Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Wednesday, December 7, 2016

Perbedaan Antara Karomah Para Wali dan Kahanah Perdukukan

Terkadang, antara karomah dan kahanan terlihat sama dalam pandangan manusia, keduanya sama-sama berupa peristiwa yang menakjubkan di luar kebiasaan yang ada.

Karomah berasal dari karunia Allah Swt bagi hamba yang dicintai-Nya, sedangkan kahanah berasal dari setan.

Nah, bagaimana cara membedakannya? Syaikh As Sa'di berkata:

وشرط كونها كرامة أن يكون من جرت على يده هذه الكرامة مستقيمًا على الإيمان ومتابعة الشريعة ، فإن كان خلاف ذلك فالجاري على يده من الخوارق يكون من الأحوال الشيطانية

"Syarat dikatakan karomah adalah ia terjadi pada orang yang lurus imannya dan mengikuti syariat. Jika tidak demikian maka keajaiban yang terjadi padanya adalah dari setan" (Tanbihat Al Lathifah, 107).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin juga menjelaskan:

والكرامة موجودة من قبل الرسول ومن بعد الرسول إلى يوم القيامة ، تكون على يد ولي صالح ، إذا عرفنا أن هذا الرجل الذي جاءت هذه الكرامة على يده هو رجل مستقيم قائم بحق الله وحق العباد عرفنا أنها كرامة . وينظر في الرجل فإذا جاءت هذه الكرامة من كاهن – يعني : من رجل غير مستقيم - عرفنا أنها من الشياطين ، والشياطين تعين بني آدم لأغراضها أحياناً

"Karomah sudah ada sebelum diutusnya Rasulullah dan tetap ada sepeninggal beliau hingga hari kiamat. Karomah terjadi pada seorang wali yang shalih. Jika orang yang terjadi karomah pada dirinya kita ketahui ia adalah orang yang lurus agamanya, menjalankan hak-hak Allah, dan menjalankan hak-hak hamba, maka kita ketahui itu adalah karomah.

Dan kita lihat seksama pada orang tersebut, jika karomah tersebut terjadi pada seorang dukun, yaitu orang yang tidak lurus agamanya, maka kita ketahui ia adalah dari setan. Setan terkadang membantu manusia untuk melancarkan tujuan-tujuan setan" (Liqa Baabil Maftuh, 8/84).
loading...

Tuesday, December 6, 2016

Download Kalender 2017 Gambar Aksi Bela Islam III 212 PDF dan JPG Lengkap Dengan Hari Libur

Bagi yang berminat, silakan download kalender tahun 2017 dengan gambar aksi bela Islam III 212, lengkap dengan tanggal merah hari libur nasional.

Kalender tersedia dalam format gambar JPG maupun PDF.



Untuk versi PDF siap cetak, silahkan downloan di l,ink di bawan ini:

Download Kalender Aksi Bela Islam III 212 Format PDF
(via Mediafire, ukuran 3 Mb)

Semoga bermanfaat!

loading...

Harta, Cobaan Terberat Bagi Umat Islam...

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ

Sesungguhnya bagi setiap umat ada cobaan, dan cobaan bagi umatku adalah harta.” [HR. At-Tirmidzi dari Ka’ab bin ‘Iyadh radhiyallahu ’anhu, Ash-Shahihah: 592]

Beberapa_Pelajaran:

1) Hadits yang mulia ini memperingatkan agar berhati-hati dari berbagai kenikmatan dan kemewahan dunia yang dapat melalaikan manusia dari mengingat Allah ta’ala dan membuat lupa kenikmatan yang hakiki di akhirat kelak.

➡ Al-Imam Al-Mubarakfuri rahimahullah berkata,

أَيْ اللَّهْوُ بِهِ لِأَنَّهُ يُشْغِلُ الْبَالَ عَنْ الْقِيَامِ بِالطَّاعَةِ وَيُنْسِي الْآخِرَةَ

Makna cobaan dunia adalah bersenang-senang dengan kenikmatan dunia, karena ia dapat menyibukkan diri dari melakukan ketaatan dan membuat lupa akhirat.” [Tuhfatul Ahwadzi, 6/121]

✅2) Mengapa harta adalah cobaan yang berat dan perlu diperingatkan?

➡ Al-‘Allamah Ali Al-Qoori rahimahullah berkata,

لِأَنَّهُ جَامِعٌ لِحُصُولِ الْمَنَالِ وَمَانِعٌ عَنْ كَمَالِ الْمَآلِ

“Karena harta sanggup mengumpulkan segala keinginan dunia, namun bisa jadi penghalang untuk meraih kenikmatan yang sempurna di akhirat.” [Al-Mirqoh, 8/3252]

3) Dalam hadits yang mulia ini juga terkandung perintah hidup zuhud, lebih mementingkan akhirat dan menjadikan nikmat harta yang Allah anugerahkan untuk beribadah kepada-Nya, bukan malah bermaksiat kepada-Nya.

➡ Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

والحاصل أن الإنسان ينبغي له أن يكون زهداً في الدنيا، راغباً في الآخرة، وأن الله إذا رزقه مالاً فليجعله عوناً على طاعة الله، وليجعل الدنيا في يده لا في قلبه، حتى يربح بالدنيا والآخرة

“Walhasil, sepatutnya manusia hidup zuhud di dunia dan lebih mementingkan akhirat. Apabila Allah memberi rezeki harta kepadanya maka hendaklah ia jadikan sebagai sarana untuk taat kepada Allah, dan hendaklah ia jadikan dunia di tangannya bukan di hatinya, agar ia meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.” [Syarhu Riyadhis Shaalihin, 3/376]

✅4) Nikmat kekayaan harta pada hakikatnya, hanyalah yang kita gunakan untuk taat kepada Allah ta’ala dan bersedekah di jalan-Nya, karena hanya itulah yang akan bermanfaat di masa depan yang hakiki, yaitu di kehidupan akhirat. Adapun harta yang digunakan untuk bermaksiat kepada Allah ta’ala, berbuat sia-sia dan berlaku boros, hanya akan menjadi bencana bagi pemiliknya.

➡ Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

فالإنسان ما لَه إلا هذه الأشياء، إما أن يأكل طعاماً وشراباً، وإما أن يلبس من أنواع اللباس، وإما أن يتصدق، والباقي له هو ما يتصدق به، أما ما يأكله ويلبسه؛ فإن كان يستعين به على طاعة الله؛ كان خيراً له، وإن كان يستعين به على معصية الله وعلى الأشر والبطر؛ كان محنة عليه والعياذ بالله والله الموفق

Manusia tidaklah mendapatkan bagian dari hartanya kecuali tiga perkara ini:

☑ Pertama: Apakah yang ia makan dan minum,

☑ Kedua: Ataukah yang ia kenakan dari berbagai macam jenis pakaian,

☑ Ketiga: Ataukah yang ia sedekahkan.

Dan yang akan terus menemaninya hanyalah harta yang ia sedekahkan. Adapun yang ia makan dan kenakan; apabila ia gunakan sebagai sarana untuk taat kepada Allah, maka harta itu adalah kebaikan baginya, namun apabila ia gunakan sebagai sarana untuk bermaksiat kepada Allah serta untuk berbangga-bangga dan menyombongkan diri, maka harta itu adalah bencana atasnya. Hanya kepada Allah kita mohon perlindungan, dan hanya Allah yang memberikan taufiq.” [Syarhu Riyadhis Shaalihin, 3/376]
loading...

Monday, December 5, 2016

Mengapa Hari AHAD disebut Hari Minggu?

Sebelum tahun 1960, tidak akan ditemukan nama hari bertuliskan "Minggu" dalam berbagai tulisa di tanah air, akan tetapi selalu kita temukan dengan nama hari "Ahad". Begitu juga apabila kita melihat penanggalan kalender tempo dulu, masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan Minggu.

Dulunya, orang Indonesia terbiasa-terbudaya untuk menyebut hari Ahad di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yang cukup lama. Bahkan telah menjadi ketetapan didalam Bahasa Indonesia.

Lalu mengapa kini sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu?

Kita ketahui bersama,bahwa nama-nama hari yang telah resmi dan kokoh tercantum kedalam penanggalan Indonesia sejak sebelum zaman penjajahan Belanda dahulu, adalah dengan sebutan :

Ahad (al-Ahad = hari kesatu), 
Senin (al-Itsnayn=hari kedua),
Selasa (al-Tsalaatsa' = hari ketiga), 
Rabu (al-Arba'aa = hari keempat), 
Kamis (al-Khamsatun = hari kelima), 
Jum'at (al-Jumu'ah = hari keenam = hari berkumpul/berjamaah), 
Sabtu (as-Sabat=hari ketujuh).

Nama-nama hari ini sudah menjadi kebiasaan terpola dalam semua kerajaan di Indonesia. Semua ini adalah karena jasa positif interaksi budaya secara elegan nan damai dan besarnya pengaruh masuknya agama Islam ke Indonesia yang membawa penanggalan Arab.

Kata Minggu diambil dari bahasa Portugis dan Spanyol: Domingo (dari bahasa Latin dies Dominicus, yang berarti Hari matahari atau juga dapat berartu"dia do Senhor", atau The Lord's Day atau "HARI TUHAN KITA"). Dalam bahasa Italia disebut Dominica. Karena itu, dalam bahasa Melayu yang lebih awal, kata ini dieja sebagai Dominggu.

Barulah  sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai Minggu. Peprcetakan kalendar selama bertahun-tahun di Indonesia telah membuat masyarakat menyebut hari ini sebagai hari Minggu dan cenderung meninggalkan nama hari Ahad. 
loading...

Thursday, December 1, 2016

Sebingkai Motivasi Islami

"Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran."

"Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah"

"Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu. Salah seorang bertanya kepada Imam, Apakah tanda-tanda tawadhu itu? Beliau menjawab, Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran"

"Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan"

"Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan"

"Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. (Bediuzzaman Said Nur)"

"Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.(Bediuzzaman Said Nur)"

"Jika orang dapat empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, badan yang tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya."

"Sesungguhnya Allah akan menghisab hamba-hamba-Nya pada hari kiamat sesuai dengan kadar akal yang telah dianugerahkan kepada mereka di dunia."

"Persahabatan ibarat sebiji benih yang ditanam, disiram dan dijaga rapi agar mengalir melalui kekuatan akarnya. Tunas yang kian berputik subur. Membesar menumbuhkan pohon. Berkembang menyerata ranting. Merimbun hijau dedaunan yang tak terhitung. Mewangi bunga-bungaan penuh aroma keharuman. Dan menghasilkan buah ranum yang segar dan menyehatkan. Subhanallah."

"Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina : orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil."
loading...