib keluarga sendiri berarti membuka aib diri kita sendiri. Yang paling miris lagi, banyak kita lihat ABG labil yang dengan teganya memaki-maki orang tuanya di sosial media. Seharusnya baik dan buruk nya situasi yang terjadi di keluarga kita hendaknya jangan di beberkan di tempat yang bukan seharusnya. Memang terkadang ada saatnya kita merasa kecewa dengan anggota keluarga kita, tapi alangkah baik nya perbuatan diatas tidak kita lakukan, karena dengan cara tersebut orang akan rendah menilai diri kita dan tentunya juga membuat malu keluarga kita sendiri. Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya jika diselesaikan dengan kepala yang dingin.

sumber: kaskus
loading...

Friday, August 14, 2015

[Kisah Nyata]: Seorang Istri Yang Mampu Membuat Suaminya Tergila-gila Padanya

Banyak pasangan suami istri yang merasakan suasana hambar setelah menikah, padahal di awal kehidupan mereka, saat pengantin baru, mereka begitu harmonis dan mesra.

Bahkan, sebelum mereka memasuki biduk rumah tangga, di masa pacaran, keindahan rumah tangga seakan telah mereka rasakan, tapi mengapa setelah mereka memasuki biduk tersebut, semuanya menjadi biasa saja?

Banyak istri yang mengeluhkan berubahnya sikap suami! Suami yang dulu penyayang, berubah jadi tidak perhatian. Suami yang dulu mesra, berubah jadi tak berselera. Apa yang terjadi?

Jika engkau mengalami itu, wahai kaum wanita, alangkah baiknya anda membaca kisah di bawah ini. Anda akan tahu bagaimana trik membuat suami anda tergila-gila pada anda seumur hidup! Bahkan setelah kulit anda keriput dan wajah anda tak lagi cantik berseri!

Bagaimana rahasianya? Alkisah, ada seorang Ayah bercerita pada anak perempuannya tentang bagaimana ia begitu tergila-gila pada sang istri, ibu dari putrinya tersebut.

Sang ayah sudah sangat tua, tapi cintanya kepada istri terus membara bagai api abadi yang tak kunjung padam.

Suatu ketika, keluarga ini dihadikan dalam sebuah talkshow televisi. Sang istri yang menakjubkan itu pun diundang untuk membeberkan rahasianya: rahasia mengapa sang suami begitu mencintainya dan tergila-gila padanya.

Sang presenter bertanya:

"Apakah hal itu karena anda pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?"

Wanita itu menjawab :

“Tidak... bukan itu rahasianya! Sesungguhnya rahasia kabahagiaan suami istri ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka.

Jangan Anda katakan karena harta ! Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya.

Jangan pula Anda katakan karena anak-anak ! Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluh namun sang suami tak mencintainya, bahkan mungkin menceraikannya.

Dan betapa banyak istri yang pintar memasak. Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami.”

Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap:

“Lantas apa gerangan ‪rahasianya..?”

Wanita itu menjawab:

“Saat suamiku marah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku  tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf. Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.”

“Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja..?” tukas presenter.

Wanita itu segera menjawab:

“Jangan Anda lalukan itu! Sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang.
Setelah ia tenang, aku katakan padanya; 'Apakah kamu sudah selesai?'
Selanjutnya aku keluar….
Sebab ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya.
Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.”

“Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda menghindar darinya dan tidak berbicara dengannya selama sepekan atau lebih?” tanya presenter penasaran.

Wanita itu menasehati :

“Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda. Saat Anda menghindar darinya sepekan sedang ia ingin meminta maaf kepada Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah. Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.”

“Lalu apa yang Anda lakukan..?” tanya sang presenter terus mengejar.

Wanita itu menjawab:

“Selang dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, Silakan diminum. Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.”

“Apakah Anda marah padanya..?” ucap presenter dengan muka takjub.

‎Wanita‬ itu berkata:

“Tidak... Justru di saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut.”

“Dan Anda mempercayainya..?” ujar sang presenter.

Wanita itu menjawab :

“Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh. Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang..?”

“Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?” potong sang presenter.

“Harga diri apa? Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami.
Dan sejatinya antara ‎suami‬ ‎istri‬ sudah tak ada lagi yang namanya harga diri. Harga diri apa lagi..?!!
Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda!”
loading...