Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Thursday, March 9, 2017

Berbagai Macam Orang-Orang Yang Mencintaimu...

Orang yang mencintai anda dengan mata dipejam ialah KEKASIH
Orang yang mencintai anda dengan mata dibuka ialah SAHABAT
Orang yang mencintai anda dengan mata berkelipan ialah PASANGAN
Org yang mencintai hingga anda menutup mata ialah IBU
Org yang mencintai anda dengan tiada ekpresi mata ialah BAPAK
__________
IBU - Memperkenalkan anda kepada dunia.
BAPAK - Memperkenalkan dunia kepada anda.
_________
IBU : Membawa anda kepada kehidupan.
BAPAK   : Membawa kehidupan kepada anda.
__________
IBU : Menjaga anda supaya tidak lapar.
BAPAK  : Membuat anda tahu makna lapar.
__________
IBU : Memberi anda kasih sayang.
BAPAK : Memberi anda tanggungjawab.
__________
IBU : Mengajar anda supaya tidak terjatuh.
BAPAK : Mengajar anda bangun bila terjatuh.
__________
IBU : Mengajarkan anda berjalan.
BAPAK : Mengajarkan anda jalan hidup.
__________
IBU : Mengajar anda melalui pengalamannya.
BAPAK : Mengajar anda untuk mendapatkan pengalaman.
__________
IBU :  Memperkenalkan ideologi
BAPAK :  Memperkenalkan realitas
_________
KASIH IBU diketahui semenjak anda dilahirkan.
KASIH BAPAK diketahui bila dia sudah tiada.
_________
Kasihilah BAPAK anda.
Sayangilah IBU anda
_________

Selagi mereka masih ada.... rumah tidak akan berseri tanpa kehadiran anak tapi rumah akan lebih sunyi bila IBU BAPAK sudah tiada....

Ini sekadar renungan bersama buat kita sebagai ANAK dan sebagai IBU BAPAK bagi anak-anak kita.

Aamiin Yaa Rabb
loading...

Wednesday, March 8, 2017

Muhasabah.... Begitu Halusnya Waktu Pergi Meninggalkan Kita...

Menipu kita yang terlena...
Belum sempat 'Berdzikir Pagi' tahu-tahu hari 'Sudah Menjelang Siang',
Belum sempat 'Bersedekah Pagi', tak terasa 'Matahari Sudah Meninggi'...

Rencana jam 9 mau 'Shalat Dhuha', tiba-tiba 'Adzan Dzuhur' sudah terdengar...
Kepinginnya setiap pagi membaca '1 Juz ayat-ayat Al-Qur'an', menambah hafalan 'Satu Hari Satu Ayat', tapi yaa itu 'Hanya Kepingin' saja...

Komitmen tidak akan melewatkan malam kecuali dengan 'Tahajud dan Witir', sekalipun hanya '3 Raka'at Singkat', namun semua itu 'Hanya Sebuah Rencana'...

Akan terus beginikah Nasib Hidup menghabiskan umur???...
'Berhura-hura Dengan Usia'???...

Lalu tiba-tiba masuklah Usia di angka 30, sebentar kemudian menjadi 40, tak lama terasa sudah menjadi 50, dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan sebutan "Kek... Nek..." pertanda kita sudah tua dan cucu-cucu kita pun sudah di SD, SMP...

Lalu sambil Menunggu Ajal tiba, sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat 'Pernah Berbuat Apa' ??? ...
Astaghfirullah…
Ternyata Tak Seberapa
Sedekah dan infaq 'Cuma Sekedarnya'...
Mengajarkan ilmu tak pernah ada, Silaturrahmi Rusak Semua...
Apalagi Silaturrahmi kepada Sang Khaliq...
Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan disaat harus berpisah dari tubuh pada waktu Sakaratul Maut...???.

Tambahkan usiaku ya Allah,
aku Butuh Waktu untuk beramal dan berbekal sebelum Kau akhiri ajalku...

Belum cukupkah Menyia-Nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun ???...

Butuh Berapa Tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang sore dan malam hari, butuh berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar bisa 'Mempersiapkan Diri' untuk Siap Mati???...

Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya, maka 1000 tahunpun Tidak Akan Pernah Cukup bagi orang orang yang terlena...

Maka benar katamu wahai Rasul Allah:
نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس : ألصحة والفراغ...
"Ada 2 nikmat yg membuat kebanyakan manusia lalai atau terperdaya olehnya, yaitu *Sehat & Sempat

Yaa Rabb Jadikan sisa umur kami untk ibadah PadaMU. Amiin

Sebarkan untk Mengingatkan diri dan saudara-saudara kita..
Salam semangaat dan sukses  utk semuanya...
loading...

Tuesday, March 7, 2017

[Kisah Hikmah] Keikhlasan Sumbar Kemuliaan...Kisah Seorang Buruh Tukang Cuci...

Kisah ini dituturkan oleh seorang Ustad dalam sebuah ceramah. Beliau mendengarnya langsung dari seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya:

Alkisah,

Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibuu.

“600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… .

“Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya.

Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus.

“Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yang sedang rebahan sampai akhirnya terbangun.

“Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap,
“Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa ,

“Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,

”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.
loading...

Monday, March 6, 2017

Kisah Raja dan Pelayannya Yang Dipenjara

Ada seorang Raja yang mempunyai seorang pelayan, yang dalam setiap kesempatan selalu berkata kepada sang Raja:

"Yang Mulia, jangan khawatir, karena segala sesuatu yang dikerjakan Allah adalah sempurna, Ia tak pernah salah."

Suatu hari, mereka pergi berburu, pada saat mana seekor binatang buas menyerang sang Raja. Si pelayan berhasil membunuh binatang tersebut, namun tidak bisa mencegah Rajanya dari kehilangan sebuah jari tangan.

Geram dengan apa yang dialaminya, tanpa merasa berterima kasih, sang Raja berkata,

"Kalau Allah itu baik, saya tidak akan diserang oleh binatang buas dan kehilangan satu jari saya..!"

Pelayan tersebut menjawab,

"Apapun yang telah terjadi kepada Yang Mulia, percayalah bahwa Allah itu baik dan apapun yang dikerjakanNya adalah sempurna, Ia tak pernah salah."

Merasa sangat tersinggung oleh respon pelayannya, sekembalinya ke istana, sang Raja memerintahkan para pengawalnya untuk memenjarakan si pelayan. Sementara dibawa ke penjara, pelayan tersebut masih saja mengulangi perkataannya:

"Allah adalah baik dan sempurna adanya."

Dalam suatu kesempatan lain, sang Raja pergi berburu sendirian, dan karena pergi terlalu jauh ia ditangkap oleh orang-orang primitif yang biasa menggunakan manusia sebagai korban.

Diatas altar persembahan, orang-orang primitif tersebut menemukan bahwa sang Raja tidak memiliki jari yang lengkap. Mereka kemudian melepaskan Raja tersebut karena dianggap tidak sempurna untuk dipersembahkan kepada dewa mereka.

Sekembalinya ke istana, sang Raja memerintahkan para pengawal untuk mengeluarkan si pelayan dari tahanan, dan Raja itu berkata:

"Temanku.. Allah sungguh baik kepadaku. Aku hampir saja dibunuh oleh orang primitif, namun karena jariku tidak lengkap, mereka melepaskanku."

Tapi aku punya sebuah pertanyaan untukmu.

"Kalau Allah itu baik, mengapa Ia membiarkan aku memenjarakanmu ?

Sang pelayan menjawab: "Yang Mulia, kalau saja baginda tidak memenjarakan saya, baginda pasti sudah mengajak saya pergi berburu, dan saya pasti sudah dijadikan korban oleh orang-orang primitif sebab semua anggota tubuh saya masih lengkap."
       
Semua yang dikerjakan Allah adalah sempurna, Ia tak pernah salah. Seringkali kita mengeluh mengenai hidup kita, dan pikiran negatif pun membunuh pikiran kita yang positif

Marilah berpikir positif dan percayalah akan kebaikan Allah setiap saat.

Allah pasti tahu mengapa Ia memilih kita untuk membaca pesan ini. Berbagilah dengan orang-orang yang kita kenal.

Selamat berbaik sangka kepada Allah, atas segala kejadian & keadaan hidup kita..

Barokallohu fiikum...
loading...

Sunday, March 5, 2017

Tata Cara Sholat Di Dalam Pesawat Terbang

Sholat merupakan ibadah utama dalam Islam. Karena itu, pengetahuan tentang sholat mutlak diperlukan oleh setiap muslim.

Beberapa waktu lalu kita sudah membahas tentang berbagai persoalan yang sering dipertanyakan dalam sholat, misalnya tata cara sholat jamak ta'khir, atau juga tentang sholat sendirian di belakang shaf, dan lain sebagainya.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan bahas pula tentang suatu persoalan yang cukup penting mengenai sholat, khususnya bagi kaum muslimin yang sering bepergian, yaitu tentang tata cara sholat di dalam pesawat terbang.

Ketentuan shalat di atas pesawat, sama dengan shalat di atas kendaraan lainnya. Meskipun ini kasus modern, namun ini sudah ditulis yang serupa sejak zaman an-Nawawi. Beliau menyebutkan dalam kitabnya al-Majmu’ (3/214) sebuah permasalahan yann mirip dengan shalat di atas pesawat. Beliau mengatakan, ‘Sah shalat seseorang yang diangkat di atas kasur, di udara.’

Mengenai cara shalat di atas pesawat, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan,

Pertama, dalam shalat wajib, berdiri merupakan rukun shalat, bagi yang mampu.

Dalam hadis dari ‘Imron bin Hushoin – sahabat yang punya penyakit bawasir – dia menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai cara shalatnya.

Beliau bersabda,

صَلِّ قَائِمًا  فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا  فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ
“Shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu, silahkan sambil duduk. Jika tidak mampu, maka sambil berbaring miring.” (HR. Bukhari 1117).

Di beberapa pesawat Saudi, disediakan mushola. Dalam kondisi tenang, memungkinkan bagi penumpang untuk shalat dengan posisi berdiri. Da jika tidak memungkinkan, atau dikhawatirkan terjadi turbulensi secara tiba-tiba, dibolehkan untuk shalat sambil duduk.

Lajnah Daimah untuk Fatwa Saudi Arabia ditanya, “Bolehkah shalat di pesawat sambil duduk karena malas, padahal sebenarnya mampu melakukan dengan berdiri?”

Jawab para ulama di sana,

“Tidak boeh shalat sambil duduk di pesawat, juga di kendaraan lainnya ketika mampu untuk berdiri. Allah Ta’ala berfirman,

وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ


“Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’” (QS. Al Baqarah: 238).

Dalam hadits dari ‘Imran bin Hushain juga disebutkan,
“Shalatlah sambil berdiri. Jika tidak mampu, maka sambil duduk. Jika tidak mampu, maka sambil berbaring (ke samping).” Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya. Kemudian ditambahkan pula, “Jika tidak mampu maka shalatlah sambil terlentang.” Wa billahit taufiq. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah no. 12087, pertanyaan no. 7)

Kedua, boleh menghadap ke arah manapun, sesuai arah pesawat.

Sahabat Jabir bin ’Abdillah radhiyallahu ‘anhuma bercerita,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّى عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ  فَإِذَا أَرَادَ الْفَرِيضَةَ نَزَلَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan shalat sunnah di atas kendaraannya sesuai dengan arah kendaraannya. Namun jika ingin melaksanakan shalat fardhu, beliau turun dari kendaraan dan menghadap kiblat.” (HR. Bukhari 400).

Menghadap kiblat saat shalat fardhu termasuk syarat shalat. Hanya saja, untuk shalat di atas kendaraan, bisa jadi gugur kewajiban menghadap kiblat. Meskipun tetap dianjurkan ketika takbiratul ihram menghadap kiblat terlebih dahulu, sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Beliau menceritakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَافَرَ فَأَرَادَ أَنْ يَتَطَوَّعَ اسْتَقْبَلَ بِنَاقَتِهِ الْقِبْلَةَ فَكَبَّرَ ثُمَّ صَلَّى حَيْثُ وَجَّهَهُ رِكَابُهُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersafar dan ingin melaksanakan shalat sunnah lantas beliau mengarahkan kendaraannya ke arah kiblat. Kemudian beliau bertakbir, lalu beliau shalat sesuai arah kendaraannya.” (HR. Abu Daud 1225, dan dihasankan al-Albani).

Di pesawat, kondisi ini tidak mungkin. Karena penumpangn tidak mungkin mengarahkan pesawat ke kiblat, agar bisa takbiratul ihram. Karena itu, anda bisa shalat dengan menghadap ke manapun sesuai arah pesawat.

Allahu a’lam.
loading...